
Siangnya, mereka muncul
dihadapan semua, Ling Ling langsung menarik Feng Wei “akhirnya kalian keluar…
ayo latihan…” Wen Xin tersenyum “Ling Ling, biarkan mereka makan dulu… Hong
Ling, Yu Huang makan dulu…” Feng Wei terharu “maaf Shan Shen, merepotkan
kalian” Hu Hou “tidak repot… tidak repot… Hong Ling, jangan sungkan, kami sudah
menganggap kalian keluarga kami…” Feng Wei tersenyum manis “terima kasih…” Ling
Ling segera merangkul “iya keluarga, jadi kalian harus sering ke Qing Qiu, aku
tidak menerima penolakan…” Feng Wei cekikikan, Hua Zi menyentil kepala Ling
Ling “anak kecil, jangan menyusahkan Fu Ren-ku…” mereka sudah terbiasa seperti
ini, Ling Ling memeletkan lidahnya. Semua senang melihat keakraban mereka, Gun
Gun pun ikut bergabung “ayo, kita makan dulu…” Feng Wei “kalian belum makan ?”
Wen Xin “kami sudah, Gun Gun dan Ling Ling menunggu kalian” Feng Wei mengangguk
“wah Nu Di, kau cukup setia kawan juga…” Ling Ling membusungkan dada “tentu
saja…” Feng Wei tertawa terbahak-bahak, Hua Zi merangkulnya, bersama ke ruang
makan.
Mereka sangat menikmati waktu makan bersama, yang lain
menunggu mereka diluar. Selesai makan, mereka keluar “Hong Ling, apa kau tahu
bermain catur ?” Feng Wei mengangguk “kenapa ? Nu Di ingin bertanding denganku
?” Ling Ling langsung menyetujui “siapa takut, ayo…” Hua Zi menggeleng “haih…
ada juga yang kau bisa selain merengek sepanjang hari…” Ling Ling “wah Yu
Huang, tampaknya Nu Di ini harus baik-baik menunjukkannya” Gun Gun “tong kosong
nyaring bunyinya…” semua tertawa mendengarnya. Segera mereka duduk berhadapan
“anak kecil, dilarang bermain curang…” Hua Zi acuh tak acuh, Ling Ling “cih kau
lihat saja…” permainanpun dimulai. Feng Wei “hmm… Nu Di boleh juga…” Ling Ling
tersenyum, sejam kemudian Ling Ling kalah “wah Hong Ling, keahlian bercaturmu
sangat hebat.” Feng Wei tersenyum “Ling Ling pun hebat, bisa merubah-rubah
strategi dalam sesaat, otakmu ini ternyata bisa juga…” Ling Ling “tentu saja…”
Hua Zi mengecup pipi Feng Wei.
Ling Ling “ah makanan sudah turun, Hong Ling kita
berlatih…” Gun Gun juga ikutan “Yu Huang, ayo…” Hua Zi dan Feng Wei tersenyum
“baiklah, jangan merengek jika kalah…” menggoda Ling Ling. Ling Ling ngambek
“cih Qing Qiu Nu Di tidak pernah merengek…” Feng Wei usil “ooo… berarti Ling
Ling yang kutemui ini bukan Qing Qiu Nu Di” Ling Ling “untukmu dan Huo Huang,
aku hanya Ling Ling” Hua Zi pun usil “anak kecil…” Ling Ling tidak malu malah
mengangguk dengan binar kebahagiaan, Feng Wei tersenyum membelai kepalanya
dengan sayang.
Keempatnya berlatih, berganti-ganti pasangan, terlihat
kemampuan Hua Zi dan Feng Wei yang lebih tinggi. Lian Song “walaupun terlahir
__ADS_1
kembali, kemampuan mereka tetap yang terunggul” Mo Yuan “masih 30.000 tahun
bisa mempunyai kemampuan seperti ini, sungguh luar biasa” Bai Ce “mereka
menempa diri mereka sendiri, tidak ada yang mengajari mereka. Kemampuan mereka
saat ini didapat dari latihan keras dan pengalaman mereka sendiri.” Hu Hou
“pengalaman apa yang mereka alami, hingga memaksa mereka menempa diri sekeras
ini” Bai Chen “dulu Xiao Jiu, anak yang menerima kasih sayang semua, sekarang
Hong Ling berjuang sendiri” Zhe Yan “Chen Chen, tidak usah bersedih, bukankah
sekarang sudah ada Yu Huang yang melindunginya” Mo Yuan “kalian lihat aura
energi Yu Huang…” Bai Ce “perak dan ungu… Hong Ling merah, lebih pekat dari
aura Xiao Jiu”.
Asiang “aku juga mau latihan dengan mereka…” merengek ke
Bai Qian. Ye Hua “Asiang, kau mau berlatih dengan mereka, masih banyak waktu,
biarkan mereka latihan berempat hari ini. Yu Huang juga tidak akan membiarkan
Hong Ling kelelahan” sesuai dengan perkataan, Hua Zi sudah menghentikan
latihan, memeluk Feng Wei turun “cukup… baik-baik saja ?” Feng Wei mengangguk.
Hua Zi mengeluarkan sapu tangan dan mengelap keringat Feng Wei, Feng Wei
tersenyum manis juga mengelap keringat Hua Zi. Ling Ling datang merengek “aku
juga mau…” Hua Zi mencibir “cari suamimu sendiri…” Ling Ling merengek ke Feng
Wei “Hong Ling…” Hua Zi melepas tangan Ling Ling, melindungi Feng Wei di pelukannya
sambil melirik dingin, Feng Wei cekikikan. Ling Ling mengeluarkan tampang
besar…” Ling Ling merengek “aku mau Hong Ling mengelap keringatku… aku masih
kecil” dengan tampang kasihan. Feng Wei cekikikan keluar dari pelukan Hua Zi
“haih betul-betul tidak tahu harus bagaimana terhadapmu…” mengeluarkan sapu
tangan, mengelap keringat Ling Ling yang tersenyum manis seperti anak kecil
yang mendapat permen.
Hua Zi tersenyum memanjakan melihat Feng Wei, Gun Gun iri
melihatnya. Hua Zi melihat pandangan Gun Gun, merangkul dan memeluknya “haih
kalian berdua ini, kalau bukan perbedaan usia yang jelas, semua akan mengira
kalian anak-anak kami…” asal berbicara. Gun Gun terkejut dan menitikkan air
mata “Gun Gun ingin memiliki Fu Qin Niang Qin seperti kalian !” memeluk Hua Zi.
Hua Zi tersenyum, semakin mengeratkan pelukannya dan membelai kepala Gun Gun.
Sekarang Hua Zi sudah lebih tinggi 5 cm dari Gun Gun, memeluk seperti ini, jika
tidak melihat wajah mereka, betul-betul seperti ayah yang sedang memeluk
anaknya. Banyak yang berkaca-kaca melihat mereka, kata-kata yang asal saja
keluar tapi sangat berarti. Ling Ling pun berkaca-kaca, memeluk Feng Wei “Ling
Ling ingin memiliki Fu Qin Niang Qin seperti Yu Huang dan Hong Ling” Feng Wei
tersenyum, mengelus-ngelus punggungnya. Badan Feng Wei lebih kecil dari Ling
Ling, dipeluk seperti ini, kelihatan Ling Ling seperti kakak yang memeluk
__ADS_1
adiknya.
Hua Zi melerai pelukannya, menarik Feng Wei “hei anak kecil,
kau jangan selalu memanfaatkan kesempatan dalam kesempitan ya… sedikit-sedikit
memeluk Fu Ren-ku… sana-sana, nanti baumu menempel di Fu Ren-ku…” Ling Ling
kesal “kau yang bau…” mengeluarkan sihir menyemprot Hua Zi dan Feng Wei “wah
cari mati…” Hua Zi pun mengeluarkan sihir, akhirnya mereka melanjutkan kegiatan
dengan perang air, hingga Feng Wei mulai bersin, semuapun berhenti. Hua Zi
membawa Feng Wei berendam kembali “Feng Wei, bagaimana ?” Feng Wei menggeleng
“sudah meminum semangkuk air jahe, baik-baik saja…” Hua Zi mengangguk “kau
senang ?” Feng Wei tersenyum mengangguk “Qing Qiu, Gun Gun, Ling Ling, mereka
semua sangat ramah… Selama aku berkelana, sangat jarang menemui dewa dewi
seperti mereka” Hua Zi memeluk Feng Wei “kita akan sering mengunjungi mereka”
Feng Wei mengangguk.
Selama di Bi Hai Cang Ling, mereka sering memakai waktu
untuk berlatih dan bermain catur. Semenjak perkataan asal Hua Zi keluar, Gun
Gun dan Ling Ling sudah tidak sungkan lagi bermanja pada mereka, bahkan
beberapa kali memanggil mereka Fu Qin Niang Qin. Hua Zi menyesal mengeluarkan
kata-kata itu, membuatnya sakit kepala melihat tingkah keduanya. Gun Gun dan
Ling Ling menaruh kepala mereka di pangkuan Feng Wei, menikmati belaian Feng
Wei, dengan Hua Zi yang memeluk Feng Wei dari belakang, bersama melihat tarian
burung “Niang Qin, besok ke Jiu Jong Tian, apa ada tempat yang ingin dilihat ?”
Feng Wei menghela nafas “Ling Ling, diluar Bi Hai Cang Ling, jangan memanggil
Fu Qin Niang Qin lagi. Kalau tidak, aku tidak akan mempedulikanmu lagi” Ling
Ling mengangguk “tidak ada tempat spesifik, aku belum pernah ke Jiu Jong Tian
sebelumnya” Gun Gun “Niang Qin, Gun Gun akan membawamu berkeliling. Fu Qin
Niang Qin bisa tinggal di Tai Chen gong” Hua Zi “merepotkan kalian…” Ling Ling
menggeleng “sama sekali tidak repot, kami malah sangat senang…”
Yang lain, banyak memberikan mereka waktu berempat. Mereka
hanya duduk dan menemani di sekitar mereka, mengobrol sendiri. Bai Ce “Ye Hua,
bagaimana urusan Yao Zhu ?” Ye Hua menggeleng “belum ada titik terang… ada
laporan makhluk fana yang mati tak wajar. Awalnya tidak ada yang mencurigai,
tapi setelah beberapa mati dengan gejala yang sama jadi mencurigakan” Mo Yuan
“gejala apa ?” Ye Hua “ditubuh mereka, tidak ada luka, mereka menyebutnya
serangan jantung. Sebelum mati, semuanya sempat kejang sesaat” Hua Zi “apa
sudah memeriksa jantung mereka ?” Ye Hua mengangguk “tidak ada yang aneh… semua
mengeluhkan sakit didada 3 hari sebelumnya…” Bai Qian “yang anehnya, mereka
termasuk masih muda, tidak mempunyai riwayat sakit sebelumnya” Feng Wei “Shan
Shen, coba periksa xintouxie mereka” Zhe Yan “xintouxie ?” Feng Wei mengangguk.
__ADS_1