
Yang Guang memacu kuda masuk
ke istana “die, aku akan berada di Akademi Kerajaan selama 10 hari.” “Yang
Guang, kau sengaja kemari untuk membangunkan macan tidur !” Yang Guang
mengangguk “jika terlalu sempurna, mereka akan lebih susah dijangkau…” Sang
Raja menggeleng “jangan sampai terluka…” Yang Guang “die, dari kecil, tubuhku
sudah terluka tak terhitung jumlahnya… masalah kecil seperti ini hanya makanan
ringan buatku…” Sang Raja menunduk sedih “die tidak baik, tidak melindungimu
dengan baik, malah tumbuh dengan penuh luka. Yang Guang, maafkan die” Yang
Guang menghela nafas “untuk apa bicara seperti ini ? toh sudah berlalu !”
Sang Raja “Yang Guang… sudah hampir setahun, kau bahkan
hampir menyelesaikan semua masalah di istana. Apakah kau…” Yang Guang
menggeleng “tidak tertarik, aku tidak berubah, aku hanya menyukai kebebasanku…”
Permaisuri “Yang Guang, niang memiliki permintaan kecil untukmu !” Yang Guang
menunggu “Yang Guang, setelah semua masalah ini beres, sebelum kau pergi,,
bisakah memakai baju Putri sekali ?” Yang Guang nampak berfikir dan mengangguk
“baik, hari juga sudah gelap, aku ke Akademi Kerajaan” Sang Raja melihat
punggung Yang Guang yang menjauh “andaikan kau lahir bukan sebagai Putri Raja…”.
Permaisuri “tidak perlu menyesali apapun… diusianya yang 16 tahun sudah
mencapai begitu banyak prestasi, aku bangga padanya… berharap setelah
memperoleh kebebasan, Yang Guang bisa lebih bahagia” Raja “Rui er, anggaplah
aku egois, aku menginginkannya menjadi Ratu…” Permaisuri menggeleng “rajaku,
kau tidak akan dapat melawannya…” Raja menghela nafas.
Yang Guang keluar istana, memacu kuda dengan santai kearah
Akademi Kerajaan. Dari segala sisi, sudah ada para pembunuh berpakaian hitam.
Begitu memasuki jalanan sempit, para pembunuh segera menyerang Yang Guang.
Suara pertarungan Yang Guang dan para pembunuh terdengar ke telinga masyarakat
yang berjalan di daerah sana. Beberapa diantaranya mencari asal suara. Yang
Guang memiliki ilmu bela diri yang tinggi, dengan mudah melawan para pembunuh.
Di tengah pertarungan, seorang anak kecil yang menganggap pertarungan mereka
sebagai permainan, berlari ke tengah pertarungan membuat Yang Guang terkejut.
Di saat menyelamatkan anak kecil, akhirnya yang terkena sabetan pedang pembunuh
dan sebuah pukulan ke punggungnya. Yang Guang membawa anak kecil ke tempat aman
“jaga dia, jangan sampai terlepas lagi…” orang tua anak kecil mengangguk. Yang
Guang kembali ke pertarungan, dalam sekejab membereskan semua pembunuh.
Para
prajurit segera berdatangan membantunya “Da Ren… anda baik-baik saja ?” Yang
__ADS_1
Guang “bawa mereka dan interogasi… laporkan padaku di Akademi Kerajaan” “baik
Da Ren…” para prajurit mematuhi perintah Yang Guang. Yang Guang kembali
menunggangi Fei Jiao dan kembali ke Akademi Kerajaan “Yang er, ada apa denganmu
?” melihat baju kotor dan ada noda darah “berolahraga…” Yang Guang tersenyum
santai. Shui Lan segera menariknya “haih… kenapa kau tidak tahu menjaga diri
sendiri !” dengan kesal. Dian Lan “berhenti ! Yang er, buka lengan bajumu…”
Yang Guang pun membukanya, terdapat luka menganga berwarna hitam “racun… Shui
Lan, cepatlah… Yang er, minum ini…” memberikan sebuah pil.
Yang
Guang hanya duduk diam melihat teman-temannya mengobatinya, karena lukanya
hanya di lengan. Jing Guang “apa kau tidak merasa sakit ?” Yang Guang yang
sedang melamun, tidak merasakan sakitnya, tapi wajahnya memucat “ini racun
penghancur tulang, untungnya masih bisa dinetralisir… Yang er, beberapa hari
ini tubuhmu akan terasa sakit… ini minumlah sehari sekali, dalam 5 hari
racunnya akan hilang semua” Shui Lan menjelaskan. “terima kasih…” Yang Guang
datar. Ye Xing “apa yang kau fikirkan ? masih ada luka lain ?” Yang Guang
menggeleng “ilmu yang dipakai mereka bukan dari daerah sini ! mungkin kita ada
melewatkan sesuatu…” Huang Guang “itukah sebabnya kau tidak merasakan sakitmu
?”
Lan “Yang er, kau harus lebih memperhatikan tubuhmu… bukan hanya tubuhmu yang
kecil seperti seorang gadis, bahkan kulitmu, lebih halus dari lengan wanita.
Sangat sayang tubuhmu yang sehalus ini memiliki banyak bekas luka !” Yang Guang
“makanya jangan melihat tubuhku… tubuh kalian mulus, tubuhku hmm…” Huang Guang
“bagaimana kalau mencari tabib untuk menghilangkan bekas luka sekalian menghilangkan
traumamu…” Yang Guang “tidak perlu, aku tidak mau ada yang menyentuh tubuhku…
nanti akan semakin banyak rumor… wah Yang Guang Da Ren ternyata tidak sempurna…
banyak bekas luka ditubuhnya… ih, menurunkan pesonaku saja cih…” kata-katanya
membuat semua cekikikan.
Jing
Guang “wah wah Yang Guang Da Ren, ternyata juga suka dielu-elukan !” Yang Guang
“tidak suka, tapi aku suka menjadi pemuda tampan nomor 1 mengalahkan kalian
hahaha…” Shui Lan “eh ralat, kalian yang pemuda, kami pemudi tercantik…” Yang
Guang mencibir “cih, walau kau memakai pakaian putri, pesonaku tetap nomor 1”
Dian Lan “iya iya, pesona Yang Guang Da Ren tiada banding…” Ye Xing
“beristirahatlah… besok kita akan melihat para pembunuh itu” Yang Guang
menggeleng “harusnya, mereka semua sudah mati malam ini…” Lu Teng “apa yang
__ADS_1
kita lewatkan ?” Yang Guang memegang kepalanya yang mulai terasa pusing,
menggeleng “Yang er, beristirahatlah…” Yang Guang mengangguk dan meninggalkan
lainnya.
Efek
racun dan luka pukulan di punggungnya mulai bekerja. Yang Guang jatuh tidak
sadarkan diri disaat menutup pintu kamarnya. Hua Zi segera memapah “Feng Wei…”
menggendongnya ke ranjang. Hua Zi membuka baju Feng Wei, dipunggungnya sebuah
tanda telapak yang berwarna merah terlihat. Hua Zi segera menyelimuti Yang
Guang dan memanggil Zhe Yan “periksa, berikan penawar racun…” Zhe Yan segera
memeriksa, menghela nafas “tidak di alam dewa tidak di alam fana, dia selalu
saja menutupi lukanya” Hua Zi “tubuhnya sudah tidak sanggup ?” Zhe Yan
mengangguk “terlalu banyak luka pada tubuhnya, tidak dirawat dengan baik…” Hua
Zi “sudah 5 tahun, demi menyembunyikan identitasnya, semua luka itu dirawat
asal-asalan.” Zhe Yan “sudahlah, ini juga sesuai dengan tujuannya di alam fana…
berikan ini padanya, lukanya ini harus dirawat serius, jika tidak, bisa
menghancurkan jantungnya. Obat ini dapat membantu menahannya beberapa tahun”
Hua Zi mengangguk.
Hua
Zi mengobati Yang Guang “Feng Wei, 1 kultivasi sudah semenderita ini, masih 6 lagi
menunggu. Kau sanggup bertahan, akulah yang tidak sanggup melihat semua
peneritaanmu” tidur memeluknya. Yang Guang terbangun keesokan harinya “ah
tubuhku sakit semua…” “Feng Wei, masih sakit, ini hari istirahatlah !” Hua Zi
duduk di sampingnya. Yang Guang menggeleng “Hua Zi gege sudah membantuku
mengobatinya, aku tidak apa-apa ! jika aku tidak muncul hari ini, entah 7 anak
nakal itu akan khawatir seperti apa ! belum lagi para pelajar dan musuh !”
Hua
Zi cemberut “tidak bisakah kau lebih memperhatikan dirimu sendiri ?” Yang Guang
memegang tangan Hua Zi “Hua Zi gege, setelah menyelesaikan semua disini dan
mendapatkan kebebasanku… aku akan memperhatikan diriku…” Hua Zi “Feng Wei,
setelah semua ini, aku akan menikahimu menggunakan adat disini !” Yang Guang terkejut
hingga tidak bersuara, Hua Zi mencium bibirnya “Feng Wei, jangan menolakku…”
Yang Guang mendapatkan kembali kesadarannya “Hua Zi gege, aku ini mencari
kebebasan bukannya malah masuk ke kungkungan lainnya” Hua Zi “Feng Wei, apapun
yang ingin kau lakukan, terserah padamu, aku akan selalu menemanimu kemanapun
!” Yang Guang menghela nafas “apa aku bisa menolaknya ?” Hua Zi menggeleng
“tidak bisa istriku tercinta…” mengecup kening Yang Guang.
__ADS_1