
Kekuatan terkuat di Si
Hai Ba Huang adalah Dong Hua, menjadikannya lawan terkuat Qing Cang. Di benak
Qing Cang tersimpan sedikit ketakutan, tidak mampu mengalahkan Dong Hua. Hal
ini yang membuatnya memakai kebencian Su Jing dan Zhi He mencelakai Bai Feng
Jiu. Tujuannya adalah untuk mengacaukan konsentrasi Dong Hua Di Jun. Tidak
pernah menyangka, setelah mengetahui wanitanya diserang, malah membuat Dong Hua
mengerahkan semua kemampuannya untuk membinasakannya.
Setelah merasakan kekuatan Qing Cang, Dong Hua perlahan
menyadari Qing Cang yang merupakan rintangannya ‘Xiao Bai, takutnya aku tidak
bisa pulang lagi… Xiao Bai, aku merindukanmu…’. Kilatan-kilatan cahaya terjadi
di Ruo Shui He Phan. Seiring dengan pertarungan mereka, petir menyambar
dimana-mana, 9 alam langit jatuh. Mo Yuan, Sou Wan, Ye Hua, Bai Qian, Lian
Song, dan Zu Zhe dari Jiu Jong Tian bersama-sama ke Ruo Shui He Phan “9 alam
jatuh, ada apa ini ? Shan Shen mana yang akan yuhua ?” Zhe Yan dan Bai Chen
dari Shi Li Tao Ling, Bai Ce dan Bai Yi dari Qing Qiu, Meng Hao dan Mu Rong
mendatangi Ruo Shui He Phan. Saat mereka sampai, melihat Dong Hua dan Qing Chan
yang sama-sama terluka parah.
Dong Hua mengerahkan semua kekuatannya yang telah
didapatkannya berkat latihan bersama Feng Jiu selama ini. Qing Cang “Dong Hua
Di Jun, tidak baikkah bersama denganku menguasai Si Hai Ba Huang ? kenapa kau
harus mengorbankan dirimu sendiri ? apa kau sudah tidak memikirkan xiao di
houmu ?” Dong Hua “Qing Cang, jika hari ini aku tidak memusnahkanmu, maka aku
bersalah pada Xiao Bai. Xiao Bai-ku akan selalu mendukung tiap langkahku” Qing
Cang “hahaha apa kau tidak takut, xiao di houmu itu akan dimiliki pria lain
saat kau tidak ada” Dong Hua tersenyum “Qing Cang, jika itu adalah wanitamu
maka kau sudah pasti ditinggalkan. Tapi beda dengan Xiao Baiku, berbeda dengan
semua wanita yang pernah ada. Xiao Bai hanya akan menjadi milikku di kehidupan
manapun” Qing Cang mencibir “setelah membunuhmu, aku akan mencicipi Xiao Baimu
itu…” mendengar kata-kata Qing Cang, emosi Dong Hua naik, tubuhnya diselimuti
aura kekuatan bercahaya ungu yang sangat kuat, pedang Cang He pun bersinar
terang.
Mendapat latihan dari Feng Jiu, kekuatan Dong Hua berada
setingkat diatas Qing Cang. Disaat Qing Cang goyah, Dong Hua segera menusukkan
pedang Cang He pada dada Qing Cang “hahaha… Dong Hua Di Jun, kau kira begini
sudah bisa memusnahkan…” belum selesai kata-kata Qing Cang, sebuah kilatan
merah, menebas lehernya. Kepala Qing Cang beterbangan di angkasa “siapa kau ?”
Feng Jiu sudah tiba di sisi Dong Hua, memegang pedang Hong Liu Yu “Xiao Bai,
kau sudah datang… apa yang terjadi padamu ?” Dong Hua melihat pakaian Feng Jiu
yang penuh darah. Qing Cang tertawa terbahak-bahak “hahaha ternyata ini adalah
Di Hou hahaha… hari ini yang mulia akan mengantar kalian berdua musnah
bersama”.
__ADS_1
Feng Jiu tidak mempedulikan lukanya, mengangkat pedang
menunjuk Qing Cang, nyengir “Qing Cang, iblis yang sombong akan lebih cepat
binasa…” Qing Cang tertawa terbahak-bahak “hanya berdasar kekuatan Shan Shen-mu
itu hahaha…” Feng Jiu menatap Dong Hua “ingat ilmu yang kuajarkan padamu ?”
Dong Hua mengangguk, Feng Jiu tersenyum. Dong Hua mencabut pedang Cang He dari
tubuh Qing Cang. Kepala Qing Cang kembali ke tubuhnya tapi tidak bisa menyatu.
Qing Cang berusaha menyatukan tubuh dan kepalanya, tapi selalu terkendala,
terlihat percikan api dari luka di leher dan dadanya. Dong Hua dan Feng Jiu menarikan
ilmu pedang bersama, tampak pedang Cang He dan pedang Hong Liu Yu yang perlahan
menyatu. Dong Hua memeluk Feng Jiu, bersama memegang pedang yang menyatu,
seperti di Fan Yin Gu “sekarang…” terdengar suara Feng Jiu. keduanya bergerak
seirama, membuat gelombang kekuatan yang dasyat menembus tubuh Qing Cang. Tubuh
Qing Cang terbakar dan musnah tak bersisa.
Setelah menyaksikan Qing Cang musnah, tubuh Feng Jiu
lunglai dan terjatuh. Dong Hua segera memeluknya dan turun ke tanah “Xiao Bai,
bagaimana denganmu ?” Feng Jiu muntah darah dan menggeleng “tidak masalah…”
Dong Hua mengangkat tangan Feng Jiu, mengerahkan sihir pada Ban Xin Liu Li Jie
dan cincin di jarinya, kemudian menarik sesuatu dari dada keduanya. Feng Jiu
tersenyum “Dong Hua…” Dong Hua tersenyum mencium kening Feng Jiu “Xiao Bai,
kita akan bertemu dan bersama kembali…”. Sihir penyatuan membentuk cahaya merah
keemasan membungkus cahaya ungu didalamnya. Feng Jiu tersenyum lembut “Dong
menghilang dalam cahaya merah keemasan. Dong Hua meneteskan air mata “Xiao Bai,
aku juga mencintaimu… tunggu aku, aku akan menemukanmu kembali…” muntah darah
dan terjatuh, menghilang dalam cahaya ungu, diikuti oleh cahaya yang bersatu.
Kedua pedang yang sebelumnya menyatu sudah terpisah dan tergeletak di tempat
kedua pemiliknya yang yuhua.
Bai Qian menangis tersedu-sedu “Xiao Jiu… Xiao Jiu…” Sou
Wan pun menitikkan air mata “yuhua… Xiao Jiu dan Dong Hua yuhua… Mo Yuan,
bagaimana bisa seperti ini ! bukankah kekuatan Xiao Jiu sangat hebat ?” Mo Yuan
“Wan Wan, kau lihat tadi penampilan Xiao Jiu ! dia sudah terluka sebelum
kemari. Mereka mengerahkan seluruh kemampuan untuk melawan Qing Cang.” Ye Hua
“Qian Qian, maaf… Qng Cang harusnya adalah rintanganku dan da ge, maaf…” Lian
Song “tidak menyangka, terakhir mereka tetap yuhua bersama…” Bai Chen “bagaimana
Xiao Jiu bisa terluka ?” Mo Yuan “Qing Cang mengirim seseorang ke Tai Chen gong
mencelakai Xiao Jiu. sekarang Tai Chen gong masih berada dalam jiejue Xiao Jiu”
Bai Yi “Gun Gun – Ling Ling” bersama kembali ke Jiu Jong Tian. Seiring dengan
perbincangan mereka, turun hujan fengwei hua dan fuling hua di seluruh Si Hai
Ba Huang.
Gun Gun dan Ling Ling berusaha keluar dari jiejue, tapi
sekuat apapun mereka mencoba tetap tidak berhasil menghancurkan jiejue. Bai Ce
memberi perintah “Gun Gun – Ling Ling hentikan. Redam energi kalian, jangan
__ADS_1
memberi perlawanan, jangan ada yang mengeluarkan energi, keluar satu persatu”
Gun Gun dan Ling Ling segera keluar dari jiejue, diikuti Chong Lin, akhirnya
jiejue hancur “tai lao ye, Niang Qin mana ? mana Fu Qin – Niang Qin ?” Ling
Ling melihat kedua pedang yang dibawa Lian Song “Lian Song shushu, kenapa kau
membawa pedang Fu Qin – Niang Qin ? mana Fu Qin – Niang Qin ?” semua memandang
tidak tega pada kedua anak. Perlahan mereka menceritakan hal yang terjadi pada
kedua anak.
Dalam
sekejab, Gun Gun dan Ling Ling yang masih kecil kehilangan kedua orang tua
mereka. Dengan bantuan keluarga Bai, Gun Gun merawat Ling Ling, menggantikan
sosok ayah dan ibu untuk Ling Ling. Gun Gun membawa Ling Ling berguru ke Mo
Yuan. Semua sangat menyukai Gun Gun yang seperti Dong Hua dan Ling Ling yang
seperti Feng Jiu. Ling Ling melihat semua yang memiliki orang tua, sering
menangis tersedu-sedu pada Gun Gun. Gun Gun tidak menutupi apapun pada Ling
Ling, menceritakan segala yang diketahuinya. Ling Ling dari kecil sudah
mempelajari sejarah prasejarah kepahlawanan Dong Hua Di Jun dan Bai Feng Jiu.
Gun Gun dan Ling Ling menjadikan kedua orang mereka sebagai panutan. Walaupun
masih kecil, mereka sudah memiliki status yang tinggi, selain sebagai pewaris
Tai Chen gong, mereka juga adalah keturunan rubah berekor sembilan, pewaris
Qing Qiu. Qing Qiu mempunyai 3 pewaris, Asiang rubah abu berekor sembilan, Gun
Gun rubah perak berekor sembilan, dan Ling Ling rubah emas berekor sembilan.
Dari kecil, mereka sudah ditempa oleh berbagai guru. Semua hal ini, mereka
sendiri yang menginginkannya, ingin menggantikan ayah ibu mereka menjaga Si Hai
Ba Huang. Di usia Gun Gun 18.000 tahun berhasil menjadi dewa Shan Shen termuda
sepanjang sejarah. Ling Ling menjadi dewi Shan Shen termuda di usia 21.000
tahun setelah Bai Feng Jiu. Pencapaian mereka membuat heboh Si Hai Ba Huang,
bahkan Ali dan Asiang pun tidak dapat menyamai mereka. Gun Gun dan Ling Ling
menerima semua rintangan mereka sendiri, walaupun sangat gigih tapi mereka
selalu ada untuk satu sama lain.
Bai Ce menobatkan Ling Ling menjadi Qing Qiu Nu Jun di usia
28.000 tahun, sementara Gun Gun mengurus Tai Chen gong. Hal yang paling mereka
senangi adalah ketika berkumpul bersama di perpustakaan Tai Chen gong. Ling
Ling paling suka melihat lukisan-lukisan Dong Hua, mengenal orang tuanya dari
lukisan-lukisan itu. Gun Gun pun menceritakan kisah masing-masing lukisan,
sesuai dengan yang pernah diceritakan Dong Hua padanya. Di usia mereka yang
masih sangat muda, sudah banyak surat perjodohan yang dikirim ke istana Tai
Chen dan Qing Qiu. Kedua kakak beradik ini tidak pernah menggubris satupun
surat, bagi mereka jodoh akan datang dengan sendiri. Mereka ingin seperti kedua
orang tuanya, mendapat pasangan yang benar-benar belahan jiwa mereka, saling mencintai
selamanya. Disaat keluarga mendesak, keduanya akan melarikan diri pergi bermain
bersama.
__ADS_1