
Yang
Guang melihat Raja dengan penuh kekecewaan “walaupun harus mati, aku tidak akan
mati disini…” Raja “Yang Guang, kau… kau jangan keras kepala lagi… racunnya
akan segera menyebar…” Yang Guang tersenyum “yang ingin kulakukan akan
kulakukan, yang tidak ingin kulakukan tidak ada yang bisa memaksaku…” kembali
muntah darah hitam. Permaisuri menangis histeris “Yang Guang… raja, cepat
berikan penawarnya, Yang Guang tidak akan tahan…” Raja masih bersikeras
“pengawal, bawa putri ke Yue Xing gong…” ketujuh pemuda segera mengelilingi
Yang Guang “selama ada kami, tidak ada yang bisa menyentuh Yang er” Shui Lan
“kalian betul-betul orang tua yang kejam… demi ambisi kalian, mengorbankan anak kalian sendiri… Yang er tidak
butuh penawar kalian, dia sama sekali sudah tidak bisa diselamatkan…” raja dan permaisuri
tercengang “asal dia bersedia tinggal, aku akan memberikan penawarnya” Shui Lan
menangis “Yang er tidak membutuhkannya…” Jing Guang “Shui Lan, tolong Yang er…”
Shui Lan menangis “Jing Guang, Yang er sudah terkena racun ini 2 kali,
sebelumnya, aku sudah memberikan penawarnya… tubuh Yang er masih belum pulih,
masih ada racun dalam darahnya, sekarang kembali terkena. Racunnya sudah
menyebar ke seluruh tubuhnya dan ke jantung… hua… bagaimana aku
menyelamatkannya ? Jing Guang, katakan padaku, bagaimana membantunya ?”
menangis histeris. Semua terkejut, seperti ada petir yang menghantam tubuh,
hati, dan otak mereka.
Yang Guang “walau harus mati, aku tidak mau mati disini…”
perlahan menunggangi Fei Jiao “Yang er…” semua berteriak “kita pergi, kita
keluar ibukota… aku bisa…” semua mengangguk dengan wajah penuh air mata “Yang
Guang…” Raja memanggil, tidak ada yang mendengarkannya, semua naik keatas kuda
“Sungai Han Qing…” Yang Guang memberitahu, semua mengangguk. Yang Guang tersenyum
manis pada ketujuhnya “kita bebas… ciak…” memacu Fei Jiao segera meninggalkan
istana “Feng Wei, bertahanlah, aku akan membawamu ke Sungai Han Qing” suara Hua
Zi terdengar di telinganya. Yang Guang tersenyum mengangguk. Hua Zi duduk
dibelakangnya, membantu memacu Fei Jiao dan menyandarkannya ke pelukannya.
Pangeran Hui Ting “kalian, buka jalan untuk Yang Guang ! siapapun yang
menghalangi langsung habisi di tempat !” prajurit dan pengawal segera bergegas
mematuhi perintah.
Para prajurit dan pengawal bergegas membukakan jalan untuk
mereka. Raja terjatuh dengan derai air mata “Yang Guang… kenapa ? kenapa kau
begitu keras kepala ? Yang Guang…” Permaisuri “aku mau melihat Yang Guang,
melihat putriku…” tidak memedulikan Raja, segera naik keatas kuda dan memacunya.
Bersamaan dengan permisuri, pangeran, putri, dan selir bergegas ke Sungai Han
Qing. Rakyat yang tidak tahu menahu apa yang terjadi, terkejut melihat begitu
banyak prajurit dan kedelapan Da Ren yang memacu kudanya bagai orang gila
__ADS_1
keluar ibukota. Banyak yang mengikuti mereka untuk mengetahui apa yang terjadi.
Melihat seluruh keluarga kerajaan yang memacu kudanya keluar ibukota
menimbulkan pertanyaan banyak pihak. Ada yang sempat melhat noda darah di bibir
dan baju Yang Guang.
Yang Guang terjatuh dari kuda disaat tiba di Sungai Han
Qing “Hua Zi gege, terima kasih…” tersenyum manis pada kekosongan. Ketujuh
pemuda segera berlari menghampirinya “Yang er… Yang er…” Tian Ling dan Shui Lan
memeluknya. Yang Guang tersenyum “kita sudah bebas…” semua mengangguk dengan
derai air mata. Yang Guang “teman-temanku, aku mempunyai permintaan kecil pada
kalian, bisakah kalian melakukannya untukku ?” Huang Guang memegang tangannya
“apa yang kau inginkan ? katakan, kami akan melakukannya untukmu” Yang Guang
tersenyum “terima kasih… setelah aku mati, bakar jasadku, biarkan mengalir
bersama air dan angin di Sungai Han Qing ini… aku ingin menikmati kebebasanku…”
semua mengangguk “kami akan melakukannya… Yang er…” semua menangis.
Yang Guang “terima kasih semua… kalian sudah bisa pulang
membawa kesuksesan hihihi… huk… huk… aku Yang Guang berterima kasih pada kalian
semua… dalam 7 tahun ini, ada kalian yang menemani disisiku, sungguh sangat
menyenangkan, terima kasih” menundukkan kepalanya “Yang er, kamilah yang harus
berterima kasih padamu… kau selalu melindungi kami… bahkan disaat terakhir, kau
masih memikirkan keselamatan kami… Yang er, jika ada kehidupan berikutnya, kami
akan menemanimu lagi…” Yang Guang tersenyum “karena aku yang terhebat jadi
tertutup dengan sebuah senyum lembut di bibirnya “Yang er… Yang er… hua… Yang
er…” semua menangis tersedu-sedu, bahkan Fei Jiao pun menangis.
You Zun “dia memang sangat keras kepala ! tidak akan takluk
oleh ancaman ataupun paksaan. Jika dia sudah mengatakan sesuatu, maka tidak ada
yang bisa merubahnya” Jin Chen “1 kultivasi sudah selesai… Fu Qin…” Hua Zi terdiam,
melihat jasad Yang Guang. Gun Gun “aku ingin mengantar kepergian Yang Guang…”
semuapun ikut berdiam disana mengantar kepergian Yang Guang.
Ketujuhnya bekerja sama, membangun sebuah rakit kayu dengan
jerami kering diatasnya. Jasad Yang Guang digeletakkan dilantai, dijaga Fei
Jiao, tidak mengijinkan siapapun mendekatinya, bahkan Permaisuri sekalipun
hanya bisa berlutut menangisinya dari jarak 10 meter dari jasad Yang Guang.
Dalam 2 jam, sebuah rakit yang indah dan besar, penuh dengan bunga sudah terbentuk.
Dikarenakan Yang Guang tidak pernah mau disentuh mereka dan menyadari tubuhnya
adalah tubuh seorang wanita, Tian Ling yang menggendong jasad Yang Guang ke rakit.
Seorang anak maju “gege, bisakah aku menaruh bunga ini
untuk Da Ren ?” bertanya pada Huang Guang. Dia adalah anak kecil yang dulu
diselamatkan Yang Guang pada pertarungannya. Huang Guang menatap lainnya yang
mengangguk, Huang Guang membelai kepala anak itu dan mengangguk. Beberapa
__ADS_1
orangpun memberanikan diri maju memberi bunga, termasuk para pangeran, putri,
dan selir. Yang tidak diizinkan hanya Raja dan Permaisuri yang melihat dari
jarak 10 meter, terdapat barikade prajurit yang menghalangi keduanya.
Selesai
semua menaruh bunga, rakit Yang Guang siap dilepaskan “Pangeran, saat anda
menjadi seorang Raja, jangan mengulangi kesalahan yang sama. Kekuasaan tidak
berarti apapun dibanding kebahagiaan dan kasih sayang” Lu Teng tersenyum,
menasehati Pangeran Hui Ting “kalian akan kemana ?” Lu Teng tersenyum melepas
Pangeran. Huang Guang membelai surai Fei Jiao “Fei Jiao, Yang er sudah pergi,
kau bebas, pergilah…” Fei Jiao hanya menunduk dengan derai air mata.
Ketujuhnya
mendorong rakit dengan Yang Guang diatasnya hingga air membasahi pinggang
mereka. Jing Guang melompat naik keatas rakit diikuti lainnya “kalian…” semua
tersenyum sedih menatap Yang Guang “jika ingin pergi, maka pergi bersama-sama”.
Tian Ling memapah Yang Guang, menyandarkannya pada tubuhnya, diikuti Shui Lan
dan Dian Lan yang memeluk mereka “Yang er, kami menemanimu… kemanapun, kita
akan selalu bersama…”. Empat pemuda tersenyum lembut pada mereka. Huang Guang
menyalakan api, membakar rakit dan tubuh mereka. Mereka berdiri dan duduk
diposisi masing-masing, tidak meneriakkan kesakitan sedikitpun. Fei Jiao
melihatnya, segera berlari naik keatas rakit dan terbakar bersama. Semua yang
ditepian berteriak memanggil dan menangisi mereka.
“sehidup
semati…” Lian Song berguman. Zuo Zun “mereka setia satu sama lainnya, tidak
terpisahkan…” Hua Zi “Yang Guang…” satu tetes air mata jatuh dari matanya. Api
membakar tubuh kesembilannya hingga habis tak bersisa. Sebelum api padam, 9
cahaya terbang keatas langit. Langit berubah, menampilkan aurora beraneka warna
sejenak, ditutup dengan sebuah pelangi yang terang dan indah. Semua mahkluk
fana yang melihatnya segera berlutut menghormat “Da Ren adalah dewa… dewa yang
turun kealam manusia… Da Ren… Da Ren…” semua mengelu-elukan nama mereka. Raja
dan Permaisuri dihantui rasa bersalah dan penyesalan yang sangat dalam. 3 tahun
setelah kepergian Yang Guang dan teman-temannya, Raja turun tahta digantikan
Pangeran Hui Ting sebagai Raja Kerajaan Ming.
“Hong
Ling sudah menyelesaikan kultivasi pertama” Bai Chen mengkonfirmasi. Zuo Zun
“Di Jun, anda tidak ke Bi Hai Cang Ling ?” Hua Zi berbalik pergi meninggalkan
mereka setelah meninggalkan kata “aku masih ada urusan”. Hua Zi pergi ke Yue
Xing gong, mengambil lukisan-lukisan Yang Guang bersama ketujuh kesayangannya.
Hua Zi membakar Yue Xing gong dengan semua sisa lukisan didalamnya. Semua yang
kembali dan melihat keadaan Yue Xing gong, semakin yakin Yang Guang dan ketujuh
__ADS_1
temannya adalah dewa hidup yang turun kealam manusia.