Return Of God Emperor

Return Of God Emperor
Bab 238 - Guru ?


__ADS_3

Selama 3 bulan Xiao Shen Zhu


tidak sadarkan diri, Dong Hua setia menjaganya. Tidak ada yang memberinya


informasi apapun, menunggu Xiao Shen Zhu menjelaskan apa yang terjadi. Semua


juga tidak faham alasan Dong Hua tidak mengingat kisahnya bersama Xiao Shen


Zhu. Dong Hua sangat penasaran dengan gadis cilik yang dipanggil Xiao Shen Zhu


oleh Budha. Tidak mempunyai ingatan tapi Dong Hua merasa sudah mengenal gadis


cilik yang tidak sadar di sisinya ini. Dong Hua tidak ingin berpisah walau


sesaat dengan gadis cilik yang tidak dikenalnya. Awalnya, Dong Hua memaksakan


diri tidur di kamar terpisah, tapi entah kenapa, dia tidak dapat memenjamkan


mata. Dong Hua juga tidak mengerti dengan tingkah lainnya. Semua permintaannya


untuk bersama gadis cilik itu tidak menerima penolakan dari semua, seakan itu


adalah hal yang wajar. Dong Hua pun tidak sungkan dan mengikuti kemauan hatinya


untuk bersama gadis cilik. Dong Hua merawatnya dengan telaten, hingga


membuatnya sendiri tercengang. Dong Hua tidak menemui kesulitan merawat gadis


cilik, seperti hal ini adalah hal yang sudah biasa dilakukannya, malah sangat


menikmatinya. Melihat sehari demi sehari, luka gadis cilik membaik, membuat


hatinya pun lega.


            ‘uh… air…’ suara lemah mengejutkan Dong Hua yang masih


tertidur. Dong Hua segera mengambilkan air, memapah gadis cilik dan memberinya


air untuk membasahi tenggorokannya “bagaimana ? masih ingin segelas ?” gadis


cilik menggelengkan kepalanya, menutup mata, melanjutkan tidurnya. Dong Hua


memanggil Zhe Yan memeriksa gadis cilik dan kembali merawatnya dengan telaten.


Seminggu setelah sadar pertama, Xiao Shen Zhu kembali membuka mata “ehm…” Dong


Hua yang sedang membaca kitab dhamma di sisi luar ranjang, segera menoleh


ketika mendengar suara “sudah bangun ! bagaimana ? apa masih sakit ?” “Hua Zi


gege…”suara lemah Xiao Shen Zhu terdengar. Dong Hua tidak mengetahui nama yang


disebutkannya “siapa ? kau ingin mencari siapa ?” Xiao Shen Zhu menatap Dong


Hua tercengang sesaat, kemudian tersenyum “Dong Hua…” Dong Hua tercengang “kau


mengenalku ?” Xiao Shen Zhu mengangguk.


            Dong Hua memapah Xiao Shen Zhu dan mendudukkannya “hmm…” bingung


bertanya. Xiao Shen Zhu tersenyum “apa yang ingin anda tanyakan ?” Dong Hua


menatap Xiao Shen Zhu kecil “kau tahu apa yang ingin kutanyakan ?” Xiao Shen


Zhu mengangguk “Dong Hua Di Jun, sebagian ingatanmu hilang karena ada sedikit


masalah yang disebabkan keteledoran bayanganmu… aku sudah meminimalisir


dampaknya tapi kau masih akan menerima efeknya… ingatanmu akan kembali dengan


berjalannya waktu, kemungkinan untuk menetralisir semua dampak itu membutuhkan


waktu ribuan tahun.” Dong Hua sedikit terkejut “anda ! siapa anda ?” Xiao Shen

__ADS_1


Zhu “aku adalah Cai Hong Huo Feng” Dong Hua melanjutkan “The Supreme Emperor


yang terlahir kembali” Xiao Shen Zhu tersenyum lembut, mengangguk.


            Dong Hua “apa hubungan kita ?” Xiao Shen Zhu tersenyum


nakal “untuk masalah ini, kau tidak perlu mengetahuinya saat ini !” Dong Hua


“kenapa ?” Xiao Shen Zhu “apa artinya suatu hubungan… saat anda sudah mengingat


atau merasakannya, anda dengan sendirinya akan mengetahuinya… hmm… bisa


dikatakan aku juga merupakan gurumu…” Dong Hua terkejut “guru ?” melihat Xiao


Shen Zhu dari atas kebawah dan bawah keatas. Xiao Shen Zhu menatap tatapan Dong


Hua yang tak percaya, tertawa terbahak-bahak “hahaha… Dong Hua Di Jun, anda


tidak perlu meragukannya… anda bisa berada di tempat ini adalah untuk melatih


diri. Feng Huo Cang Ling adalah tempat latihan yang yang mulia ciptakan” Dong


Hua “apa tujuanku berlatih ? apa tujuan anda melatihku ?” Xiao Shen Zhu nyengir


“Dong Hua Di Jun, di Si Hai Ba Huang, anda adalah dewa terkuat… keinginan


berlatih disini dan menerima pelatihanku adalah keinginan anda sendiri, untuk


bisa berdiri berdampingan denganku di Yu Zhou Da Lu. Mari… yang mulia akan


mengetes sampai mana hasil latihan anda selama ini !” berdiri dan berjalan


keluar.


            Dong Hua “tapi lukamu…” Xiao Shen Zhu cekikikan tanpa


berbalik “luka sekecil ini, tidak perlu anda khawatirkan !” Dong Hua mengikuti


Xiao Shen Zhu keluar “Niang Qin Niang Qin, kau sudah bangun !” Xiong Xiong dan


didepan Fu Qin, sementara panggil Huo Feng !” keduanya mengangguk “panggil Fu


Qin – Di Jun…” keduanya mengangguk lagi. “Niang Qin, ada apa dengan Fu Qin ?”


menemani Xiao Shen Zhu berjalan sambil melirik Dong Hua di belakang “Fu Qin,


terkena dampak dari dunia dimensi, kehilangan beberapa ingatan untuk sementara”


“Apa ingatan Fu Qin bisa kembali ?” Xiao Shen Zhu mengangguk “akan kembali


seiring berjalannya waktu…” Xin Xin “berapa lama ?” Xiao Shen Zhu “akan


membutuhkan ribuan tahun untuk menetralisir dan menghilangkan semua dampak…


Chong Lin, Mu Yun, jaga keduanya…” “baik Di…” terdiam mendapat tatapan tajam


Xiao Shen Zhu, mengikuti lirikannya dan melihat Dong Hua, segera mengerti “baik


Shen Zhu…” Xiao Shen Zhu mengangguk.


            Xiao Shen Zhu sudah berdiri di tengah hamparan luas “Dong


Hua Di Jun, silahkan… anda bisa mengerahkan seluruh kemampuan anda… oh


keluarkan tingkat penguasaan anda pada api abadi…” Dong Hua termenung sejenak


“api abadi ?” Xiao Shen Zhu mengangguk “ayo…” mengeluarkan pedang tulang putih,


berhadapan dengan Dong Hua. Dong Hua mengeluarkan pedang Cang He, masih susah


mempercayai, gadis cilik di hadapannya berani menentangnya, apalagi mengaku


sebagai gurunya. Dong Hua awalnya meladeni dengan perlahan, tetapi semakin lama

__ADS_1


kekuatannya semakin meningkat. Dong Hua bisa merasakan kemampuan gadis cilik


yang selalu 1 tingkat diatasnya. Entah berapa banyak kekuatan dan spiritual


yang dipakainya, gadis cilik selalu lebih unggul darinya. Dong Hua mengeluarkan


semua spiritualnya, termasuk penguasaannya terhadap api abadi. Awalnya masih


bingung, tapi seakan kekuatan itu keluar dengan sendirinya, terpancing oleh


gadis cilik yang menjadi lawannya saat ini.


            Gadis cilik dengan santai meladeninya, memberi petunjuk


dalam menyempurnakan seluruh gerakan dan tingkatan penggunaan spiritualnya.


Dong Hua yang tercengang, perlahan menerima gadis cilik ini memiliki kemampuan


yang jauh diatasnya dan identitas sebagai gurunya. Yang dia masih tidak


mengerti adalah hubungan mereka berdua yang sebenarnya. Melihat gadis cilik,


semua raut wajah dan perubahan suasana hatinya sangat mempengaruhi emosi Dong


Hua, merasa dadanya hangat saat melihat senyuman gadis cilik. Ada perubahan


pada wajah gadis cilik, walaupun dalam mode serius, hati Dong Hua gelisah,


merasa takut akan ada sesuatu hal buruk yang terjadi.


            Disaat mereka latihan, Budha, Dewi Kwam In, You Zun dan


Zuo Zun beserta Gun Gun, Long Nu, Ling Ling, dan Jin Cheng tiba di Feng Huo


Cang Ling, melihat latihan mereka. Xiong Xiong dan Xin Xin memberitahu


kata-kata Xiao Shen Zhu sebelumnya, agar mereka tidak salah berucap nantinya.


Zuo Zun “tenang saja, selama Huo Feng bersama dengannya, semua akan cepat


berlalu…” semua mengangguk. Mereka melihat Dong Hua yang tercengang, serius,


dan tersenyum, menikmati latihannya. Xiao Shen Zhu “Dong Hua Di Jun, begini


sudah bisakah ? yang mulia sudah lapar…” Dong Hua menarik kembali kekuatannya


dan memeluk gadis cilik “eh bukankah tidak mengenalku, kenapa sembarang memeluk


?” dengan wajah jahil. Dong Hua yang mendengar pun memasang tampang jahil “hmm…


memang tidak mengingat tapi bukan tidak mengenal… selama ini, yang mulia sudah


merawatmu, tidak mendapat penolakan dari lainnya, berarti hubungan kita tidak


biasa… apa artinya anda sekarang menolak ? apalagi…” berbisik di telinganya


“tubuh kecilmu ini sudah yang mulia lihat semua…” wajah Xiao Shen Zhu memerah,


Dong Hua tersenyum senang, sangat suka melihat wajah malu gadis cilik “cih kamu


mesum, memanfaatkan keadaan… ah yang mulia lelah dan lapar…” meronta turun yang


tidak diberi kesempatan oleh Dong Hua.


            Dong Hua berjalan sambil menggendong Xiao Shen Zhu “Chong


Lin, siapkan makanan untuk perut kecil Xiao Shen Zhu ini…” Mu Yun tersenyum


menghampiri “dianxia, ayo, Bai Yi Fu Ren ada meninggalkan kue asoka yang lalu…”


segera wajah Xiao Shen Zhu berbinar antusias “yey…”, pindah ke gendongan Mu


Yun. Dong Hua sempat merasa kehilangan saat Xiao Shen Zhu keluar dari

__ADS_1


gendongannya, termenung sejenak dan mengikuti semua, mengisi perut gadis cilik.


__ADS_2