
Bab 392 –
“Tuan Muda… Tuan Muda…” “Nona Muda… Nona Muda…” terdengar
teriakan dari luar ruangan mereka. “kau pelan sedikit, ada masalah apa membuat
kalian begitu tergesa-gesa ?” kedua pelayan yang datang, mengatur nafas mereka
dengan tergesa-gesa “Nona Besar… Nona Besar… sudah kembali…” Hao Cun dan Xi
Juan langsung berdiri “apa ? kapan kembali ?” keduanya “baru saja, baru masuk
ke dalam. Nona Besar memanggil anda berdua segera masuk !” “baik, teman-teman
kami pergi dahulu !” Hao Cun dan Xi Juan ingin segera bergegas.
Tian Guang menarik tangan Hao Cun “Nona Besar ? Shen Yao ?”
Hao Cun mengangguk “Tuan Muda… Tuan Muda…” seorang pelayan berlari masuk lagi
“Tuan Muda… Nona Muda… Nona Besar sedang marah besar di dalam, Tuan Besar
meminta kalian segera masuk !” Xi Juan “aih apa lagi yang dilakukan orang tua
itu !” tanpa berpamitan, langsung berjalan meninggalkan tempat makan.
Mata Tian Guang menampakkan binar kebahagiaan ‘Shen Yao,
akhirnya kau kembali !’ Li Suen “Shen Yao sudah kembali ! Mei Gui, apa kau
ingin bertemu dengan Shen Yao ?” Mei Gui “apa bisa ?” Li Suen “tidak apa, kita
bisa menunda beberapa hari lagi !” Mei Gui “kurasa tetap seperti rencana awal
saja. Yeye sudah tidak dapat menunggu ! dalam 2 hari ini, jika bisa bertemu
Shen Yao, adalah keberuntungan kita !” Li Suen tersenyum lembut “Fu Ren, kau
sangat pengertian”
Fang Ying “entah apa yang terjadi ! begitu tergesa-gesa
memanggil Hao Cun dan Xi Juan…” Hui Shi “kulihat bukan Shen Yao yang bermasalah
tapi yang dipanggil mereka ‘Paman Kaisar’ itu yang memanggil bantuan” mereka
meneruskan perbincangan dan berharap dapat melihat Shen Yao sebelum mereka
berpisah.
Di dalam istana, Shen Yao yang kembali bersama Kaisar tanpa
adanya pemberitahuan, langsung mencari Paman Kaisar. Kaisar dan Shen Yao
terkejut melihat tingkah Paman Kaisar yang sedang bermain kejar-kejaran bersama
beberapa dayang wanita. Sementara di dalam ruangan itu, penuh dengan kendi arak
yang berserakan. Paman Kaisar sedang mabuk dan melakukan hal tidak senonoh,
bahkan pakaiannya sudah berantakan.
Kaisar langsung menutup mata Shen Yao “Yao er, kita pergi
!” Shen Yao mengretekkan rahangnya “SONG MING DING !” teriakannya terdengar
bagai amukan singa. Semua dayang dan kasim langsung berhenti dan berlutut
dengan ketakutan. Paman Kaisar masih mabuk dan menarik-narik para dayang “hei
kenapa kalian berhenti ? ayo menari lagi !” “Pa… Paman… Putri dan Wang Jun
disini !” suara dayang bergetar ketakutan “Putri apa ? Wang Jun apa ? mereka
sedang bersenang-senang diluar ! ayo, kita juga bersenang-senang !”
Satu gerakan menghantam Paman Kaisar, membuatnya terjatuh
__ADS_1
“siapa ? siapa yang berani memukulku ?” berdiri dengan marah. Shen Yao berdiri
dengan amarah “yang mulia yang memukulmu, kenapa ? apa kau mau bersenang-senang
dengan yang mulia ?” Paman Kaisar berdiri sepoyongan, mengedip-ngedipkan mata,
melihat Shen Yao “hei, kau sangat mirip dengan gadis nakal itu ! berhenti
berwajah seperti itu, kau mengingatkanku pada gadis nakal itu !”
Kaisar menggelengkan kepala “bawakan ramuan penghilang
mabuk !” memerintahkan pada dayang lainnya. Shen Yao menahan “tidak perlu. Dia
suka minum arak, maka biarkan dia minum sampai puas ! ambilkan arak !” semua
segera bergegas pergi “Yao er, sudahlah !” Kaisar membujuk “Fu Wang, sudah
terlalu memanjakannya selama ini !” Kaisar melihat amarah Shen Yao,
membiarkannya melakukan keinginannya “pergi panggil Pangeran Hao Cun dan Putri
Xi Juan. Jika mereka tidak datang, pria tua ini akan sangat menderita” berbisik
ke salah satu kasim, yang langsung mengangguk dan menjalankan perintah.
Kaisar berdiri disana bersama Permaisuri dan Kakek Kaisar
yang terburu-buru menghampiri mereka, begitu mendengar kabar Shen Yao yang
marah dan telah kembali. Mereka hanya bisa berdiri, tidak ada yang mendekati
Shen Yao yang sedang berdiri dengan wajah penuh amarahnya menatap Paman Kaisar
yang sedang meminum araknya, lebih tepatnya dicekoki arak oleh beberapa kasim.
“puff… puff… hentikan ! apa kalian tahu siapa aku ? beraninya kalian melakukan
ini !” Paman Kaisar marah, menghempaskan kasim yang mencekokinya arak.
Hao Cun dan Xi Juan berlari masuk “a… ada apa ini ?”
2 kendi besar arak !” Mata Hao Cun dan Xi Jun terbelalak, membola sempurna.
Shen Yao memberikan satu cambukan pada Paman Kaisar karena telah menghempaskan
kasim “lagi…” Kasim tidak berani membantah Shen Yao, hanya bisa kembali
mencekoki Paman Kaisar. Hingga 3 kendi besar habis, Paman Kaisar sudah tidak
sanggup lagi, jatuh sambil muntah-muntah “seret dia keluar…”
Paman Kaisar menggunakan semua kemampuannya meronta
“hentikan ! siapa kalian ! berani melakukan hal ini ? aku akan memenggal kepala
kalian semua !” satu tendangan, menerbangkannya ke kolam “brengsek…” Paman
Kaisar berteriak marah, berusaha berdiri dengan sepoyongan. Mabuknya sudah reda
sebagian “siapa yang menendang ? patahkan kakinya !” “ooo… mau mematahkan kaki
yang mulia ?” terdengar suara menyeramkan di hadapannya. Shen Yao berdiri di atas
batu dengan wajah menahan amarahnya.
Paman Kaisar yang sudah agak sadar, terkejut “Yao er… kau…”
mengamati sekitarnya, kemudian beralih pada wajah marah Shen Yao, langsung
bergidik ngeri “Ya… Yao er… i… ini tidak seperti yang kau lihat…” terbata-bata mengucapkan
kata “ooo…” Paman Kaisar manatap dengan memelas pada Kaisar yang menghela nafas
dan menggelengkan kepalanya “Yao er… kakek hanya minum sedikit ! hanya sedikit
!” mengangkat tangannya menunjukkan tanda sedikit, Shen Yao memberikan senyum
__ADS_1
sinis.
Paman Kaisar mendekati Shen Yao “aiyo, gadis manisku… ayo
tersenyumlah… jangan menampilkan wajah seperti itu, tidak baik ya !” Shen Yao
tidak bergeming, menatapnya dingin “jangan menyentuhku dengan tangan
menjijikkanmu !” Paman Kaisar langsung menurunkan tangannya, dengan kepala
tertunduk, mengangkat-angkat, mengintip wajah Shen Yao “Yao er, lihat ini masih
musim dingin… air kolam ini sangat dingin… kakek sudah tua, sangat mudah masuk
angin !” Shen Yao mencibir “yah kakek memang sudah tua… tapi tadi sudah minum
banyak arak, tidak akan kedinginan !”
“Yao er… biarkan Paman Kaisar membersihkan diri dahulu,
menghukumnya kemudian, masih belum terlambat” Kakek Kaisar berusaha membujuk. Shen
Yao “ooo… ingin membersihkan diri ?” melihat sinis Paman Kaisar yang mengangguk-angguk
bagai anak kecil “kulihat air kolam cukup bersih, silahkan !” mata Paman Kaisar
membulat sempurna tapi tidak berani marah pada Shen Yao. Jika sampai Paman
Kaisar marah, maka hukumannya akan lebih membuatnya menderita.
Paman Kaisar hanya bisa merengek “Yao er, lihatlah air
kolam ini sangat amis… lihat kakek sudah berbau seperti ikan ! Yao er…” Shen
Yao melipat kedua tangannya di dada “iyakah, aku hanya mencium bau arak disini
!” Paman kaisar merengek “Yao er, kakek juga hanya sedikit bersenang-senang
setelah mengurus pertemuan !” Shen Yao tersenyum sinis “kulihat 5 bulan ini,
kemampuan kakek sudah menurun sangat jauh, pasti sangat sibuk mengurus
pertemuan ya !” dengan nada lembut.
Paman Kaisar mengangguk “kemampuan menurun jauh artinya
kakek sangat jarang olahraga, makanya menjadi pikun seperti saat ini.” Paman
Kaisar agak merinding, menatap Shen Yao “begini saja, aku akan berbuat kebaikan
untuk kakek, jadi semua merasa bahagia, bagaimana ?” Paman Kaisar kembali
merengek “Yao er…” Shen Yao tersenyum manis “karena tadi kakek mengatakan air
kolam amis, jadi kakek berolahragalah sambil berbuat kebaikan, bersihkan kolam
ini hingga tidak berbau amis” “Yao er…” Paman Kaisar langsung berteriak “kenapa
? tidak mau ?” mengintimidasi dengan mata menyeramkannya. Paman Kaisar hanya
bisa mengangguk ketakutan “mau… mau… mau…” Shen Yao kembali tersenyum manis
“bagus sekali… aku disini berterima kasih pada kakek !”
Shen Yao menatap ke beberapa kasim “kalian, lihat kakek…
mata kakek sudah rabun jadi kalian bantu perhatikan, jangan sampai ada tempat
yang terlewati !” Kasim segera berlutut “menuruti perintah Putri” Shen Yao
berbalik kembali ke Paman Kaisar “kakek, aku menunggu kakek… setelah bersih,
kita akan meminum arak disini sambil menikmati tarian-tarian ok” dengan senyum
manisnya. Shen Yao tersenyum manis tapi Paman Kaisar merasakan belati yang
menodong dadanya “tidak… tidak… tidak minum arak lagi !” menggeleng-gelengkan
__ADS_1
kepalanya.