Return Of God Emperor

Return Of God Emperor
Bab 247 - Tumbuhan pencahar


__ADS_3

“Tuan… Nona… anda sebaiknya


jangan keluar hari ini…” seorang pelayan memperingati. Chong Lin “apa yang


terjadi pelayan ?” Pelayan “musim dingin seperti ini, sangat susah menemukan


makanan… bagi yang tidak memiliki persiapan sebelumnya, akan kesulitan


mendapatkan makanan. Satu-satunya yang bisa tetap tumbuh di musim dingin


seperti ini dengan jarak terjangkau hanya pertanian di sebelah barat… tetapi


tanaman-tanaman itu sering membuat diare… tuan nona, kalau tidak ada keperluan sebaiknya


jangan keluar… diare para pasien itu sangat bau, bagi yang tidak tahan bisa


muntah hebat…” Dong Hua “Feng Wei, kita tidak keluar hari ini…” menyuapi Xiao


Shen Zhu.


            Xiao Shen Zhu “pelayan… tanaman apa itu ? bisakah aku


melihatnya ?” berbinar melihat si pelayan. Dong Hua mengerutkan keningnya “Feng


Wei…” melihat mata usil Xiao Shen Zhu yang berkedip sebelah padanya. Dong Hua


menghela nafas, menyentil keningnya “tubuhmu masih lemah… diluar sangat


dingin…” Xiao Shen Zhu merengek “aku ingin melihatnya…” sambil


menggoyang-goyangkan tangan Dong Hua. Pelayan “nona, dengarkan tuan ini… diluar


sangat dingin…” Xiao Shen Zhu “apa tidak ada cara mendapatkannya ?” pelayan


menoleh kanan kiri sebelum berbicara “nona, jika anda ingin mendapatkannya,


anda bisa ke rumah-rumah penduduk kecil… ada banyak di belakang penginapan ini,


tapi disana sangat bau saat ini…”.


            Chong Lin “nona muda, jika anda menginginkannya, Chong


Lin akan mencarinya…” Xiao Shen Zhu menggeleng “aku ingin melihat sendiri


gejala dan dampaknya…” Dong Hua protes “Feng Wei…” Xiao Shen Zhu memajukan


bibirnya “hanya sebentar !!!” memberi isyarat tangan kecilnya. Xin Xin “Huo


Feng, nanti kau sakit ! biarkan Chong Lin shushu saja yang mengambilkannya”.


Xiao Shen Zhu cemberut, Dong Hua tidak tega melihatnya “baiklah, tapi hanya


sebentar…” Xiao Shen Zhu segera berbinar, mencium kedua pipi Dong Hua “terima


kasih Hua Zi gege… Mu Yun, mana bungkusanku ?” Dong Hua tersenyum menggelengkan


kepalanya.


            Mereka segerombolan berjalan ke rumah penduduk. Seperti yang


dikatakan pelayan di penginapan, tempat itu sangat bau. Dong Hua melindungi


Xiao Shen Zhu dalam pelukannya, melihat kedua anak yang menutup sebagian wajah


mereka “Mu Yun, bawa Xin Xin dan Xiong Xiong kembali ke penginapan !” Dong Hua


memerintah “Fu Qin…” keduanya protes “kembalilah, tunggu kami di penginapan…”


tidak menerima bantahan. Mu Yun membawa kedua anak berjalan menjauhi tempat


menjijikkan itu. Chong Lin membuka jalan, ke rumah terdekat yang mereka jumpai


“siapa ?” seorang pria dengan bau menjijikkan keluar membuka pintu “pergi…


pergi… argh perutku… mengusir Chong Lin, segera berlari masuk dengan memegang

__ADS_1


perutnya. Terlihat bajunya berantakan dan bagian belakangnya kotor dengan


kotorannya.


            Chong Lin menutup hidung, masuk ke pekarangan rumah diikuti


Dong Hua yang menggendong Xiao Shen Zhu. Seorang nyonya dengan wajah lemas


menghampiri mereka “apa yang kalian lakukan disini !” membentak dengan


sisa-sisa tenaganya. Chong Lin dengan sopan “nyonya, kami mendengar tumbuhan


yang membuat anda sakit perut… kebetulan tuan muda kami ingin menelitinya… apa


kami bisa meminta beberapa tumbuhan itu ?” nyonya itu marah “tidak… tidak…


berikan pada kalian, kami makan apa ! pergi…” mengusir mereka dengan kasar.


Chong Lin menyodorkan bungkusan “nyonya, kami akan mengganti tumbuhan itu


dengan makanan ini…” nyonya itu langsung merampas bungkusan tanpa mendengar


sisa kata-kata Chong Lin.


            Dong Hua cemas Xiao Shen Zhu sakit, wajahnya sudah mulai


memucat dan kedinginan. Chong Lin melihat kode Dong Hua “nyonya, kami hanya


meminta beberapa tanaman itu !” nyonya itu berlari masuk, sesaat kemudian


keluar dengan memegang perutnya dan beberapa tangkai tanaman yang sudah layu


dan kotor “sana pergi…” langsung berlari masuk tanpa mempedulikan ketiganya.


Dong Hua segera membawa Xiao Shen Zhu keluar “wuek… wuek…” Xiao Shen Zhu muntah


hebat pas keluar dari pintu rumah itu. Dong Hua cemas “Feng Wei…” tidak


mempedulikan muntah Xiao Shen Zhu yang terkena bajunya, segera berlari kembali


ke penginapan. Dong Hua memandikan dan membersihkan Xiao Shen Zhu yang sudah


cemas.


            Mu Yun sudah menyiapkan teh hangat dan bubur hangat “Feng


Wei, minum dan makan sedikit…” memapah Xiao Shen Zhu. Baru suapan kedua, Xiao


Shen Zhu menolak tambahan sendok lainnya, menggeleng “tidak mau… tidak mau


lagi…” Dong Hua “Feng Wei, sedikit lagi… kau akan sakit jika perutmu tidak


terisi…” Xiao Shen Zhu menggeleng lemah “tidak… mau… tidak… mau lagi…” Dong Hua


tidak tega memaksa “baik… baik… tidak makan bubur… teh hangat saja ya… ayo


perlahan…” menyuapi teh hangat beberapa sendok. Setelah menolak semuanya, Dong


Hua akhirnya membiarkan Xiao Shen Zhu beritirahat “Fu Qin, bagaimana Niang Qin


?” semua mencemaskannya. Dong Hua pun memanggil Zhe Yan “tidak apa, hanya tidak


kuat menghirup baunya… beristirahat beberapa hari akan membaik… jangan


membawanya kesana lagi… tempat kotor semacam itu bisa membawa penyakit untuk


tubuh lemahnya…” Xiong Xiong “yeye, kau tahu bagaimana Niang Qin…” Zhe Yan dan


Bai Chen menghela nafas.


            Zhe Yan mengeluarkan sebuah botol “ini,,, berikan padanya


saat bangun… dia bisa mencium bau ini jika merasa mual…” Dong Hua menerimanya


dan mencoba “baunya sangat ringan dan bisa menetralisir bau yang terlalu kuat…”

__ADS_1


“terima kasih…” “ini ada manisan dari ersau untuk Huo Feng…” Bai Chen


memberikan sebuah kotak manisan. Zhe Yan “Dong Hua…” Dong Hua “aku tahu… tidak


apa, Feng Wei masih ingin bermain… setelah kembali, aku akan memintanya


beristirahat…” Bai Chen tersenyum melihat Xiao Shen Zhu “biarkan dia bermain…


asal dia bahagia…” Zhe Yan cekikikan “sudah melewati begitu banyak, akhirnya


tidak ada yang mengekangnya lagi… Dong Hua, Bai Yi selalu bertanya kabarnya,


bahkan kebingungan mencarikannya permainan hahaha… jika dulu, Bai Yi selalu


melarangnya hahaha…” Dong Hua “hanya perlu mendukung dan menemaninya…” menatap


penuh kasih sayang pada Xiao Shen Zhu.


            Xiao Shen Zhu yang bangun, segera mencari tumbuhan


pencaharnya “Di Hou, Chong Lin sudah mencucinya…”. Xiao Shen Zhu segera


mengambil dan mengamati “Zhe Yan yeye mengatakan, racunnya ada pada tangkai


daun kecil hingga ke akarnya. Ini terjadi karena cairan kotor yang menjadi


lahan tumbuhnya tumbuhan liar ini.” Ling Ling menjelaskan. Gun Gun “Niang Qin,


apa yang mau kau lakukan dengan tumbuhan ini ?” Xiao Shen Zhu tersenyum nakal,


Xin Xin “Niang Qin, apa ini bisa dijadikan senjata ?” Xiao Shen Zhu mengangkat


kepala melihat Xin Xin, segera wajah usilnya terlihat dan mengangguk antusias.


Xiong Xiong bersemangat “Niang Qin, apa yang akan kau lakukan pada tumbuhan ini


?” semua mendekat melihatnya.


            Xiao Shen Zhu “tangkai ke akar… cairan kotor…” Dong Hua


“tidak… biarkan Chong Lin yang mengambilkannya untukmu…” sudah mengetahui niat


gadis ciliknya. Xiao Shen Zhu cekikikan. Chong Lin segera “Di Hou, anda


beristirahat…” “tidak… tidak… aku mau pergi…” Xiao Shen Zhu menolak “Hua Zi


gege, setelah melihat wilayah itu, kita kembali ke alam dewa, bagaimana ?”


semua terkejut. Dong Hua “baiklah… tapi setelah itu, kau harus beristirahat…”


Xiao Shen Zhu mengangguk “aku mau bermain dengan tanaman kecil ini…” berbinar


membolak balikkan tanaman di tangan mungilnya.


            Mereka pergi ke wilayah yang ditumbuhi tanaman liar itu,


sangat bau dan jorok. Ling Ling “tanaman ini tumbuh memakai air limbah, tentu


saja membuat yang memakannya menjadi sakit perut…” Jin Cheng “sebenarnya


tanaman ini bukan untuk dikomsumsi tapi untuk menjaga persawahan dari hama…” “Feng


Wei…” Xiao Shen Zhu melepas Dong Hua dan berlarian, melihat sendiri tanaman,


memetik beberapa bunga liar “hati-hati Niang Qin, bunga itu banyak durinya…”


Gun Gun memperingati. Xiao Shen Zhu mengambilnya dengan kaos tangan saljunya


yang tebal, jadi duri bunga, tidak sampai melukai tangan. Dong Hua melihat


tangannya “hati-hati terluka…” Xiao Shen Zhu cekikikan “hanya bunga liar… ah


disini sangat dingin…” menggosok-gosokkan kedua tangan mungilnya. Dong Hua


segera menggendong dan memeluknya erat “kita kembali… bibirmu sudah mulai

__ADS_1


membeku…” Xiao Shen Zhu mengangguk. Chong Lin dan Mu Yun membereskan dan


membawa semua yang dipetik Xiao Shen Zhu.


__ADS_2