
“Tuan… Nona… anda sebaiknya
jangan keluar hari ini…” seorang pelayan memperingati. Chong Lin “apa yang
terjadi pelayan ?” Pelayan “musim dingin seperti ini, sangat susah menemukan
makanan… bagi yang tidak memiliki persiapan sebelumnya, akan kesulitan
mendapatkan makanan. Satu-satunya yang bisa tetap tumbuh di musim dingin
seperti ini dengan jarak terjangkau hanya pertanian di sebelah barat… tetapi
tanaman-tanaman itu sering membuat diare… tuan nona, kalau tidak ada keperluan sebaiknya
jangan keluar… diare para pasien itu sangat bau, bagi yang tidak tahan bisa
muntah hebat…” Dong Hua “Feng Wei, kita tidak keluar hari ini…” menyuapi Xiao
Shen Zhu.
Xiao Shen Zhu “pelayan… tanaman apa itu ? bisakah aku
melihatnya ?” berbinar melihat si pelayan. Dong Hua mengerutkan keningnya “Feng
Wei…” melihat mata usil Xiao Shen Zhu yang berkedip sebelah padanya. Dong Hua
menghela nafas, menyentil keningnya “tubuhmu masih lemah… diluar sangat
dingin…” Xiao Shen Zhu merengek “aku ingin melihatnya…” sambil
menggoyang-goyangkan tangan Dong Hua. Pelayan “nona, dengarkan tuan ini… diluar
sangat dingin…” Xiao Shen Zhu “apa tidak ada cara mendapatkannya ?” pelayan
menoleh kanan kiri sebelum berbicara “nona, jika anda ingin mendapatkannya,
anda bisa ke rumah-rumah penduduk kecil… ada banyak di belakang penginapan ini,
tapi disana sangat bau saat ini…”.
Chong Lin “nona muda, jika anda menginginkannya, Chong
Lin akan mencarinya…” Xiao Shen Zhu menggeleng “aku ingin melihat sendiri
gejala dan dampaknya…” Dong Hua protes “Feng Wei…” Xiao Shen Zhu memajukan
bibirnya “hanya sebentar !!!” memberi isyarat tangan kecilnya. Xin Xin “Huo
Feng, nanti kau sakit ! biarkan Chong Lin shushu saja yang mengambilkannya”.
Xiao Shen Zhu cemberut, Dong Hua tidak tega melihatnya “baiklah, tapi hanya
sebentar…” Xiao Shen Zhu segera berbinar, mencium kedua pipi Dong Hua “terima
kasih Hua Zi gege… Mu Yun, mana bungkusanku ?” Dong Hua tersenyum menggelengkan
kepalanya.
Mereka segerombolan berjalan ke rumah penduduk. Seperti yang
dikatakan pelayan di penginapan, tempat itu sangat bau. Dong Hua melindungi
Xiao Shen Zhu dalam pelukannya, melihat kedua anak yang menutup sebagian wajah
mereka “Mu Yun, bawa Xin Xin dan Xiong Xiong kembali ke penginapan !” Dong Hua
memerintah “Fu Qin…” keduanya protes “kembalilah, tunggu kami di penginapan…”
tidak menerima bantahan. Mu Yun membawa kedua anak berjalan menjauhi tempat
menjijikkan itu. Chong Lin membuka jalan, ke rumah terdekat yang mereka jumpai
“siapa ?” seorang pria dengan bau menjijikkan keluar membuka pintu “pergi…
pergi… argh perutku… mengusir Chong Lin, segera berlari masuk dengan memegang
__ADS_1
perutnya. Terlihat bajunya berantakan dan bagian belakangnya kotor dengan
kotorannya.
Chong Lin menutup hidung, masuk ke pekarangan rumah diikuti
Dong Hua yang menggendong Xiao Shen Zhu. Seorang nyonya dengan wajah lemas
menghampiri mereka “apa yang kalian lakukan disini !” membentak dengan
sisa-sisa tenaganya. Chong Lin dengan sopan “nyonya, kami mendengar tumbuhan
yang membuat anda sakit perut… kebetulan tuan muda kami ingin menelitinya… apa
kami bisa meminta beberapa tumbuhan itu ?” nyonya itu marah “tidak… tidak…
berikan pada kalian, kami makan apa ! pergi…” mengusir mereka dengan kasar.
Chong Lin menyodorkan bungkusan “nyonya, kami akan mengganti tumbuhan itu
dengan makanan ini…” nyonya itu langsung merampas bungkusan tanpa mendengar
sisa kata-kata Chong Lin.
Dong Hua cemas Xiao Shen Zhu sakit, wajahnya sudah mulai
memucat dan kedinginan. Chong Lin melihat kode Dong Hua “nyonya, kami hanya
meminta beberapa tanaman itu !” nyonya itu berlari masuk, sesaat kemudian
keluar dengan memegang perutnya dan beberapa tangkai tanaman yang sudah layu
dan kotor “sana pergi…” langsung berlari masuk tanpa mempedulikan ketiganya.
Dong Hua segera membawa Xiao Shen Zhu keluar “wuek… wuek…” Xiao Shen Zhu muntah
hebat pas keluar dari pintu rumah itu. Dong Hua cemas “Feng Wei…” tidak
mempedulikan muntah Xiao Shen Zhu yang terkena bajunya, segera berlari kembali
ke penginapan. Dong Hua memandikan dan membersihkan Xiao Shen Zhu yang sudah
cemas.
Mu Yun sudah menyiapkan teh hangat dan bubur hangat “Feng
Wei, minum dan makan sedikit…” memapah Xiao Shen Zhu. Baru suapan kedua, Xiao
Shen Zhu menolak tambahan sendok lainnya, menggeleng “tidak mau… tidak mau
lagi…” Dong Hua “Feng Wei, sedikit lagi… kau akan sakit jika perutmu tidak
terisi…” Xiao Shen Zhu menggeleng lemah “tidak… mau… tidak… mau lagi…” Dong Hua
tidak tega memaksa “baik… baik… tidak makan bubur… teh hangat saja ya… ayo
perlahan…” menyuapi teh hangat beberapa sendok. Setelah menolak semuanya, Dong
Hua akhirnya membiarkan Xiao Shen Zhu beritirahat “Fu Qin, bagaimana Niang Qin
?” semua mencemaskannya. Dong Hua pun memanggil Zhe Yan “tidak apa, hanya tidak
kuat menghirup baunya… beristirahat beberapa hari akan membaik… jangan
membawanya kesana lagi… tempat kotor semacam itu bisa membawa penyakit untuk
tubuh lemahnya…” Xiong Xiong “yeye, kau tahu bagaimana Niang Qin…” Zhe Yan dan
Bai Chen menghela nafas.
Zhe Yan mengeluarkan sebuah botol “ini,,, berikan padanya
saat bangun… dia bisa mencium bau ini jika merasa mual…” Dong Hua menerimanya
dan mencoba “baunya sangat ringan dan bisa menetralisir bau yang terlalu kuat…”
__ADS_1
“terima kasih…” “ini ada manisan dari ersau untuk Huo Feng…” Bai Chen
memberikan sebuah kotak manisan. Zhe Yan “Dong Hua…” Dong Hua “aku tahu… tidak
apa, Feng Wei masih ingin bermain… setelah kembali, aku akan memintanya
beristirahat…” Bai Chen tersenyum melihat Xiao Shen Zhu “biarkan dia bermain…
asal dia bahagia…” Zhe Yan cekikikan “sudah melewati begitu banyak, akhirnya
tidak ada yang mengekangnya lagi… Dong Hua, Bai Yi selalu bertanya kabarnya,
bahkan kebingungan mencarikannya permainan hahaha… jika dulu, Bai Yi selalu
melarangnya hahaha…” Dong Hua “hanya perlu mendukung dan menemaninya…” menatap
penuh kasih sayang pada Xiao Shen Zhu.
Xiao Shen Zhu yang bangun, segera mencari tumbuhan
pencaharnya “Di Hou, Chong Lin sudah mencucinya…”. Xiao Shen Zhu segera
mengambil dan mengamati “Zhe Yan yeye mengatakan, racunnya ada pada tangkai
daun kecil hingga ke akarnya. Ini terjadi karena cairan kotor yang menjadi
lahan tumbuhnya tumbuhan liar ini.” Ling Ling menjelaskan. Gun Gun “Niang Qin,
apa yang mau kau lakukan dengan tumbuhan ini ?” Xiao Shen Zhu tersenyum nakal,
Xin Xin “Niang Qin, apa ini bisa dijadikan senjata ?” Xiao Shen Zhu mengangkat
kepala melihat Xin Xin, segera wajah usilnya terlihat dan mengangguk antusias.
Xiong Xiong bersemangat “Niang Qin, apa yang akan kau lakukan pada tumbuhan ini
?” semua mendekat melihatnya.
Xiao Shen Zhu “tangkai ke akar… cairan kotor…” Dong Hua
“tidak… biarkan Chong Lin yang mengambilkannya untukmu…” sudah mengetahui niat
gadis ciliknya. Xiao Shen Zhu cekikikan. Chong Lin segera “Di Hou, anda
beristirahat…” “tidak… tidak… aku mau pergi…” Xiao Shen Zhu menolak “Hua Zi
gege, setelah melihat wilayah itu, kita kembali ke alam dewa, bagaimana ?”
semua terkejut. Dong Hua “baiklah… tapi setelah itu, kau harus beristirahat…”
Xiao Shen Zhu mengangguk “aku mau bermain dengan tanaman kecil ini…” berbinar
membolak balikkan tanaman di tangan mungilnya.
Mereka pergi ke wilayah yang ditumbuhi tanaman liar itu,
sangat bau dan jorok. Ling Ling “tanaman ini tumbuh memakai air limbah, tentu
saja membuat yang memakannya menjadi sakit perut…” Jin Cheng “sebenarnya
tanaman ini bukan untuk dikomsumsi tapi untuk menjaga persawahan dari hama…” “Feng
Wei…” Xiao Shen Zhu melepas Dong Hua dan berlarian, melihat sendiri tanaman,
memetik beberapa bunga liar “hati-hati Niang Qin, bunga itu banyak durinya…”
Gun Gun memperingati. Xiao Shen Zhu mengambilnya dengan kaos tangan saljunya
yang tebal, jadi duri bunga, tidak sampai melukai tangan. Dong Hua melihat
tangannya “hati-hati terluka…” Xiao Shen Zhu cekikikan “hanya bunga liar… ah
disini sangat dingin…” menggosok-gosokkan kedua tangan mungilnya. Dong Hua
segera menggendong dan memeluknya erat “kita kembali… bibirmu sudah mulai
__ADS_1
membeku…” Xiao Shen Zhu mengangguk. Chong Lin dan Mu Yun membereskan dan
membawa semua yang dipetik Xiao Shen Zhu.