Return Of God Emperor

Return Of God Emperor
Bab 330 - Menemani Wang Hou kesayangan bermain


__ADS_3

Bab 330 –


Lie Tai Sun menemukan kembali suaranya “kamu perempuan


******, aku akan membunuhmu” ‘sett…’, bunyi sayatan terdengar kembali dan tangan


lainnya Lie Tai Sun pun terpotong. Dong Hua sudah memegang pedang disamping Huo


Feng. Tangan Dong Hua yang satunya merangkul pinggang Huo Feng. Huo Feng


tersenyum lembut “Wang Jun, kenapa kemari ?” Dong Hua tersenyum, mencium


keningnya “menemani Wang Hou kesayanganku bermain !” tersenyum bersama.


Semua terbelalak, jenderal Lie berteriak “maju, bunuh


mereka” tentara masuk ke lapangan dan menyerang Dong Hua – Huo Feng. Mereka


dengan santai menghadapi tentara-tentara itu, dalam sekejab 1.000 jasad tentara


sudah tergeletak di bawah kaki jenderal Lie. Dong Hua – Huo Feng berdiri dengan


gagah di tengah lapangan tanpa setitik darahpun yang menodai mereka. Semua


terbelalak termasuk Lie Tai Sun, jenderal Lie dan jenderal Ming, tidak


menyangka Wang Jun dan Wang Hou sehebat ini.


Dong Hua mengelap keringat Huo Feng “bagaimana ? apakah


lelah ?” belum sempat menjawab, Huo Feng mengangkat pedang menahan sebuah panah


dan mengibaskannya ke jenderal Lie. “arghhh…” Jenderal Lie tertusuk panah di


lengannya. Huo Feng menatap sinis “aku paling benci melihat orang yang


menyerang diam-diam. Jenderal Lie kali ini hanya melukai tanganmu, lain kali


hati-hati dengan kepalamu” jenderal Lie ketakutan melihat tatapan Huo Feng.


Huo Feng berjalan ke Lie Tai Sun, menatap sinis “kamu,


orang tidak berguna, aku tidak perlu mengotori tanganku membunuhmu. Pengawal,


tarik dia ke jalan, biarkan rakyat yang menghukumnya.” Dong Hua – Huo Feng


kembali ke tempatnya, segera ada rakyat yang menyerang Lie Tai Sun, jenderal


Lie segera menyuruh tentara mengamankan Lie Tai Sun yang sudah terluka parah.


Memapah anaknya yang sudah cacat “kalian tunggu saja, bersiaplah untuk


kehancuran kalian” Dong Hua acuh tak acuh “jenderal Lie, kamu harusnya


berterima kasih pada Wang Hou masih mengijinkan anak cacatmu untuk hidup. Aku


menunggu tantanganmu, jangan mengecewakan.” Jenderal Lie membawa Lie Tai Sun


pergi.


Jenderal Ming menghadap “Wang Jun, apa membebaskan


mereka begitu saja ?” Dong Hua santai “jenderal Ming, jika tidak dilepaskan


maka permainan tidak akan seru. Santai saja, tetap awasi gerakan mereka”


jenderal Ming yang sudah melihat sepak terjang Wang Jun dan Wang Hou sangat


mempercayai mereka “Siap Wang Jun, segera dilaksanakan” Dong Hua mengangguk,


melihat ke Huo Feng “Wang Hou, kita kembali ke istana” Huo Feng tersenyum dan

__ADS_1


mengangguk.


Rombongan kembali ke istana seperti tidak terjadi


apapun. Jenderal Ming mengatur orang membersihkan lapangan dan mengurus


jasad-jasad tentara. Jenderal Ming dan para pejabat yang setia semakin


mengagumi Wang Jun dan Wang Hou mereka. Para pejabat yang sebelumnya mengikuti


jenderal Lie pun ketakutan. Mereka tidak tahu harus bertindak apa sekarang,


walau jenderal Lie masih mempunyai tentara kerajaan, tapi kehebatan Wang Jun dan


Wang Hou yang menghabisi 1.000 tentara dalam sekejab membuat mereka ketakutan.


Jika Wang Jun dan Wang Hou saja sehebat itu, tidak menutup kemungkinan anggota


keluarga kerajaan lainnya pun mempunyai keahlian yang tidak tertandingi.


Jenderal Lie yang kembali ke kediamannya marah-marah


sambil mengobati luka “apa-apaan ini ? bagaimana aku bisa tidak tahu Wang Jun


dan Wang Hou mempunyai keahlian itu ! dari mana mereka mempelajarinya ? Wang


Hou itu bukan orang biasa, sorot matanya sangat tajam.” Lie Tai Sun marah dan


kesakitan “ayah, kamu harus membalaskan dendamku, bunuh mereka. Bunuh, aku


ingin meminum darah mereka.”


Jenderal Lie melihat anaknya sambil berfikir dan berkata


“Aku sudah meremehkan mereka sebelumnya. Tapi aku masih mempunyai 300.000


tentara di ibukota, diluar ibukota pun masih banyak. Aku masih bisa menang,


jarak jauh, tidak mungkin menang melawan tentaraku. Prajurit yang dipegang


jenderal Ming tidak sampai 50.000 dan tidak bisa dibandingkan dengan


tentaraku”.


Jenderal Ming pun tidak bersantai, melatih prajuritnya


dan mengikuti arahan dari anggota kerajaan. Mo Yuan turun tangan mengajari


beberapa strategi perang. Yang lain bersama para pemuda pemudi sedang berlatih


memanah. Dong Hua – Huo Feng hanya menikmati hidup. Dong Hua tidak melepaskan Huo


Feng, memanjakannya semaksimal mungkin. Senyuman dan tawa ceria Huo Feng adalah


yang paling dinantikannya.


Datang kabar bahwa Jenderal Lie sedang menyiapkan


tentara untuk menyerang. Dong Hua – Huo Feng dan anggota kerajaan lainnya hanya


santai menanggapi. Jenderal Ming dan pejabat lain bingung dengan tanggapan Wang


Jun - nya, tapi tetap mengikuti. Mereka percaya, Wang Jun pasti sudah punya


cara untuk menghadapi jenderal Lie. Pertempuran kali ini, semua anggota


kerajaan turun tangan sendiri. Yang membuat mereka bertanya-tanya, semua


tindakan anggota kerajaan hanya seperti bersiap untuk bermain bukan berperang.


Beberapa hari kemudian, Dong Hua memimpin menghadapi

__ADS_1


serangan jenderal Lie. Istana dijaga oleh Sie Ming, Lian Song, dan Zu Zhe.


Lainnya ikut kemedan perang, memakai pakaian perang kerajaan. Jenderal Lie


membawa 300.000 tentara sedangkan Dong Hua hanya membawa 10.000 prajurit


beserta lainnya. 10.000 prajurit pun hanya bertugas untuk menyiapkan peralatan


perang, tidak untuk berperang.


Jenderal Lie yang melihat hal ini ketawa mengejek


“hahaha… kalian betul-betul cari mati, membawa segerombolan semut melawan gajah


hahaha…” Gun Gun tertawa sinis “bahkan seekor semut saja bisa mengalahkan


gajah, apalagi segerombol”. Jenderal Lie geram “cih… anak kemarin sore mau


mengajariku berperang. Aku sudah lama berada di medan perang, kalian hanya


menikmati hidup di istana, mana tahu medan perang seperti apa” Ling Ling


mengejek “hihihi… jenderal Lie, oh atau harus memanggilmu pemberontak Lie,


mulutmu selalu menyombongkan kemampuanmu, tapi sampai sekarang kami tidak


melihatnya. Apa kemampuan anda hanya di mulut saja ? hahaha…”.


Jenderal Lie marah “anak kecil tidak tahu diri, siapkan


panah, tembak…” para tentara menembakkan ratusan panah kearah Dong Feng. Xin


Xin santai mengangkat tangan, menurunkan ketika anak panah sudah mendekati


mereka. Sebuah jaring besi terbentang di hadapan mereka dan menghadang laju


anak panah.  Jenderal Lie terkejut Wang


Jun bisa mempunyai siasat ini. Prajurit menyiapkan busur raksasa, Xiong Xiong


menarik panah raksasa dan melepaskannya, segera panah raksasa terbelah menjadi


ratusan panah kecil menghantam tentara Lie.


Segera perang dimulai, awalnya tentara Lie menggunakan


panah menyerang kearah pasukan Dong Feng tapi selalu terjaring tidak sampai


melukai mereka. Akhirnya tentara Lie menggunakan pertarungan pedang. Semua


anggota kerajaan pun turun bertarung, sementara 10.000 prajurit hanya melongo


melihat raja dan semua yang berstatus keluarga kerajaan bermain


pedang-pedangan. Tidak sampai 2 jam, 300.000 prajurit hanya tinggal lautan


mayat dan darah.


Huo Feng perlahan berjalan menuju jenderal Lie,


menghunuskan pedang pada lehernya, berbicara dingin “yang mulia sudah pernah


memperingatimu, suatu hari anda bisa mati ditangan perempuan. Yang mulia juga


sudah mengatakan hati-hati dengan kepala anda” Jenderal Lie hanya bisa melongo


tak berdaya. Satu kibasan tangan, kepala jenderal Lie terhempas dari tubuhnya.


Segera setelah perang selesai, Jenderal Ming pun menangkap Lie Tai Sun dan


mengaraknya di jalanan. Lie Tai Sun mati di tangan pengadilan rakyat yang murka

__ADS_1


padanya.


__ADS_2