
Bab 401 –
Kakek Li terlihat senang dan makan banyak. Sudah lama rumah
besarnya tidak seramai ini “ayo, makan yang banyak !” terus menawarkan makanan
pada semuanya. Sementara Shen Yao melihat sana sini, melewatkan beberapa
makanan. Semua melihat tingkahnya “Shen Yao, apa tidak sesuai dengan seleramu
?” Li Suen bertanya. Xi Juan menjelaskan “kalian jangan salah faham,
makanan-makanan ini sangat enak. Bukan tidak sesuai selera, tapi gadis kecil
ini selalu penasaran dengan masakan-masakan baru.” Semua mengangguk.
Kakek Li berpindah tempat duduk di samping Shen Yao “gadis
cilik, cicipi ini. Walaupun terlihat seperti masakan lainnya, tapi ada rasa
yang berbeda” mengambilkan sepiring sayur yang terlihat biasa. Shen Yao pun
mencicipinya “hmm… rasa ini…” Kakek Li tersenyum “bagaimana ?” Shen Yao
menyamping, melihat Kakek Li “ini… ini… ini… dan ini…” menunjuk beberapa
masakan “ada wangi khusus dari beberapa masakan ini.” Semua melihat masakan
yang ditunjuknya dan kembali mencicipi. Shen Yao menyipitkan mata “Kakek, ini
bukan rasa aslinya kan ? kalian menambahkan ginseng yang sudah difermentasi
bersama lobak putih untuk menambah kesegaran dan manfaat dari masakan ini kan
?”
Li Suen terkejut “Shen Yao, bagaimana kau tahu ? ini adalah
rahasia bumbu kami !” Shen Yao mengangkat tangan “aku pernah meneliti keduanya
dan membuat hal yang sama” Kakek Li jadi bersemangat “gadis cilik, Li Suen
mengatakan masakanmu sangat lezat, kapan kakek berkesempatan mencicipinya ?”
Shen Yao terbelalak “wah Kakek Li, tampaknya kenakalan cucumu ini berasal
darimu. Baru bertemu, sudah belajar mau merampas masakanku !” Kakek Li
cekikikan “aiyo gadis cilik… kau lihat kakek sudah sekurus ini ! katamu kakek
harus makan yang banyak… begini saja, kakek akan memakan 2 mangkok nasi dan
menghabiskan masakanmu” Shen Yao terbelalak.
Shen Yao kesal “kenapa sepertinya aku yang rugi disini cih
!” semua cekikikan. Xin Qian menambahkan “Shen Yao, bukankah sebelumnya, kau
sudah mengatakan akan memasakkan kami di rumah keluarga Li !” Shen Yao nyengir
dingin “Nona Muda Lou, kalian sangat pintar memanfaatkan situasi ya !”
Fang Ying “oh Shen Yao, apa kau bisa berkomunikasi dengan
para hewan itu ?” menanyakan rasa penasarannya. Shen Yao mengerutkan keningnya,
Hui Shi menambahkan “bagaimana kau tahu Kakek Li kambuh lagi ?” Shen Yao “oh…
__ADS_1
Qing Yan yang memberitahunya…” Xin Qian “Qing Yan ?” Shen Yao “elangku… mata
hewan lebih jernih dari mata manusia… mereka bisa dengan jelas menyimpan
pemandangan di hadapan mereka dalam ingatan dan direfleksikan pada mata” semua
mengerutkan kening. Shen Yao cekikikan “hihihi beritahu kalian pun tidak akan
mengerti. Fikiran kalian belum sampai ke tahap itu hahaha…”
Kakek Li “gadis cilik, lain kali jangan seperti itu ! jika
terjadi sesuatu padamu, membayarnya dengan nyawa 1 keluarga Li pun tidak akan
cukup” Shen Yao mengangguk “memang tidak cukup !” membuat semua terbelalak
“makanya kakek harus cepat sembuh… siapa yang akan membantuku menghajar cucu
bodohmu ini jika kakek sakit ? lagipula, aku sudah bersusah payah sampai ke Lu Guo.
Jika terjadi sesuatu pada kakek, bukankah aku gagal” Kakek Li cemberut, melirik
Shen Yao yang cekikikan “benar-benar tidak tahan pada kalian cucu dan kakek,
sama-sama menyebalkan hihihi…”
Pelayan membawakan beberapa mangkok ramuan “Putri, ayo
minum ini, baik untuk tubuh anda !” Tabib memberikan ramuan pada Shen Yao dan
lainnya. Shen Yao cemberut melihat ramuan “lihat kakek, gara-gara anda, aku
harus meminum ramuan yang tidak enak ini !” Kakek Li mengangguk dengan wajah
cemberut “dia yang memaksa kita meminum ramuan tidak enak ini !” menunjuk sang
Tian Guang “ayo, kita minum bersama, bersulang…” mengangkat
tinggi-tinggi mangkoknya, menunggu Shen Yao yang cemberut yang tidak ingin
minum ramuan “ayo tuan putriku…” Xin Qian menariknya ikut bersulang. Shen Yao
menghela nafas “lihat, ini semua karena kakek… jika kakek tidak sembuh, aku
akan mencampur obat paling pahit di ramuan kakek berikutnya cih !” berbicara
kesal pada Kakek Li yang cekikikan “baik… baik… kakek yang salah, ayo minum…”
semua bersulang bersamaan, meminum ramuan masing-masing.
Shen Yao mengeluarkan lidahnya, bergidik “ah sangat tidak
enak…” meminum airnya. “ah permen maduku sudah habis ! semua karena kalian !”
kesal melihat semuanya. Li Suen “kau menginginkan madu ? kami memiliki madu
ternak, apa bisa ?” Shen Yao tertarik “madu ternak ?” Li Suen mengangguk “di Lu
Guo, sangat banyak yang menernak lebah untuk mendapatkan madunya. Jika kau mau,
aku akan meminta orang membawakannya !” Shen Yao mengangguk-angguk antusias.
“hmm rasa ini !” Shen Yao mencicipi madu ternak. Li Suen
menjelaskan “rasanya memang tidak seenak yang kau petik. Madu ini dihasilkan
lebah dari tanaman di sekitar sini” Shen Yao “apa disini daerah penghasil madu
__ADS_1
?” Li Suen mengangguk “sudah berabad-abad Lu Guo menjadi tempat penghasil madu”
Shen Yao melihat madu di cangkirnya “hmm apa campuran Kue Ango ?” Li Suen “ah
kau masih penasaran dengan kue itu ! sebentar… tolong panggilkan Bibi Hu”
memberi perintah pada seorang pelayan.
Setelah berbicara sebentar dengan wanita yang di panggil
bibi Hu. Shen Yao keluar dari ruang makan. Mei Gui “apa yang mau dilakukannya
?” Xi Juan menjawab asal “menghadirkan kembali kue legendaris Lu Guo” Kakek Li
“apa bisa ? sudah banyak yang mencoba membuat Kue Ango, tapi tidak seorangpun
berhasil membuat rasa yang sama dengan Nenek Ango” Hui Shi “kita tunggu saja…
yang jelas, aku sudah tidak sabar memakan kue buatan Shen Yao… masakannya
sungguh lezat” Tian Guang mencibir “cih, kau hanya tahu makan saja !” Huo Shi
balik mengejek “apa kau tidak tahu pepatah, dari mulut turun ke hati ?” “dari
mata turun ke hati” protes semua.
Hui Shi acuh tak acuh “mata dan mulut, tempatnya
berdekatan, jadi sama saja…” Hao Cun “aku baru tahu anda ini ternyata orang
tidak tahu malu !” Hui Shi mengangguk “untuk apa malu dihadapan wanita cantik
dan makanan enak” Xi Juan “astaga mendengarmu berbicara seperti ini, image yang
dibangunkan paman ketiga betul-betul hancur dimulutmu sendiri” Hui Shi membela
diri “hei paman ketigamu itu seorang pria… aku seperti itu padanya, sudah
sangat sopan” Hao Cun “Shen Yao adalah Putri Mahkota, kenapa anda tidak sungkan
padanya ?” Hui Shi “karena Shen Yao adalah pujaan hatiku” lengsung mengakui,
membuat semua terbelalak.
Fang Ying “wah Hui Shi Da Ren, anda sangat berterus terang…
kenapa tidak mengatakannya ke Shen Yao ?” Tian Guang tidak senang, menatap
dingin Hui Shi. Hui Shi “tunggu memakan masakan terlezatnya, aku akan
mengatakannya” semua membuka mulut hingga rahangnya terasa akan jatuh “hei, yang
pujaan hatimu itu Shen Yao atau masakannya ?” Hui Shi mengerutkan kening “apa
ini masih perlu ditanyakan ? tentu saja Shen Yao, dia adalah paket lengkap yang
sangat sempurna”.
Hao Cun mengejek “apa kau kira Shen Yao menyukaimu ?” Hui
Shi mengangguk “suka… dulu tidak suka, sekarang akan suka… sekarang tidak suka,
nanti akan suka…” Mei Gui “aih mendengarkanmu, kepalaku jadi pusing !” Hui Shi
mengejek “intuk apa kau pusing, kau cukup memperhatikan suamimu itu !” semua
menggelengkan kepala melihatnya, Tabib dan Kakek Li hanya tersenyum, mendengar
__ADS_1
perdebatan semua anak muda itu.