
Selama 3 bulan Xiao Shen Zhu
tidak sadarkan diri, Dong Hua setia menjaganya. Tidak ada yang memberinya
informasi apapun, menunggu Xiao Shen Zhu menjelaskan apa yang terjadi. Semua
juga tidak faham alasan Dong Hua tidak mengingat kisahnya bersama Xiao Shen
Zhu. Dong Hua sangat penasaran dengan gadis cilik yang dipanggil Xiao Shen Zhu
oleh Budha. Tidak mempunyai ingatan tapi Dong Hua merasa sudah mengenal gadis
cilik yang tidak sadar di sisinya ini. Dong Hua tidak ingin berpisah walau
sesaat dengan gadis cilik yang tidak dikenalnya. Awalnya, Dong Hua memaksakan
diri tidur di kamar terpisah, tapi entah kenapa, dia tidak dapat memenjamkan
mata. Dong Hua juga tidak mengerti dengan tingkah lainnya. Semua permintaannya
untuk bersama gadis cilik itu tidak menerima penolakan dari semua, seakan itu
adalah hal yang wajar. Dong Hua pun tidak sungkan dan mengikuti kemauan hatinya
untuk bersama gadis cilik. Dong Hua merawatnya dengan telaten, hingga
membuatnya sendiri tercengang. Dong Hua tidak menemui kesulitan merawat gadis
cilik, seperti hal ini adalah hal yang sudah biasa dilakukannya, malah sangat
menikmatinya. Melihat sehari demi sehari, luka gadis cilik membaik, membuat
hatinya pun lega.
‘uh… air…’ suara lemah mengejutkan Dong Hua yang masih
tertidur. Dong Hua segera mengambilkan air, memapah gadis cilik dan memberinya
air untuk membasahi tenggorokannya “bagaimana ? masih ingin segelas ?” gadis
cilik menggelengkan kepalanya, menutup mata, melanjutkan tidurnya. Dong Hua
memanggil Zhe Yan memeriksa gadis cilik dan kembali merawatnya dengan telaten.
Seminggu setelah sadar pertama, Xiao Shen Zhu kembali membuka mata “ehm…” Dong
Hua yang sedang membaca kitab dhamma di sisi luar ranjang, segera menoleh
ketika mendengar suara “sudah bangun ! bagaimana ? apa masih sakit ?” “Hua Zi
gege…”suara lemah Xiao Shen Zhu terdengar. Dong Hua tidak mengetahui nama yang
disebutkannya “siapa ? kau ingin mencari siapa ?” Xiao Shen Zhu menatap Dong
Hua tercengang sesaat, kemudian tersenyum “Dong Hua…” Dong Hua tercengang “kau
mengenalku ?” Xiao Shen Zhu mengangguk.
Dong Hua memapah Xiao Shen Zhu dan mendudukkannya “hmm…” bingung
bertanya. Xiao Shen Zhu tersenyum “apa yang ingin anda tanyakan ?” Dong Hua
menatap Xiao Shen Zhu kecil “kau tahu apa yang ingin kutanyakan ?” Xiao Shen
Zhu mengangguk “Dong Hua Di Jun, sebagian ingatanmu hilang karena ada sedikit
masalah yang disebabkan keteledoran bayanganmu… aku sudah meminimalisir
dampaknya tapi kau masih akan menerima efeknya… ingatanmu akan kembali dengan
berjalannya waktu, kemungkinan untuk menetralisir semua dampak itu membutuhkan
waktu ribuan tahun.” Dong Hua sedikit terkejut “anda ! siapa anda ?” Xiao Shen
__ADS_1
Zhu “aku adalah Cai Hong Huo Feng” Dong Hua melanjutkan “The Supreme Emperor
yang terlahir kembali” Xiao Shen Zhu tersenyum lembut, mengangguk.
Dong Hua “apa hubungan kita ?” Xiao Shen Zhu tersenyum
nakal “untuk masalah ini, kau tidak perlu mengetahuinya saat ini !” Dong Hua
“kenapa ?” Xiao Shen Zhu “apa artinya suatu hubungan… saat anda sudah mengingat
atau merasakannya, anda dengan sendirinya akan mengetahuinya… hmm… bisa
dikatakan aku juga merupakan gurumu…” Dong Hua terkejut “guru ?” melihat Xiao
Shen Zhu dari atas kebawah dan bawah keatas. Xiao Shen Zhu menatap tatapan Dong
Hua yang tak percaya, tertawa terbahak-bahak “hahaha… Dong Hua Di Jun, anda
tidak perlu meragukannya… anda bisa berada di tempat ini adalah untuk melatih
diri. Feng Huo Cang Ling adalah tempat latihan yang yang mulia ciptakan” Dong
Hua “apa tujuanku berlatih ? apa tujuan anda melatihku ?” Xiao Shen Zhu nyengir
“Dong Hua Di Jun, di Si Hai Ba Huang, anda adalah dewa terkuat… keinginan
berlatih disini dan menerima pelatihanku adalah keinginan anda sendiri, untuk
bisa berdiri berdampingan denganku di Yu Zhou Da Lu. Mari… yang mulia akan
mengetes sampai mana hasil latihan anda selama ini !” berdiri dan berjalan
keluar.
Dong Hua “tapi lukamu…” Xiao Shen Zhu cekikikan tanpa
berbalik “luka sekecil ini, tidak perlu anda khawatirkan !” Dong Hua mengikuti
Xiao Shen Zhu keluar “Niang Qin Niang Qin, kau sudah bangun !” Xiong Xiong dan
didepan Fu Qin, sementara panggil Huo Feng !” keduanya mengangguk “panggil Fu
Qin – Di Jun…” keduanya mengangguk lagi. “Niang Qin, ada apa dengan Fu Qin ?”
menemani Xiao Shen Zhu berjalan sambil melirik Dong Hua di belakang “Fu Qin,
terkena dampak dari dunia dimensi, kehilangan beberapa ingatan untuk sementara”
“Apa ingatan Fu Qin bisa kembali ?” Xiao Shen Zhu mengangguk “akan kembali
seiring berjalannya waktu…” Xin Xin “berapa lama ?” Xiao Shen Zhu “akan
membutuhkan ribuan tahun untuk menetralisir dan menghilangkan semua dampak…
Chong Lin, Mu Yun, jaga keduanya…” “baik Di…” terdiam mendapat tatapan tajam
Xiao Shen Zhu, mengikuti lirikannya dan melihat Dong Hua, segera mengerti “baik
Shen Zhu…” Xiao Shen Zhu mengangguk.
Xiao Shen Zhu sudah berdiri di tengah hamparan luas “Dong
Hua Di Jun, silahkan… anda bisa mengerahkan seluruh kemampuan anda… oh
keluarkan tingkat penguasaan anda pada api abadi…” Dong Hua termenung sejenak
“api abadi ?” Xiao Shen Zhu mengangguk “ayo…” mengeluarkan pedang tulang putih,
berhadapan dengan Dong Hua. Dong Hua mengeluarkan pedang Cang He, masih susah
mempercayai, gadis cilik di hadapannya berani menentangnya, apalagi mengaku
sebagai gurunya. Dong Hua awalnya meladeni dengan perlahan, tetapi semakin lama
__ADS_1
kekuatannya semakin meningkat. Dong Hua bisa merasakan kemampuan gadis cilik
yang selalu 1 tingkat diatasnya. Entah berapa banyak kekuatan dan spiritual
yang dipakainya, gadis cilik selalu lebih unggul darinya. Dong Hua mengeluarkan
semua spiritualnya, termasuk penguasaannya terhadap api abadi. Awalnya masih
bingung, tapi seakan kekuatan itu keluar dengan sendirinya, terpancing oleh
gadis cilik yang menjadi lawannya saat ini.
Gadis cilik dengan santai meladeninya, memberi petunjuk
dalam menyempurnakan seluruh gerakan dan tingkatan penggunaan spiritualnya.
Dong Hua yang tercengang, perlahan menerima gadis cilik ini memiliki kemampuan
yang jauh diatasnya dan identitas sebagai gurunya. Yang dia masih tidak
mengerti adalah hubungan mereka berdua yang sebenarnya. Melihat gadis cilik,
semua raut wajah dan perubahan suasana hatinya sangat mempengaruhi emosi Dong
Hua, merasa dadanya hangat saat melihat senyuman gadis cilik. Ada perubahan
pada wajah gadis cilik, walaupun dalam mode serius, hati Dong Hua gelisah,
merasa takut akan ada sesuatu hal buruk yang terjadi.
Disaat mereka latihan, Budha, Dewi Kwam In, You Zun dan
Zuo Zun beserta Gun Gun, Long Nu, Ling Ling, dan Jin Cheng tiba di Feng Huo
Cang Ling, melihat latihan mereka. Xiong Xiong dan Xin Xin memberitahu
kata-kata Xiao Shen Zhu sebelumnya, agar mereka tidak salah berucap nantinya.
Zuo Zun “tenang saja, selama Huo Feng bersama dengannya, semua akan cepat
berlalu…” semua mengangguk. Mereka melihat Dong Hua yang tercengang, serius,
dan tersenyum, menikmati latihannya. Xiao Shen Zhu “Dong Hua Di Jun, begini
sudah bisakah ? yang mulia sudah lapar…” Dong Hua menarik kembali kekuatannya
dan memeluk gadis cilik “eh bukankah tidak mengenalku, kenapa sembarang memeluk
?” dengan wajah jahil. Dong Hua yang mendengar pun memasang tampang jahil “hmm…
memang tidak mengingat tapi bukan tidak mengenal… selama ini, yang mulia sudah
merawatmu, tidak mendapat penolakan dari lainnya, berarti hubungan kita tidak
biasa… apa artinya anda sekarang menolak ? apalagi…” berbisik di telinganya
“tubuh kecilmu ini sudah yang mulia lihat semua…” wajah Xiao Shen Zhu memerah,
Dong Hua tersenyum senang, sangat suka melihat wajah malu gadis cilik “cih kamu
mesum, memanfaatkan keadaan… ah yang mulia lelah dan lapar…” meronta turun yang
tidak diberi kesempatan oleh Dong Hua.
Dong Hua berjalan sambil menggendong Xiao Shen Zhu “Chong
Lin, siapkan makanan untuk perut kecil Xiao Shen Zhu ini…” Mu Yun tersenyum
menghampiri “dianxia, ayo, Bai Yi Fu Ren ada meninggalkan kue asoka yang lalu…”
segera wajah Xiao Shen Zhu berbinar antusias “yey…”, pindah ke gendongan Mu
Yun. Dong Hua sempat merasa kehilangan saat Xiao Shen Zhu keluar dari
__ADS_1
gendongannya, termenung sejenak dan mengikuti semua, mengisi perut gadis cilik.