
Bab 406 –
‘shuu… tak… shuu… tak…’ terdengar suara-suara lesatan. Shen
Yao segera menghentikan permainannya “berlindung… tinggalkan tempat ini…”
mengeluarkan pedang, mematahkan panah-panah yang menyerbu mereka. Semua berlari
ke atas kuda “Shen Yao, cepat !” “Xi Juan… ayo…” masing-masing melepaskan kuda
masing-masing dan memacunya, menghindari panah yang terus mengarah ke mereka.
Sepanjang malam mereka di kejar hingga sampai ke tepi
jurang “sial…” Shen Yao murka “aku paling benci diserang secara diam-diam…
karena tidak bisa menghindar, hadapi saja. Kalian, bawa mereka pergi dari sini
!” memerintah dengan dingin. Hao Cun “Shen Yao, mau pergi, pergi bersama !” Xi
Juan “apa kau mengira hanya dirimu yang hebat kah ?” menghardik Shen Yao. Shen
Yao menatap dingin semua “perintah yang mulia bukan untuk di bantah. Bawa
mereka pergi…” sesaat tidak ada pergerakan. Shen Yao mengeluarkan cambuk,
mencambuk tanah. Semua kuda langsung panik, berbalik dan membawa keenam pemuda
pemudi pergi meninggalkan Shen Yao.
“ada apa ini ?” “aku tidak dapat mengontrol kuda !”
keenamnya mencoba mengontrol kuda “sial !” Tian Guang menendang kuda, melesat
meninggalkan kudanya, berlari kembali ke arah Shen Yao yang sudah terlibat
pertarungan. Keenamnya ikut bergabung, langsung dihadang oleh musuh dari
beberapa arah.
Shen Yao melihat teman-temannya yang tidak berhasil kabur,
menyiulkan nada dari mulutnya. Musuh tidak mengerti, terus menyerang ketujuhnya.
Keenamnya berusaha mendekati Shen Yao. Dari langit muncul banyak jenis burung,
menyerang musuh mereka. 5 pengawal rahasia yang selama ini mengikuti langsung
turun membantu mereka. Dengan susah payah, mereka memukul mundur musuh.
Masing-masing mendapat luka yang tidak sedikit. Kelima pengawal rahasia,
langsung berlutut di hadapan Shen Yao “Putri, disini sudah tidak aman ! kita
sebaiknya kembali !”
Shen Yao tidak menggubris ucapan pengawal rahasia, melihat
semua temannya yang terluka “kalian, rawat mereka !” memerintah para pengawal
rahasia. Shen Yao bersiul, ketujuh kuda yang lari tadi, kembali secara
bersamaan. “Shen Yao, bagaimana denganmu ?” Tian Guang berlari memerksa Shen
Yao “aku…” ‘shuuu…’ Shen Yao melihat tiga panah melesat ke arahnya, sementara
Tian Guang berada di hadapannya. Shen Yao mengibaskan pedangnya sekaligus
membalik posisinya dan Tian Guang. Shen Yao hanya berhasil menangkis 2 panah,
yang 1 berhasil menembus dan bersarang di punggungnya.
“Putri…” “Shen Yao…” semua berteriak. Beberapa anak panah,
kembali menyerang mereka. Tidak sempat membantu Shen Yao, mereka kembali berusaha
__ADS_1
mematahkan laju-laju panah. Semuanya terpisah, yang bersama Shen Yao hanya Tian
Guang, yang semakin lama semakin terpojok ke pinggir jurang. Shen Yao
mempertahankan kesadarannya “Tian Guang, pergilah, mereka mengincarku !
selamatkan dirimu.” Tian Guang “tidak… Shen Yao, aku akan bersamamu hingga
tetes darah penghabisan ! kau jangan berharap mengusirku !” Shen Yao “Tian
Guang…”
Laju panah mulai berkurang, terdengar keributan dari
kejauhan “yang mulia…” terdengar teriakan dan terlihat kepala biara membawa
murid Shaolin membantu mereka. Shao Yang jatuh berlutut dengan pakaian yang
sudah penuh darah “Shen Yao…” Tian Guang segera memapah “bagaimana denganmu ?” Shen
Yao menggelengkan kepala “aku…” ‘shuuuu..’ 1 panah terakhir melesat ke arah
mereka berdua. Shen Yao menelan ludah, melihat Tian Guang, sekuat tenaga
mendorongnya ke samping.
Panah berhasil menembus dada kiri Shen Yao. Shen Yao yang
tertusuk anak panah, kehilangan keseimbangan, tubuhnya terjatuh ke belakang,
langsung jurang curam. Tian Guang yang terjatuh disamping, segera berbalik,
melihat tubuh Shen Yao yang sudah tidak menapak tanah, melayang diudara,
langsung ikut melompat “Shen Yao…”. Saat terjatuh, Shen Yao sudah tidak sadar,
Tian Guang berhasil meraihnya dan memeluknya “Shen Yao, aku bersamamu, aku
menemanimu !” Tian Guang memeluk erat Shen Yao.
keduanya terjatuh ke sungai, ikut terseret arus sungai. Tian Guang pun tidak
dapat melawan arus sungai, terseret hingga ke tepian sungai. Tian Guang
tersadar, langsung mencari Shen Yao, menemukannya tidak jauh dari tepian sungai
dalam kondisi mengenaskan. Dalam kelelahannya, Tian Guang menggendong Shen Yao
mencari tempat yang kering.
Kedua
panah masih tertancap di punggung dan dada Shen Yao “Shen Yao… Shen Yao…” Tian
Guang berusaha menyadarkan tapi tidak mendapat respon dari Shen Yao. “tidak
bisa, harus cepat mengeluarkan panahnya ! tubuhnya basah semua…” Tian Guang
mencari gua-gua di dekat sungai, membuat api unggun untuh menghangatkan keduanya.
Setelah merasa gua sudah cukup hangat, Tian Guang kembali ke Shen Yao melihat
kondisinya “Shen Yao, panah ini harus dicabut, maafkan aku…” memposisikan Shen
Yao yang tidak sadarkan diri. Tian Guang mencabut satu persatu anak panah. Tiap
anak panah tercabut, Shen Yao muntah darah, tetap tidak sadarkan diri.
Tian
Guang membuka pakaian Shen Yao “Shen Yao, maaf… aku harus membalut lukamu…”
terdapat dua luka menghitam di punggung dan dada Shen Yao “gawat, panah ini
beracun !” Tian Guang melihat kondisi Shen Yao “Shen Yao, aku adalah milikmu.
__ADS_1
Mulai dari saat ini, kau adalah milikku, aku mencintaimu !’ memajukan bibirnya,
menghisap keluar racun dari kedua luka Shen Yao.
Shen
Yao meringis, membuka mata kecilnya “lepaskan aku !” mencoba mendorong Tian
Guang “Shen Yao, saat ini aku tidak bisa melepaskanmu ! jika racunnya tidak
keluar, kau bisa mati !” Tian Guang bersikeras, kembali menghisap keluar racun
“egh…” Shen Yao meringis kesakitan. Setelah darah yang terhisap tidak lagi
hitam, Tian Guang menghentikan tindakannya. Tian Guang mengeluarkan sebuah pil
obat “Shen Yao, makan obat ini !” membuka mulut Shen Yao, membantunya minum
untuk menelan pil itu.
Tian
Guang merobek ujung bajunya “Shen Yao, aku akan membalut lukamu, kau tahan
sebentar !” Shen Yao dalam kondisi setengah sadar mengangguk, membiarkan Tian
Guang membalut lukanya. Dalam prosesnya, Shen Yao kembali tidak sadarkan diri
“Shen Yao… Shen Yao… tidak bisa seperti ini, aku harus mencari obat untuk
lukanya !”. Setelah membaringkan Shen Yao, Tian Guang mencari tanaman obat.
Disaat
Tian Guang kembali, Shen Yao sedang meringkuk gemetaran “Shen Yao…” memegang
tubuh Shen Yao yang sangat panas “Shen Yao demam tinggi…” Tian Guang mengobati
luka Shen Yao menggunakan tanaman obat dan mengompres kepala Shen Yao, tapi tubuhnya
masih sangat panas. Tian Guang tidak panik, hanya melihat Shen Yao sesaat,
membuka bajunya, menarik Shen Yao yang hanya memakai pakaian dalam, kedalam
pelukannya “kau adalah milikku !” mengecup kening Shen Yao, memeluknya erat.
Tian Guang yang juga kelelahan, segera terlelap dalam posisi memeluk Shen Yao. Tian
Guang merawat Shen Yao yang terluka dan tidak sadarkan diri.
Sementara
teman-teman yang mereka tinggalkan bersama para pengawal rahasia, panik mencari
mereka. Mereka bahu membahu mencari, hidup menemukan orang, mati menemukan
jasad. Sangat susah untuk mereka mencari, karena selain Tian Guang dan Shen
Yao, terdapat mayat para musuh yang sempat jatuh ke jurang juga. Dalam kondisi
yang menggenaskan, mereka hanya berharap tidak melewatkan Shen Yao dan Tian
Guang di antara para mayat itu.
Segera
berita sampai di istana, Kaisar dan penghuni istana sangat cemas. Kaisar
mengerahkan tim pencari dan menemukan musuh mereka. Terdapat tim pencari
kiriman istana, kelima pemuda pemudi, dan murid-murid Shaolin yang ikut
membantu pencarian. Tempat Tian Guang dan Shen Yao terdampar berada di tempat
terpencil yang sangat curam, sangat susah di temukan.
__ADS_1