Return Of God Emperor

Return Of God Emperor
Bab 147 - Anak dengan aura seorang Kaisar


__ADS_3

Disaat para pemuda jatuh,


Yang Guang melempar pedang kayunya menghantam para pemuda, membuat semua


terpental ke atas jerami keluar dari arena. Tepat saat itu, Huang Guang yang


tidak dapat menahan serangan, menusukkan pedangnya tepat di dada Yang Guang.


Yang Guang bahkan tidak melihat Huang Guang, segera nelompat dari atas kudanya,


mencabut pedang Huang Guang dan melemparnya kearah pemuda yang lain. Yang Guang


terbang ke tengah kerumunan kuda liar, duduk di atas salah satu kuda, menarik


kuat tali kekang. “Berhenti…” satu kata teriakan keluar dari bibir mungilnya.


Semua kuda segera terlonjak kaget, mengangkat kedua kaki depan mereka dan


menurunkannya ke tanah.


          Seketika arena perlombaan menjadi tenang, Yang Guang


menatap tajam semua kuda dengan aura mengintimidasi yang mengerikan. Semua kuda


tidak sanggup menatap matanya, segera tertunduk ke tanah. Semua penonton


merinding ketakutan merasakan hawa dingin dari aura yang dikeluarkan Yang


Guang. Untuk sesaat, suasana hening bagai tak ada kehidupan. “Niang Qin


terluka…” “Feng Wei…” “aura Hong Ling niang keluar…” “walau Hong Ling sedang


kultivasi tapi auranya tetap terbawa…” “Feng Wei tidak menyadari sakitnya


lagi…” Hua Zi berkaca-kaca menahan sakit hati melihat Yang Guang kembali


terluka.


          Yang memecah suasana adalah Fei Jiao yang mendekat ke Yang


Guang “brrr… brr…” menggosok-gosokkan kepalanya ke kaki Yang Guang. Semua


segera tersadar, Huang Guang segera memacu kudanya kearah Yang Guang “siapa


yang mengijinkan kalian masuk ke arena perlombaan ? bawa semua kuda kembali ke


istal” Huang Guang murka “tabib… mana tabib ?” segera turun dari kudanya,


berlari ke Yang Guang “Yang Guang, ayo turun, kita obati lukamu…” Yang Guang


baru sadar terluka, menunduk dan melihat dadanya yang berdarah “tidak apa,


hanya luka kecil…” “luka kecil apa ! kalau tidak baik-baik mengurusnya, kau


bisa mati…” Yang Guang turun dari kuda, berjalan gagah sambil cekikikan “mati


karena luka kecil… tuan muda, bukankah kau sedikit berlebihan hahaha…” naik ke


Fei Jiao tanpa mempedulikan lukanya “kau…”


          Yang Guang “haih sudahlah, luka sekecil ini tidak perlu kau


pedulikan. Aku terluka dibawah pedangmu, anggap aku kalah dalam perlombaan


ini…” mengeluarkan kantong uang, membaginya jadi 2 “ini untukmu ! kau menang 1


perlombaan dan aku menang 1, kita menang bersama, jadi hadiah ini kita bagi 2”


melemparkannya ke Huang Guang. Huang Guang menerima “tapi lukamu…” Yang Guang


mengangkat tangan “tidak masalah, hal kecil… aku pergi dulu, kau masih

__ADS_1


berhutang 1x makan padaku…” “Yang Guang, bagaimana kalau sementara tinggallah


di tempat kami ? anggap saja sebagai penebusan karena Huang er melukaimu” “iya,


bagaimanapun aku tidak sengaja melukaimu… ayolah, selesai beristirahat, aku


akan mentraktirmu sepuasnya… lihat aku punya uang banyak sekarang…” Yang Guang


melihat kondisinya “baiklah, terima kasih shushu, aku merepotkan” “tidak repot


tidak repot, mari…”


          Banyak penonton yang masih melongo mengikuti arah perginya


Yang Guang “dia… dia…” “apa benar dia masih anak-anak ?” “tindakannya tadi


sangat keren…” “sangat tampan…” “tapi tadi aku merasa dingin dan takut…” “anak


itu begitu berwibawa !” “dia… dia mampun menjinakkan semua kuda dalam sekejab…”


“auranya seperti aura seorang kaisar… apa dia anak raja ?” “ah jangan omong


kosong… mana ada anak raja yang berkeliaran hanya menggunakan 1 kuda… apalagi


dia masih begitu muda…” “dia lebih keren dari Huang Guang…” “ah aku jatuh cinta


pada anak kecil itu…” “cih kau sudah tua, dasar…” para masyarakat desa Ma Tuan


terus bergosip, bahkan sampai ke desa tetangga dan ke ibukota, telinga raja dan


permaisuri.


          “Anak kecil ? apa kau bercanda ?” Raja tersenyum simpul


“tidak yang mulia, berita ini benar adanya…” salah satu jenderal melaporkan


“dimana anak itu sekarang ?” Raja bertanya lagi, sang jenderal menggeleng “anak


tujuannya” “ooo… bagaimana rupa anak itu ?” “dari informasi hamba, anak itu


berusia 9 -10 tahun, sangat tampan, tidak mempunyai orang tua, mengembara


sendiri, hanya membawa seekor kuda bersamanya.” “ooo nama ?” “ehm… mereka


memanggilnya Xiao Guang untuk membedakannya dari tuan muda sang bupati yang


bernama Huang Guang” “ooo…” ada seulas senyuman di bibir sang raja, melirik ke


permaisurinya. “paling hanya mereka yang membesar-besarkan, kau awasi saja


kalau ada berita lain…” “baik yang mulia…”


          Yang Guang menolak pengobatan karena tidak ingin ketahuan


sebagai seorang gadis. Huang Guang dan keluarganya adalah tipe keluarga yang


menghormati orang lain, jadi tidak terus memaksa. Yang Guang sendiri mengobati


dirinya di dalam kamar yang sudah disiapkan untuknya, dalam kediaman bupati.


Sesuai janjinya, setelah beristirahat, Huang Guang membawa Yang Guang


berkeliling, mengenalkan desanya dan semua makanan khas daerah itu. Seperti Bai


feng Jiu ataupun Feng Wei ataupun Cai Hong Huo Feng, Yang Guang sangat tertarik


terhadap masakan. Saat meninggalkan Desa Ma Tuan, Yang Guang sudah mendapat


tambahan resep.


          Di saat malam, Hua Zi memunculkan dirinya, mengobati Yang

__ADS_1


Guang yang sudah tertidur. Hua Zi perlahan membuka baju Yang Guang, melihat


lukanya, 1 tetes air mata jatuh ke luka. “maaf, aku terluka lagi…” Hua Zi


terkejut dan tersenyum “kau tahu !” Yang Guang tidak membuka mata tapi


mengangguk. Hua Zi sambil mengoleskan obat sambil berkomunikasi “kenapa tidak


membuka matamu ?” Yang Guang “bukankah anda tidak ingin aku melihat anda !” Hua


Zi tersenyum “sejak kapan kau tahu ?” Yang Guang bershh… merasakan perih di


lukanya. Hua Zi meniup luka Yang Guang agar tidak perih “sejak aku bisa


mengenal sekitar, aku tahu kau selalu ada di sisiku. Ehm shushu, apa kau


malaikat penjagaku ? kenapa kau tidak pernah muncul di hadapanku ?” Hua Zi


“hmm… apa kau takut ?” Yang Guang menggeleng “shushu adalah malaikat


pelindungku, kenapa aku harus takut ?” Hua Zi membelai kepala Yang Guang


“pintar…” Yang Guang cekikikan.


          Hua Zi memakaikan kembali baju Yang Guang “shushu, ehm lain


kali jangan melakukan hal seperti ini lagi !” Hua Zi tercengang “kenapa ? kau


tidak suka ?” Yang Guang menggeleng “bukan tidak suka… hanya pria dan wanita


tidak boleh bersentuhan” Hua Zi mengetuk keningnya “kau terlalu banyak


berfikir… dari kecil, tubuhmu yang mana yang tidak pernah kulihat ?” Yang Guang


cemberut “shushu…” Hua Zi cemberut “apa aku begitu tua sampai kau memanggilku shushu


?” Yang Guang mengerutkan kening “emm… jadi… jadi aku harus memanggilmu apa ?”


Hua Zi “panggil Hua Zi gege… aku akan memanggilmu Feng Wei…” Yang Guang “Hua Zi


gege… nama yang bagus… tapi namaku Shen Yang Guang, kenapa memanggilku Feng Wei


?” Hua Zi “bukankah aku adalah malaikatmu ! aku tidak mau memanggilmu sama


seperti yang lain…” Yang Guang berooo.


          Hua Zi “apa masih sakit ?” Yang Guang menggeleng “tidak


sakit, obat Hua Zi gege sangat bagus, aku tidak sakit lagi…” Hua Zi menghela


nafas “kau terluka terus…” Yang Guang tertunduk “maaf…” Hua Zi “tidak bisakah


kau lebih memperhatikan dirimu sendiri ! apa kau tidak takut ?” Yang Guang


“tidak sempat berfikir, tidak sempat merasa takut…” langsung menjawab polos.


Hua Zi menghela nafas ‘haih beginilah Feng Wei-nya, semua dilakukannya dengan


spontan, tidak pernah menaruh dirinya di tempat pertama…’ “Hua Zi gege, apa kau


marah ?” Hua Zi memeluk Yang Guang “tidak marah… Feng Wei, bisakah lain kali,


kau lebih memperhatikan dirimu sendiri ? aku sakit hati melihatmu terluka


terus, anggap saja demi diriku…” Yang Guang tercengang, kemudian mengangguk


“aku akan berusaha agar tidak terluka…” Hua Zi mengecup keningnya “bagus…


sekarang tidurlah… alu menjagamu…” Yang Guang tersenyum mengangguk, masuk ke


pelukan Hua Zi. Hua Zi tersenyum melihatnya ‘Feng Wei, aku akan selalu berada

__ADS_1


di sisimu…’ mengecup lembut bibir Yang Guang yang sudah tertidur.


__ADS_2