
Di sekitar Desa Huo Mei
sangat panas, banyak gunung berapi dengan kawah yang masih terlihat
letupan-letupan lahar. Berbeda dengan diluar, inti Desa Huo Mei lumayan asri,
dilalui oleh sebuah kali yang besar, langsung menuju ke laut lepas. Yang Guang
“wah disini lumayan, diluar panas didalam sejuk… apa kau sering kemari ?” Huang
Guang “tidak sering, die pernah mengajakku kemari beberapa kali. Ketua Huo dan
die berteman baik. Ayo… aku mengenalkanmu pada temanku…” menarik Yang Guang ke
kediaman paling besar di desa itu.
“shushu… ini temanku Yang Guang, apa Jing Guang ada ?”
memberi hormat pada seorang pria yang seusia ayahnya “oh ini remaja yang
menggemparkan seantero negri ? panggilan Jing er…” “shushu, selain disini, anda
panggil saja Xiao Guang” pria itu sempat berfikir dan melihat wajah Huang Guang
dan Yang Guang, mengangguk “apa kau menjemput Jing er ?” Huang Guang mengangkat
bahunya acuh tak acuh, Yang Guang tersenyum “ketua, maaf kami mengganggu kenyamanan
anda. Aku Yang Guang…” pria itu tersenyum “tidak perlu sesungkan itu. Huang er
memanggilku shushu, Xiao Guang juga memanggilku shushu saja” “terima kasih
shushu…” “ayo masuk, Jing er akan segera datang…”
Yang Guang mengerutkan kening “apa kalian bersaudara ? nama
kalian memiliki huruf Guang semua…” Huang Guang “kalau begitu kenapa namamu
Yang Guang ? apa kita bersaudara ?” Yang Guang “waktu aku lahir, matahari
bersinar terang, jadi aku diberi nama Yang Guang…” Huang Guang “ooo… mungkin
sama dengan kami. Saat aku lahir ada cahaya kuning yang terang dan cahaya
jingga saat kelahiran Jing Guang. Nama kamipun diambil dari cahaya warna saat
itu” Yang Guang membulatkan mulutnya.
“hmm… secepat ini sudah ketemu Qin Lin…” yang bicara adalah
You Zun. Gun Gun “ayi, apa ada sesuatu ?” You Zun menggeleng “karena dulu
menjadi Hei Ye, membuatnya menjadi satu-satunya jiwa hewan yang berani
menunjukkan perasaannya dan sangat dekat dengan Huo Feng. Hmm… entah apa yang
akan terjadi dalam kultivasi ini !” Long Nu “ayi, kultivasi pertama ini untuk
membantu energi yang mana ?” You Zun “semua akan terkena dampaknya… selama Huo
Feng memastikan kultivasinya lancar, akan ada peningkatan yang baik untuk
kedelapannya.” Hua Zi “Feng Wei sudah menyadari kehadiranku…” dengan senyum bangga.
Semua menatapnya, You Zun “mana mungkin bisa mengelabuinya… bukan hanya dirimu,
kurasa dia juga tahu kami yang sering melihatnya…” Hua Zi mengangguk “Feng Wei
tahu, bahkan bisa menyebut dengan benar, jumlah dewa yang menatapnya…” You Zun
__ADS_1
mengangguk.
“Fu Qin, Ling Ling mengatakan Niang Qin mengeluarkan
auranya !” Hua ZI mengangguk “secara spontan dalam sesaat, membuat semua
terpana padanya” You Zun “anak dengan aura Kaisar ! sepanjang perjalanan sudah
mendengar desas desusnya” Hua Zi “akan membawa masalah untuknya !” You Zun
“apapun yang terjadi, anda tidak boleh ikut campur… itu adalah salah satu
rintangannya !” Hua Zi “bagaimana Bi Hai Cang Ling ?” You Zun “sangat baik,
semua sangat tenang…” Hua Zi mengangguk.
“Huang xiong, kau disini…” seorang remaja tampan masuk dan
terpana melihat Yang Guang, ada kilatan pelangi di matanya. “Jing di, sudah
lama tidak bertemu… sini, kukenalkan…” menyadarkan Huo Jing Guang “ini Yang
Guang, panggil sama Xiao Guang… Yang Guang, ini Huo Jing Guang” Jing Guang
segera sadar “eh Yang Guang, jangan mengatakan saat kau lahir ada cahaya juga
!” mengulurkan tangan untuk berjabatan. Yang Guang menerima uluran tangan
sambil tersenyum dan mengangguk.
“ketua… ketua…” seorang pria berlari masuk “Han shushu, ada
apa ? kenapa sepanik itu ?” Jing Guang menenangkan “tuan muda, sisi timur
meledak lagi…” Jing Guang “cepat panggil ayahku… Huang xiong, Xiao Guang, maaf
tidak bisa menemani kalian…” “Jing di, kami ikut bersamamu…” Yang Guang
ada apa ? kenapa begitu panik ?” Jing Guang “sudah 3 bulan ini, sisi timur
melontarkan lahar panas. Kami mengarahkannya ke kali, hingga air kali membludak
dan membanjiri lahan pertanian… jika tidak segera berhenti, takutnya Desa akan
tenggelam…” Yang Guang mendengarkan dengan seksama.
Seperti yang diceritakan, 2 gunung sedang melontarkan batu
lahar panas dan lahar panas teruk keluar masuk ke kali. “apa ada yang terluka
?” Jing Guang bertanya pada penduduk sekitar. “Jing Guang, yang terluka sudah
ditempatkan di seberang kali…” “baik, aku akan melihat mereka…” Jing Guang
segera bergegas diikuti Huang Guang. Yang Guang berdiri disana, melihat kearah
kedua gunung yang meletus-letus. “Xiao Guang, dimana Xiao Guang ?” Huang Guang
menyadari ketidak hadiran Yang Guang setelah tiba di tenda pengobatan. Jing
Guang “mungkin masih diluar… harusnya tidak akan ada masalah…” Huang Guang “aku
akan mencarinya…” Jing Guang “tunggu sebentar, aku menemanimu. Die, aku sudah
melihat semuanya, luka mereka semua tidak membahayakan… aku akan menemani Huang
xiong mencari Xiao Guang” “baik, pergilah, hati-hati…” “baik die, ayo…”
meninggalkan tenda pengobatan.
__ADS_1
“Huang xiong, siapa anak itu ? kau membawanya kemari,
apakah ?” Jing Guang penasaran dengan alasan Huang Guang bersama Yang Guang dan
sudah mencurigai sesuatu. Huang Guang “Jing di, ingat pembicaraan kita di Kuil
Huo Ma ! sudah kukatakan, suatu hari ketika aku menentukan kesetiaanku, baik
kepada tuanku maupun pasanganku, aku akan mengenalkanmu padanya” “Huang xiong…”
Jing di, aku akan menemani Xiao Guang berkelana… kesetiaanku sudah kuberikan
padanya…” Jing Guang “tapi dia hanya anak kecil…” Huang Guang “Jing di, aku
tidak memintamu mengikuti jejakku, aku hanya datang mengenalkannya padamu…
semua terserah padamu…” “apa yang dilakukannya hingga memenangkan kesetiaanmu ?
tidak mungkin hanya karena rumor kecil, kau langsung menentukan pilihanmu kan
!” Huang Guang tersenyum “sebelum adanya kejadian itu, disaat pertama aku
melihatnya, aku sudah yakin padanya !” Jing Guang tampak berfikir.
“Yang Guang… Xiao Guang, apa yang kau lakukan disini ?”
menemukan Yang Guang yang sedang melamun melihat aliran lahar yang masuk ke
kali “oh, kalian sudah datang…” “Xiao Guang, kau dari tadi disini ?” Yang Guang
mengangguk “ehm… Jing Guang, apa kejadian seperti ini sering terjadi ?” Jing
Guang mengangguk “apa yang kalian lakukan untuk mengatasinya ?” Jing Guang
“setelah keadaan stabil, kami akan menggali jalan yang tertutup untuk
mempersiapkan keadaan selanjutnya. Bebatuan itu biasa di hancurkan dan
dialirkan ke laut agar air kali tidak tumpak ruah.” Yang Guang mengangguk “apa
laut jauh dari sini ?” Jing Guang “sekitar 3km dari perbatasan desa.”
Yang Guang “bisa kita melihatnya ?” Huang Guang “mau ke
laut ? apa ada sesuatu ?” Yang Guang menggeleng “hanya mau melihatnya…” Huang
Guang “baik, aku akan menemanimu… Jing di, kalau sibuk, kau kembalilah, aku
akan membawa Xiao Guang melihat laut…” Jing Guang yang penasaran pada Yang
Guang “tidak, aku akan menemani kalian, tapi kita berpamitan pada die dan
mengambil kuda…” keduanya saling menatap dan mengangguk.
Segera ketiganya berpacu ke arah laut. Yang Guang paling
dekat dengan sisi kali, beberapa kali berhenti melihat situasi hingga ke laut.
Jalan air kali ke danau menemui banyak hambatan karena banyaknya bebatuan besar
yang menghalangi. Di mulut kali adalah air terjun yang langsung mengalir ke
laut. Tidak seperti air terjun biasa, air yang mengalir tidak deras dan sangat
banyak bebatuan di laut pinggir tebing. Yang Guang berdiri di atas batu besar
di mulut kali. Cahaya matahari terbenam menyinarinya, membuat tubuh Yang Guang
bercahaya. Kedua remaja yang mengikutinya terpana melihat pemandangan itu dan
__ADS_1
penasaran hal yang difikirkan Yang Guang.