
Arahat kecil kembali menemui
Xiao Zheng Zhu, yang langsung tersenyum menenangkan, mengangguk “Shao Yang,
sudah saatnya kembali…” Dong Hua menggandeng tangan Xiao Zheng Zhu “aku akan
mendampingimu…” mendapat anggukan dan senyum lembut dari Xiao Zheng Zhu. Bersama
ke San Sheng Shi “Shao Yang, bertemu di dunia lain…” mengecup bibirnya singkat
dengan senyum manis. Xiao Zheng Zhu mengerahkan sihirnya ke San Sheng Shi. Perlahan
banyak yang berkumpul di sekitar San Sheng Shi, melihat fenomena yang
disebabkan oleh spiritual Xiao Zheng Zhu. Di klan putih, Wen Chang dan Bai Ma
Yu tertarik ke San Sheng Shi “Xiao Feng…”
Suasana di San Sheng Shi, semakin lama semakin mencekam,
spiritual Xiao Zheng Zhu terus masuk ke San Sheng Shi. Terdapat keretakan pada
San Sheng Shi “Jiu er…” “Shao Yang, jangan mendekatinya…” Budha dan Dewi Kwam
In sudah ada di samping Dong Hua. Semakin banyak retakan pada San Sheng Shi.
Satu hentakan terakhir menghancurkan San Sheng Shi. Serpihan San Sheng Shi
dikurung dan berterbangan dalam jiejue Xiao Zheng Zhu. Perlahan San Sheng Shi
terbentuk kembali utuh di tempatnya semula. Beberapa nama terbang dalam cahaya
kuning keemasan, keluar dari San Sheng Shi. Bersamaan dengan terbentuk
kembalinya San Sheng Shi, cahayanya berubah kuning tanpa warna merah ataupun
keemasan.
Tubuh Xiao Zheng Zhu bercahaya pelangi terang benderang,
perlahan naik ke angkasa. Perlahan langit terbuka, cahaya pelangi berpendar ke
segala arah. Semua yang melihatnya merasa tubuhnya terhisap dan perlahan
menghilang. Dong Hua “Jiu er, aku mencintaimu…” menghilang dengan tetesan air
mata. Xiao Zheng Zhu sempat melihatnya sebelum menghilang. Dunia dimensi
berputar, menyatu dengan dunia sebenarnya.
Di depan sebuah lubang hitam, terlihat seorang dewi
cantik dengan wajah pucat dan tanda fengwei hua dan seorang gadis kecil dengan
lambang fengwei hua dan setengah pelangi. Keduanya tersenyum manis “Juan Feng
sudah kembali…” gadis kecil mengangguk dan bertanya “menyusahkanmu… bagaimana
Dong Hua ?” dewi tersenyum lembut “Dong Hua tercipta karena diri kita, bisa
dibina dan dipercaya…” gadis kecil mengangguk “terima kasih telah
mengajarinya…” “yang mulia adalah bayangan, pada dasarnya kita satu raga dan
jiwa, mana bisa dikatakan membantu… setelah ini akan mendapat petir dan bola
api lagi, apa anda sudah siap ?” gadis kecil tersenyum manis “haih… hidup kita
sangat unik…” keduanya tertawa terbahak-bahak.
Dewi “haih sudah sekian lama, agak lelah…” keduanya
mengangguk “bagaimana dengan Dong Hua ?” gadis kecil menunduk “entah,
kemungkinan akan memberi sedikit efek padanya… bagaimanapun perubahan terjadi
karena keteledoran bayangannya…” dewi mengangguk “Dong Hua juga sudah menerima
__ADS_1
hukumannya…” gadis kecil “saat melakukan tindakan, Dong Hua juga terkena
dampaknya… walau sudah meminimalisir segalanya, mungkin masih harus menunggu
beberapa ribu tahun untuk menetralisir dampaknya.” Dewi “apa yang akan anda
lakukan ?” gadis kecil “karena sudah berjanji, aku akan selalu berada di
sisinya !” sang dewi mengangguk “disini sudah selesai, Juan Feng sudah kembali…
dalam beberapa bulan akan terlahir kembali…” gadis kecil tersenyum diikuti dewi
“bisa, selama Dong Hua masih belum sadar, tidak akan begitu khawatir…” gadis
cilik tertawa terbahak-bahak “betul-betul berubah menjadi pengasuh bayi
hahaha…” keduanya tertawa terbahak-bahak. Setelahnya sang dewi berubah menjadi
cahaya pelangi, menyatu dengan gadis cilik, menghilang dari lobang hitam.
Di Feng Huo Cang Ling, Xin Xin dan Xiong Xiong
kebingungan bersama Chong Lin dan Mu Yun. Beberapa saat sebelumnya, Dong Hua
tiba-tiba jatuh, tidak sadarkan diri. Sesaat setelah Dong Hua jatuh, Zuo Zun,
You Zun, Budha dan Dewi Kwam In membawa keluarga Bai datang, menenangkan kedua
anak dan menunggu di depan bola cahaya gadis cilik. Di langit Feng Huo Cang
Ling menggelap, guntur menggelegar “haih Xiao Shen Zhu, secepat ini, rintangan
lagi… kau selalu membuat yang lain iri dan iba padamu…” “Budha yeye, apa
maksudnya ?” “Xin Xin, Shen Zhu akan mengalami rintangan peningkatan baru
lagi…” “Niang Qin sangat hebat, tiap kali mengatasi masalah selalu mendapat
berkah…” “jangan melihatnya saat ini, penderitaannya sudah tidak dapat
tersenyum melihat Xiao Shen Zhu.
Perlahan petir pelangi turun satu persatu dibarengi bola
api, menghantam tubuh Xiao Shen Zhu dalam bola cahaya. “ada apa ini ?” semua
berbalik, melihat Dong Hua yang berjalan mendekati mereka “Fu Qin, kau sudah
sadar…” Xin Xin menghampiri, Dong Hua mengerutkan kening “Fu Qin ? gadis kecil,
siapa Fu Qin-mu ? apa yang kalian lakukan disini ? dimana ini ?” menatap semua
yang balik menatapnya dengan tatapan bingung. Budha tersenyum “Shao Yang,
disini adalah Feng Huo Cang Ling, tempat latihanmu…” “kenapa begitu banyak
petir dan bola api ? Niang Qin belum sadar, apa yang terjadi ?” Xiong Xiong
sangat cemas. Semua kembali fokus ke Xiao Shen Zhu “ah Huo Feng, jangan lagi
haih…” “apa kau tidak bisa berhenti sesaat saja !” Budha tersenyum menggeleng
“aih benar-benar kesucian tiada banding, welas asih tak terbendung… Xiao Shen
Zhu, bisa tidak kau jangan terus mengambil semua jasa ckckckck…”.
Ling Ling “apa ? apa yang terjadi ?” Zuo Zun “kalian
tunggu saja ! setelah dia sembuh, dia sudah memiliki misi baru lagi ck huh…
tidak tahu harus iri, jengkel, iba, atau salut padamu… ah menjengkelkan…” Gun
Gun “misi apa ?” You Zun “misi Xiao Shen Zhu, jika dia tidak mengatakannya,
sangat susah menebaknya… kalian lihat semua petir dan bola api pelangi itu, itu
3 kali lebih banyak dari yang seharusnya… ini hanya mungkin terjadi jika atas keinginannya
__ADS_1
sendiri…” Bai Zhen “apa ? 3 kali lebih banyak ? apa tubuhnya tahan ?” “siapa
anak kecil itu ?” Dong Hua bertanya, semua berbalik menatapnya dengan kerutan
di kening mereka. Keempat dewa dewi agung tiba-tiba melihat Dong Hua dan Xiao
Shen Zhu berulang kali “ah memang dia paling nakal…” You Zun berkata jengkel
sambil menghentakkan kakinya.
Budha cekikikan “Shao Yang, apa kau tahu siapa saja yang
ada disini ?” Dong Hua mengerutkan kening “Budha, kau tahu yang mulia tidak
suka candaan seperti ini ! siapa sebenarnya anak kecil itu dan mereka ?”
menunjuk ke empat anaknya dan pasangannya. Budha mengangguk “tidak bercanda
denganmu… mereka adalah cicit Bai Ce dan pasangannya. Sementara anak kecil itu
adalah Supreme Emperor yang agung.” Dong Hua “Supreme Emperor ? masih anak
kecil ?” Budha “beliau terlahir kembali setelah mengalami pertempuran… itu saja
yang yang mulia bisa beritahukan padamu… mengenai penjelasan lainnya, kau bisa
bertanya pada Xiao Shen Zhu…”
Dong Hua “siapa anak kecil itu ? kenapa aku merasa ikatan
yang kuat dengannya ?” ‘kenapa hatiku sakit melihatnya terluka ?’ Budha “ikatan
kalian memang kuat… bukan hak yang mulia untuk menjelaskannya pada anda…” 3.890
petir dan 389 bola api menghantam tubuh Xiao Shen Zhu. Tubuh kecil itu kembali
penuh luka dalam. Bola cahaya terbuka, tubuh Xiao Shen Zhu berputar hingga
posisi berdiri tegak. Xiao Shen Zhu perlahan membuka mata, berjalan menghampiri
lainnya dengan senyum manis. “Niang Qin… Niang Qin, bagaimana denganmu ?” Xin
Xin berlari menghampiri tapi tidak berani memeluknya. Xiao Shen Zhu batuk
berdarah ‘huk… huk… huk… sakit sekali…” mengangkat kepala melihat Dong Hua,
tersenyum lembut “Dong Hua Di Jun…” menutup mata dan jatuh tidak sadarkan diri
di pelukan Dong Hua. Dong Hua tercengang menatap Xiao Shen Zhu dari saat
membuka mata. Secara spontan, mendekati dan langsung menggendongnya disaat
melihatnya terhuyung. Mendengarnya menyebut nama dan tersenyum lembut, Dong Hua
merasakan kerinduan dan kesedihan yang mendalam. Dong Hua menatap gadis cilik
dalam pelukannya, matanya berkaca-kaca “dimana kamarnya ?” bertanya pada yang
lain.
Semua segera ke Shi gong, Dong Hua tidak mau
meninggalkannya “apa aku bisa mengobatinya ?” semua saling melihat dan
mengangguk. Zhe Yan memeriksa “oleskan ini pada lukanya dan minumkan ini !”
memberikan pada Dong Hua. Zuo Zun “Di Jun, kami menunggu diluar, jika butuh
sesuatu…” Dong Hua menggeleng “keluarlah…”. Setelah tinggal berdua, Dong Hua
membuka seluruh baju Xiao Shen Zhu, walaupun tidak mengingat tapi merasa pernah
melakukan hal yang sama. Dong Hua bingung ‘gadis kecil, siapa sebenarnya dirimu
? kenapa aku merasa sangat menyayangimu dan ingin selalu berada bersamamu ! apa
yang terjadi padaku !’
__ADS_1