
Huo
Feng menghabiskan harinya bersantai, membaca laporan dan bermain catur. Dengan
rengekan Ling Ling dan Dong Hua, Huo Feng sudah mengembalikan cincin dan
liontin pada kelimanya. Selain itu, Zhe Yan juga mendapat giok sebagai kunci
keluar masuk Yu Zhou Da Lu. Ketujuh kesayangan yang datang, mengacaukan
ketenangan Huo Feng dengan segala rengekan, gerutuan, dan protes, menyebabkan
Huo Feng menghukum ketujuhnya menjadi anak hewan kecil.
Dong
Hua merangkul Huo Feng “Feng Wei, apa kau tidak lelah ? istirahatlah, besok
akan melatih para jenderal kan !” Huo Feng masih membaca laporannya “Hua Zi
gege lelah, istirahatlah terlebih dahulu… aku masih mau membaca laporan-laporan
ini !” Dong Hua menggeleng “aku akan selalu menemanimu… tubuhmu masih lemah,
jangan memaksakan diri !” Huo Feng menjawab acuh tak acuh “aku sudah terlalu
banyak tidur selama ini. Tubuhku terasa tidak nyaman, tidak ingin tidur”.
Dong
Hua mengambil laporan Huo Feng, membalikkan tubuh Huo Feng “ada apa ?” Huo Feng
mengerutkan keningnya “Feng Wei, apa yang kau rasakan ? apa kau merasa
kesakitan ? ketidak nyamanan apa yang kau rasakan ?” Dong Hua memberi banyak pertanyaam
yang menjadi kecemasannya. Semenjak Huo Feng bangun, sangat sedikit kata-kata
yang keluar dari bibirnya. Huo Feng juga tidak seperti biasa yang ceria dan
senang bercanda tawa. Huo Feng lebih pendiam, hanya tersenyum melihat gurauan
dan tingkah semua.
Huo
Feng tersenyum lembut, memegang wajah Dong Hua “aku baik-baik saja, tidak ada
sakit sama sekali, jangan khawatir. Mungkin tidur terlalu lama, saat ini aku
tidak bisa memejamkan mata” Dong Hua “apa yang kau fikirkan ?” Huo Feng
menggeleng “tidak ada, aku hanya mengisi waktu membaca laporan-laporan ini !”
Dong Hua tersenyum usil “hmm… weifu tahu yang bisa membuatmu memejamkan mata !”
Huo Feng semakin mengerutkan kening.
Dong
Hua tidak menjelaskan, langsung menggendong Huo Feng ke kamar “apa yang mau kau
lakukan ?” Huo Feng membelalakkan matanya melihat Dong Hua. Dong Hua nyengir
“memberi olahraga malam pada Fu Ren, dijamin Fu Ren akan terlelap dengan
nyenyak…” Huo Feng tercengang, tidak dapat mengatakan apapun. Benar saja,
setelah diberi olahraga yang panjang, Huo Feng tertidur kelelahan.
Keesokan
harinya, Huo Feng sudah terbangun pagi-pagi sekali. Melihat Dong Hua yang masih
__ADS_1
tertidur, Huo Feng mengecup kening Dong Hua dan keluar dari kamar mereka. Huo
Feng tidak menunggu Dong Hua, keluar dari Cai Hong gong menuju lapangan Yu
Ting. Huo Feng duduk di atas singgasananya di satu sisi lapangan Yu Ting
melamun dan menunggu semua datang.
Dong
Hua yang bangun, terkejut mendengar Huo Feng sudah ke lapangan Yu Ting. Bersama
lainnya, langsung menyusul ke lapangan Yu Ting. Di lapangan Yu Ting, sudah
mulai berkumpul banyak dewa dewi. Ketiga Zun Wang sudah berada di posisinya,
Dong Hua berjalan ke singgasana samping Huo Feng. Dong Hua melihat Huo Feng
yang tidak terganggu dengan hiruk pikuk di sekitarnya, duduk santai dengan
tangan yang menopang kepalanya dengan mata tertutup.
Semua
saling melihat tapi tidak ada yang naik bertanya pada Huo Feng, menunggunya
membuka mata dan mengeluarkan kata. Lapangan sudah hampir penuh dengan
kehadiran dewa dewi, ketujuh kesayangan juga menempati posisi mereka,
berlawanan arah dengan para jenderal. Gun Gun sudah menjemput yang dari Si Hai
Ba Huang berkumpul bersama mereka.
Huo
Feng membuka mata, terduduk dengan tegap “mulailah…” meninggalkan satu kata,
berdiri dan masuk ke tengah-tengah lapangan, tanpa menoleh kanan kiri bahkan
mulai maju ke lapangan, berhadapan dengan Huo Feng “Shen Zhu, hari ini sudah
lancang…” Huo Feng tidak membalas kata, mengacungkan pedangnya dengan mata
kosong. Pelatihan segera di mulai, para jenderal maju perlahan, dari hanya 1
menjadi 3 menjadi 5 dan seterusnya.
Zuo
Zun berbicara dengan Dong Hua “apa ada yang terjadi pada Huo Feng ?” Dong Hua
menggeleng “dari saat dia sadar di Bing Yu Hai, Feng Wei menjadi lebih pendiam
!” Xin Xin memegang Zuo Zun “Long ge, ada apa dengan Niang Qin ?” Zuo Zun
menggeleng “sepertinya ada yang tidak benar pada dirinya… kita amati saja !”
Huo
Feng menghentakkan semua “keluarkan semua spiritual kalian…” berbicara dingin,
mengibaskan tangan, melindungi semua dalam jiejue pelindung, tersisa 15
jenderal dan Huo Feng di lapangan “mulai…”. Pedang Huo Feng bercahaya pelangi,
aura mengintimidasi dan mencekam, keluar dari tubuhnya. Masing-masing jenderal
mengeluarkan spiritualnya, mengikuti perintah Huo Feng. Huo Feng bertarung
dengan kelima belas jenderalnya, tidak ada apapun di wajahnya. Satu persatu di
pukul mundur oleh Huo Feng, tanpa luka tapi semua muntah darah.
__ADS_1
Huo
Feng turun kembali ke lapangan, menatap ketujuh kesayangan “giliran kalian !”
menghilangkan jiejue yang melindungi 7 kesayangan. Ketujuhnya langsung berdiri
dan masuk ke lapangan, memberi hormat dan mengeluarkan senjata masing-masing
“Zhu Ren… kami bersamamu…” Huo Feng menggerakkan lehernya, mengusir kepenatan
tubuhnya.
Segera
tubuh ke delapannya di penuhi aura kekuatan, pertarungan pun di mulai. You Zun
“apa yang terjadi pada Huo Feng ?” Zuo Zun “bersiaplah… setelah ini giliran
kita !” You Zun mengangguk. Xiong Xiong meminta penjelasan “Feng er, ada apa ?”
You Zun “Xiong Xiong, aku tidak tahu apa yang terjadi pada Huo Feng. Sepertinya
dia ingin mencari pelampiasan, kita lihat saja…”
“kalian
berlima maju !” terdengar suara dingin Huo Feng, tanpa menghentikan
pertarungannya dengan ketujuh kesayangan. Kedua Zun Wang saling melihat dan
mengangguk, mengeluarkan senjata, masuk ke dalam pertempuran, diikuti ketiga
asisten. Lainnya terlindung dalam jiejue Huo Feng, walaupun bisa merasakan aura
kekuatan yang mengerikan tapi tidak terluka olehnya.
Terlihat
kilatan-kilatan aura yang bertarung di angkasa. Satu persatu dari tujuh
kesayangan di pukul mundur oleh Huo Feng. Gun Gun menghampiri tujuh kesayangan
yang sudah keluar dari pertarungan “Gang Laba, ada apa dengan Niang Qin ?” Gang
Laba “dianxia, Zhu Ren sedang mencari kembali dirinya sendiri” Gun Gun “Niang
Qin kehilangan dirinya !” Gang Laba mengangguk, Shanguang menimpali “Zhu Ren
sedang mencari kembali tujuan hidupnya !”
Ketujuh
kesayangan mengangkat kepala mereka, melihat pertarungan Huo Feng yang tersisa
bersama kedua Zun Wang. 3 asisten pun sudah dipukul mundur. Cahaya pelangi yang
mengintari Huo Feng semakin terang. Hingga kedua Zun Wang mulai muntah darah,
Huo Feng mengakhiri pertarungan, memukul mundur keduanya. Xin Xin dan Xiong
Xiong segera memapah kedua Zun Wang.
Huo
Feng tanpa ekspresi, melihat semua dari angkasa. Dong Hua berdiri, menerobos
jiejue, melayang ke samping Huo Feng. Dong Hua mengambil tangan Huo Feng,
membelai wajahnya dan mengarahkan mata Huo Feng menatapnya. Huo Feng menatap
Dong Hua tanpa ekspresi, hanya diam membisu. Dong Hua tersenyum lembut,
mengelap keringat Huo Feng “Feng Wei melakukannya dengan sangat baik… sudah
__ADS_1
lelahkan !”