Return Of God Emperor

Return Of God Emperor
Bab 171 - Selesainya kultivasi pertama


__ADS_3

Yang


Guang melihat Raja dengan penuh kekecewaan “walaupun harus mati, aku tidak akan


mati disini…” Raja “Yang Guang, kau… kau jangan keras kepala lagi… racunnya


akan segera menyebar…” Yang Guang tersenyum “yang ingin kulakukan akan


kulakukan, yang tidak ingin kulakukan tidak ada yang bisa memaksaku…” kembali


muntah darah hitam. Permaisuri menangis histeris “Yang Guang… raja, cepat


berikan penawarnya, Yang Guang tidak akan tahan…” Raja masih bersikeras


“pengawal, bawa putri ke Yue Xing gong…” ketujuh pemuda segera mengelilingi


Yang Guang “selama ada kami, tidak ada yang bisa menyentuh Yang er” Shui Lan


“kalian betul-betul orang tua yang kejam…  demi ambisi kalian, mengorbankan anak kalian sendiri… Yang er tidak


butuh penawar kalian, dia sama sekali sudah tidak bisa diselamatkan…” raja dan permaisuri


tercengang “asal dia bersedia tinggal, aku akan memberikan penawarnya” Shui Lan


menangis “Yang er tidak membutuhkannya…” Jing Guang “Shui Lan, tolong Yang er…”


Shui Lan menangis “Jing Guang, Yang er sudah terkena racun ini 2 kali,


sebelumnya, aku sudah memberikan penawarnya… tubuh Yang er masih belum pulih,


masih ada racun dalam darahnya, sekarang kembali terkena. Racunnya sudah


menyebar ke seluruh tubuhnya dan ke jantung… hua… bagaimana aku


menyelamatkannya ? Jing Guang, katakan padaku, bagaimana membantunya ?”


menangis histeris. Semua terkejut, seperti ada petir yang menghantam tubuh,


hati, dan otak mereka.


          Yang Guang “walau harus mati, aku tidak mau mati disini…”


perlahan menunggangi Fei Jiao “Yang er…” semua berteriak “kita pergi, kita


keluar ibukota… aku bisa…” semua mengangguk dengan wajah penuh air mata “Yang


Guang…” Raja memanggil, tidak ada yang mendengarkannya, semua naik keatas kuda


“Sungai Han Qing…” Yang Guang memberitahu, semua mengangguk. Yang Guang tersenyum


manis pada ketujuhnya “kita bebas… ciak…” memacu Fei Jiao segera meninggalkan


istana “Feng Wei, bertahanlah, aku akan membawamu ke Sungai Han Qing” suara Hua


Zi terdengar di telinganya. Yang Guang tersenyum mengangguk. Hua Zi duduk


dibelakangnya, membantu memacu Fei Jiao dan menyandarkannya ke pelukannya.


Pangeran Hui Ting “kalian, buka jalan untuk Yang Guang ! siapapun yang


menghalangi langsung habisi di tempat !” prajurit dan pengawal segera bergegas


mematuhi perintah.


          Para prajurit dan pengawal bergegas membukakan jalan untuk


mereka. Raja terjatuh dengan derai air mata “Yang Guang… kenapa ? kenapa kau


begitu keras kepala ? Yang Guang…” Permaisuri “aku mau melihat Yang Guang,


melihat putriku…” tidak memedulikan Raja, segera naik keatas kuda dan memacunya.


Bersamaan dengan permisuri, pangeran, putri, dan selir bergegas ke Sungai Han


Qing. Rakyat yang tidak tahu menahu apa yang terjadi, terkejut melihat begitu


banyak prajurit dan kedelapan Da Ren yang memacu kudanya bagai orang gila

__ADS_1


keluar ibukota. Banyak yang mengikuti mereka untuk mengetahui apa yang terjadi.


Melihat seluruh keluarga kerajaan yang memacu kudanya keluar ibukota


menimbulkan pertanyaan banyak pihak. Ada yang sempat melhat noda darah di bibir


dan baju Yang Guang.


          Yang Guang terjatuh dari kuda disaat tiba di Sungai Han


Qing “Hua Zi gege, terima kasih…” tersenyum manis pada kekosongan. Ketujuh


pemuda segera berlari menghampirinya “Yang er… Yang er…” Tian Ling dan Shui Lan


memeluknya. Yang Guang tersenyum “kita sudah bebas…” semua mengangguk dengan


derai air mata. Yang Guang “teman-temanku, aku mempunyai permintaan kecil pada


kalian, bisakah kalian melakukannya untukku ?” Huang Guang memegang tangannya


“apa yang kau inginkan ? katakan, kami akan melakukannya untukmu” Yang Guang


tersenyum “terima kasih… setelah aku mati, bakar jasadku, biarkan mengalir


bersama air dan angin di Sungai Han Qing ini… aku ingin menikmati kebebasanku…”


semua mengangguk “kami akan melakukannya… Yang er…” semua menangis.


          Yang Guang “terima kasih semua… kalian sudah bisa pulang


membawa kesuksesan hihihi… huk… huk… aku Yang Guang berterima kasih pada kalian


semua… dalam 7 tahun ini, ada kalian yang menemani disisiku, sungguh sangat


menyenangkan, terima kasih” menundukkan kepalanya “Yang er, kamilah yang harus


berterima kasih padamu… kau selalu melindungi kami… bahkan disaat terakhir, kau


masih memikirkan keselamatan kami… Yang er, jika ada kehidupan berikutnya, kami


akan menemanimu lagi…” Yang Guang tersenyum “karena aku yang terhebat jadi


tertutup dengan sebuah senyum lembut di bibirnya “Yang er… Yang er… hua… Yang


er…” semua menangis tersedu-sedu, bahkan Fei Jiao pun menangis.


          You Zun “dia memang sangat keras kepala ! tidak akan takluk


oleh ancaman ataupun paksaan. Jika dia sudah mengatakan sesuatu, maka tidak ada


yang bisa merubahnya” Jin Chen “1 kultivasi sudah selesai… Fu Qin…” Hua Zi terdiam,


melihat jasad Yang Guang. Gun Gun “aku ingin mengantar kepergian Yang Guang…”


semuapun ikut berdiam disana mengantar kepergian Yang Guang.


          Ketujuhnya bekerja sama, membangun sebuah rakit kayu dengan


jerami kering diatasnya. Jasad Yang Guang digeletakkan dilantai, dijaga Fei


Jiao, tidak mengijinkan siapapun mendekatinya, bahkan Permaisuri sekalipun


hanya bisa berlutut menangisinya dari jarak 10 meter dari jasad Yang Guang.


Dalam 2 jam, sebuah rakit yang indah dan besar, penuh dengan bunga sudah terbentuk.


Dikarenakan Yang Guang tidak pernah mau disentuh mereka dan menyadari tubuhnya


adalah tubuh seorang wanita, Tian Ling yang menggendong jasad Yang Guang ke rakit.


          Seorang anak maju “gege, bisakah aku menaruh bunga ini


untuk Da Ren ?” bertanya pada Huang Guang. Dia adalah anak kecil yang dulu


diselamatkan Yang Guang pada pertarungannya. Huang Guang menatap lainnya yang


mengangguk, Huang Guang membelai kepala anak itu dan mengangguk. Beberapa

__ADS_1


orangpun memberanikan diri maju memberi bunga, termasuk para pangeran, putri,


dan selir. Yang tidak diizinkan hanya Raja dan Permaisuri yang melihat dari


jarak 10 meter, terdapat barikade prajurit yang menghalangi keduanya.


Selesai


semua menaruh bunga, rakit Yang Guang siap dilepaskan “Pangeran, saat anda


menjadi seorang Raja, jangan mengulangi kesalahan yang sama. Kekuasaan tidak


berarti apapun dibanding kebahagiaan dan kasih sayang” Lu Teng tersenyum,


menasehati Pangeran Hui Ting “kalian akan kemana ?” Lu Teng tersenyum melepas


Pangeran. Huang Guang membelai surai Fei Jiao “Fei Jiao, Yang er sudah pergi,


kau bebas, pergilah…” Fei Jiao hanya menunduk dengan derai air mata.


Ketujuhnya


mendorong rakit dengan Yang Guang diatasnya hingga air membasahi pinggang


mereka. Jing Guang melompat naik keatas rakit diikuti lainnya “kalian…” semua


tersenyum sedih menatap Yang Guang “jika ingin pergi, maka pergi bersama-sama”.


Tian Ling memapah Yang Guang, menyandarkannya pada tubuhnya, diikuti Shui Lan


dan Dian Lan yang memeluk mereka “Yang er, kami menemanimu… kemanapun, kita


akan selalu bersama…”. Empat pemuda tersenyum lembut pada mereka. Huang Guang


menyalakan api, membakar rakit dan tubuh mereka. Mereka berdiri dan duduk


diposisi masing-masing, tidak meneriakkan kesakitan sedikitpun. Fei Jiao


melihatnya, segera berlari naik keatas rakit dan terbakar bersama. Semua yang


ditepian berteriak memanggil dan menangisi mereka.


“sehidup


semati…” Lian Song berguman. Zuo Zun “mereka setia satu sama lainnya, tidak


terpisahkan…” Hua Zi “Yang Guang…” satu tetes air mata jatuh dari matanya. Api


membakar tubuh kesembilannya hingga habis tak bersisa. Sebelum api padam, 9


cahaya terbang keatas langit. Langit berubah, menampilkan aurora beraneka warna


sejenak, ditutup dengan sebuah pelangi yang terang dan indah. Semua mahkluk


fana yang melihatnya segera berlutut menghormat “Da Ren adalah dewa… dewa yang


turun kealam manusia… Da Ren… Da Ren…” semua mengelu-elukan nama mereka. Raja


dan Permaisuri dihantui rasa bersalah dan penyesalan yang sangat dalam. 3 tahun


setelah kepergian Yang Guang dan teman-temannya, Raja turun tahta digantikan


Pangeran Hui Ting sebagai Raja Kerajaan Ming.


“Hong


Ling sudah menyelesaikan kultivasi pertama” Bai Chen mengkonfirmasi. Zuo Zun


“Di Jun, anda tidak ke Bi Hai Cang Ling ?” Hua Zi berbalik pergi meninggalkan


mereka setelah meninggalkan kata “aku masih ada urusan”. Hua Zi pergi ke Yue


Xing gong, mengambil lukisan-lukisan Yang Guang bersama ketujuh kesayangannya.


Hua Zi membakar Yue Xing gong dengan semua sisa lukisan didalamnya. Semua yang


kembali dan melihat keadaan Yue Xing gong, semakin yakin Yang Guang dan ketujuh

__ADS_1


temannya adalah dewa hidup yang turun kealam manusia.


__ADS_2