
Feng Wei bangun sangat
pagi, melihat Hua Zi yang masih tertidur memberikan tambahan sihir tidur pada
Hua Zi. Feng Wei berganti memakai pakaian pria, keluar dari penginapan. Feng
Wei tidak mengetahui disamping kamarnya, ada Gun Gun dan Zhe Yan. Disaat dia
keluar, bertepatan dengan Gun Gun yang keluar kamar “Hong Ling, mau kemana dia
?” Zhe Yan “dimana Yu Huang ?” keduanya saling melihat dan masuk ke kamar Hua
Zi, melihat Hua Zi masih tidur “Hong Ling memberinya sihir tidur, aku akan mengikutinya.
Zhe Yan yeye, jaga Yu Huang, disini tidak aman” Gun Gun menyusul Feng Wei.
Gerakan Feng Wei sangat cepat, Gun Gun tidak dapat mengejarnya, kehilangan
jejaknya. Tidak lama Feng Wei kembali ke penginapan, segera berganti pakaian,
menunggu efek sihir tidur pada Hua Zi hilang “ah kenapa kepalaku sakit sekali…
arak itu keras sekali…” melihat Hua Zi di ranjang “aku tidak mengatakan hal
memalukan kan, ah biarlah… aku mau tidur lagi, kepalaku seperti mau pecah” naik
ke ranjang dan tidur kembali.
Hua Zi bangun, Feng Wei masih tertidur sambil memegang
kepalanya, tersenyum “pasti kepalanya sakit, aku akan meminta ramuan penghilang
mabuk…” keluar dari kamar “Yu Huang…” Hua Zi melihat Gun Gun dan Zhe Yan yang
sudah menunggunya “ada apa kalian disini ?” “mana Hong Ling ?” “masih tidur,
aku mau meminta ramuan penghilang mabuk…” Zhe Yan memberikan semangkuk sup “ini
sudah kusiapkan, berikan saat dia bangun” “bagaimana kalian tahu dia mabuk ?”
Gun Gun “tadi kami masuk ke kamarmu, Hong Ling sempat pergi dan memberimu sihir
tidur” Hua Zi terkejut melihat Gun Gun “Gun Gun kehilangan jejaknya, Hong Ling
berpakaian pria, tidak tahu kemana, sekitar 2 jaman” Hua Zi mengkerutkan dahi
melihat ke pintu kamar “hati-hati, disini tidak aman ! kemungkinan masih
berhubungan dengan jiwa mati itu” Zhe Yan memberitahu. Hua Zi “pemuda yang
hilang ?” Gun Gun mengangguk “jaga Hong Ling, perhatikan baik-baik, tidak tahu
kemana tadi, menahan sakit kepalanya tapi gerakannya sangat cepat dan lincah”
Zhe Yan memberikan 1 botol “ini bawalah” Hua Zi “apa ini ?” Zhe Yan
“menggunakan sihir di alam fana tetap akan mendapat hukuman. Ini pil untuk luka
dalam dan saleb kembang sepatu. Jaga dia baik-baik, sepanjang aku mengenal Xiao
Jiu, dengan tingkahnya seperti itu, pesti ada yang ingin dia lakukan, kemungkinan
akan menggunakan sihir” Hua Zi mengangguk “akan lebih kuperhatikan”.
Feng Wei mendekati siang baru bangun “ah kepalaku sakit
sekali…” Hua Zi memapahnya “kau mabuk kemarin, ini minumlah…” memberikan ramuan
penghilang mabuk. Feng Wei menurut, segera meminum habis ramuannya “bagaimana
?” “lebih baik…” “Feng Wei, tadi kau…” Feng Wei memijat kepalanya “ada apa Hua
Zi gege ?” Hua Zi ragu-ragu bertanya “tidak apa, apa masih sakit ?” Feng Wei
“sedikit…” setelah beristirahat, mereka kembali berjalan-jalan, Feng Wei ceria
dan lincah seperti biasanya. Hua Zi “tidak boleh minum arak lagi !” Feng Wei
__ADS_1
cekikikan “sudah tahu, arak disini membuat sakit kepala… oh aku pernah membuat
arak fengwei hua, ada di Feng Huo Cang Ling, sudah 10.000 tahun, nanti akan
kuberikan padamu” Hua Zi “kau juga tahu cara membuat arak ?” Feng Wei “hanya
asal membuatnya saja hihihi, tidak tahu enak tidak…” Hua Zi tersenyum membelai
kepalanya “bagaimana kalau kita kesana sekarang ?” Feng Wei cemberut “aku tidak
mau, kau akan membohongiku lagi, tidak bisa pergi lagi… aku belum cukup main”
berbalik menjauhi Hua Zi, Hua Zi cekikikan mengejarnya.
Sebelum menjelang jam sore diberlakukan, mereka sudah
kembali ke penginapan “hah… hari ini mendapat banyak sekali hihihi…” Feng Wei
berbinar melihat bawaannya, Hua Zi tersenyum “begini banyak, apa perutmu muat
?” Feng Wei menggeleng “ini hanya sedikit, setiap macam hanya 2, kita
memakannya bersama hihi… mainan-mainan ini juga tidak banyak, tunggu aku sudah
puas memainkannya beberapa hari, akan memberikannya ke lainnya” Hua Zi “memberi
?” Feng Wei mengangguk, menjawab acuh tak acuh “yang penting aku sudah
memainkannya, lain kali pasti ada mainan baru lagi. yang ini berikan pada
anak-anak lain saja… lagipula, aku tidak suka membawa beban berjalan kemana-mana”
bermain sebentar, turun makan, dan naik beristirahat.
Hua Zi memeluk Feng Wei “sudah mau istirahat, tidak
jalan-jalan lagi ?” Feng Wei menggeleng menutup mata “besok saja, aku mau
istirahat, kepalaku masih agak sakit efek arak kemarin…” Hua Zi mencibir “lihat
kau masih berani tidak meminum arak lagi…” Feng Wei merengek “aku kan tidak
semuanya” Hua ZI cekikikan “kau ini…” Feng Wei bermanja masuk ke pelukan Hua
Zi, menutup mata “baik, istirahatlah…” segera tertidur. Hua Zi melihat
banyaknya barang di meja, menghela nafas, tersenyum menggelangkan kepala
melihat Feng Wei, perlahan ikut tertidur.
Sejam kemudian, Feng Wei membuka mata, memberi sihir tidur
pada Hua Zi “Hua Zi gege, istirahatlah, kau akan aman disini…” berganti baju
pria, keluar dari jendela. Semuanya terlihat oleh Gun Gun dan Zhe Yan, segera
ke kamar Hua Zi, menghilangkan sihir tidur “Yu Huang… Yu Huang…” Hua Zi
perlahan membuka mata, segera terduduk “Hong Ling…” matanya berubah dingin.
“Hong Ling keluar memakai pakaian pria…” “dia pasti ke jalan utara…” segera
bergegas ke jalan utara dalam sihir penyamaran “apa kau melihatnya ?” lainnya
menggeleng, berputar-putar di sekitar. Hua Zi cemas mencari kemana-mana “Yu
Huang, Hong Ling tidak disini, ayo kembali ke penginapan, mungkin Hong Ling
sudah kembali…” Hua Zi mengangguk, segera menuju penginapan. Saat akan keluar
dari jalan utara, mereka melihat sekelebat bayangan putih melintas diatas
pohon, segera mengikuti “Chen er… Chen er… kau kembali… Chen er…” “Da Hua… Da
Hua… nak kau kembali…” di jalan utara, para orang tua, memeluk para pemuda dan
anak-anak yang entah muncul dari mana. Hua Zi, Gun Gun, dan Zhe Yan melihat
__ADS_1
Feng Wei yang memakai jubah putih, tersenyum melihat semua dari atas ranting
pohon. Feng Wei memegang dadanya, goyah, muntah darah “haih hukuman ini sangat
mengganggu… disini sudah selesai, aku harus kembali ke penginapan…” segera
berbalik pergi.
Feng Wei perlahan masuk ke kamarnya, melihat Hua Zi yang
masih terbaring “uhuk… uhuk… hah… luka ini sangat menjengkelkan… Hua Zi gege
masih tidur, aku harus menghilangkan luka ini…” berganti baju, segera duduk
melantai bermeditasi. Hua Zi membuka matanya melihat Feng Wei yang bermeditasi
dengan tenang ‘Feng Wei, kau membantu shushu itu sampai tidak mempedulikan
dirimu sendiri haih… Feng Wei sangat pintar dan cekatan, hanya dalam 1 hari,
dia sudah menyelamatkan semua pemuda dan anak-anak itu. Dimana Feng Wei
menemukan mereka ? Feng Wei, kenapa kau tidak memberitahuku ? aku bisa
membantumu, tidak perlu semua kau tanggung sendiri haih… mau di kehidupan
manapun, kau selalu melakukan semuanya diam-diam haih… lain kali aku harus
lebih memperhatikan, tidak boleh terjebak oleh sihir tidurnya lagi” tersenyum
menggelengkan kepala, kembali menutup mata.
Setelah meditasi, Feng Wei kembali muntah darah, segera
menghilangkannya, beristirahat sejenak. Feng Wei perlahan naik ke ranjang,
merebahkan tubuhnya, menutup mata, dan tertidur lelap dengan senyuman. Setelah
Feng Wei tidur, Hua Zi membuka mata, memeriksa tubuhnya, sudah tidak ada luka
luar yang terlihat, selain nadinya agak lemah, tidak ada tanda terluka. Hua Zi menyuruh
Zhe Yan masuk memeriksanya “berikan pil yang kuberikan, bisa melarutkannya
kedalam teh atau minuman” Gun Gun “Hong Ling sangat hebat, langsung bertindak…
tidak tahu bagaimana Hong Ling membebaskan semua pemuda dan anak-anak itu, kami
baru menemukan tempatnya, sedangkan para pemuda dan anak-anak itu tidak
terlihat sama sekali. hanya dalam sekali pemantauan Hong Ling sudah
menyelesaikannya” Zhe Yan “tanyakan saja saat dia bangun” Hua Zi menggeleng
“dia melakukan ini dengan diam-diam, tidak mau ada yang tahu, tidak bisa
menanyakannya…”
Zhe
Yan “pantas namanya terkenal dimana-mana tapi tidak ada yang melihatnya” Hua Zi
melihat Zhe Yan “kau tidak tahu ?” Gun Gun menjelaskan “baik alam dewa maupun
alam fana, ada rumor Dewi penjaga atau Dewi penyelamat, sama seperti Dewa Misterius
Fu Qin. Dialam fana, puluhan ribu tahun sudah turun temurun, tersebar sejarah
bahkan dibangun kuilnya di banyak tempat, hanya tidak ada yang pernah melihat
wajah dewi ini… ada yang hanya pernah melihat sekelebat kain dan punggung kecil,
makanya di kuilnya, patung berbentuk punggung anak kecil” Zhe Yan “kau lihat
saja, besok pasti kau akan mendengarnya !” Hua Zi “Dewi Hong Ling ?” Zhe Yan
menggeleng “Dewi Hong Ling sama sepertimu Dewa Misterius selalu menampakkan
__ADS_1
wajahnya, bertindak saat diganggu, tapi Dewi penjaga ini bergerak dalam
kegelapan.”