
Bai Feng Jiu dan Wen Chang Di Jun
sama-sama tahu mereka tidak mungkin bersama, diantara mereka hanya ada ikatan
persahabatan. Tetapi tidak dimata yang lainnya, apalagi Dong Hua Di Jun yang
terus mengawasi mereka. Melihat Bai Feng Jiu yang bercanda ria dan tertawa
lepas bersama Wen Chang Di Jun membuatnya terbakar api cemburu. Wen Chang Di
Jun “Xiao Feng, apa kau tahu siapa Qing Qiu Nu Jun yang dibicarakan mereka ?
katanya dia wanita tercantik kedua di Si Hai Ba Huang, baru 32.000 tahun sudah
menjadi Shan Shen, merupakan dewi Shan Shen termuda sepanjang sejarah Si Hai Ba
Huang” Bai Feng Jiu melihatnya dengan senyum yang penuh arti dan berdiri
memberi hormat “Wen Chang Di Jun, Qing Qiu Nu Jun Bai Feng Jiu memberi hormat
pada anda, senang mengenal anda” Wen Chang Di Jun tercengang “Xiao Feng… kau
Qing Qiu Nu Jun yang dibicarakan itu” Bai Feng Jiu cekikikan “aku hebatkan !
hihihi” Wen Chang Di Jun ikut berdiri dan membolak balikkan Bai Feng Jiu “eh
hebat, kau memang sangat cantik, dari kultivasi juga aku sudah tahu. Tidak
sangka temanku ternyata dewi hebat, bagus bagus hahaha…” tertawa bersama.
Dong Hua memecahkan gelas yang
digenggamnya, Lian Song mendekat “kali ini Qing Qiu Nu Jun berhasil menjadi
topik pembicaraan. Kabarnya setelah menyelesaikan kultivasi, selain menjadi
Shan Shen, Qing Qiu Nu Jun juga menemukan jodohnya. Lihatlah keakraban mereka,
pemuda itu adalah Wen Chang Di Jun, salah satu dewa berbakat di Si Hai Ba
Huang, baru menyelesaikan kultivasi juga. Dong Hua, apa kau tidak kesana
menyapa ?” Dong Hua Di Jun melirik Lian Song dingin. Kedua dewa dewi disana
tidak sadar menjadi pusat pembicaraan. Banyak dewa yang mau mendekati Bai Feng
Jiu mengurungkan niatnya, karena melihat ada dewa yang sudah berada disisinya.
Selesai perjamuan, Wen Chang Di Jun
berpamitan dengan Bai Feng Jiu pergi menemui Chai Hua Siang. Bai Feng Jiu yang
sendirian juga sudah tidak ada hati mengikuti perjamuan, berjalan-jalan di Jiu
Jong Tian. Jalan-jalan, tanpa sadar sampai ke batu tiga kehidupan. Bai Feng Jiu
menggunakan sihir menggerakkan batu tiga kehidupan. Terlihat nama Bai Feng Jiu,
disampingnya Wen Chang Di Jun, Bai Feng Jiu tersenyum menggelengkan kepala. Bai
Feng Jiu berdiri melamun didepan batu tiga kehidupan tanpa menyadari sepasang mata
yang terus melihatnya. Dong Hua Di Jun terus mengikuti Bai Feng Jiu sejak dia
meninggalkan aula perjamuan hingga didepan batu tiga kehidupan. Melihat Bai
Feng Jiu yang tersenyum menggeleng, Dong Hua Di Jun sangat ingin mengetahui apa
yang difikirkan Bai Feng Jiu saat ini. Dong Hua Di Jun mencoba menggunakan
sihir pembaca fikiran tapi tidak bisa menembus fikiran Bai Feng Jiu. Dong Hua
Di Jun sempat merasa aneh, Bai Feng Jiu baru menjadi Shan Shen tapi sudah bisa
menutup fikirannya. Tidak banyak dewa dewi yang bisa menutup fikirannya,
apalagi dari Dong Hua Di Jun.
Tidak dapat membaca fikiran, akhirnya
__ADS_1
Dong Hua Di Jun menghampiri “Jiu er, melamunkan apa ? seserius itu ?” Bai Feng
Jiu terkejut segera memberi hormat “Qing Qiu Bai Feng Jiu memberi hormat pada Dong
Hua Di Jun” Dong Hua Di Jun “tidak perlu sesungkan itu. Apa yang sedang kau
fikirkan ?” Bai Feng Jiu tersenyum kembali melihat batu tiga kehidupan “takdir
mempermainkan. Di Jun, anda sudah hidup 360.000 tahun, dengan susah payah
menyatukan Si Hai Ba Huang. Pernahkah terfikir kalau semua takdir ini tidak
adil ?” menatap Di Jun. Dong Hua Di Jun menatap Bai Feng Jiu dengan pandangan
rumit, mencoba mencari tahu arah kata-kata dari raut wajahnya, tapi tidak
menemukan apapun disana. Bai Feng Jiu tersenyum “Di Jun tidak perlu bingung,
aku hanya sembarang menanyakannya. Haih… sudah lama tidak datang ke Jiu Jong
Tian, tidak ada yang berubah”.
Dong
Hua Di Jun “Jiu er sekarang sangat sibuk, bahkan istana Tai Chen juga sudah
tidak menarik untukmu” Bai Feng Jiu cekikikan “hihihi Di Jun, bukan tidak
menarik, tapi tidak ada alasan masuk. Dulu Bai Feng Jiu yang tidak tahu diri
terus membuat masalah di istana Tai Chen, menyusahkan Di Jun, anda orang tua.
Sekarang aku adalah Qing Qiu Nu Jun harus menyelesaikan masalah bukan membuat
masalah” menatap Dong Hua Di Jun. Dong Hua Di Jun terkejut melihat kepercayaan
diri dalam mata Bai Feng Jiu tersenyum “rubah kecil sudah dewasa” Bai Feng Jiu
tersenyum “yah sudah harus dewasa, tidak mungkin selamanya menjadi rubah kecil
pembuat ulah” Dong Hua Di Jun “kalau begitu, orang tua ini mengundang Nu Jun
Feng Jiu tersenyum melihat Dong Hua Di Jun sejenak dan menjawab “baik, yang
mulia Nu Jun berterima kasih atas ajakan Dong Hua Di Jun. Di Jun silahkan”
mempersila dengan tangan. Dong Hua Di Jun tersenyum menggelengkan kepala,
berjalan bersama.
Dong
Hua Di Jun “Jiu er, formasi apa yang kau pakai dalam pertempuran ?” Bai Feng
Jiu tertawa “Di Jun, sejak kapan kau seorang tua tertarik pada mainan seperti
formasi hahaha… itu hanya formasi kecil buatanku, ehm harusnya lebih tepat
disebut jebakan hahaha… membuat anda orang tua melihat lelucon…” Dong Hua Di
Jun cemberut “apa aku tua ?” Bai Feng Jiu tertawa “hahaha Di Jun, bukankah anda
sendiri yang mengatakan saat anda menjadi Tian Di Gong Zhu, bahkan yeye-ku Bai
Ce Di Jun juga belum lahir. Anda saja sudah mengatakan demikian, dibanding
diriku, anda tentu sudah tua hihihi” Dong Hua Di Jun tambah cemberut. Bai Feng
Jiu yang melihat Dong Hua Di Jun cemberut merasa candaannya sudah berlebihan,
mencoba menghibur “Di Jun, walaupun anda sudah tua, tapi wajah anda masih muda.
Hmm… anda harus bersenang-senang sekali-kali, jangan sepanjang hari hanya
memasang wajah datar seperti itu. Kalau anda tidak bisa melakukannya dialam
dewa, pergilah kealam fana, banyak hal menarik disana. Bersenang-senang sejenak
mampu memudakan jiwa yang hampa” tersenyum menunduk. Dong Hua Di Jun yang
__ADS_1
melihat perubahan wajah Bai Feng Jiu yang tadinya sangat bersemangat tapi
kemudian tertunduk sedih, tidak tahu harus berbuat apa.
Dong
Hua Di Jun mendapat ide “apakah Jiu er bersedia menemani orang tua ini
bersenang-senang dialam fana ?” Bai Feng Jiu tersadar dari lamunannya “Di Jun,
yang mulia bersedia menemani anda bersenang-senang tapi tidak bisa dalam waktu
dekat ini” Dong Hua Di Jun penasaran “kenapa tidak bisa saat ini ?” Bai Feng
Jiu tersenyum “Di Jun, aku baru saja selesai berperang dan kultivasi. Aku ingin
berdinas memperkuat lapisan jiejue di Wu Huang” Dong Hua Di Jun yang melihat
keyakinan Bai Feng Jiu pun tidak bisa tidak mengaguminya “yang mulia bisa menemanimu,
sekalian mengecek Wu Huang, setelah itu kita bisa bersenang-senang sejenak.
Sehari di alam dewa setahun dialam manusia, tidak akan mengganggu tanggung
jawab Nu Jun” Bai Feng Jiu melihat Dong Hua Di Jun dengan pandangan rumit
sejenak, setelahnya menjawab “baiklah, tapi Di Jun harus menjanjikan satu hal
padaku” Dong Hua Di Jun tidak ingin melewatkan kesempatan bersama Bai Feng Jiu “janji
apa ?” Bai Feng Jiu “Di Jun tidak boleh ikut campur dalam semua keputusanku
mengenai Wu Huang. Wu Huang merupakan tanggung jawab Qing Qiu, aku sebagai Qing
Qiu Nu Jun harus bisa menjalankan tanggung jawab ini. Jika Di Jun memberi
tangan, aku tidak akan pernah bisa memutuskan segalanya sendiri” Dong Hua Di
Jun tidak bisa tidak terpesona pada Bai Feng Jiu yang sekarang “baik, yang
mulia berjanji padamu” tanpa terasa mereka sudah sampai istana Tai Chen.
Sesuai
perkataannya, Bai Feng Jiu masuk istana Tai Chen memenuhi undangan Dong Hua Di
Jun untuk minum teh. Mereka bercanda ria bersama, Bai Feng Jiu menceritakan
beberapa kisah dari pengalaman 300 tahunnya di alam fana. Saat hari sudah
petang, Bai Feng Jiu pamit “Di Jun, hari sudah petang, aku permisi dulu” Dong Hua
Di Jun belum mau mengakhiri kebersamaannya “tinggallah untuk makan malam dulu”
Bai Feng Jiu dengan sopan menolak “terima kasih Di Jun, tapi aku sudah berjanji
untuk makan malam dengan Ali” Dong Hua Di Jun diam-diam merasa kecewa “kapan
Jiu er akan memulai dinas ?” Bai Feng Jiu “2 hari lagi, besok akan menemani Ali
seharian. Di Jun, apa benar mau ikut ?” Dong Hua Di Jun “tentu saja, perkataan
seorang pria harus ditepati” Bai Feng Jiu cekikikan “hihihi Di Jun, anda lebih
kelihatan seperti anak kecil jika seperti itu hihihi…” Dong Hua Di Jun senang
mendengar suara tawa Bai Feng Jiu “apa kau tidak suka anak kecil ?” Bai Feng
Jiu langsung menjawab “suka, tentu saja suka. Baiklah Di Jun, aku permisi dulu.
2 hari lagi aku akan kesini, jika Di Jun tidak berubah fikiran, bisa menemaniku
berkeliling Wu Huang. Setelah itu aku akan menemani Di Jun bersenang-senang
dialam fana, bagaimana ?” Dong Hua Di Jun mengangguk “baik, sepakat” Bai Feng
Jiu tertawa “hahaha… baiklah orang tua kecil, yang mulia permisi dulu” Bai Feng
Jiu seakan lupa menghormati Dong Hua Di Jun, semua berjalan santai apa adanya.
__ADS_1
Dong Hua Di Jun juga senang melihat Bai Feng Jiu yang tidak was-was padanya. a