Return Of God Emperor

Return Of God Emperor
Bab 81 - Diam-diam


__ADS_3

Feng Wei bangun sangat


pagi, melihat Hua Zi yang masih tertidur memberikan tambahan sihir tidur pada


Hua Zi. Feng Wei berganti memakai pakaian pria, keluar dari penginapan. Feng


Wei tidak mengetahui disamping kamarnya, ada Gun Gun dan Zhe Yan. Disaat dia


keluar, bertepatan dengan Gun Gun yang keluar kamar “Hong Ling, mau kemana dia


?” Zhe Yan “dimana Yu Huang ?” keduanya saling melihat dan masuk ke kamar Hua


Zi, melihat Hua Zi masih tidur “Hong Ling memberinya sihir tidur, aku akan mengikutinya.


Zhe Yan yeye, jaga Yu Huang, disini tidak aman” Gun Gun menyusul Feng Wei.


Gerakan Feng Wei sangat cepat, Gun Gun tidak dapat mengejarnya, kehilangan


jejaknya. Tidak lama Feng Wei kembali ke penginapan, segera berganti pakaian,


menunggu efek sihir tidur pada Hua Zi hilang “ah kenapa kepalaku sakit sekali…


arak itu keras sekali…” melihat Hua Zi di ranjang “aku tidak mengatakan hal


memalukan kan, ah biarlah… aku mau tidur lagi, kepalaku seperti mau pecah” naik


ke ranjang dan tidur kembali.


          Hua Zi bangun, Feng Wei masih tertidur sambil memegang


kepalanya, tersenyum “pasti kepalanya sakit, aku akan meminta ramuan penghilang


mabuk…” keluar dari kamar “Yu Huang…” Hua Zi melihat Gun Gun dan Zhe Yan yang


sudah menunggunya “ada apa kalian disini ?” “mana Hong Ling ?” “masih tidur,


aku mau meminta ramuan penghilang mabuk…” Zhe Yan memberikan semangkuk sup “ini


sudah kusiapkan, berikan saat dia bangun” “bagaimana kalian tahu dia mabuk ?”


Gun Gun “tadi kami masuk ke kamarmu, Hong Ling sempat pergi dan memberimu sihir


tidur” Hua Zi terkejut melihat Gun Gun “Gun Gun kehilangan jejaknya, Hong Ling


berpakaian pria, tidak tahu kemana, sekitar 2 jaman” Hua Zi mengkerutkan dahi


melihat ke pintu kamar “hati-hati, disini tidak aman ! kemungkinan masih


berhubungan dengan jiwa mati itu” Zhe Yan memberitahu. Hua Zi “pemuda yang


hilang ?” Gun Gun mengangguk “jaga Hong Ling, perhatikan baik-baik, tidak tahu


kemana tadi, menahan sakit kepalanya tapi gerakannya sangat cepat dan lincah”


Zhe Yan memberikan 1 botol “ini bawalah” Hua Zi “apa ini ?” Zhe Yan


“menggunakan sihir di alam fana tetap akan mendapat hukuman. Ini pil untuk luka


dalam dan saleb kembang sepatu. Jaga dia baik-baik, sepanjang aku mengenal Xiao


Jiu, dengan tingkahnya seperti itu, pesti ada yang ingin dia lakukan, kemungkinan


akan menggunakan sihir” Hua Zi mengangguk “akan lebih kuperhatikan”.


          Feng Wei mendekati siang baru bangun “ah kepalaku sakit


sekali…” Hua Zi memapahnya “kau mabuk kemarin, ini minumlah…” memberikan ramuan


penghilang mabuk. Feng Wei menurut, segera meminum habis ramuannya “bagaimana


?” “lebih baik…” “Feng Wei, tadi kau…” Feng Wei memijat kepalanya “ada apa Hua


Zi gege ?” Hua Zi ragu-ragu bertanya “tidak apa, apa masih sakit ?” Feng Wei


“sedikit…” setelah beristirahat, mereka kembali berjalan-jalan, Feng Wei ceria


dan lincah seperti biasanya. Hua Zi “tidak boleh minum arak lagi !” Feng Wei

__ADS_1


cekikikan “sudah tahu, arak disini membuat sakit kepala… oh aku pernah membuat


arak fengwei hua, ada di Feng Huo Cang Ling, sudah 10.000 tahun, nanti akan


kuberikan padamu” Hua Zi “kau juga tahu cara membuat arak ?” Feng Wei “hanya


asal membuatnya saja hihihi, tidak tahu enak tidak…” Hua Zi tersenyum membelai


kepalanya “bagaimana kalau kita kesana sekarang ?” Feng Wei cemberut “aku tidak


mau, kau akan membohongiku lagi, tidak bisa pergi lagi… aku belum cukup main”


berbalik menjauhi Hua Zi, Hua Zi cekikikan mengejarnya.


          Sebelum menjelang jam sore diberlakukan, mereka sudah


kembali ke penginapan “hah… hari ini mendapat banyak sekali hihihi…” Feng Wei


berbinar melihat bawaannya, Hua Zi tersenyum “begini banyak, apa perutmu muat


?” Feng Wei menggeleng “ini hanya sedikit, setiap macam hanya 2, kita


memakannya bersama hihi… mainan-mainan ini juga tidak banyak, tunggu aku sudah


puas memainkannya beberapa hari, akan memberikannya ke lainnya” Hua Zi “memberi


?” Feng Wei mengangguk, menjawab acuh tak acuh “yang penting aku sudah


memainkannya, lain kali pasti ada mainan baru lagi. yang ini berikan pada


anak-anak lain saja… lagipula, aku tidak suka membawa beban berjalan kemana-mana”


bermain sebentar, turun makan, dan naik beristirahat.


          Hua Zi memeluk Feng Wei “sudah mau istirahat, tidak


jalan-jalan lagi ?” Feng Wei menggeleng menutup mata “besok saja, aku mau


istirahat, kepalaku masih agak sakit efek arak kemarin…” Hua Zi mencibir “lihat


kau masih berani tidak meminum arak lagi…” Feng Wei merengek “aku kan tidak


semuanya” Hua ZI cekikikan “kau ini…” Feng Wei bermanja masuk ke pelukan Hua


Zi, menutup mata “baik, istirahatlah…” segera tertidur. Hua Zi melihat


banyaknya barang di meja, menghela nafas, tersenyum menggelangkan kepala


melihat Feng Wei, perlahan ikut tertidur.


          Sejam kemudian, Feng Wei membuka mata, memberi sihir tidur


pada Hua Zi “Hua Zi gege, istirahatlah, kau akan aman disini…” berganti baju


pria, keluar dari jendela. Semuanya terlihat oleh Gun Gun dan Zhe Yan, segera


ke kamar Hua Zi, menghilangkan sihir tidur “Yu Huang… Yu Huang…” Hua Zi


perlahan membuka mata, segera terduduk “Hong Ling…” matanya berubah dingin.


“Hong Ling keluar memakai pakaian pria…” “dia pasti ke jalan utara…” segera


bergegas ke jalan utara dalam sihir penyamaran “apa kau melihatnya ?” lainnya


menggeleng, berputar-putar di sekitar. Hua Zi cemas mencari kemana-mana “Yu


Huang, Hong Ling tidak disini, ayo kembali ke penginapan, mungkin Hong Ling


sudah kembali…” Hua Zi mengangguk, segera menuju penginapan. Saat akan keluar


dari jalan utara, mereka melihat sekelebat bayangan putih melintas diatas


pohon, segera mengikuti “Chen er… Chen er… kau kembali… Chen er…” “Da Hua… Da


Hua… nak kau kembali…” di jalan utara, para orang tua, memeluk para pemuda dan


anak-anak yang entah muncul dari mana. Hua Zi, Gun Gun, dan Zhe Yan melihat

__ADS_1


Feng Wei yang memakai jubah putih, tersenyum melihat semua dari atas ranting


pohon. Feng Wei memegang dadanya, goyah, muntah darah “haih hukuman ini sangat


mengganggu… disini sudah selesai, aku harus kembali ke penginapan…” segera


berbalik pergi.


          Feng Wei perlahan masuk ke kamarnya, melihat Hua Zi yang


masih terbaring “uhuk… uhuk… hah… luka ini sangat menjengkelkan… Hua Zi gege


masih tidur, aku harus menghilangkan luka ini…” berganti baju, segera duduk


melantai bermeditasi. Hua Zi membuka matanya melihat Feng Wei yang bermeditasi


dengan tenang ‘Feng Wei, kau membantu shushu itu sampai tidak mempedulikan


dirimu sendiri haih… Feng Wei sangat pintar dan cekatan, hanya dalam 1 hari,


dia sudah menyelamatkan semua pemuda dan anak-anak itu. Dimana Feng Wei


menemukan mereka ? Feng Wei, kenapa kau tidak memberitahuku ? aku bisa


membantumu, tidak perlu semua kau tanggung sendiri haih… mau di kehidupan


manapun, kau selalu melakukan semuanya diam-diam haih… lain kali aku harus


lebih memperhatikan, tidak boleh terjebak oleh sihir tidurnya lagi” tersenyum


menggelengkan kepala, kembali menutup mata.


          Setelah meditasi, Feng Wei kembali muntah darah, segera


menghilangkannya, beristirahat sejenak. Feng Wei perlahan naik ke ranjang,


merebahkan tubuhnya, menutup mata, dan tertidur lelap dengan senyuman. Setelah


Feng Wei tidur, Hua Zi membuka mata, memeriksa tubuhnya, sudah tidak ada luka


luar yang terlihat, selain nadinya agak lemah, tidak ada tanda terluka. Hua Zi menyuruh


Zhe Yan masuk memeriksanya “berikan pil yang kuberikan, bisa melarutkannya


kedalam teh atau minuman” Gun Gun “Hong Ling sangat hebat, langsung bertindak…


tidak tahu bagaimana Hong Ling membebaskan semua pemuda dan anak-anak itu, kami


baru menemukan tempatnya, sedangkan para pemuda dan anak-anak itu tidak


terlihat sama sekali. hanya dalam sekali pemantauan Hong Ling sudah


menyelesaikannya” Zhe Yan “tanyakan saja saat dia bangun” Hua Zi menggeleng


“dia melakukan ini dengan diam-diam, tidak mau ada yang tahu, tidak bisa


menanyakannya…”


Zhe


Yan “pantas namanya terkenal dimana-mana tapi tidak ada yang melihatnya” Hua Zi


melihat Zhe Yan “kau tidak tahu ?” Gun Gun menjelaskan “baik alam dewa maupun


alam fana, ada rumor Dewi penjaga atau Dewi penyelamat, sama seperti Dewa Misterius


Fu Qin. Dialam fana, puluhan ribu tahun sudah turun temurun, tersebar sejarah


bahkan dibangun kuilnya di banyak tempat, hanya tidak ada yang pernah melihat


wajah dewi ini… ada yang hanya pernah melihat sekelebat kain dan punggung kecil,


makanya di kuilnya, patung berbentuk punggung anak kecil” Zhe Yan “kau lihat


saja, besok pasti kau akan mendengarnya !” Hua Zi “Dewi Hong Ling ?” Zhe Yan


menggeleng “Dewi Hong Ling sama sepertimu Dewa Misterius selalu menampakkan

__ADS_1


wajahnya, bertindak saat diganggu, tapi Dewi penjaga ini bergerak dalam


kegelapan.”


__ADS_2