
Hua Zi membantu Yang Guang
bersiap, Yang Guang mengerutkan wajahnya cemberut “ada apa dengan wajahmu itu
?” Hua Zi merasa Yang Guang sangat imut “Hua Zi gege, aku masih tidak dapat
mempercayai ucapanmu, kau sudah melihat seluruh tubuhku…” Hua Zi tersenyum “kau
harus mulai mempercayainya, wajahmu ini milikku, tubuhmu ini milikku, dirimu
seutuhnya adalah milikku, mengerti !” Yang Guang cemberut, memajukan bibirnya,
Hua Zi segera mengecupnya “apakah malaikat semua sepertimu ini ? begitu mesum…”
Hua Zi cekikikan “istriku, aku hanya mesum padamu… dihadapan yang lain, aku
tidak seperti ini… jadi kaupun harus seperti itu… dihadapanku, tidak perlu
menutupi dirimu, kau bisa bebas menjadi dirimu sendiri… aku akan selalu bersamamu…”
Yang Guang tersenyum memeluk Hua Zi.
Hua Zi membelai kepala Yang Guang “kau akan menghadiri
perjamuan kan !” Yang Guang mengangguk “aku juga mau berpamitan…” Hua Zi
mengangguk “sudah lumayan lama disini, mereka mulai bergantung padamu…” Yang
Guang menghela nafas “maka aku harus secepatnya pergi dari sini !” Hua Zi
“baik, kau sudah siap… pergilah…” menghilang. Yang Guang tersenyum
menggelengkan kepala “tenang saja, aku selalu disisimu…” suara Hua Zi terdengar
di telinga Yang Guang yang tersipu malu. Satu kecupan tak berwujud turun di
keningnya “pergilah, jangan tersipu pada yang lain…”
Yang Guang pun segera keluar dari kamarnya, jantungnya
berdegup kencang “hah… aku bisa menghadapi semua… satu-satunya yang tidak bisa
kuhadapi adalah mahkluk yang bisa menghilang haih…” frustasi ke tempat perjamuan. Hua
Zi yang mendengar gerutuan Yang Guang cekikikan “kau tidak akan bisa lepas
dariku Feng Wei-ku sayang…”. Yang Guang duduk disamping Huang Guang “ada apa
denganmu ? apa ada masalah ?” Huang Guang penasaran dengan wajah cemberut Yang
Guang. Yang Guang menggeleng “tidak ada apa-apa, baru kesandung saja…” Huang
Guang “kesandung saja membuatmu cemberut seperti itu” “yah cemberut kesandung
mahkluk tidak kelihatan…” menggerutu dengan suara kecil “apa ? apa yang kau katakan
?” Huang Guang tidak mendengar jelas gerutuannya “tidak… tidak mengatakan
apapun” Feng Wei menggeleng-gelengkan kepalanya.
“ayo, bukannya mau makan malam, aku sudah lapar…” Yang
Guang mengalihkan pembicaraan. Jing Guang duduk di sebelahnya “makanlah… sudah
menyusahkanmu akhir-akhir ini…” dengan lembut mengambilkan sup untuk Yang
Guang. Yang Guang menerimanya tanpa basa basi, memakan makanannya tanpa
bersuara. Semua yang berkumpul, melihatnya dengan senyum lembut, satu anak
__ADS_1
kecil imut yang sudah membantu mereka mengatasi persoalan terbesar di desa
mereka. Yang Guang tidak menyadari pandangan semua, sibuk dengan makanannya.
“Perlahan, tidak ada yang rebutan makanan denganmu…” Huang
Guang memberikan secangkir teh. Yang Guang hanya mengangkat kepalanya sekilas
dengan senyum nyengirnya sesaat. Semuapun makan dengan tenang sambil
memperhatikan piring Yang Guang. Piringnya tidak pernah kosong, selalu ada yang
mengambilkannya tambahan makanan “makanlah yang banyak, tubuhmu terlalu kurus…”
“shushu, ayi, aku sudah kenyang, tidak sanggup lagi…” Yang Guang menghentikan
makannya, Huang Guang cekikikan “shushu, ayi, aku sudah pernah mengatakannya.
Xiao Guang justru membanggakan tubuh kecilnya, ulet dan bisa bebas bergerak
hahaha…” semua cekikikan mendengarnya. “wah tuan muda Ma, mainanmu sudah habis
ya, membuatku jadi permainan…” “hihihi tidak berani tidak berani…”
Yang Guang berdecak kesal “cih… ehm… shushu, ayi, Jing
Guang, semua pembangunan sudah berjalan baik, kalian sudah memahami semua
rancangan… Yang Guang disini pamit undur diri…” ketua “Xiao Guang, kau ingin
kemana ?” Yang Guang tersenyum “shushu, aku tidak menentukan arahku, kemana Fei
Jiao membawaku, itulah perhentian berikutnya… aku ingin melihat seluruh dunia…”
ketua “hmm jarang ada anak kecil yang bisa berfikiran seluas dirimu…” nyonya
ketua “kapan kita bisa bertemu lagi ?” Yang Guang “ayi… jika ada jodoh, kita
menyinggung shushu ayi…” ketua “kami sepatutnya berterima kasih padamu, mana mungkin
menyalahkanmu…”
Jing Guang berdiri “die, niang, aku akan menemani Yang
Guang…” Yang Guang yang sedang minum langsung menyemprotkan tehnya “huk… huk…
huk…” Huang Guang menepuk-nepuk punggungnya “perlahan…” “apa… apa yang
dikatakannya ?” Yang Guang terbata-bata. Jing Guang mengambilkan sapu tangan
“Yang Guang, aku akan menemanimu berkelana… aku juga ingin melihat dunia luar…”
Yang Guang berdiri “hei Tuan Muda Huo, apa anda mengira aku sedang merekrut
anggota musik…” Jing Guang cekikikan “kau sudah berkelana bersama Huang xiong,
apa salahnya tambah 1 diriku…” Yang Guang menepuk keningnya “hadeh… eh kalian
ini berdua Tuan Muda terhormat loh, ikut aku yang bermain tidak jelas ini, apa
sih yang ada di otak kalian ? kalian mau berkelana, pergi sendiri saja, tidak
usah mengikutiku…” 4 orang tua yang melihat mereka hanya senyum-senyum penuh
arti.
Jing Guang memegang bahu Yang Guang “hei jangan
pegang-pegang…” Jing Guang merengek “ayolah Yang Guang Da Ren, Yang Guang yang
__ADS_1
tertampan dan terhebat… aku ikut bukankah kau tidak akan kesepian, kita bisa
bermain bersama…” Huang Guang “Xiao Guang, biar saja dia ikut, semakin ramai
kan semakin baik...” Yang Guang “tidak… tidak bisa, kalian kira aku pengasuh
bayi ? kau juga pulanglah ke rumahmu haih… aku hanya ingin bersenang-senang
bukan menambah beban cih…” melipat kedua tangannya di dada. Jing Guang semakin
merengek “aiyo, aku bukan mau menjadi bebanmu… anggap saja kita jalan
masing-masing dengan tujuan yang sama bagaimana ? ayolah, jika pergi seorang
diri akan kesepian…” Yang Guang “pasti kau yang mengajarinya… haih…
menjengkelkan…” berjalan keluar dari ruang makan, semua cekikikan.
Ketua “Jing er, apa kau sudah yakin ?” Jing Guang
mengangguk “sangat yakin die, Yang Guang adalah orang yang kutunggu…” Nyonya
ketua “Jing er, sebagai niang, niang tidak rela kau pergi… tapi sama denganmu,
jika saja niang bisa, niang juga akan mengikuti Xiao Guang, anak itu adalah
bintang paling bersinar yang pernah niang temui… baik-baiklah menjaganya, suatu
saat dia akan menjadi orang besar…” Jing Guang mengangguk “pasti niang, aku
akan berusaha menjaganya…” ketua “Jing er, kau sudah memantapkan pilihanmu ?”
Jing Guang “sudah die, dari pertama bertemu dengannya…”.
Ketua menggelengkan kepala “kalian dari kecil selalu
memiliki pilihan yang sama… semoga saja istri kalian nanti berbeda…” “die…”
Jing Guang berteriak, membuat semua tertawa terbahak-bahak. “Huang er, seperti
yang die katakan sebelumnya, Yang Guang bukan anak biasa. Kalian berdua
mengikutinya harus selalu berhati-hati, perhatikan sekitar. Dimanapun Yang
Guang berada pasti menarik perhatian” Huang Guang mengangguk “aku tahu die… otaknya
memang sangat pintar, punya solusi untuk segala situasi, tapi kalau menyangkut
dirinya sendiri, dia sungguh lamban hahaha…” Jing Guang tersenyum lembut “yah
bisa memberikan solusi yang begitu luar biasa pada orang asing, dia betul-betul
luar biasa. Bahkan dia tidak meminta apapun, selesai memberi petunjuk mau
melarikan diri begitu saja hahaha…”
“yah, dari awal melihatnya memang sangat berbeda… biasanya
semua suka namanya dielu-elukan dan disanjung… tapi Xiao Guang ini malah
melarikan diri dari orang-orang yang mencarinya hahaha…” “eh Ma xiong, kau
tidak tahu saja, demi menyelamatkannya, sudah berapa banyak pasangan yang
membawa putri kecilnya kutolak masuk ke kediaman ini…” “Huo xiong, kalau begitu
kita senasib… bahkan sampai saat ini masih banyak yang menanyakan
keberadaannya. Malah anak ini seakan dilupakan hahaha…” menunjuk Huang Guang.
__ADS_1
Semuanya malah bergosip di ruang makan, sementara Jing Guang segera bersiap,
dia tidak mau ditinggalkan.