Return Of God Emperor

Return Of God Emperor
Bab 227 - Qing Cang


__ADS_3

Gadis


itu menepis tangan Dong Hua Di Jun sesampainya di Ruo Shui He Phan “anda


sebaiknya menjaga jarak denganku…” Dong Hua Di Jun tersenyum “Jiu er, apakah


kau tidak ingin melihat pertempuran gufu-mu ?” gadis itu tersenyum sinis “Dong


Hua Di Jun, jangan mengira yang mulia tidak tahu permainanmu… segala sesuatu


yang terjadi disini tidak berhubungan denganku… setiap orang mempunyai


cobaannya sendiri, ini merupakan cobaan mereka, tidak ada hubungannya dengan


yang mulia… lagipula, aku tidak mempunyai sanak saudara, darimana datangnya


gufu… kalian generasi muda selesaikan masalah kalian sendiri… yang mulia


permisi…” Dong Hua Di Jun memegang tangan gadis itu sekali lagi “baik… baik… Zheng


Zhu maha agung, maha hebat… sudah sampai disini, setidaknya lihatlah sejenak…”


gadis itu menatap dingin “sekali lagi memegang yang mulia, yang mulia tidak


akan segan menghabisimu…” Dong Hua Di Jun tersenyum melepaskan “baik… baik…


kulepaskan… duduklah, minum teh dulu…” langsung menyihir meja, sepoci teh dan 2


gelas, beserta 2 bangku yang nyaman. Gadis itu menghela nafas jengkel “hanya


sejenak…” duduk dengan tidak senang.


            Semua yang melihat mereka disana


terbelalak, sempat melupakan pertarungan hidup – mati di hadapan mereka. Suara


pedang yang berbenturan mengembalikan kesadaran mereka, kembali melihat


pertarungan sengit di hadapan mereka. Gadis itu santai menonton pertarungan


“tidak heran, banyak generasi kalian yang mati hanya karena pertarungan kecil


haih…” Dong Hua Di Jun tertarik mendengar gadis itu berbicara “ooo… menurut Zheng


Zhu, ini hanya pertarungan kecil !” gadis itu tidak melihat Dong Hua, bersantai


malas dengan tangan menggoyang-goyangkan gelas tehnya “tentu saja, sebuah


pertarungan tidak selalu yang memiliki spiritual lebih kuat yang menang… jika spiritual


tidak bisa menang, gunakan akal memenangkannya” semua melihat ke gadis itu.


            Bai Qian mendekat “Xiao Jiu, kau


memiliki cara untuk memenangkan pertarungan ini ?” gadis itu menatap Bai Qian


dingin “Bai Qian Shan Shen, kau tidak mengenal yang mulia… yang mulia bukan Bai


Feng Jiu… memenangkan pertarungan ini hanya tinggal membalikkan telapak


tangan…” Bai Qian tercengang dengan kata-kata gadis itu, tapi satu yang


ditangkapnya gadis itu mempunyai cara membantu guru dan suaminya, segera


memegang tangan gadis itu “Xiao Jiu, bantulah shifu dan Ye Hua, anggap gugu


memohon padamu… Xiao Jiu…” gadis itu terkejut dipegang Bai Qian, menatap Bai


Qian sesaat, menghela nafas “haih… sudah… sudahlah… haih… kalian ini, aku baru kembali,


hanya ingin bermain sejenak, masih harus membereskan pertarungan kecil ini… Bai


Qian Shan Shen, yang mulia akan membantumu… selanjutnya jangan seperti dia


(menunjuk Dong Hua Di Jun), memegang-megang sembarangan… haih, kalian membuatku


sakit kepala… tidak bermain lagi hari ini…”.

__ADS_1


            Satu kilatan mematahkan pertarungan


ketiganya, gadis itu sudah muncul di tengah-tengah mereka. Gadis itu dengan


nada sinis “kalian ini anak kecil, kenapa sangat suka bertarung ?” Qing Cang


marah “gadis kecil, siapa kau ? bagaimana kau bisa masuk kesini ?” gadis itu


acuh tak acuh “haih anak kecil, kau masih harus memanggilku lao zhu zhong,


tidak perlu berteriak begitu, aku belum tuli… kenapa kesini ? karena wanita itu


meminta bantuanku menyelamatkan guru dan suaminya” menunjuk Bai Qian. Qing Cang


tertawa mengerikan “hanya berdasar kemampuanmu… sungguh lelucon…” gadis itu


mencibir “haih memberimu pelajaran, tidak perlu menggunakan kemampuan… kalian


dulu hanya bocah kecil dimataku, sekarangpun demikian… kalian berdua, sana


kembali… tidak perlu berterima kasih, kalau mau, berterima kasihlah pada wanita


itu, keluar dari sini” melihat dingin ke Ye Hua dan Mo Yuan. Ye Hua maju “Xiao


Jiu…” mendapat tatapan dingin gadis itu, mengurungkan niatnya, segera menurut,


mundur ke tempat Bai Qian.


            Dong Hua Di Jun cemas melihat gadis


itu dihadapan Qing Cang. Gadis itu “cepatlah, yang mulia sudah bosan disini…”


Qing Cang melihat Ye Hua dan Mo Yuan mundur, marah “gadis kecil, aku akan


membunuhmu sudah mengacaukan rencanaku, setelah itu akan membunuh mereka


semua…” gadis itu mencibir “haih… kau ini kenapa begitu suka membunuh ? apa


diotak kecilmu, selain bertarung dan membunuh, tidak ada hal lainnya ! haih,


kau betul-betul bocah nakal, yang mulia akan memberimu pelajaran !” sebuah


tombaknya, sang gadis hanya santai meladeni, berkali-kali memukul Qing Cang.


Gadis itu membuktikan ucapannya, pertarungan dengan Qing Cang jelas merupakan


pertarungan kecil untuknya. Disini yang melihatnya terbelalak, gadis itu


seperti orang tua yang sedang memberi pelajaran pada anak kecil yang nakal.


Disaat gadis itu bertarung, 8 dewa dewi entah darimana datang menyaksikan


pertarungannya. Gadis itu dengan santai melukai Qing Cang hingga tidak dapat


berdiri “kau… siapa sebenarnya kau ?” gadis kecil itu mencibir “sudah yang


mulia katakan, kau harus memanggil yang mulia ‘lao zhu zhong’… kenapa generasi


kalian ini begitu tidak tahu sopan santun !” Qing Cang muntah darah “lao zhu


zhong ? gadis muda sepertimu lao zhu zhong ?” gadis itu mulai tidak sabar


“haih, sudahlah, bicara denganmu hanya menghabiskan waktu berhargaku…”


menggoyangkan lengan, Qing Cang musnah seketika. Semua tercengang kecuali 8


dewa dewi yang baru datang.


            Gadis itu menghilangkan pedang dan


kembali ke hadapan semua. Kedelapan dewa dewi segera berlutut “menyambut Zheng


Zhu” gadis itu memijat pelipisnya “kalian sudah datang…” kedelapannya


berkaca-kaca melihat gadis itu “Zheng Zhu, hamba sangat senang dapat bertemu


anda lagi… Zheng Zhu…” semua berdiri berhamburan memeluk gadis itu “a… apa yang

__ADS_1


kalian lakukan !” gadis itu terkejut menepis semuanya. Dong Hua Di Jun segera


maju, melindungi gadis itu dalam pelukannya. Gadis itu kembali menepis Dong Hua


Di Jun “apa yang kau lakukan ? kalian kira yang mulia dewi sembarangan, bisa


kalian sentuh sesuka hati !” salah satu dewi yang datang bercucuran air mata


kembali maju memeluk gadis itu “Zheng Zhu, sesaat, cukup sesaat saja… aku


sangat merindukanmu Zheng Zhu” gadis itu yang awalnya bersiap menepispun,


akhirnya pasrah mendengar kata-kata sang dewi, menepuk-nepuk punggungnya “haih


sudah begini tua, untuk apa seemosi ini !” dewi lainnya maju memeluk gadis itu,


berturut-turut ke delapannya bersatu memeluk gadis itu di tengah. Dong Hua Di


Jun terkejut dan menatap tajam semua dewa dewi itu.


            Gadis itu akhirnya meronta “sudah


hentikan, sesaat kalian sudah selesai…” kedelapannya melepaskan gadis itu. Ye


Hua dan Mo Yuan membawa lainnya segera berlutut memberi hormat “memberi hormat


pada Zheng Zhu, terima kasih atas bantuan Zheng Zhu” “berdirilah, kalian semua


kembalilah…” semua berdiri, salah satu dewi memegang tangan gadis itu “Zheng


Zhu, anda akan ikut dengan kami ke Feng Wei Shen Gong kan !” gadis itu


menggeleng “masih ada yang harus yang mulia selesaikan… sebulan lagi akan ke


Feng Wei Shen Gong, kembalilah…” masih ada dewa dewi yang mau membujuk tapi


mendapat tatapan dingin pun mengurungkan niatnya “baik Zheng Zhu, kami akan


menyiapkan penyambutan…” Gadis itu santai “penyambutan ! tidak perlu… dimana Zi


Hu ?” salah satu dewa “Zheng Zhu, Zi Hu menghilang saat anda menghilang… tapi


kemungkinan ada di Qing Qiu” “Qing Qiu ? hmm… kenapa aku tidak menyadari


sebelumnya… baiklah, kembalilah kalian, setelah sebulan, yang mulia akan kembali


sendiri” kedelapannya memberi hormat dan pergi.


            Bai Qian memeluk gadis itu “Xiao


Jiu… kau pasti Xiao Jiu… Xiao Jiu, gugu sangat merindukanmu…” gadis itu pasrah


membiarkan Bai Qian memeluknya “Bai Qian Shan Shen, yang mulia bukan Bai Feng


Jiu. Bai Feng Jiu hanya satu raga kultivasi yang mulia…” Bai Qian menangis


“apapun itu, aku hanya tahu kau Xiao Jiu-kami, kemanakanku yang paling


kusayangi… kau berubah menjadi apapun, kau tetap keluarga kami…” gadis itu


tersenyum lembut “Bai Qian Shan Shen… sebaiknya rawat guru dan suamimu…”


melepas pelukan Bai Qian. Bai Qian melihat gadis itu “Xiao Jiu, kau mau kemana


?” tanpa berfikir langsung menjawab “Qing Qiu…” Bai Qian tersenyum “gugu akan


menemanimu…” seorang remaja pun maju “Feng Jiu jiejie, Ali juga akan


menemanimu…” “kau… Ali taizi ?” pemuda itu mengangguk, gadis itu tersenyum


menggeleng “kalian sangat keras kepala…” akhirnya, semua bersama-sama ke Qing


Qiu, Dong Hua Di Jun pun ikut bersama.


NB :


Di

__ADS_1


kehidupan dimensi ini, ada Feng Wei Shen Gong sebagai istana Feng Wei Hua Zun,


identitas Shen Zhu di Si Hai Ba Huang.


__ADS_2