Return Of God Emperor

Return Of God Emperor
Bab 158 - Serangan dadakan


__ADS_3

Yang Guang memacu kuda masuk


ke istana “die, aku akan berada di Akademi Kerajaan selama 10 hari.” “Yang


Guang, kau sengaja kemari untuk membangunkan macan tidur !” Yang Guang


mengangguk “jika terlalu sempurna, mereka akan lebih susah dijangkau…” Sang


Raja menggeleng “jangan sampai terluka…” Yang Guang “die, dari kecil, tubuhku


sudah terluka tak terhitung jumlahnya… masalah kecil seperti ini hanya makanan


ringan buatku…” Sang Raja menunduk sedih “die tidak baik, tidak melindungimu


dengan baik, malah tumbuh dengan penuh luka. Yang Guang, maafkan die” Yang


Guang menghela nafas “untuk apa bicara seperti ini ? toh sudah berlalu !”


          Sang Raja “Yang Guang… sudah hampir setahun, kau bahkan


hampir menyelesaikan semua masalah di istana. Apakah kau…” Yang Guang


menggeleng “tidak tertarik, aku tidak berubah, aku hanya menyukai kebebasanku…”


Permaisuri “Yang Guang, niang memiliki permintaan kecil untukmu !” Yang Guang


menunggu “Yang Guang, setelah semua masalah ini beres, sebelum kau pergi,,


bisakah memakai baju Putri sekali ?” Yang Guang nampak berfikir dan mengangguk


“baik, hari juga sudah gelap, aku ke Akademi Kerajaan” Sang Raja melihat


punggung Yang Guang yang menjauh “andaikan kau lahir bukan sebagai Putri Raja…”.


Permaisuri “tidak perlu menyesali apapun… diusianya yang 16 tahun sudah


mencapai begitu banyak prestasi, aku bangga padanya… berharap setelah


memperoleh kebebasan, Yang Guang bisa lebih bahagia” Raja “Rui er, anggaplah


aku egois, aku menginginkannya menjadi Ratu…” Permaisuri menggeleng “rajaku,


kau tidak akan dapat melawannya…” Raja menghela nafas.


          Yang Guang keluar istana, memacu kuda dengan santai kearah


Akademi Kerajaan. Dari segala sisi, sudah ada para pembunuh berpakaian hitam.


Begitu memasuki jalanan sempit, para pembunuh segera menyerang Yang Guang.


Suara pertarungan Yang Guang dan para pembunuh terdengar ke telinga masyarakat


yang berjalan di daerah sana. Beberapa diantaranya mencari asal suara. Yang


Guang memiliki ilmu bela diri yang tinggi, dengan mudah melawan para pembunuh.


Di tengah pertarungan, seorang anak kecil yang menganggap pertarungan mereka


sebagai permainan, berlari ke tengah pertarungan membuat Yang Guang terkejut.


Di saat menyelamatkan anak kecil, akhirnya yang terkena sabetan pedang pembunuh


dan sebuah pukulan ke punggungnya. Yang Guang membawa anak kecil ke tempat aman


“jaga dia, jangan sampai terlepas lagi…” orang tua anak kecil mengangguk. Yang


Guang kembali ke pertarungan, dalam sekejab membereskan semua pembunuh.


Para


prajurit segera berdatangan membantunya “Da Ren… anda baik-baik saja ?” Yang

__ADS_1


Guang “bawa mereka dan interogasi… laporkan padaku di Akademi Kerajaan” “baik


Da Ren…” para prajurit mematuhi perintah Yang Guang. Yang Guang kembali


menunggangi Fei Jiao dan kembali ke Akademi Kerajaan “Yang er, ada apa denganmu


?” melihat baju kotor dan ada noda darah “berolahraga…” Yang Guang tersenyum


santai. Shui Lan segera menariknya “haih… kenapa kau tidak tahu menjaga diri


sendiri !” dengan kesal. Dian Lan “berhenti ! Yang er, buka lengan bajumu…”


Yang Guang pun membukanya, terdapat luka menganga berwarna hitam “racun… Shui


Lan, cepatlah… Yang er, minum ini…” memberikan sebuah pil.


Yang


Guang hanya duduk diam melihat teman-temannya mengobatinya, karena lukanya


hanya di lengan. Jing Guang “apa kau tidak merasa sakit ?” Yang Guang yang


sedang melamun, tidak merasakan sakitnya, tapi wajahnya memucat “ini racun


penghancur tulang, untungnya masih bisa dinetralisir… Yang er, beberapa hari


ini tubuhmu akan terasa sakit… ini minumlah sehari sekali, dalam 5 hari


racunnya akan hilang semua” Shui Lan menjelaskan. “terima kasih…” Yang Guang


datar. Ye Xing “apa yang kau fikirkan ? masih ada luka lain ?” Yang Guang


menggeleng “ilmu yang dipakai mereka bukan dari daerah sini ! mungkin kita ada


melewatkan sesuatu…” Huang Guang “itukah sebabnya kau tidak merasakan sakitmu


?”


Lan “Yang er, kau harus lebih memperhatikan tubuhmu… bukan hanya tubuhmu yang


kecil seperti seorang gadis, bahkan kulitmu, lebih halus dari lengan wanita.


Sangat sayang tubuhmu yang sehalus ini memiliki banyak bekas luka !” Yang Guang


“makanya jangan melihat tubuhku… tubuh kalian mulus, tubuhku hmm…” Huang Guang


“bagaimana kalau mencari tabib untuk menghilangkan bekas luka sekalian menghilangkan


traumamu…” Yang Guang “tidak perlu, aku tidak mau ada yang menyentuh tubuhku…


nanti akan semakin banyak rumor… wah Yang Guang Da Ren ternyata tidak sempurna…


banyak bekas luka ditubuhnya… ih, menurunkan pesonaku saja cih…” kata-katanya


membuat semua cekikikan.


Jing


Guang “wah wah Yang Guang Da Ren, ternyata juga suka dielu-elukan !” Yang Guang


“tidak suka, tapi aku suka menjadi pemuda tampan nomor 1 mengalahkan kalian


hahaha…” Shui Lan “eh ralat, kalian yang pemuda, kami pemudi tercantik…” Yang


Guang mencibir “cih, walau kau memakai pakaian putri, pesonaku tetap nomor 1”


Dian Lan “iya iya, pesona Yang Guang Da Ren tiada banding…” Ye Xing


“beristirahatlah… besok kita akan melihat para pembunuh itu” Yang Guang


menggeleng “harusnya, mereka semua sudah mati malam ini…” Lu Teng “apa yang

__ADS_1


kita lewatkan ?” Yang Guang memegang kepalanya yang mulai terasa pusing,


menggeleng “Yang er, beristirahatlah…” Yang Guang mengangguk dan meninggalkan


lainnya.


Efek


racun dan luka pukulan di punggungnya mulai bekerja. Yang Guang jatuh tidak


sadarkan diri disaat menutup pintu kamarnya. Hua Zi segera memapah “Feng Wei…”


menggendongnya ke ranjang. Hua Zi membuka baju Feng Wei, dipunggungnya sebuah


tanda telapak yang berwarna merah terlihat. Hua Zi segera menyelimuti Yang


Guang dan memanggil Zhe Yan “periksa, berikan penawar racun…” Zhe Yan segera


memeriksa, menghela nafas “tidak di alam dewa tidak di alam fana, dia selalu


saja menutupi lukanya” Hua Zi “tubuhnya sudah tidak sanggup ?” Zhe Yan


mengangguk “terlalu banyak luka pada tubuhnya, tidak dirawat dengan baik…” Hua


Zi “sudah 5 tahun, demi menyembunyikan identitasnya, semua luka itu dirawat


asal-asalan.” Zhe Yan “sudahlah, ini juga sesuai dengan tujuannya di alam fana…


berikan ini padanya, lukanya ini harus dirawat serius, jika tidak, bisa


menghancurkan jantungnya. Obat ini dapat membantu menahannya beberapa tahun”


Hua Zi mengangguk.


Hua


Zi mengobati Yang Guang “Feng Wei, 1 kultivasi sudah semenderita ini, masih 6 lagi


menunggu. Kau sanggup bertahan, akulah yang tidak sanggup melihat semua


peneritaanmu” tidur memeluknya. Yang Guang terbangun keesokan harinya “ah


tubuhku sakit semua…” “Feng Wei, masih sakit, ini hari istirahatlah !” Hua Zi


duduk di sampingnya. Yang Guang menggeleng “Hua Zi gege sudah membantuku


mengobatinya, aku tidak apa-apa ! jika aku tidak muncul hari ini, entah 7 anak


nakal itu akan khawatir seperti apa ! belum lagi para pelajar dan musuh !”


Hua


Zi cemberut “tidak bisakah kau lebih memperhatikan dirimu sendiri ?” Yang Guang


memegang tangan Hua Zi “Hua Zi gege, setelah menyelesaikan semua disini dan


mendapatkan kebebasanku… aku akan memperhatikan diriku…” Hua Zi “Feng Wei,


setelah semua ini, aku akan menikahimu menggunakan adat disini !” Yang Guang terkejut


hingga tidak bersuara, Hua Zi mencium bibirnya “Feng Wei, jangan menolakku…”


Yang Guang mendapatkan kembali kesadarannya “Hua Zi gege, aku ini mencari


kebebasan bukannya malah masuk ke kungkungan lainnya” Hua Zi “Feng Wei, apapun


yang ingin kau lakukan, terserah padamu, aku akan selalu menemanimu kemanapun


!” Yang Guang menghela nafas “apa aku bisa menolaknya ?” Hua Zi menggeleng


“tidak bisa istriku tercinta…” mengecup kening Yang Guang.

__ADS_1


__ADS_2