
Selama keduanya tidak
sadarkan diri, dirawat Gun Gun dan Ling Ling di Tai Chen gong. 3 bulan
kemudian, Hua Zi bangun, perlahan membuka mata, mencari istrinya “Feng Wei…”.
Hua Zi tersenyum melihat Feng Wei yang terbaring di sampingnya, menyamping dan
menarik Feng Wei ke pelukannya “Feng Wei… aku merindukanmu… Feng Wei…” mencium
keningnya. Hua Zi “Feng Wei… Xiao Bai… Feng Wei, aku sudah mengingat semuanya…
Feng Wei, apa kau sudah mengingat kembali ? ternyata Gun Gun dan Ling Ling
memang anak-anak kita… Feng Wei, di kehidupan ini kita akan bersama selamanya…
Feng Wei…” tidak mendapat jawaban. Hua Zi memegang wajah Feng Wei,
memanggil-manggilnya, tapi tidak ada respon. Hua Zi cemas, terduduk, melihat
Feng Wei dengan seksama “Feng Wei… Feng Wei, bangunlah… Feng Wei, buka matamu,
lihat aku… Feng Wei…” tetap tidak ada respon.
Gun Gun dan Ling Ling yang diluar, mendengar suara dari
dalam kamar, segera masuk melihat Hua Zi yang sedang berusaha membangunkan Feng
Wei “Yu Huang, sudah bangun !” Hua Zi melihat kearah keduanya “Hong Ling ?”
berusaha mendapat informasi. Ling Ling mendekat, memperbaiki selimut Feng Wei
“Yu Huang, luka Hong Ling lebih parah, Hong Ling membutuhkan lebih banyak
waktu” Hua Zi tercengang melihat Feng Wei “apa yang terjadi ? Zhe Yan ?” Gun
Gun “pedang Cang He dan pedang Hong Liu Yu menyerang kalian, petir dan bola api
menghantam tubuh kalian. Hong Ling memberikan pelindung dirinya untuk
melindungimu, sehingga dia menerima petir dan bola api dengan tubuh polosnya.
Zhe Yan mengatakan jiwa Hong Ling terluka karena mengeluarkan pelindungnya. Apa
kau tidak mengingat apapun ?” Hua Zi berkaca-kaca “kau menyelamatkanku lagi…”
memegang dan mengecup tangan Feng Wei.
Ling Ling mengamati Hua Zi “ehm Fu Qin…”, Hua Zi mengangkat
wajahnya melihat Ling Ling, mengamatinya, tersenyum lembut “putriku sudah
besar…” Ling Ling berkaca-kaca, masuk ke pelukan Hua Zi “Fu Qin… Fu Qin, kau
sudah ingat… hua… Fu Qin…” Hua Zi mengelap air mata Ling Ling “benar-benar
sangat cengeng…” Gun Gun pun berkaca-kaca mendekati Hua Zi “Fu Qin…” Hua Zi
melihat Gun Gun “Gun Gun… kalian sudah melakukannya dengan sangat baik…” Gun
Gun segera memeluk Hua Zi “Fu Qin… akhirnya kau kembali… Fu Qin…” Hua Zi membelai
kepalanya “kalian sudah menderita…” Ling Ling menggeleng “Fu Qin Niang Qin
lebih menderita…” Hua Zi melihat Feng Wei “penderitaanku tidak sebanding
dengannya… Gun Gun, panggil Zhe Yan…” Gun Gun “baik Fu Qin…” segera pergi.
Ling Ling “Fu Qin, apa bisa menyadarkan Niang Qin ?” Hua Zi
memegang kening Feng Wei, memeriksa tubuhnya “Fu Qin akan berusaha… Chong Lin…
__ADS_1
Chong Lin…” Chong Lin segera masuk, bingung bagaimana menyapa “Chong Lin, pergi
ke Yao Wang, minta pil Ling Shen dan Tan Huang” Chong Lin mendengar, melirik ke
Ling Ling yang mengangguk, segera pergi. Ling Ling “Fu Qin, apa yang harus
dilakukan ?” Hua Zi “Ling Ling, bawa pedang Hong Liu Yu kemari”. Hua Zi
memeriksa tubuh Feng Wei dengan seksama “Feng Wei, kau harus bangun… kau tidak
boleh meninggalkanku lagi…”.
Zhe Yan datang bersama Bai Chen “Yu Huang, kau sudah bangun
?” segera memeriksanya “sudah pulih semua, apa ingatan dan energimu sudah
kembali ?” Hua Zi “berhenti omong kosong, mana jarum emas ?” Zhe Yan terkejut,
melihatnya kemudian melihat Feng Wei “baik… Chen Chen, pergi panggil Bai Ce dan
ibumu. Gun Gun, pergi panggil Zu Zhe.” semua segera pergi “Yu Huang, apa kau
yakin ?” Hua Zi mengangguk, Zhe Yan memanggil Mo Yuan dan Sou Wan. Tidak lama
semua sudah berkumpul “ada apa ini ?” Sou Wan segera bertanya. Hua Zi
mendudukkan Feng Wei di tengah halaman, sendiri duduk di hadapannya, pedang
Hong Liu Yu dihadapan Feng Wei. Chong Lin datang membawa ramuan, memberikannya
pada Ling Ling “Fu Qin…” Hua Zi menerima dan meminumkannya pada Feng Wei “jika
ada tanda-tanda kekacauan, kalian harus segera mengalirkan energi membantunya”
semua mengangguk.
Zhe Yan “berhati-hatilah…” memperingati Hua Zi, memberikan
tangannya, 3 jarum emas melayang, masuk ke kening, jantung, dan pusar Feng Wei.
Feng Wei bereaksi, mengeluarkan keringat dingin, asap merah keluar dari
kepalanya. Hua Zi mengerahkan sihir ke pedang Hong Liu Yu yang segera melayang
mengeluarkan cahaya merah keemasan menyinari tubuh Feng Wei “Feng Wei… Feng
Wei… kembali… Feng Wei, kembalilah… ini aku, Hua Zi gege, Feng Wei, apa kau
mendengarku ?” Hua Zi terus memanggil sambil mengamati reaksi Feng Wei. Hua Zi
mengerahkan sihir, sebuah bola cahaya merah keluar dari tubuhnya, perlahan
masuk ke tubuh Feng Wei.
Tubuh Feng Wei bergetar, keringat dingin terus mengucur
membasahi tubuhnya, wajahnya memucat, tiba-tiba memuntahkan darah merah emas
perak. Tangannya perlahan bergoyang, postur tubuhnya terposisikan meditasi,
cahaya dari pedang Hong Liu Yu terus menyinarinya. Ling Ling “bagaimana Niang
Qin ?” Zhe Yan “Ling Ling, jangan mengganggunya, ini adalah saat-saat paling
kritis” semua mengamati perubahan Feng Wei. Kening Feng Wei bercahaya merah keemasan,
terlihat ada cahaya ungu didalamnya. Perlahan cahaya itu turun ke jantung dan
pusar, membentuk sebuah garis lurus. Lainnya pun berdatangan, Ye Hua – Bai
Qian, Ali dan Asiang, Bai Yi – Wen Xin menyaksikan yang terjadi pada Feng Wei.
__ADS_1
2 jam Feng Wei bermeditasi, cahaya dari keningnya perlahan memudar sudah
menyatu dengan dirinya. Feng Wei muntah darah merah emas perak kembali dan
terkulai lemas, Hua Zi segera memapahnya “Feng Wei… Feng Wei… Feng Wei…” Feng
Wei perlahan membuka mata “Hua Zi gege…” kembali menutup mata dan jatuh tidak
sadarkan diri. Zhe Yan segera memeiksa “sudah berhasil… hahaha… dia berhasil…
Yu Huang, Hong Ling hanya kelelahan, istirahat beberapa hari akan sadar
kembali.” Hua Zi segera menggendongnya ke permandian, membersihkan seluruh
tubuh Feng Wei sebelum membawanya berbaring kembali ke kamar mereka.
Bai Ce “Zhe Yan, yang tadi digunakan jarum pemanggil jiwa
kan ? apa yang terjadi ?” Zhe Yan mengangguk “jiwa Hong Ling terluka
sebelumnya, di tubuhnya ada energi yang berputar dan tidak bisa menyatu,
sepertinya berhubungan dengan sesuatu di keningnya dan pedang Hong Liu Yu. Tadi
Yu Huang menggunakan jarum emas membangkitkan jiwanya, mengembalikan pelindung
dan mengeluarkan energi dari pedang Hong Liu Yu. Hong Ling memang hebat, dia
bisa menstabilkan semuanya dalam 2 jam, pasti memiliki pemahaman yang tinggi
akan dirinya sendiri. Jika berganti yang lain, tidak tersesat saja sudah bagus,
sedikit kesalahan, bisa yuhua atau mati suri selamanya” Sou Wan “sangat
beresiko… jadi bagaimana sekarang ?” Zhe Yan santai “sudah stabil, lukanya pun
sudah sembuh, hanya kelelahan saja, hanya perlu beristirahat” Bai Qian “apa
ingatannya juga kembali ?” Zhe Yan “tidak tahu, ingatan Yu Huang sudah kembali.
Hong Ling…” Sou Wan “jadi bagaimana kekuatan mereka sekarang ?” Zu Zhe
“meningkat drastis dibanding sebelumnya. Sebelumnya, hanya sebagai Yu Huang dan
Hong Ling saja, kemampuannya sudah sangat hebat, sekarang memiliki kemampuan Di
Jun dan Zheng Zhu akan sangat luar biasa”.
Hua Zi menjaga Feng Wei, memastikan istirahatnya tidak
terganggu. Gun Gun dan Ling Ling menghampiri “Fu Qin…” Hua Zi menatap mereka “Fu
Qin, apa Niang Qin akan mengingat kami ?” Hua Zi melihat Feng Wei “Ling Ling,
walau tidak mengingat, secara naluriah, Hong Ling sudah mengenali kalian. Fu
Qin lebih memilih Niang Qin tidak memiliki ingatan sebelumnya” Gun Gun dan Ling
Ling melihat wajah tidur Feng Wei. Gun Gun “Fu Qin, jika hal itu baik untuk
Niang Qin, Gun Gun juga tidak ingin Niang Qin mengingatnya. Kehidupan
sebelumnya terlalu menderita, terlalu banyak tugas dan tanggung jawab. Gun Gun
ingin Niang Qin hidup bebas dan ceria, tanpa beban” Ling Ling mengangguk “Ling
Ling juga ingin Niang Qin bahagia. Beginipun sudah sangat baik, sebagai Hong
Ling, Niang Qin tulus menyayangi kami”. Hua Zi “jika Hong Ling tidak mengingatnya,
kalian tetap panggil aku Yu Huang, jangan membuatnya bingung. Kehidupan kali
__ADS_1
ini, aku ingin melindunginya dengan baik” Gun Gun dan Ling Ling mengangguk.