
Gadis
itu menepis tangan Dong Hua Di Jun sesampainya di Ruo Shui He Phan “anda
sebaiknya menjaga jarak denganku…” Dong Hua Di Jun tersenyum “Jiu er, apakah
kau tidak ingin melihat pertempuran gufu-mu ?” gadis itu tersenyum sinis “Dong
Hua Di Jun, jangan mengira yang mulia tidak tahu permainanmu… segala sesuatu
yang terjadi disini tidak berhubungan denganku… setiap orang mempunyai
cobaannya sendiri, ini merupakan cobaan mereka, tidak ada hubungannya dengan
yang mulia… lagipula, aku tidak mempunyai sanak saudara, darimana datangnya
gufu… kalian generasi muda selesaikan masalah kalian sendiri… yang mulia
permisi…” Dong Hua Di Jun memegang tangan gadis itu sekali lagi “baik… baik… Zheng
Zhu maha agung, maha hebat… sudah sampai disini, setidaknya lihatlah sejenak…”
gadis itu menatap dingin “sekali lagi memegang yang mulia, yang mulia tidak
akan segan menghabisimu…” Dong Hua Di Jun tersenyum melepaskan “baik… baik…
kulepaskan… duduklah, minum teh dulu…” langsung menyihir meja, sepoci teh dan 2
gelas, beserta 2 bangku yang nyaman. Gadis itu menghela nafas jengkel “hanya
sejenak…” duduk dengan tidak senang.
Semua yang melihat mereka disana
terbelalak, sempat melupakan pertarungan hidup – mati di hadapan mereka. Suara
pedang yang berbenturan mengembalikan kesadaran mereka, kembali melihat
pertarungan sengit di hadapan mereka. Gadis itu santai menonton pertarungan
“tidak heran, banyak generasi kalian yang mati hanya karena pertarungan kecil
haih…” Dong Hua Di Jun tertarik mendengar gadis itu berbicara “ooo… menurut Zheng
Zhu, ini hanya pertarungan kecil !” gadis itu tidak melihat Dong Hua, bersantai
malas dengan tangan menggoyang-goyangkan gelas tehnya “tentu saja, sebuah
pertarungan tidak selalu yang memiliki spiritual lebih kuat yang menang… jika spiritual
tidak bisa menang, gunakan akal memenangkannya” semua melihat ke gadis itu.
Bai Qian mendekat “Xiao Jiu, kau
memiliki cara untuk memenangkan pertarungan ini ?” gadis itu menatap Bai Qian
dingin “Bai Qian Shan Shen, kau tidak mengenal yang mulia… yang mulia bukan Bai
Feng Jiu… memenangkan pertarungan ini hanya tinggal membalikkan telapak
tangan…” Bai Qian tercengang dengan kata-kata gadis itu, tapi satu yang
ditangkapnya gadis itu mempunyai cara membantu guru dan suaminya, segera
memegang tangan gadis itu “Xiao Jiu, bantulah shifu dan Ye Hua, anggap gugu
memohon padamu… Xiao Jiu…” gadis itu terkejut dipegang Bai Qian, menatap Bai
Qian sesaat, menghela nafas “haih… sudah… sudahlah… haih… kalian ini, aku baru kembali,
hanya ingin bermain sejenak, masih harus membereskan pertarungan kecil ini… Bai
Qian Shan Shen, yang mulia akan membantumu… selanjutnya jangan seperti dia
(menunjuk Dong Hua Di Jun), memegang-megang sembarangan… haih, kalian membuatku
sakit kepala… tidak bermain lagi hari ini…”.
__ADS_1
Satu kilatan mematahkan pertarungan
ketiganya, gadis itu sudah muncul di tengah-tengah mereka. Gadis itu dengan
nada sinis “kalian ini anak kecil, kenapa sangat suka bertarung ?” Qing Cang
marah “gadis kecil, siapa kau ? bagaimana kau bisa masuk kesini ?” gadis itu
acuh tak acuh “haih anak kecil, kau masih harus memanggilku lao zhu zhong,
tidak perlu berteriak begitu, aku belum tuli… kenapa kesini ? karena wanita itu
meminta bantuanku menyelamatkan guru dan suaminya” menunjuk Bai Qian. Qing Cang
tertawa mengerikan “hanya berdasar kemampuanmu… sungguh lelucon…” gadis itu
mencibir “haih memberimu pelajaran, tidak perlu menggunakan kemampuan… kalian
dulu hanya bocah kecil dimataku, sekarangpun demikian… kalian berdua, sana
kembali… tidak perlu berterima kasih, kalau mau, berterima kasihlah pada wanita
itu, keluar dari sini” melihat dingin ke Ye Hua dan Mo Yuan. Ye Hua maju “Xiao
Jiu…” mendapat tatapan dingin gadis itu, mengurungkan niatnya, segera menurut,
mundur ke tempat Bai Qian.
Dong Hua Di Jun cemas melihat gadis
itu dihadapan Qing Cang. Gadis itu “cepatlah, yang mulia sudah bosan disini…”
Qing Cang melihat Ye Hua dan Mo Yuan mundur, marah “gadis kecil, aku akan
membunuhmu sudah mengacaukan rencanaku, setelah itu akan membunuh mereka
semua…” gadis itu mencibir “haih… kau ini kenapa begitu suka membunuh ? apa
diotak kecilmu, selain bertarung dan membunuh, tidak ada hal lainnya ! haih,
kau betul-betul bocah nakal, yang mulia akan memberimu pelajaran !” sebuah
tombaknya, sang gadis hanya santai meladeni, berkali-kali memukul Qing Cang.
Gadis itu membuktikan ucapannya, pertarungan dengan Qing Cang jelas merupakan
pertarungan kecil untuknya. Disini yang melihatnya terbelalak, gadis itu
seperti orang tua yang sedang memberi pelajaran pada anak kecil yang nakal.
Disaat gadis itu bertarung, 8 dewa dewi entah darimana datang menyaksikan
pertarungannya. Gadis itu dengan santai melukai Qing Cang hingga tidak dapat
berdiri “kau… siapa sebenarnya kau ?” gadis kecil itu mencibir “sudah yang
mulia katakan, kau harus memanggil yang mulia ‘lao zhu zhong’… kenapa generasi
kalian ini begitu tidak tahu sopan santun !” Qing Cang muntah darah “lao zhu
zhong ? gadis muda sepertimu lao zhu zhong ?” gadis itu mulai tidak sabar
“haih, sudahlah, bicara denganmu hanya menghabiskan waktu berhargaku…”
menggoyangkan lengan, Qing Cang musnah seketika. Semua tercengang kecuali 8
dewa dewi yang baru datang.
Gadis itu menghilangkan pedang dan
kembali ke hadapan semua. Kedelapan dewa dewi segera berlutut “menyambut Zheng
Zhu” gadis itu memijat pelipisnya “kalian sudah datang…” kedelapannya
berkaca-kaca melihat gadis itu “Zheng Zhu, hamba sangat senang dapat bertemu
anda lagi… Zheng Zhu…” semua berdiri berhamburan memeluk gadis itu “a… apa yang
__ADS_1
kalian lakukan !” gadis itu terkejut menepis semuanya. Dong Hua Di Jun segera
maju, melindungi gadis itu dalam pelukannya. Gadis itu kembali menepis Dong Hua
Di Jun “apa yang kau lakukan ? kalian kira yang mulia dewi sembarangan, bisa
kalian sentuh sesuka hati !” salah satu dewi yang datang bercucuran air mata
kembali maju memeluk gadis itu “Zheng Zhu, sesaat, cukup sesaat saja… aku
sangat merindukanmu Zheng Zhu” gadis itu yang awalnya bersiap menepispun,
akhirnya pasrah mendengar kata-kata sang dewi, menepuk-nepuk punggungnya “haih
sudah begini tua, untuk apa seemosi ini !” dewi lainnya maju memeluk gadis itu,
berturut-turut ke delapannya bersatu memeluk gadis itu di tengah. Dong Hua Di
Jun terkejut dan menatap tajam semua dewa dewi itu.
Gadis itu akhirnya meronta “sudah
hentikan, sesaat kalian sudah selesai…” kedelapannya melepaskan gadis itu. Ye
Hua dan Mo Yuan membawa lainnya segera berlutut memberi hormat “memberi hormat
pada Zheng Zhu, terima kasih atas bantuan Zheng Zhu” “berdirilah, kalian semua
kembalilah…” semua berdiri, salah satu dewi memegang tangan gadis itu “Zheng
Zhu, anda akan ikut dengan kami ke Feng Wei Shen Gong kan !” gadis itu
menggeleng “masih ada yang harus yang mulia selesaikan… sebulan lagi akan ke
Feng Wei Shen Gong, kembalilah…” masih ada dewa dewi yang mau membujuk tapi
mendapat tatapan dingin pun mengurungkan niatnya “baik Zheng Zhu, kami akan
menyiapkan penyambutan…” Gadis itu santai “penyambutan ! tidak perlu… dimana Zi
Hu ?” salah satu dewa “Zheng Zhu, Zi Hu menghilang saat anda menghilang… tapi
kemungkinan ada di Qing Qiu” “Qing Qiu ? hmm… kenapa aku tidak menyadari
sebelumnya… baiklah, kembalilah kalian, setelah sebulan, yang mulia akan kembali
sendiri” kedelapannya memberi hormat dan pergi.
Bai Qian memeluk gadis itu “Xiao
Jiu… kau pasti Xiao Jiu… Xiao Jiu, gugu sangat merindukanmu…” gadis itu pasrah
membiarkan Bai Qian memeluknya “Bai Qian Shan Shen, yang mulia bukan Bai Feng
Jiu. Bai Feng Jiu hanya satu raga kultivasi yang mulia…” Bai Qian menangis
“apapun itu, aku hanya tahu kau Xiao Jiu-kami, kemanakanku yang paling
kusayangi… kau berubah menjadi apapun, kau tetap keluarga kami…” gadis itu
tersenyum lembut “Bai Qian Shan Shen… sebaiknya rawat guru dan suamimu…”
melepas pelukan Bai Qian. Bai Qian melihat gadis itu “Xiao Jiu, kau mau kemana
?” tanpa berfikir langsung menjawab “Qing Qiu…” Bai Qian tersenyum “gugu akan
menemanimu…” seorang remaja pun maju “Feng Jiu jiejie, Ali juga akan
menemanimu…” “kau… Ali taizi ?” pemuda itu mengangguk, gadis itu tersenyum
menggeleng “kalian sangat keras kepala…” akhirnya, semua bersama-sama ke Qing
Qiu, Dong Hua Di Jun pun ikut bersama.
NB :
Di
__ADS_1
kehidupan dimensi ini, ada Feng Wei Shen Gong sebagai istana Feng Wei Hua Zun,
identitas Shen Zhu di Si Hai Ba Huang.