Return Of God Emperor

Return Of God Emperor
Bab 392 - Arak Bencana


__ADS_3

Bab 392 –


          “Tuan Muda… Tuan Muda…” “Nona Muda… Nona Muda…” terdengar


teriakan dari luar ruangan mereka. “kau pelan sedikit, ada masalah apa membuat


kalian begitu tergesa-gesa ?” kedua pelayan yang datang, mengatur nafas mereka


dengan tergesa-gesa “Nona Besar… Nona Besar… sudah kembali…” Hao Cun dan Xi


Juan langsung berdiri “apa ? kapan kembali ?” keduanya “baru saja, baru masuk


ke dalam. Nona Besar memanggil anda berdua segera masuk !” “baik, teman-teman


kami pergi dahulu !” Hao Cun dan Xi Juan ingin segera bergegas.


          Tian Guang menarik tangan Hao Cun “Nona Besar ? Shen Yao ?”


Hao Cun mengangguk “Tuan Muda… Tuan Muda…” seorang pelayan berlari masuk lagi


“Tuan Muda… Nona Muda… Nona Besar sedang marah besar di dalam, Tuan Besar


meminta kalian segera masuk !” Xi Juan “aih apa lagi yang dilakukan orang tua


itu !” tanpa berpamitan, langsung berjalan meninggalkan tempat makan.


          Mata Tian Guang menampakkan binar kebahagiaan ‘Shen Yao,


akhirnya kau kembali !’ Li Suen “Shen Yao sudah kembali ! Mei Gui, apa kau


ingin bertemu dengan Shen Yao ?” Mei Gui “apa bisa ?” Li Suen “tidak apa, kita


bisa menunda beberapa hari lagi !” Mei Gui “kurasa tetap seperti rencana awal


saja. Yeye sudah tidak dapat menunggu ! dalam 2 hari ini, jika bisa bertemu


Shen Yao, adalah keberuntungan kita !” Li Suen tersenyum lembut “Fu Ren, kau


sangat pengertian”


          Fang Ying “entah apa yang terjadi ! begitu tergesa-gesa


memanggil Hao Cun dan Xi Juan…” Hui Shi “kulihat bukan Shen Yao yang bermasalah


tapi yang dipanggil mereka ‘Paman Kaisar’ itu yang memanggil bantuan” mereka


meneruskan perbincangan dan berharap dapat melihat Shen Yao sebelum mereka


berpisah.


          Di dalam istana, Shen Yao yang kembali bersama Kaisar tanpa


adanya pemberitahuan, langsung mencari Paman Kaisar. Kaisar dan Shen Yao


terkejut melihat tingkah Paman Kaisar yang sedang bermain kejar-kejaran bersama


beberapa dayang wanita. Sementara di dalam ruangan itu, penuh dengan kendi arak


yang berserakan. Paman Kaisar sedang mabuk dan melakukan hal tidak senonoh,


bahkan pakaiannya sudah berantakan.


          Kaisar langsung menutup mata Shen Yao “Yao er, kita pergi


!” Shen Yao mengretekkan rahangnya “SONG MING DING !” teriakannya terdengar


bagai amukan singa. Semua dayang dan kasim langsung berhenti dan berlutut


dengan ketakutan. Paman Kaisar masih mabuk dan menarik-narik para dayang “hei


kenapa kalian berhenti ? ayo menari lagi !” “Pa… Paman… Putri dan Wang Jun


disini !” suara dayang bergetar ketakutan “Putri apa ? Wang Jun apa ? mereka


sedang bersenang-senang diluar ! ayo, kita juga bersenang-senang !”


          Satu gerakan menghantam Paman Kaisar, membuatnya terjatuh

__ADS_1


“siapa ? siapa yang berani memukulku ?” berdiri dengan marah. Shen Yao berdiri


dengan amarah “yang mulia yang memukulmu, kenapa ? apa kau mau bersenang-senang


dengan yang mulia ?” Paman Kaisar berdiri sepoyongan, mengedip-ngedipkan mata,


melihat Shen Yao “hei, kau sangat mirip dengan gadis nakal itu ! berhenti


berwajah seperti itu, kau mengingatkanku pada gadis nakal itu !”


          Kaisar menggelengkan kepala “bawakan ramuan penghilang


mabuk !” memerintahkan pada dayang lainnya. Shen Yao menahan “tidak perlu. Dia


suka minum arak, maka biarkan dia minum sampai puas ! ambilkan arak !” semua


segera bergegas pergi “Yao er, sudahlah !” Kaisar membujuk “Fu Wang, sudah


terlalu memanjakannya selama ini !” Kaisar melihat amarah Shen Yao,


membiarkannya melakukan keinginannya “pergi panggil Pangeran Hao Cun dan Putri


Xi Juan. Jika mereka tidak datang, pria tua ini akan sangat menderita” berbisik


ke salah satu kasim, yang langsung mengangguk dan menjalankan perintah.


          Kaisar berdiri disana bersama Permaisuri dan Kakek Kaisar


yang terburu-buru menghampiri mereka, begitu mendengar kabar Shen Yao yang


marah dan telah kembali. Mereka hanya bisa berdiri, tidak ada yang mendekati


Shen Yao yang sedang berdiri dengan wajah penuh amarahnya menatap Paman Kaisar


yang sedang meminum araknya, lebih tepatnya dicekoki arak oleh beberapa kasim.


“puff… puff… hentikan ! apa kalian tahu siapa aku ? beraninya kalian melakukan


ini !” Paman Kaisar marah, menghempaskan kasim yang mencekokinya arak.


          Hao Cun dan Xi Juan berlari masuk “a… ada apa ini ?”


2 kendi besar arak !” Mata Hao Cun dan Xi Jun terbelalak, membola sempurna.


Shen Yao memberikan satu cambukan pada Paman Kaisar karena telah menghempaskan


kasim “lagi…” Kasim tidak berani membantah Shen Yao, hanya bisa kembali


mencekoki Paman Kaisar. Hingga 3 kendi besar habis, Paman Kaisar sudah tidak


sanggup lagi, jatuh sambil muntah-muntah “seret dia keluar…”


          Paman Kaisar menggunakan semua kemampuannya meronta


“hentikan ! siapa kalian ! berani melakukan hal ini ? aku akan memenggal kepala


kalian semua !” satu tendangan, menerbangkannya ke kolam “brengsek…” Paman


Kaisar berteriak marah, berusaha berdiri dengan sepoyongan. Mabuknya sudah reda


sebagian “siapa yang menendang ? patahkan kakinya !” “ooo… mau mematahkan kaki


yang mulia ?” terdengar suara menyeramkan di hadapannya. Shen Yao berdiri di atas


batu dengan wajah menahan amarahnya.


          Paman Kaisar yang sudah agak sadar, terkejut “Yao er… kau…”


mengamati sekitarnya, kemudian beralih pada wajah marah Shen Yao, langsung


bergidik ngeri “Ya… Yao er… i… ini tidak seperti yang kau lihat…” terbata-bata mengucapkan


kata “ooo…” Paman Kaisar manatap dengan memelas pada Kaisar yang menghela nafas


dan menggelengkan kepalanya “Yao er… kakek hanya minum sedikit ! hanya sedikit


!” mengangkat tangannya menunjukkan tanda sedikit, Shen Yao memberikan senyum

__ADS_1


sinis.


          Paman Kaisar mendekati Shen Yao “aiyo, gadis manisku… ayo


tersenyumlah… jangan menampilkan wajah seperti itu, tidak baik ya !” Shen Yao


tidak bergeming, menatapnya dingin “jangan menyentuhku dengan tangan


menjijikkanmu !” Paman Kaisar langsung menurunkan tangannya, dengan kepala


tertunduk, mengangkat-angkat, mengintip wajah Shen Yao “Yao er, lihat ini masih


musim dingin… air kolam ini sangat dingin… kakek sudah tua, sangat mudah masuk


angin !” Shen Yao mencibir “yah kakek memang sudah tua… tapi tadi sudah minum


banyak arak, tidak akan kedinginan !”


          “Yao er… biarkan Paman Kaisar membersihkan diri dahulu,


menghukumnya kemudian, masih belum terlambat” Kakek Kaisar berusaha membujuk. Shen


Yao “ooo… ingin membersihkan diri ?” melihat sinis Paman Kaisar yang mengangguk-angguk


bagai anak kecil “kulihat air kolam cukup bersih, silahkan !” mata Paman Kaisar


membulat sempurna tapi tidak berani marah pada Shen Yao. Jika sampai Paman


Kaisar marah, maka hukumannya akan lebih membuatnya menderita.


          Paman Kaisar hanya bisa merengek “Yao er, lihatlah air


kolam ini sangat amis… lihat kakek sudah berbau seperti ikan ! Yao er…” Shen


Yao melipat kedua tangannya di dada “iyakah, aku hanya mencium bau arak disini


!” Paman kaisar merengek “Yao er, kakek juga hanya sedikit bersenang-senang


setelah mengurus pertemuan !” Shen Yao tersenyum sinis “kulihat 5 bulan ini,


kemampuan kakek sudah menurun sangat jauh, pasti sangat sibuk mengurus


pertemuan ya !” dengan nada lembut.


          Paman Kaisar mengangguk “kemampuan menurun jauh artinya


kakek sangat jarang olahraga, makanya menjadi pikun seperti saat ini.” Paman


Kaisar agak merinding, menatap Shen Yao “begini saja, aku akan berbuat kebaikan


untuk kakek, jadi semua merasa bahagia, bagaimana ?” Paman Kaisar kembali


merengek “Yao er…” Shen Yao tersenyum manis “karena tadi kakek mengatakan air


kolam amis, jadi kakek berolahragalah sambil berbuat kebaikan, bersihkan kolam


ini hingga tidak berbau amis” “Yao er…” Paman Kaisar langsung berteriak “kenapa


? tidak mau ?” mengintimidasi dengan mata menyeramkannya. Paman Kaisar hanya


bisa mengangguk ketakutan “mau… mau… mau…” Shen Yao kembali tersenyum manis


“bagus sekali… aku disini berterima kasih pada kakek !”


          Shen Yao menatap ke beberapa kasim “kalian, lihat kakek…


mata kakek sudah rabun jadi kalian bantu perhatikan, jangan sampai ada tempat


yang terlewati !” Kasim segera berlutut “menuruti perintah Putri” Shen Yao


berbalik kembali ke Paman Kaisar “kakek, aku menunggu kakek… setelah bersih,


kita akan meminum arak disini sambil menikmati tarian-tarian ok” dengan senyum


manisnya. Shen Yao tersenyum manis tapi Paman Kaisar merasakan belati yang


menodong dadanya “tidak… tidak… tidak minum arak lagi !” menggeleng-gelengkan

__ADS_1


kepalanya.


__ADS_2