
You Zun memancing pembicaraan
“bagaimana perkembangan tubuhmu 2.000 tahun ini ?” Huo Feng acuh tak acuh
“seperti yang kau lihat.” Zuo Zun “energimu tadi ! berapa banyak energi yang
kau gunakan ?” Huo Feng mengangkat bahunya “energi ringan…” kedua Zun Wang
terkejut “bagaimana peningkatanmu ?” Huo Feng “mengalir dengan sendirinya !”
pernyataan yang membuat kedua Zun Wang menelan ludah dengan susah payah.
Zuo Zun meneruskan “kenapa tubuhmu
masih sangat lemah ?” Huo Feng acuh tak acuh “apa aku terlihat lemah untukmu ?”
Zuo Zun “nadimu ? jantungmu ?” Huo Feng “akan membaik dengan sendirinya” Dong
Hua “perlu berapa lama lagi ?” Huo Feng mengangkat bahunya, You Zun menghela
nafas “kau ini ! perhatikanlah tubuhmu itu ! banyak yang mengkhawatirkanmu, kau
sendiri acuh tak acuh pada hidupmu !” Huo Feng menghela nafas kasar.
Dong Hua tersenyum lembut, sambil
membelai kepala Huo Feng “kau adalah hidupku… kau adalah milikku satu-satunya…
bersandarlah padaku… jalan di depan, kita akan selalu bersama menjalaninya… kau
tidak boleh dengan alasan apapun menyingkirkanku… aku tidak memiliki apapun,
hanya sebuah hati yang tulus mencintaimu… Feng Wei, saat kau menjadi Bai Feng
Jiu, kau memberikanku seluruh jantungmu… saat ini, kau pun memberikan jantungmu
padaku… karena kau sudah memberikannya padaku, jantungmu adalah milikku…
walaupun aku yuhua, tidak akan mengembalikannya lagi padamu… jantung dan jiwamu
adalah milikku, demikian juga dirimu… aku menjaga milikku…” tersenyum lembut
pada Huo Feng.
Huo Feng menatap Dong Hua sesaat dengan
wajah merahnya, bangun dari pangkuan Dong Hua. Huo Feng mengambil kendi arak
baru, membuka, dan langsung meminum arak sekendi sampai tandas. Wajahnya sudah
sangat merah “hei Dong Hua Di Jun, kau bahkan tidak memiliki keyakinan pada
dirimu ! ingin memiliki yang mulia, apa kau pantas !” suara Huo Feng acuh tak
acuh, mengejutkan Dong Hua dan lainnya.
You Zun berbisik pada Zuo Zun “masih
tidak bisa kah ?” Zuo Zun “kukira dia sudah menerima !” Dong Hua tersenyum
lembut, menghampiri dan memeluk Huo Feng dengan lembut “yah kau benar, aku
tidak yakin pada diriku sendiri… Aku lebih yakin padamu dari pada diriku,
karena aku sudah menyerahkan diriku padamu ! Aku bukan tidak yakin tapi sudah
gagal total. Aku gagal kembali menjadi diriku sendiri sebelum mengenalmu. Aku
gagal menjadi Si Hai Ba Huang – Tian Di Gong Zhu yang tidak berperasaan itu.
__ADS_1
Aku sudah gagal menghadapi rintanganku kehilanganmu. Feng Wei, dari saat kau
masuk dalam hidupku, aku sudah tidak memiliki diriku sendiri lagi.”
Dong Hua melerai pelukan, menatap
lembut Huo Feng “Feng Wei, yang ada di hadapanmu saat ini adalah Hua Zi
gege-mu. Feng Wei, aku mencintaimu. Feng Wei, aku tahu kau tidak terikat
apapun. Selama ini kau bersama denganku, karena permintaanku dan janji yang kau
berikan padaku. Hati sucimu ini tidak tersentuh apapun.” Sebuah ketukan
menyentil kening Dong Hua “dasar bodoh !” Huo Feng ketus.
Dong Hua menggosok keningnya dan
mengangguk “pria bodoh…” Huo Feng membelai kepala Dong Hua, berdiri dan
menempelkan kening mereka “pria bodoh…” sambil menutup mata. Nafas dan
mulutnya, semua berbau arak “pria bodoh, tidak ada yang bisa menahan yang mulia
walau ‘janji’ sekalipun. Jiwa dan jantung itu sudah menjadi pemenuhan janji.
Yang mulia ingin berada di manapun terserah yang mulia. Jangan selalu memandang
rendah dirimu pria bodoh… karena sudah yakin padaku maka jangan mengacaukannya.”
Dong Hua tersenyum lembut, memeluk Huo
Feng dan menaruh kepalanya di dada Huo Feng “tidak mengacaukannya, aku sangat
yakin tidak pernah ragu” Huo Feng mengangguk “jadi Feng Wei, kau lelah ?” Huo
kebawelan kalian, apa yang mulia bisa tidak merasa lelah ?” kedua Zun Wang
tersenyum “Feng Wei, jangan meninggalkanku lagi !” Huo Feng menggeleng “kalian
sangat menyebalkan tapi juga sangat menggemaskan hihihi…” ketiganya ikut
cekikikan, Huo Feng sudah mabuk.
Dong Hua mengeratkan pelukannya “jika
lelah, bersandarlah padaku !” Huo Feng melerai pelukan dengan mengerutkan
kening “bukankah tadi mengatakan sudah kehilangan dirimu ! ah kau membuatku
pusing !” Dong Hua mengangguk “kau pemilikku… jangan lelah denganku…” Huo Feng
mengangguk “lelah… sangat lelah… begitu lama mengintari semesta ini,
benar-benar melelahkan !”
Zuo Zun “Huo Feng…” Huo Feng
menggeleng-gelengkan kepalanya “tidak usah memanggilku, kepalaku sakit !” You
Zun mencibir “siapa suruh kau minum begitu banyak !” Huo Feng menunjuk You Zun
“hei bawel, aku mau melakukan apapun terserah aku… siapa kau berani memprotes
yang mulia !” dengan nada tidak senang. You Zun “ya ya kau paling besar, kau
paling hebat…” mengejek dengan mata malas. Huo Feng cekikikan “hihihi kau sudah
tahu tapi masih berani !”
__ADS_1
Huo Feng terduduk kembali, mengambil 1
kendi arak lagi. Dong Hua menahan “Feng Wei…” Huo Feng menyingkirkan tangan
Dong Hua “hei pria bodoh, ini adalah arakku ! aih bersama kalian tidak
mengasikkan !” Zuo Zun tidak terima “hei… karena menemanimu, aku sudah
meninggalkan istri kecilku…” Huo Feng membalas “siapa yang menyuruhmu kemari ? kau
yang tidak sabar mencicipi arak gratis !” Zuo Zun “bukankah karena
mengkhawatirkanmu !”
Huo Feng meminum arak lagi “aih untuk
apa mengkhawatirkanku… khawatirkan dirimu sendiri saja, kemampuan tidak
meningkat cih…” You Zun menghela nafas “haih untuk apa kau berdebat dengan
gadis mabuk ini !” Huo Feng menghardik “kau yang mabuk ! aku tidak mabuk… ah
kalian bawel sekali !” terduduk sempoyongan.
Huo Feng kembali meminum araknya,
kedua Zun Wang menggelengkan kepala melihat tingkahnya. Zuo Zun berbicara santai
“jadi kenapa mabuk-mabukan seperti ini ?” “terlalu kosong…” Huo Feng bersuara
santai tanpa emosi, ketiganya menjadi serius kembali. You Zun menatapnya “ingin
kembali ?” Huo Feng mengangkat wajahnya melihat You Zun sesaat dan menunduk
lagi, memijat pelipisnya “bisa kembali kemana ? ada dan tiada sudah tidak ada
bedanya”
Zuo Zun “apa yang kau inginkan ?” Huo
Feng menggeleng “apa yang bisa kuinginkan ?” Zuo Zun meneruskan “Huo Feng…” Huo
Feng menggeleng “Feng Wei, bukankah mengatakan akan mendengar kata-kataku !
kita masih belum berkeliling, aku masih ingin melihat semua semesta yang pernah
memiliki sejarahmu” Dong Hua berkata lembut. Feng Wei mengangkat kepala melihat
Dong Hua yang tersenyum lembut padanya “kau sudah mempunyai 3 kepala…”
Dong Hua memegang tangan Huo Feng yang
menggenggam kendi arak “karena kau sudah mabuk ! kepalamu sakit ?” Huo Feng
mengangguk “sudah cukup minumnya ?” Huo Feng menggeleng “ kau akan sakit kepala
beberapa hari !” Huo Feng cemberut dan mengangguk. Dong Hua tersenyum manis
“aku membopongmu ke Cai Hong gong, bagaimana ?” Huo Feng tersenyum dan mengangguk.
Dong Hua memegang kendi arak Huo Feng
“bisa berikan padaku ?” Huo Feng cemberut, memberikan kendi araknya pada Dong
Hua “gendong !” Dong Hua mengecup kening Huo Feng “baik… ayo, naiklah !” Huo
Feng naik di belakang Dong Hua, kedua Zun Wang tersenyum dan menggelengkan
kepala. Dong Hua berjalan perlahan, keluar dari Bing Yu Hai.
__ADS_1