
Dong Hua sangat bahagia,
senyumannya tidak pernah lepas dari wajah tampannya. Dong Hua berseri-seri,
inilah pernikahan yang dia ingin berikan pada pemilik hatinya. Perayaan 200
hari sudah akan berakhir. Qing Qiu sudah sepi. Hanya tinggal keluarga, teman
dekat, dan 72 jenderal bersama kedua Zun Wang, Qing Yun, dan ketujuh
kesayangan. Sebagai penutup perayaan pernikahan, Dong Hua memakai jubah
pengantin rubah merah ekor sembilan memeluk pedang Cang He “Fu Ren, aku
berjanji akan mencintaimu selamanya.” Cai Hong Huo Feng tersenyum manis “Fu
Jun, aku juga mencintaimu…”.
You Zun “Huo Feng, kami akan menemanimu 10 hari lagi…
Qing Yun akan kembali hari ini…” Cai Hong Huo Feng mengangguk “tidak apa… Xiao
Hua sangat pintar…” Zuo Zun “ada kami, kau tidak perlu mengkhawatirkan Yu Zhou
Da Lu, nikmati saja pernikahanmu…” Cai Hong Huo Feng menatap Dong Hua yang
tersenyum manis padanya.
“Zhu Ren… Zhu Ren…” Tian Xing memanggil antusias. Cai
Hong Huo Feng berbalik perlahan melihat ketujuhnya “Zhu Ren, gua-ku ku berikan
padamu…” Cai Hong Huo Feng cekikikan “apa yang bisa kulakukan dengan gua
kecilmu ?” Man Dong “Zhu Ren suka air… Zhu Ren, air terjunku untukmu…”
bersahut-sahutan menawarkan tempat mereka. Dong Hua “tidak, Feng Wei hanya akan
ke Bi Hai Cang Ling” Cai Hong Huo Feng cekikikan hingga terbatuk “huk… huk…
huk… kalian simpan saja rumah kalian itu…” melihatnya batuk, semua terdiam
sejenak.
Kedua Zun Wang saling melihat “Shen Jun, apa yang akan
anda lakukan setelah ini ?” Dong Hua menatap lembut Cai Hong Huo Feng “kami
akan di Qing Qiu sementara… Feng Wei sudah kelelahan…” membelai kepalanya
“tidak apa, Hua Zi gege ingin kemana ? aku akan menemanimu” Cai Hong Huo Feng.
“Huo Feng, wajahmu tidak baik-baik saja… istirahatlah… kalian memiliki banyak
waktu bersama…” You Zun menyarankan. Dong Hua memegang tangan Cai Hong Huo Feng
“kau harus beristirahat… aku tidak mau istri kesayanganku kelelahan…” Cai Hong
Huo Feng tersenyum, mengangguk.
Zuo Zun “Shen Jun, jiwamu juga masih lemah, anda juga
perlu istirahat” Dong Hua “tidak masalah… aku tidak merasa kekurangan apapun…
mungkin terlalu bahagia, Ikatan Tubuh Suci tidak meninggalkan dampak apapun
padaku…” semua melirik Cai Hong Huo Feng yang tersenyum. Ling Ling “Niang Qin,
kenapa makanmu sedikit sekali ?” Cai Hong Huo Feng “aku sudah merasa perutku
penuh…” Dong Hua “apa tidak sesuai seleramu ?” Cai Hong Huo Feng menggeleng
“ini sangat enak…” Dong Hua “nanti aku membuatkanmu ubi bakar”. Cai Hong Huo
Feng berbinar dan mengangguk antusias.
Memanfaatkan waktu Dong Hua membakar ubi, kedua Zun Wang
mendekati Cai Hong Huo Feng “bagaimana ? masih bisa bertahan ?” Cai Hong Huo
__ADS_1
Feng “tidak masalah…” You Zun “kau sudah tidak bisa menutupinya, wajahmu
terlihat tidak baik-baik saja !” Cai Hong Huo Feng “shu… kecilkan suaramu… Hua
Zi gege sudah mulai curiga…” Zuo Zun “kenapa tidak memberitahunya ? kau butuh
biguang secepatnya, tubuhmu tidak akan tahan…” Cai Hong Huo Feng “lihat
senyumnya, aku tidak tega mematahkan kebahagiaannya” You Zun “jika terjadi
sesuatu denganmu, apa kau kira dia bisa bahagia ?”
Zuo Zun “bagaimana jantungmu ?” Cai Hong Huo Feng “Ikatan
Tubuh Suci sangat kuat… masih dalam proses pengikat…” You Zun “apa ? belum
selesai ?” Zuo Zun “kau menahan penderitaan itu setiap harinya ! bagaimana kau
masih bisa tersenyum ?” Cai Hong Huo Feng terbatuk darah “huk… huk… huk…
melihat senyumnya menjadi penguat untukku” You Zun “lihat, kau bahkan sudah
tidak bisa menahan darahmu…” Zuo Zun memeriksa denyut Cai Hong Huo Feng “Huo
Feng, katakan sejujurnya, bagaimana kondisimu ?” Cai Hong Huo Feng “jangan
sampai dia mengetahuinya !” Zuo Zun “kau…” You Zun “bagaimana ?” Zuo Zun
menggelengkan kepalanya.
Kedua Zun Wang hanya bisa pasrah dalam kecemasan. Gang
Laba mendekat “Zhu Ren, ikutlah ke dunia ilusi” Cai Hong Huo Feng menggeleng
“tidak untuk saat ini !” Zuo Zun memegang bahu Gang Laba “jangan memintanya,
dia tidak bisa melakukannya saat ini, sebagian di ruang hampa” Shanguang “Zhu
Ren, istirahatlah, wajah anda sangat pucat.” Cai Hong Huo Feng cekikikan
“bukankah aku sudah menahan 200 hari lebih, aku hebatkan !” Bai Yin “Zhu Ren
“Feng Wei, apa yang kalian bicarakan ? begitu bahagia ?”
Dong Hua kembali dengan beberapa batang ubi bakar di tangannya. Cai Hong Huo
Feng langsung berbinar “ubi bakar… mereka memanggilku ke dunia ilusi hihihi…”
Dong Hua melihat ketujuh kesayangan “ada apa ? apa ada masalah di dunia ilusi
?” cemas karena mereka sudah beberapa kali menawarkan pada Cai Hong Huo Feng.
Man Dong “tidak ada masalah di dunia ilusi… Zhu Ren sudah lama tidak ke dunia
ilusi, semua sangat merindukannya” Cai Hong Huo Feng “tentu saja, siapa yang
tidak merindukanku” dengan wajah nakalnya. Dong Hua “kalian bisa kemari jika
merindukannya !” semua mengangguk. Cai Hong Huo Feng mencari tempat duduk “ah…
hmm… wangi sekali…” mengupas ubi bakarnya dan memakan perlahan “huk… huk… huk…”
Dong Hua “pelan-pelan, tidak ada yang berebutan denganmu…” menepuk punggungnya
dan memberi minum.
Cai Hong Huo Feng nyengir dan lanjut memakan ubi bakarnya
perlahan “hmm… hanya segitu ? apa ubi bakarnya tidak enak ?” Dong Hua
mengerutkan kening, tidak biasanya Cai Hong Huo Feng hanya memakan sebagian
terkecil. Cai Hong Huo Feng menepuk perut kecilnya “sangat enak, lihat perutku
sudah penuh…” Dong Hua tersenyum “baik, simpan saja, nanti bisa memakannya
lagi…” Cai Hong Huo Feng mengangguk dengan senyum manisnya.
Huo Fei “Zhu Ren… Zhu Ren…” berbinar melihat ubi bakar.
__ADS_1
Cai Hong Huo Feng menyembunyikan ubi bakarnya “ini milikku…” di belakangnya.
Huo Fei cemberut “yey dapat…” Tian Xing dari belakang berteriak, setelah
mengambil ubi bakar Cai Hong Huo Feng “hei, itu ubi bakarku huk… huk… huk…”
ketujuhnya memeletkan lidahnya. Dong Hua cemas mendengar Cai Hong Huo Feng yang
batuk “tidak apa, biarkan saja, nanti weifu membakarkannya lagi untukmu…” Cai
Hong Huo Feng cemberut “ubi bakarku…” You Zun cekikikan “hanya mereka yang
berani mengambil barang langsung dari tanganmu hahaha…” “mereka sangat nakal…”
Cai Hong Huo Feng berdecak kesal.
“Shen Jun, ini sangat enak dan manis… Shen Jun, kapan
membakarnya lagi ?: kami mau lagi…” seperti anak kecil dengan mulut belepotan,
menghampiri Dong Hua. Dong Hua memeluk Cai Hong Huo Feng, membelai kepala
Shanguang “nanti akan membakarkan yang banyak untuk kalian !” Cai Hong Huo Feng
cekikikan “Hua Zi gege memperlakukan mereka seperti anak kecil…” Dong Hua
“mereka adalah bayi-bayi kesayanganmu, tentu saja juga bayi-bayi -ku” “kami
bukan bayi…” semua protes dengan wajah cemberut, membuat keempat dewa dewi
tertawa terbahak-bahak.
“huk… huk… huk… kalian memang bayi-bayi kesayanganku…”
Cai Hong Huo Feng membelai kepala Huo Fei yang nyengir padanya. Man Dong
merebahkan kepala di pangkuan Cai Hong Huo Feng “Zhu Ren, mengantuk…” menutup
mata dan tertidur di pangkuannya. Lainnya mengikuti, ada yang tertidur di
pangkuan Dong Hua dan di sekitar mereka. You Zun “baru menjelma, mereka sama
seperti anak-anak…” Zuo Zun “mereka menganggap kalian sebagai orang tua
mereka…” Dong Hua tersenyum membelai kepala Gang Laba di pangkuannya “mereka
bahkan lebih manja dari Xin Xin dan Xiong Xiong” Cai Hong Huo Feng tersenyum,
memegang dadanya. Dong Hua melihatnya “ada apa ?” Cai Hong Huo Feng menggeleng
“Feng Wei, istirahatlah… kau juga kelelahan…” Cai Hong Huo Feng terbatuk “ada
apa denganmu ? akhir-akhir ini kau sering sekali terbatuk…” memberikan minum
dengan cemas. Cai Hong Huo Feng bercanda “karena terlalu banyak cemilan yang
masuk hihihi…” Dong Hua tersenyum “tidak boleh makan cemilan lagi…” Cai Hong
Huo Feng cemberut, Dong Hua mengecup pipinya.
Seperti biasanya, Dong Hua membawa Cai Hong Huo Feng
untuk memakan sarapan. Wen Xin “Huo Feng, ada apa ? apa tidurmu tidak nyenyak
semalam ?” melihat wajah Cai Hong Huo Feng yang agak pucat. Cai Hong Huo Feng
menggeleng “sangat nyenyak…” tersenyum manis. Ketika berdiri, Cai Hong Huo Feng
agak sepoyongan “Feng Wei, kau tidak baik-baik saja… Zhe Yan…” Dong Hua sangat
cemas, kedua Zun Wang juga tidak terlihat baik, terus menatap Cai Hong Huo
Feng. Cai Hong Huo Feng menggoyang-goyangkan tangannya “aku…” muntah darah
pelangi “Feng Wei…” mata Cai Hong Huo Feng terbuka kecil “Hua Zi gege, aku
ingin beristirahat sejenak… hanya sejenak…” jatuh tidak sadarkan diri. Kedua
Zun Wang sudah berdiri melihat Cai Hong Huo Feng. Cai Hong Huo Feng terbaring
__ADS_1
di pelukan Dong Hua tanpa gerakan sama sekali.