
Meng Hao “Zheng Zhu,
sebenarnya cara apa yang kau gunakan ?” Feng Jiu “haih Meng Hao shushu, yang
mulia yang masih muda begini tentu akan menarik perhatian. Anda seorang tua
ingin bersaing dengan yang mulia, sebaiknya mandi 7 kembang dahulu hahaha…”
semua menertawakan Meng Hao. Dong Hua menarik Feng Jiu ke penginapan “Xiao Bai,
rubah dandanan dahulu…” Feng Jiu “eh Dong Hua, seperti ini saja tidak baikkah
?” Dong Hua “tidak ! seperti ini, aku tidak bisa menggandeng dan memelukmu.
Ayo…” Meng Hao “sudah kukatakan, bersama Zheng Zhu, Di Jun sudah berubah
menjadi raja pecemburu…” Mu Rong tersenyum “tapi kalau aku memiliki istri
seperti Di Hou, akupun akan berubah seperti Di Jun. Wanita yang begitu hebat,
begitu pintar, begitu hangat, betul-betul harta tak ternilai. Bisa berkenalan
dengan Di Hou, merupakan suatu keberuntungan yang langka” Meng Hao mengangguk
“Zheng Zhu memang luar biasa… hanya satu yang tidak baik padanya… dia selalu
menyimpan masalah untuk dirinya sendiri haih…” Mu Rong “kau sudah tahu kalah
telak kan !” Meng Hao cekikikan “mana mungkin mengalahkan Zheng Zhu, aku hanya
ingin melihat tawa cerianya”.
Setelah berganti dandanan, Dong Hua terus menempel pada
Feng Jiu “Dong Hua, permen madu…” Feng Jiu menunjuk ke seorang penjual yang
sedang membentuk permen madu “kau ingin yang bentuk apa ?” Feng Jiu bersemangat
menarik Dong Hua membeli permen madu “xiao hu li…” Dong Hua dengan senyum manis
menjawab, Feng Jiu tersenyum “shushu, bisa buatkan 1 xiao hu li ?” “ei…
segera…” penjual menyanggupi “Gun Gun ingin yang mana ?” Gun Gun melihat-lihat
“Niang Qin, Gun Gun mau kuda ini !” Feng Jiu mengambilkannya. Semua mengambil
permen madu, Meng Hao yang membayar semua, karena kalah taruhan. Bagi mereka
semua yang menemani, satu senyum dan tawa Feng Jiu saja, sudah menjadi balasan
yang setimpal untuk segala pengorbanan mereka.
Sebelum kembali ke Feng Huo Cang Ling, mereka beristirahat
di Tai Chen gong beberapa hari. Berhubung Feng Jiu mau biguang setelah
mengonsumsi buah binpo, jadi waktu mereka di Feng Huo Cang Ling akan lebih lama
dari sebelumnya. Setelah mendengar Feng Jiu yang bersenang-senang di alam fana,
Sou Wan langsung protes “Xiao Jiu, kau bersenang-senang, kenapa tidak memanggil
kami !” Bai Qian “Xiao Jiu, bagaimana lukamu ?” Feng Jiu “tenanglah gugu,
lukaku sudah sembuh…” “Xiao Bai, akan biguang di Feng Huo Cang Ling…” Feng Jiu
mengangguk “kalian tetap latihan saja seperti sebelumnya… setelah lulus dari
kedua arena, ulangi lagi… setelah chuguang, kita akan melihat kemampuan kalian.
Shizu, Xiao Yan, kali ini kontrol emosi kalian.” Bai Qian “benar shiniang,
jangan tergesa-gesa…” Feng Jiu “Dong Hua, setelah lulus dari arena kedua,
__ADS_1
kembalilah ke arena pertama, mulailah berlatih menggunakan Pedang Cang He” Dong
Hua mengangguk.
Zhe Yan “Xiao Jiu, dengan buah binpo ini, berapa tingkat
kekuatanmu bisa kembali ?” Feng Jiu “buah binpo ini terbentuk oleh auraku,
kemungkinan bisa mengembalikan 3-4 tingkat” Bai Chen “berarti masih tidak bisa
mengembalikan seluruh kekuatanmu ? bukankah dikatakan buah binpo memiliki
khasiat yang luar biasa !” Feng Jiu “seharusnya pohon buah binpo baru berbuah
setiap 10.000 tahun. Buah binpo ini keluar hanya karena tekanan auraku saat
itu, jadi khasiatnya tidak sempurna” Zhe Yan mengangguk “Xiao Jiu, bagaimana
kalau kultivasi ? Dong Hua dulu berhasil mengembalikan hingga 8 tingkat
kekuatannya berkat kultivasi” Feng Jiu melihat semua mata yang menunggu
jawabannya “haih… apa kalian lupa aku baru kembali dari kultivasi ! jika
sekarang, aku berkultivasi kembali, akan terlahir di alam dewa” semua terkejut
mendengarnya.
Lian Song “bagaimana bisa ?” Dong Hua “Xiao Bai, kalau
begitu kau biguang sampai seluruh kekuatanmu kembali…” Feng Jiu tersenyum nakal
“benarkah ? apa Di Jun-ku ini bersedia menunggu selama itu lagi ?” Dong Hua
“aku bisa menunggu… yang penting kau pulih Xiao Bai…” Feng Jiu cekikikan “jadi
kalau biguang hingga ribuan bahkan puluhan ribu tahun ?” Dong Hua cemberut “bukankah
dengan buah binpo, hanya kurang 3 tingkat kekuatan, apa perlu selama itu ?”
tidak perlu memikirkannya. Jika mau membantu, maka berlatihlah dengan baik…”.
Mereka kembali ke Feng Huo Cang Ling, Feng Jiu langsung
meninggalkan mereka “Dong Hua, disini serahkan padamu… kali ini aku akan biguang
di gua terpisah… kalian berusaha sendiri !” mengecup bibir Dong Hua dan kedua
pipi Gun Gun dan Ling Ling “Mu Yun, jaga Ling Ling dengan baik… dia sekarang
sangat lincah…” tersenyum melihat putri kecilnya yang hampir setahun. Setelah
Feng Jiu biguang, yang lainpun tidak menunda waktu, segera latihan. Walau tidak
faham rencana Feng Jiu mengajari mereka, tapi selama Feng Jiu yang menyuruh,
mereka akan melakukan dengan sebaik-baiknya. Setelah melihat semua aksi Feng
Jiu, mereka tahu Feng Jiu melakukan semua untuk mendukung dan melindungi
mereka. Dengan membawa pemikiran seperti itu, mereka tidak menyimpan keraguan
sama sekali atas perintah Feng Jiu.
Selama 6 bulan, mereka berlatih sendiri tanpa tahu hal yang
terjadi pada Feng Jiu. Di depan gua tempat Feng Jiu biguang, terpasang jiejue
menghalau semuanya. Dengan adanya Wen Xin dan Hu Hou, Chong Lin dan Mu Yun yang
melayani semuanya, Feng Jiu tidak mendatangkan pelayan lainnya. Dong Hua
berhasil lulus dari arena kedua, sebulan setelah Feng Jiu biguang. Mengikuti
__ADS_1
instruksi Feng Jiu, Dong Hua kembali ke arena pertama, berlatih menggunakan
pedang Cang He. Setelah 6 bulan, yang berhasil lulus dengan senjata
masing-masing hanya Dong Hua, Mo Yuan, Zhe Yan, Bai Ce, dan Zu Zhe.
Feng Jiu melihat latihan mereka dari mulut gua, ada
senyuman tipis di bibirnya. Sambil menunggu mereka selesai berlatih, Feng Jiu
menyiapkan makanan untuk semua. Feng Jiu bermain bersama Ling Ling yang sedang
senang merangkak kemana-mana. Suara tawanya terdengar hingga kedalam gua arena
latihan. Dong Hua yang sudah selesai dan sedang mengawasi Gun Gun berlatih,
segera keluar gua. Dari jauh sudah melihat Feng Jiu yang sedang bermain di
rerumputan bersama Ling Ling “Xiao Bai…” segera memeluknya. “hai Dong Hua, sudah selesai latihan !” “kau
chuguang, kenapa tidak mencariku ?” Feng Jiu tersenyum “sudah melihat kalian
latihan di gua tadi… aku menyiapkan makanan kesukaanmu, pergilah membersihkan
diri…” Dong Hua tersenyum “bersama-sama…” menarik Feng Jiu dan menggendong Ling
Ling.
Setelah
memberikan Ling Ling pada Mu Yun, Dong Hua membawa Feng Jiu ke permandian “Xiao
Bai, bagaimana energimu ? sudah kembali berapa tingkat ?” Feng Jiu tersenyum
“buah binpo masih terlalu muda, membantu mengembalikan 2 tingkat… tidak usah
difikirkan, tubuhku sangat segar sekarang… oh berapa lama kau perlu waktu untuk
lulus dengan pedang Cang He ?” Dong Hua memeluk Feng Jiu “3 bulan…” Feng Jiu
memuji “wow… pantas sebagai Si Hai Ba Huang Tian Di Gong Zhu…” Dong Hua
mengecup kening Feng Jiu “aku tidak mau jadi Tian Di Gong Zhu, hanya ingin
menjadi priamu…” Feng Jiu tersenyum lembut “hmm priaku sangat hebat” mengecup
bibir Dong Hua. Dong Hua tidak melepas kesempatan, memperdalam ciumannya “Xiao
Bai, aku merindukanmu…” menjelajah tubuh Feng Jiu.
Feng
Jiu “argh pinggangku…” meringis kesakitan setelah aktifitas mereka. Dong Hua
menyalurkan energi ke tubuh Feng Jiu “maaf Fu Ren, tidak bisa menahannya…
tubuhmu sudah menjadi canduku…” mencium bibir merah Feng Jiu. Dong Hua terus
mengulang hingga Feng Jiu tidak sanggup lagi meladeni Dong Hua dan tertidur
kelelahan. Dong Hua dengan mata memanjakan, menggendong Feng Jiu keluar dari
permandian. Setelah mengatur Feng Jiu di kamar, Dong Hua mencari Zhe Yan untuk
memeriksa “tidak ada masalah dengan tubuh Xiao Jiu. Berkat buah binpo, luka sebelumnya
sudah pulih sempurna. Xiao Jiu ada mengatakan berapa tingkat kekuatannya
kembali ?” “2 tingkat… buah binpo masih sangat muda, tidak terlalu membantunya
!” “hanya 2 tingkat… apa Xiao Jiu mau biguang lagi ?” “dari kata-katanya, Xiao
Bai tidak berencana biguang kembali” Zhe Yan mengangguk “selama Xiao Jiu tidak
__ADS_1
menghadapi pertempuran, dengan 6 tingkat kekuatan, harusnya sudah cukup untuk
melindunginya”