
Hua Zi membawa bayi Feng Wei ke rapat
di aula Jiu Tian. Saat di gerbang, para pengawal bingung bagaimana menghormat
bayi itu. Mereka tidak tahu siapa bayi itu dan tidak ada berita Di Jun memiliki
anak lagi. Hua Zi melihat dingin ke para pengawal “Di Hou”. Pengawal sempat
terpana segera memberi hormat “menyambut Di Jun, Di Hou” diikuti yang lain.
Hua
Zi menggendong bayi Feng Wei yang terlelap, memberikan selimut yang cukup. Bayi
Feng Wei tidak suka dingin dan aula Jiu Tian lumayan dingin. Hua Zi memeluknya
dengan hati-hati membuat posisi yang nyaman, takut membangunkannya. Setelah
semua berkumpul, rapat pun dimulai, termasuk Yan Ci Wu juga diundang.
Di
tengah rapat, Fu Mo dan para anteknya dihadapkan di tengah aula. Bayi Feng Wei
bergerak-gerak tak nyaman saat Fu Mo dan para anteknya memasuki ruangan. Fu Mo dan para anteknya memperhatikan
bayi di pelukan Di Jun. Melihat Di Jun begitu menjaga bayi itu, mereka tahu
bayi itu sangat penting untuk Di Jun. Fu Mo dan para antek terus memperhatikan
bayi itu tidak mendengar tuduhan dan pertanyaan dari peserta rapat lainnya,
perlahan mata mereka memerah.
Bayi
Feng Wei semakin tak nyaman di pelukan, seperti mencium sesuatu yang salah. Hua
Zi berusaha menenangkan bayi Feng Wei. Sebelumnya bayi Feng Wei tidak pernah
membuat reaksi semacam ini. Tiba-tiba bayi Feng Wei menangis kencang
“oek…oek…oek…” sekelebat cahaya hitam menyerang bayi Feng Wei. Dari tubuh bayi
Feng Wei mengeluarkan pelindung cahaya pelangi, melindungi dirinya dan Hua Zi.
Hua
Zi yang segera tanggap membuat pembatas mengurung Fu Mo dan para anteknya. Pas
saat muncul pembatas, Fu Mo dan para anteknya meledak menyatu membentuk naga
hitam. Naga hitam itu terkurung dalam pembatas Hua Zi, tidak bisa melarikan
diri. Yang mengikuti rapatpun segera berdiri melihat naga hitam bermata merah
itu. Kalau bukan tangisan bayi memperingati dan gerakan cepat dari Di Jun, saat
ini mungkin mereka sudah mati.
Pelindung
cahaya pelangipun kembali menghilang ke tubuh bayi. Bayi Feng Wei masih
terisak-isak melihat Hua Zi dengan mata berkaca-kaca. “Sudah tidak apa-apa Feng
Wei, ada Fu Jun disini. Fu Jun akan melindungimu” Hua Zi mengecup kening dan
pipinya, menghapus air mata, dan menimang-nimang menenangkannya. Perlahan bayi
Feng Wei kembali tidur di pelukan Hua Zi. Melihat bayi Feng Wei yang sudah
terlelap di pelukan, Dong Hua tersenyum dan mengecup keningnya.
Mo
Yuan mendekati naga itu “siapa kamu sebenarnya ? kenapa bisa mempunyai wujud
ayahanda Fu Shen ?” Naga hitam ketawa menyeramkan “hahahahaha… anakku, kamu
masih mengenaliku… aku adalah Fu Shen juga bukan Fu Shen. Siapa Fu Shen, apa
kamu tahu ? hahahahaha…” Mo Yuan menjawab dingin “kamu berbohong, ayahanda Fu
Shen adalah maha dewa agung yang menjaga keamanan Si Hai Ba Huang. Mana mungkin
__ADS_1
kamu adalah Fu Shen!”
Naga hitam tertawa
“hahahahaha… Mo Yuan, Mo Yuan, kamu tidak cukup mengenal ayahandamu itu.
Diawal, memang Fu Shen bertarung demi keamanan Si Hai Ba Huang, tapi lama
kelamaan muncul keinginan egois dihatinya, sisi gelap dirinya. Dia ingin
menguasai seluruh Si Hai Ba Huang. Pada saat dia menyadari sisi gelapnya, dia
berusaha menekan dan menghilangkannya. Itulah sebabnya dia mengangkat Dong Hua
Di Jun sebagai Tian Di Gong Zhu menggantikan dirinya. Sisi gelap itu bertumbuh
semakin besar dalam dirinya. Dong Hua Di Jun, kamu tahu kenapa dulu menghadapi
begitu banyak masalah ? perang dimana-mana, padahal sebelumnya telah diamankan Fu
Shen.”
Hua Zi menatap naga hitam
dengan dingin “apa yang ingin kamu katakan ?” Naga hitam mencibir “kamu pasti
tidak menyangka sebelumnya kan, semua adalah campur tangan Fu Shen. Dia ingin
membunuh dirimu hingga bisa kembali menguasai Si Hai Ba Huang. Sisi gelapnya
sudah bertumbuh begitu besar hingga mengalahkan sisi baiknya. Pada saat dia
musnah, dia mengeluarkan sisi gelapnya bersama seluruh sisa aura kekuatannya.”
Mo Yuan menebak “jadi
kamulah sisi gelap Fu Shen!” Naga hitam mengangguk “yah, akulah sisi gelapnya.
Aku membawa keinginan tergelap hatinya. Selama ini aku selalu berusaha membunuh
Dong Hua Di Jun, menghancurkan Si Hai Ba Huang tapi selalu gagal, terutama
semenjak ada rubah kecil disampingmu (melihat Hua Zi). Sejak saat itu, kamu
Mengetahui kamu yang masuk dalam jerat cinta, aku mencoba berkali-kali melukai
orang yang kamu sayangi. Apa sebenarnya rahasiamu ? Bagaimana kamu bisa lolos
berkali-kali ?”
Hua Zi tersenyum lembut, melihat
bayi Feng Wei, dalam hatinya ‘rubah kecilku tidak pernah meninggalkanku, dialah
pelindungku’. Naga hitam yang melihat Hua Zi menatap bayi dengan penuh kasih
sayang pun murka “Dong Hua Zi Fu Shao Yang Jun, aku akan membunuh bayi itu. Aku
akan melihatmu hancur. Aku akan menguasai Si Hai Ba Huang. Si Hai Ba Huang
adalah milikku”
Hua Zi yang mendengar naga
hitam mengancam bayi Feng Wei pun murka “kamu tidak akan memiliki kesempatan
itu”. Naga hitam “Dong Hua Zi Fu Shao Yang Jun, dengan kemampuanmu belum bisa
membunuhku. Saat di pertempuran kalau bukan wanita ****** itu memakai Suo Hun
Yu datang membantumu, kamu sudah pasti kalah”. Mendengar naga hitam memaki Feng
Wei ‘wanita jalang’, Hua Zi sudah tidak bisa bersabar, sekelebat tangan, naga
hitam terbakar oleh api abadi.
Naga hitam meronta
“bagaimana ? bagaimana kamu bisa memiliki kekuatan ini ?” Hua Zi menjawab
dingin “pelindungku yang memberikannya padaku” naga hitam terbakar hingga jiwa
terdalam, musnah seketika. Dari saat itu sudah tidak ada lagi Fu Shen / Fu Mo.
Mo Yuan dan Ye Hua pun sempat terkejut dengan kemarahan Hua Zi. Semua yang ada
__ADS_1
di aula, melihat musnahnya Fu Shen / Fu Mo.
Ye Hua “Di Jun, bagaimana
dengan sisa prajurit Fu Mo ? mereka sebagian besar adalah Long Ling Zhu dan sisa
pasukan terdahulu” tidak menyebutkan pasukan bayangan. Hua Zi “Long Ling Zhu…”
melihat ke bayi Feng Wei “panggil Xie Gu Cou…” segera Xie Gu Cou menghadap “Di
Jun…” menghormat ke Hua Zi. Hua Zi “Long Ling Zhu, kuliti, raganya masukkan
dalam Ling Shao He. Jika ada jiwa yang tertinggal, turunkan ke alam fana,
selamanya tidak bisa kembali kealam dewa” Xie Gu Cou segera menunduk “menaati
perintah Di Jun”.
Lao Tian Jun “Di Jun, Yuan
Chen dan adik-adiknya ?” Hua Zi “Lao Tian Jun, Yuan Chen dan adik-adiknya juga
membawa kutukan itu tapi sementara tidak akan menginginkan nyawa mereka” melihat
ke Hai Long Wang “Long Wang, Tai Chen gong !” Hai Long Wang segera berdiri
memberi hormat “baik Di Jun…” Hua Zi berdiri, menggendong bayi Feng Wei,
perlahan meninggalkan aula Jiu Tian “mengantar Di Jun Di Hou”.
Hai Long Wang segera
bertamu ke Tai Chen gong, Hua Zi, Ye Hua, dan Mo Yuan sudah menunggunya “Long
Wang, sekarang andalah yang melindungi Yuan Chen dan adik-adiknya ?” Hai Long
Wang mengangguk “mohon Di Jun memberi petunjuk !” Hua Zi “Long Wang, di tubuh
mereka masih membawa darah Zhizhu Wang. Anda pasti sudah pernah melihat mereka
menerima hukuman” Hai Long Wang mengangguk “Di Jun, mereka sudah mengalami hal
itu semenjak lahir, hanya baru menyadarinya setelah kasus Ba She. Apa ada cara
membebaskan mereka ?” Hua Zi melihat bayi Feng Wei “bukan tidak ada cara… hanya
akan sangat menyakitkan untuk mereka. jika ingin mematahkan kutukan tidak
berlanjut ke keturunan selanjutnya”.
Hai Long Wang “Yuan
Sheng…” Hua Zi menggeleng “anak itu sudah bebas… Feng Wei sudah memurnikannya
!” Hai Long Wang “oh Di Hou, dimana beliau ?” Hua Zi tersenyum lembut melihat
bayi Feng Wei. Mo Yuan “Long Wang, bayi ini adalah Di Hou, karena sesuatu hal
membuatnya yuhua dan terlahir kembali” Hai Long Wang mengangguk “apa tidak bisa
memurnikan Yuan Chen dan adik-adiknya ?” Hua Zi menggeleng “anak itu sudah
dimurnikan dari dalam kandungan… keberuntungannya Ba She memasukkan janin
terkutuk itu kedalamnya” Hai Long Wang “jadi apa caranya ?” Hua Zi “sama seperti
Long Ling Zhu lainnya…” Hai Long Wang tercengang “bukankah ini menginginkan
nyawa mereka !” Hua Zi “hanya Ling Shao He yang bisa memurnikan jiwa dan raga
mereka”.
Hai Long Wang berfikir
keras “Di Jun, ini adalah pilihan yang sangat sulit” Hua Zi “yang mulia sudah
memberitahu caranya… menjalankannya atau tidak adalah keputusan Yuan Chen dan
adik-adiknya. Jika mereka tidak menjalankannya, maka kutukan itu akan terus
menurun ke keturunannya. Tidak ada bayi terkutuk kedua yang bisa menyelamatkan
janin berikutnya” Hai Long Wang “baik Di Jun, aku akan membicarakannya dengan
Yuan Chen dan adik-adiknya” Hua Zi mengangguk, Hai Long Wang undur diri.
__ADS_1