Return Of God Emperor

Return Of God Emperor
Bab 151 - Suami Malaikat yang Mesum


__ADS_3

Hua Zi membantu Yang Guang


bersiap, Yang Guang mengerutkan wajahnya cemberut “ada apa dengan wajahmu itu


?” Hua Zi merasa Yang Guang sangat imut “Hua Zi gege, aku masih tidak dapat


mempercayai ucapanmu, kau sudah melihat seluruh tubuhku…” Hua Zi tersenyum “kau


harus mulai mempercayainya, wajahmu ini milikku, tubuhmu ini milikku, dirimu


seutuhnya adalah milikku, mengerti !” Yang Guang cemberut, memajukan bibirnya,


Hua Zi segera mengecupnya “apakah malaikat semua sepertimu ini ? begitu mesum…”


Hua Zi cekikikan “istriku, aku hanya mesum padamu… dihadapan yang lain, aku


tidak seperti ini… jadi kaupun harus seperti itu… dihadapanku, tidak perlu


menutupi dirimu, kau bisa bebas menjadi dirimu sendiri… aku akan selalu bersamamu…”


Yang Guang tersenyum memeluk Hua Zi.


          Hua Zi membelai kepala Yang Guang “kau akan menghadiri


perjamuan kan !” Yang Guang mengangguk “aku juga mau berpamitan…” Hua Zi


mengangguk “sudah lumayan lama disini, mereka mulai bergantung padamu…” Yang


Guang menghela nafas “maka aku harus secepatnya pergi dari sini !” Hua Zi


“baik, kau sudah siap… pergilah…” menghilang. Yang Guang tersenyum


menggelengkan kepala “tenang saja, aku selalu disisimu…” suara Hua Zi terdengar


di telinga Yang Guang yang tersipu malu. Satu kecupan tak berwujud turun di


keningnya “pergilah, jangan tersipu pada yang lain…”


          Yang Guang pun segera keluar dari kamarnya, jantungnya


berdegup kencang “hah… aku bisa menghadapi semua… satu-satunya yang tidak bisa


kuhadapi adalah mahkluk yang bisa menghilang haih…” frustasi ke tempat perjamuan. Hua


Zi yang mendengar gerutuan Yang Guang cekikikan “kau tidak akan bisa lepas


dariku Feng Wei-ku sayang…”. Yang Guang duduk disamping Huang Guang “ada apa


denganmu ? apa ada masalah ?” Huang Guang penasaran dengan wajah cemberut Yang


Guang. Yang Guang menggeleng “tidak ada apa-apa, baru kesandung saja…” Huang


Guang “kesandung saja membuatmu cemberut seperti itu” “yah cemberut kesandung


mahkluk tidak kelihatan…” menggerutu dengan suara kecil “apa ? apa yang kau katakan


?” Huang Guang tidak mendengar jelas gerutuannya “tidak… tidak mengatakan


apapun” Feng Wei menggeleng-gelengkan kepalanya.


          “ayo, bukannya mau makan malam, aku sudah lapar…” Yang


Guang mengalihkan pembicaraan. Jing Guang duduk di sebelahnya “makanlah… sudah


menyusahkanmu akhir-akhir ini…” dengan lembut mengambilkan sup untuk Yang


Guang. Yang Guang menerimanya tanpa basa basi, memakan makanannya tanpa


bersuara. Semua yang berkumpul, melihatnya dengan senyum lembut, satu anak

__ADS_1


kecil imut yang sudah membantu mereka mengatasi persoalan terbesar di desa


mereka. Yang Guang tidak menyadari pandangan semua, sibuk dengan makanannya.


          “Perlahan, tidak ada yang rebutan makanan denganmu…” Huang


Guang memberikan secangkir teh. Yang Guang hanya mengangkat kepalanya sekilas


dengan senyum nyengirnya sesaat. Semuapun makan dengan tenang sambil


memperhatikan piring Yang Guang. Piringnya tidak pernah kosong, selalu ada yang


mengambilkannya tambahan makanan “makanlah yang banyak, tubuhmu terlalu kurus…”


“shushu, ayi, aku sudah kenyang, tidak sanggup lagi…” Yang Guang menghentikan


makannya, Huang Guang cekikikan “shushu, ayi, aku sudah pernah mengatakannya.


Xiao Guang justru membanggakan tubuh kecilnya, ulet dan bisa bebas bergerak


hahaha…” semua cekikikan mendengarnya. “wah tuan muda Ma, mainanmu sudah habis


ya, membuatku jadi permainan…” “hihihi tidak berani tidak berani…”


          Yang Guang berdecak kesal “cih… ehm… shushu, ayi, Jing


Guang, semua pembangunan sudah berjalan baik, kalian sudah memahami semua


rancangan… Yang Guang disini pamit undur diri…” ketua “Xiao Guang, kau ingin


kemana ?” Yang Guang tersenyum “shushu, aku tidak menentukan arahku, kemana Fei


Jiao membawaku, itulah perhentian berikutnya… aku ingin melihat seluruh dunia…”


ketua “hmm jarang ada anak kecil yang bisa berfikiran seluas dirimu…” nyonya


ketua “kapan kita bisa bertemu lagi ?” Yang Guang “ayi… jika ada jodoh, kita


menyinggung shushu ayi…” ketua “kami sepatutnya berterima kasih padamu, mana mungkin


menyalahkanmu…”


          Jing Guang berdiri “die, niang, aku akan menemani Yang


Guang…” Yang Guang yang sedang minum langsung menyemprotkan tehnya “huk… huk…


huk…” Huang Guang menepuk-nepuk punggungnya “perlahan…” “apa… apa yang


dikatakannya ?” Yang Guang terbata-bata. Jing Guang mengambilkan sapu tangan


“Yang Guang, aku akan menemanimu berkelana… aku juga ingin melihat dunia luar…”


Yang Guang berdiri “hei Tuan Muda Huo, apa anda mengira aku sedang merekrut


anggota musik…” Jing Guang cekikikan “kau sudah berkelana bersama Huang xiong,


apa salahnya tambah 1 diriku…” Yang Guang menepuk keningnya “hadeh… eh kalian


ini berdua Tuan Muda terhormat loh, ikut aku yang bermain tidak jelas ini, apa


sih yang ada di otak kalian ? kalian mau berkelana, pergi sendiri saja, tidak


usah mengikutiku…” 4 orang tua yang melihat mereka hanya senyum-senyum penuh


arti.


          Jing Guang memegang bahu Yang Guang “hei jangan


pegang-pegang…” Jing Guang merengek “ayolah Yang Guang Da Ren, Yang Guang yang

__ADS_1


tertampan dan terhebat… aku ikut bukankah kau tidak akan kesepian, kita bisa


bermain bersama…” Huang Guang “Xiao Guang, biar saja dia ikut, semakin ramai


kan semakin baik...” Yang Guang “tidak… tidak bisa, kalian kira aku pengasuh


bayi ? kau juga pulanglah ke rumahmu haih… aku hanya ingin bersenang-senang


bukan menambah beban cih…” melipat kedua tangannya di dada. Jing Guang semakin


merengek “aiyo, aku bukan mau menjadi bebanmu… anggap saja kita jalan


masing-masing dengan tujuan yang sama bagaimana ? ayolah, jika pergi seorang


diri akan kesepian…” Yang Guang “pasti kau yang mengajarinya… haih…


menjengkelkan…” berjalan keluar dari ruang makan, semua cekikikan.


          Ketua “Jing er, apa kau sudah yakin ?” Jing Guang


mengangguk “sangat yakin die, Yang Guang adalah orang yang kutunggu…” Nyonya


ketua “Jing er, sebagai niang, niang tidak rela kau pergi… tapi sama denganmu,


jika saja niang bisa, niang juga akan mengikuti Xiao Guang, anak itu adalah


bintang paling bersinar yang pernah niang temui… baik-baiklah menjaganya, suatu


saat dia akan menjadi orang besar…” Jing Guang mengangguk “pasti niang, aku


akan berusaha menjaganya…” ketua “Jing er, kau sudah memantapkan pilihanmu ?”


Jing Guang “sudah die, dari pertama bertemu dengannya…”.


          Ketua menggelengkan kepala “kalian dari kecil selalu


memiliki pilihan yang sama… semoga saja istri kalian nanti berbeda…” “die…”


Jing Guang berteriak, membuat semua tertawa terbahak-bahak. “Huang er, seperti


yang die katakan sebelumnya, Yang Guang bukan anak biasa. Kalian berdua


mengikutinya harus selalu berhati-hati, perhatikan sekitar. Dimanapun Yang


Guang berada pasti menarik perhatian” Huang Guang mengangguk “aku tahu die… otaknya


memang sangat pintar, punya solusi untuk segala situasi, tapi kalau menyangkut


dirinya sendiri, dia sungguh lamban hahaha…” Jing Guang tersenyum lembut “yah


bisa memberikan solusi yang begitu luar biasa pada orang asing, dia betul-betul


luar biasa. Bahkan dia tidak meminta apapun, selesai memberi petunjuk mau


melarikan diri begitu saja hahaha…”


          “yah, dari awal melihatnya memang sangat berbeda… biasanya


semua suka namanya dielu-elukan dan disanjung… tapi Xiao Guang ini malah


melarikan diri dari orang-orang yang mencarinya hahaha…” “eh Ma xiong, kau


tidak tahu saja, demi menyelamatkannya, sudah berapa banyak pasangan yang


membawa putri kecilnya kutolak masuk ke kediaman ini…” “Huo xiong, kalau begitu


kita senasib… bahkan sampai saat ini masih banyak yang menanyakan


keberadaannya. Malah anak ini seakan dilupakan hahaha…” menunjuk Huang Guang.

__ADS_1


Semuanya malah bergosip di ruang makan, sementara Jing Guang segera bersiap,


dia tidak mau ditinggalkan.


__ADS_2