
Di Yu
Zhou Da Lu, Hua Zi tiap hari ke Bing Yu Hai sejam menemui raga aura Feng Wei
didalam pilar salju. Selain itu, Hua Zi juga giat berlatih di Cai Hong gong,
bertekad menembus tingkat 30 segera. Hua Zi juga menelusuri perpustakaan di Cai
Hong gong, mencoba mencari harapan dan info mengenai Supreme Emperor. Hua Zi
tidak dapat terlelap, hatinya masih sangat sakit. Hua Zi tidak tahu harus
bagaimana, dia tidak dapat bersedih, takut sihir cincin bekerja dan menghapus
ingatannya. Saat tidak dapat menahan kesedihannya, Hua Zi akan ke ruang kerja
Feng Wei, melukis lukisan Feng Wei.
Dalam 100 hari, tidak ada apapun yang
terjadi selain langit mendung dan hujan fengwei hua yang semakin menipis. Di
hari ke 101, di langit Yu Zhou Da Lu, menampilkan pemandangan gunung salju
abadi dengan 9 matahari diatasnya. Hua Zi melihatnya bersama kedua Zun Wang dan
3 asisten “bukankah itu Zuan Bao Shi Dao ?” “bukankah sudah menghilang dengan
kepergian Shen Zhu ?” “Zuan Bao Shi Dao muncul kembali, Feng Wei…” “Jin Shan,
sepertinya mitos itu benar adanya !” ada senyuman di wajah mereka. Hua Zi
“bagaimana cara pergi ke Zuan Bao Shi Dao ?” Long Jin Shan “kau tidak bisa
kesana !” Hua Zi “kenapa ?” Feng Huo Huang “Di Jun, bahkan kami saja yang sudah
setingkat ini hanya bisa mendekati kaki gunung. Yang lalu kalian kesana berada
dalam perlindungan Huo Feng, kami tidak mampu membuatkan pelindung seperti itu”
Long Jin Shan “Di Jun, jangan terlalu banyak berharap dulu, perhatikan fenomena
ini dengan baik, jika saja ada perubahan”.
Hua Zi ‘Feng Wei, kumohon padamu,
jangan menghilang… kau sudah memberiku harapan, jangan sekejam itu merampas
kembali harapan itu… Feng Wei, kembalilah, kumohon padamu…’ “Fu Qin… Fu Qin…”
terdengar panggilan dari cincin Hua Zi. Hua Zi segera mengerahkan sihir,
membuka cermin pada cincin “Fu Qin, apa terjadi sesuatu disana ?” Hua Zi
mengkerutkan kening “ada apa ?” Ling Ling “Si Hai Ba Huang disinari cahaya
perlangi yang terang benderang” Hua Zi tersenyum, mengarahkan cermin ke
fenomena di langit “Zuan Bao Shi Dao muncul di langit Yu Zhou Da Lu” Ling Ling
berbinar “apa ini berarti Niang Qin akan kembali ?” Hua Zi tersenyum manis
“Feng Wei akan kembali, aku yakin Feng Wei-ku akan kembali… Feng Wei tidak akan
tega meninggalkanku…” Ling Ling bersorak “yey… Niang Qin kembali… Fu Qin, aku
akan ke Yu Zhou Da Lu” Hua Zi menggeleng “jangan sekarang…” Jin Cheng “Fu Qin,
kami menunggu kabarmu…” Hua Zi mengangguk dan mengakhiri komunikasi.
Fenomena terjadi selama 7 hari, cahaya
yang menyinarinya berubah sesuai dengan urutan warna pelangi. Saat semua
memupuk harapan, fenomena menghilang, terjadi getaran hebat di Yu Zhou Da Lu.
Long Jin Shan “ada apa ini ?” Feng Huo Huang “Jin Shan, ini…” Long Jin Shan
melihat Feng Huo Huang “ke Bing Yu Hai…” keenamnya segera ke Bing Yu Hai. Di
atas Bing Yu Hai terlihat langit yang menggelap “ada apa ini ? Feng Wei…” petir
turun satu persatu menghantam permata berlian di tengah Bing Yu Hai. Long Jin
Shan “ini tidak mungkin…” Feng Huo Huang “bagaimana ini ? kalau tempat ini
hancur…” Hua Zi cemas “apa yang terjadi ?” Long Jin Shan “Di Jun, apa Huo Feng
pernah memberitahumu inti keberadaan Bing Yu Hai ?” Hua Zi mengangguk. Feng Huo
Huang “seharusnya tidak ada apapun yang bisa menyerang Bing Yu Hai… takutnya petir-petir
ini datang untuk menghancurkan Bing Yu Hai, jika seperti itu…” Qing Yun
“kehancuran alam semesta…” Hua Zi menggeleng “tidak akan, Feng Wei tidak akan
membiarkan itu terjadi…”.
Feng Huo Huang “sudah sampai disini,
kita tidak dapat berbuat apapun !” Hua Zi “aku ingin ke Zuan Bao Shi Dao… aku
memiliki api abadi dan batu ini, walaupun hanya sekejab, aku ingin melihatnya”
__ADS_1
Long Jin Shan “baiklah… apa kau sudah tahu cara menggunakannya ?” Hua Zi
menggeleng “aku sudah bisa merasakannya !” Feng Huo Huang “Qing Yun, Mei Shang,
Hao Lun, kalian berjaga disini… segera laporkan perubahan apapun yang terjadi…
10 jenderal menjaga ketertiban…” setelah meninggalkan pesan, ketiganya ke Zuan
Bao Shi Dao.
Di Zuan Bao Shi Dao, mereka menemukan
kondisi mencekam. 9 matahari yang bersinar terang menyinari permata berlian.
Ada lubang merah yang besar, meteor turun menghantam permata berlian dan hancur
dimana-mana. Petir berkekuatan mega petir dengan 6 warna pelangi pun terus
menghantam permata berlian pelangi. Saat mereka tiba, Budha dan Dewi Kwam In
pun sudah berada di angkasa. Budha memberikan jiejue untuk mereka “Budha, ada
apa ini ?” Budha menggeleng “kalian tidak bisa lama, jiejue ini hanya bertahan
15 menit… hanya ada 2 kemungkinan, semesta akan ikut hancur bersama Shen Zhu
atau terlahirnya Supreme Emperor” Feng Huo Huang “kenapa semua ini sampai
menyerang kesini juga !”
Hua Zi “aku ingin menemaninya, hancur
ataupun terlahir kembali, aku ingin menemaninya !” Long Jin Shan “Di Jun, anda
jangan keras kepala…” Budha “tidak apa, Shao Yang berada disini juga bisa
mengamati yang terjadi pada permata berlian. Jika benar adalah kehancuran
semesta, maka tempat ini yang akan hancur terlebih dahulu.” Feng Huo Huang
“tapi bagaimana Di Jun bisa bertahan disini ?” Budha mengamati “berikan Shao
Yang 1 tingkat energi masing-masing, akan memicu api abadi dalam tubuhnya.
Apapun yang terjadi, pelindung emas dan api abadi Shen Zhu akan melindunginya.
Shao Yang, walaupun ada api abadi, kau paling dekat juga hanya bisa bertahan
500 meter dari kaki gunung” Hua Zi “tidak masalah…” Budha mengangguk, bersama
memberikan masing-masing 1 tingkat energi pada tubuh Hua Zi.
Budha “Shao Yang, jangan memaksakan
situasi disini… jika sudah sampai mempengaruhi semesta, maka akan ada kekacauan
dimana-mana…” Hua Zi “mengerti…” semua pergi meninggalkan Hua Zi sendiri. Hua
Zi “Feng Wei, aku menemanimu… apapun yang terjadi, aku tidak akan
meninggalkanmu… aku percaya Feng Wei-ku akan mengatasi semuanya… Feng Wei akan
kembali dan mencerahkan semesta ini… Feng Wei, Hua Zi gege menunggumu… tidak
peduli berapa lamapun, aku akan disini menunggumu…”.
Hua Zi melihat satu persatu mega petir
dan meteor yang menghantam permata berlian. Permata berlian tetap berdiri kokoh
di tempatnya, memancarkan cahaya pelangi yang cemerlang. Serpihan-serpihan
meteor yang hancur beterbangan dan mendarat dimana-mana. Hua Zi memanfaatkan
giok untuk mendekat ke kaki gunung. Hua Zi tetap berlatih dan mencoba mengeluarkan
kekuatan api abadi dari dalam tubuhnya. Berkat pelindung emas, api abadi, dan
energi yang diberikan padanya, Hua Zi berhasil mendekat hingga ke kaki gunung.
Bulan
demi bulan berlalu, tahun pun berganti, petir dan meteor tidak berhenti
menghantam permata berlian. Zuan Bao Shi Dao hancur berantakan, dimana-mana ada
bongkahan meteor. Walaupun demikian, permata berlian pelangi masih belum
tergoyahkan sama sekali, bahkan cahayanya semakin terang. Hua Zi hampir tidak
dapat melihat permata berlian karena ketutupan bongkahan meteor. Hua Zi mulai
kehilangan harapan, sudah hampir 2 tahun dia mengawasi situasi tanpa perubahan.
Sedangkan di Yu Zhou Da Lu, beberapa
wilayah sudah mulai terdampak. Bing Yu Hai mulai hancur, membuat semua warga
menyimpan ketakutan. Di bawah pantauan kedua Zun Wang, 3 asisten dan 10
jenderal besar, tidak ada yang berani berbuat onar. Ada sedikit pemberontakan
langsung dihancurkan. 3 asisten memastikan ketertiban di Yu Zhou Da Lu,
__ADS_1
sementara ke 10 jenderal menindak.
Di hari ke – 777, terdapat perubahan
warna pada petir yang menghantam. Sekarang ada 7 warna petir dengan kekuatan
yang lebih besar dari sebelumnya. Hua Zi dan kedua Zun Wang yang melihat ini
mulai memiliki harapan. “Lihat warna petir, sekarang ada 7” Feng Huo Huang
menginfokan. “Jin Shan, Huo Huang, apa ini berarti…” Hua Zi antusias dengan
sedikit senyuman di bibirnya. Kedua Zun Wang mengangguk, Long Jin Shan
melanjutkan “semoga Di Jun, semoga. Kita hanya bisa menunggu. Semoga sesuai harapan.”
Hua Zi menimpali sambil tersenyum dengan mata berkaca-kaca “pasti, itu pasti
Feng Wei, dia akan kembali. Dia tidak akan tega meninggalkanku. Dia akan
kembali.”
Mulai dari saat itu, mereka semakin
bersemangat menunggu kembalinya Feng Wei. Perubahan cuaca semakin ekstrim tiap
harinya. Bing Yu Hai pun mengeluarkan cahaya lemah yang berubah-ubah setiap
harinya. Di Zuan Bao Shi Dao, mereka bisa melihat petir terus menghantam giok
pelangi. Semua sisi Bing Yu Hai sudah hancur, pilar kristal sudah berserakan.
Tubuh aura sudah berubah menjadi bola aura terkunci didalam pecahan pilar
Kristal salju.
Langit
di atas Bing Yu Hai berubah gelap dan menampilkan lorong hitam yang meluncurkan
petir 7 warna dan meteor. Tiap petir menghantam membuat Yu Zhou Da Lu bergetar.
Pada saat meteor menghantam, tanah bergejolak, keretakan dimana-mana. Banyak
kerusakaan yang terjadi walaupun ada perlindungan kedua Zun Wang. Para jenderal
pun bergantian menyalurkan tenaga mempertahankan pelindung.
Sejak
saat petir berubah 7 warna, petir yang semula berubah menjadi mega petir lebih
hebat tiap harinya. Suaranya memekakkan telinga. Kerusakan Yu Zhou Da Lu makin
parah. Kedua Zun Wang sudah memindahkan penduduk ke tempat terjauh dari Bing Yu
Hai. Sementara Hua Zi di Zuan Bao Shi Dao pun semakin cemas, hantaman petir dan
meteor semakin banyak tiap harinya. Tanah tidak berhenti bergetar, gunung salju
abadi sudah hampir rata oleh bongkahan-bongkahan meteor. Permata berlian
pelangi, sudah mulai tenggelam ketutupan bongkahan meteor.
Mereka
semua memantau dan berharap dalam kecemasan. Tidak ada tanda-tanda perubahan
situasi, sementara kerusakan semakin parah tiap harinya. Situasi ini sudah
berlangsung hampir 1.000 hari. Selain itu, energi mereka semua sudah banyak
terkuras, termasuk Hua Zi yang terus mempertahankan diri berada di Zuan Bao Shi
Dao. Kedua Zun Wang yang melihat tanda-tanda kehancuran di Yu Zhou Da Lu mulai
kehilangan harapan. Kedua Zun Wang menatap giok pelangi di Bing Yu Hai dari
kejauhan ‘Huo Feng, jika ini benar rintangan terakhirmu, cepatlah kembali.
Lebih lama lagi maka semua akan hancur’.
Tepat
1.000 hari, selain petir pelangi yang menyambar giok pelangi, ada petir-petir
kecil yang menyambar hampir seluruh Zuan Bao Shi Dao dan Bing Yu Hai.
Petir-petir kecil itu menghancurkan bongkahan meteor menjadi serpihan. Langit
semakin lama semakin cerah. Lubang hitam semakin lama semakin mengecil. Mega
petir pelangi yang turunpun semakin berkurang.
Perlahan
giok pelangi memancarkan cahaya, membuat aurora pelangi yang indah di langit.
Mega petir berhenti seiring dengan pergantian hari. Kedua Zun Wang, 3 asisten
dan para jenderal menatap perubahan kondisi dengan mata penuh syukur. Mereka
berharap semua kejadian mencekam itu betul-betul sudah berhenti. Para jenderal
__ADS_1
sudah tidak sanggup bertahan lebih lama lagi.