Return Of God Emperor

Return Of God Emperor
Bab 237 - Misi Dimensi


__ADS_3

Arahat kecil kembali menemui


Xiao Zheng Zhu, yang langsung tersenyum menenangkan, mengangguk “Shao Yang,


sudah saatnya kembali…” Dong Hua menggandeng tangan Xiao Zheng Zhu “aku akan


mendampingimu…” mendapat anggukan dan senyum lembut dari Xiao Zheng Zhu. Bersama


ke San Sheng Shi “Shao Yang, bertemu di dunia lain…” mengecup bibirnya singkat


dengan senyum manis. Xiao Zheng Zhu mengerahkan sihirnya ke San Sheng Shi. Perlahan


banyak yang berkumpul di sekitar San Sheng Shi, melihat fenomena yang


disebabkan oleh spiritual Xiao Zheng Zhu. Di klan putih, Wen Chang dan Bai Ma


Yu tertarik ke San Sheng Shi “Xiao Feng…”


            Suasana di San Sheng Shi, semakin lama semakin mencekam,


spiritual Xiao Zheng Zhu terus masuk ke San Sheng Shi. Terdapat keretakan pada


San Sheng Shi “Jiu er…” “Shao Yang, jangan mendekatinya…” Budha dan Dewi Kwam


In sudah ada di samping Dong Hua. Semakin banyak retakan pada San Sheng Shi.


Satu hentakan terakhir menghancurkan San Sheng Shi. Serpihan San Sheng Shi


dikurung dan berterbangan dalam jiejue Xiao Zheng Zhu. Perlahan San Sheng Shi


terbentuk kembali utuh di tempatnya semula. Beberapa nama terbang dalam cahaya


kuning keemasan, keluar dari San Sheng Shi. Bersamaan dengan terbentuk


kembalinya San Sheng Shi, cahayanya berubah kuning tanpa warna merah ataupun


keemasan.


            Tubuh Xiao Zheng Zhu bercahaya pelangi terang benderang,


perlahan naik ke angkasa. Perlahan langit terbuka, cahaya pelangi berpendar ke


segala arah. Semua yang melihatnya merasa tubuhnya terhisap dan perlahan


menghilang. Dong Hua “Jiu er, aku mencintaimu…” menghilang dengan tetesan air


mata. Xiao Zheng Zhu sempat melihatnya sebelum menghilang. Dunia dimensi


berputar, menyatu dengan dunia sebenarnya.


            Di depan sebuah lubang hitam, terlihat seorang dewi


cantik dengan wajah pucat dan tanda fengwei hua dan seorang gadis kecil dengan


lambang fengwei hua dan setengah pelangi. Keduanya tersenyum manis “Juan Feng


sudah kembali…” gadis kecil mengangguk dan bertanya “menyusahkanmu… bagaimana


Dong Hua ?” dewi tersenyum lembut “Dong Hua tercipta karena diri kita, bisa


dibina dan dipercaya…” gadis kecil mengangguk “terima kasih telah


mengajarinya…” “yang mulia adalah bayangan, pada dasarnya kita satu raga dan


jiwa, mana bisa dikatakan membantu… setelah ini akan mendapat petir dan bola


api lagi, apa anda sudah siap ?” gadis kecil tersenyum manis “haih… hidup kita


sangat unik…” keduanya tertawa terbahak-bahak.


            Dewi “haih sudah sekian lama, agak lelah…” keduanya


mengangguk “bagaimana dengan Dong Hua ?” gadis kecil menunduk “entah,


kemungkinan akan memberi sedikit efek padanya… bagaimanapun perubahan terjadi


karena keteledoran bayangannya…” dewi mengangguk “Dong Hua juga sudah menerima

__ADS_1


hukumannya…” gadis kecil “saat melakukan tindakan, Dong Hua juga terkena


dampaknya… walau sudah meminimalisir segalanya, mungkin masih harus menunggu


beberapa ribu tahun untuk menetralisir dampaknya.” Dewi “apa yang akan anda


lakukan ?” gadis kecil “karena sudah berjanji, aku akan selalu berada di


sisinya !” sang dewi mengangguk “disini sudah selesai, Juan Feng sudah kembali…


dalam beberapa bulan akan terlahir kembali…” gadis kecil tersenyum diikuti dewi


“bisa, selama Dong Hua masih belum sadar, tidak akan begitu khawatir…” gadis


cilik tertawa terbahak-bahak “betul-betul berubah menjadi pengasuh bayi


hahaha…” keduanya tertawa terbahak-bahak. Setelahnya sang dewi berubah menjadi


cahaya pelangi, menyatu dengan gadis cilik, menghilang dari lobang hitam.


            Di Feng Huo Cang Ling, Xin Xin dan Xiong Xiong


kebingungan bersama Chong Lin dan Mu Yun. Beberapa saat sebelumnya, Dong Hua


tiba-tiba jatuh, tidak sadarkan diri. Sesaat setelah Dong Hua jatuh, Zuo Zun,


You Zun, Budha dan Dewi Kwam In membawa keluarga Bai datang, menenangkan kedua


anak dan menunggu di depan bola cahaya gadis cilik. Di langit Feng Huo Cang


Ling menggelap, guntur menggelegar “haih Xiao Shen Zhu, secepat ini, rintangan


lagi… kau selalu membuat yang lain iri dan iba padamu…” “Budha yeye, apa


maksudnya ?” “Xin Xin, Shen Zhu akan mengalami rintangan peningkatan baru


lagi…” “Niang Qin sangat hebat, tiap kali mengatasi masalah selalu mendapat


berkah…” “jangan melihatnya saat ini, penderitaannya sudah tidak dapat


tersenyum melihat Xiao Shen Zhu.


            Perlahan petir pelangi turun satu persatu dibarengi bola


api, menghantam tubuh Xiao Shen Zhu dalam bola cahaya. “ada apa ini ?” semua


berbalik, melihat Dong Hua yang berjalan mendekati mereka “Fu Qin, kau sudah


sadar…” Xin Xin menghampiri, Dong Hua mengerutkan kening “Fu Qin ? gadis kecil,


siapa Fu Qin-mu ? apa yang kalian lakukan disini ? dimana ini ?” menatap semua


yang balik menatapnya dengan tatapan bingung. Budha tersenyum “Shao Yang,


disini adalah Feng Huo Cang Ling, tempat latihanmu…” “kenapa begitu banyak


petir dan bola api ? Niang Qin belum sadar, apa yang terjadi ?” Xiong Xiong


sangat cemas. Semua kembali fokus ke Xiao Shen Zhu “ah Huo Feng, jangan lagi


haih…” “apa kau tidak bisa berhenti sesaat saja !” Budha tersenyum menggeleng


“aih benar-benar kesucian tiada banding, welas asih tak terbendung… Xiao Shen


Zhu, bisa tidak kau jangan terus mengambil semua jasa ckckckck…”.


            Ling Ling “apa ? apa yang terjadi ?” Zuo Zun “kalian


tunggu saja ! setelah dia sembuh, dia sudah memiliki misi baru lagi ck huh…


tidak tahu harus iri, jengkel, iba, atau salut padamu… ah menjengkelkan…” Gun


Gun “misi apa ?” You Zun “misi Xiao Shen Zhu, jika dia tidak mengatakannya,


sangat susah menebaknya… kalian lihat semua petir dan bola api pelangi itu, itu


3 kali lebih banyak dari yang seharusnya… ini hanya mungkin terjadi jika atas keinginannya

__ADS_1


sendiri…” Bai Zhen “apa ? 3 kali lebih banyak ? apa tubuhnya tahan ?” “siapa


anak kecil itu ?” Dong Hua bertanya, semua berbalik menatapnya dengan kerutan


di kening mereka. Keempat dewa dewi agung tiba-tiba melihat Dong Hua dan Xiao


Shen Zhu berulang kali “ah memang dia paling nakal…” You Zun berkata jengkel


sambil menghentakkan kakinya.


            Budha cekikikan “Shao Yang, apa kau tahu siapa saja yang


ada disini ?” Dong Hua mengerutkan kening “Budha, kau tahu yang mulia tidak


suka candaan seperti ini ! siapa sebenarnya anak kecil itu dan mereka ?”


menunjuk ke empat anaknya dan pasangannya. Budha mengangguk “tidak bercanda


denganmu… mereka adalah cicit Bai Ce dan pasangannya. Sementara anak kecil itu


adalah Supreme Emperor yang agung.” Dong Hua “Supreme Emperor ? masih anak


kecil ?” Budha “beliau terlahir kembali setelah mengalami pertempuran… itu saja


yang yang mulia bisa beritahukan padamu… mengenai penjelasan lainnya, kau bisa


bertanya pada Xiao Shen Zhu…”


            Dong Hua “siapa anak kecil itu ? kenapa aku merasa ikatan


yang kuat dengannya ?” ‘kenapa hatiku sakit melihatnya terluka ?’ Budha “ikatan


kalian memang kuat… bukan hak yang mulia untuk menjelaskannya pada anda…” 3.890


petir dan 389 bola api menghantam tubuh Xiao Shen Zhu. Tubuh kecil itu kembali


penuh luka dalam. Bola cahaya terbuka, tubuh Xiao Shen Zhu berputar hingga


posisi berdiri tegak. Xiao Shen Zhu perlahan membuka mata, berjalan menghampiri


lainnya dengan senyum manis. “Niang Qin… Niang Qin, bagaimana denganmu ?” Xin


Xin berlari menghampiri tapi tidak berani memeluknya. Xiao Shen Zhu batuk


berdarah ‘huk… huk… huk… sakit sekali…” mengangkat kepala melihat Dong Hua,


tersenyum lembut “Dong Hua Di Jun…” menutup mata dan jatuh tidak sadarkan diri


di pelukan Dong Hua. Dong Hua tercengang menatap Xiao Shen Zhu dari saat


membuka mata. Secara spontan, mendekati dan langsung menggendongnya disaat


melihatnya terhuyung. Mendengarnya menyebut nama dan tersenyum lembut, Dong Hua


merasakan kerinduan dan kesedihan yang mendalam. Dong Hua menatap gadis cilik


dalam pelukannya, matanya berkaca-kaca “dimana kamarnya ?” bertanya pada yang


lain.


            Semua segera ke Shi gong, Dong Hua tidak mau


meninggalkannya “apa aku bisa mengobatinya ?” semua saling melihat dan


mengangguk. Zhe Yan memeriksa “oleskan ini pada lukanya dan minumkan ini !”


memberikan pada Dong Hua. Zuo Zun “Di Jun, kami menunggu diluar, jika butuh


sesuatu…” Dong Hua menggeleng “keluarlah…”. Setelah tinggal berdua, Dong Hua


membuka seluruh baju Xiao Shen Zhu, walaupun tidak mengingat tapi merasa pernah


melakukan hal yang sama. Dong Hua bingung ‘gadis kecil, siapa sebenarnya dirimu


? kenapa aku merasa sangat menyayangimu dan ingin selalu berada bersamamu ! apa


yang terjadi padaku !’

__ADS_1


__ADS_2