
Ling Ling “Niang Qin… kami
tidak mau hanya merawatmu saat terluka saja…” Xiao Shen Zhu “ooo…” Ling Ling
“Niang Qin…” Xiao Shen Zhu “haih Nu Di, kau sangat berisik… apa yang kau
inginkan ?” Ling Ling “berjuang bersama Niang Qin… aku tidak ingin hanya
berdiri diam melihat Niang Qin terluka…” dengan mata berkaca-kaca. Xiao Shen
Zhu “jadi belajarlah yang giat, jangan hanya terus protes di telinga yang
mulia…” Ling Ling tersenyum “baik, tapi Niang Qin tidak boleh ingkar…” Xiao
Shen Zhu “kau sangat berisik… sebenarnya darimana sifatmu ini berasal cih…”
mencibir, Ling Ling cekikikan. Ling Ling menemani Xiao Shen Zhu membaca
laporan-laporannya, belajar menyelesaikan laporan-laporan itu.
Ling Ling memeluk Xiao Shen Zhu “Niang Qin jaga diri…”
Xiao Shen Zhu mengangguk. Xin Xin juga memeluknya “Niang Qin, ini Mu Fu Rong
Hua Gao untuk Niang Qin… Xin Xin juga sudah memberikan 1 ke Qing Yun jiejie…”
Xiong Xiong memberikan sebuah giok panas dingin “Niang Qin saat demam,
genggamlah giok ini…” Zhe Yan juga memberikan pil-pil. Xiao Shen Zhu “Juan Feng
akan menemui kalian di Feng Huo Cang Ling… sampai jumpa lagi…” berpamitan dan
pergi berdua Dong Hua ke Bing Huo Dao.
Bing Huo Dao adalah sebuah pulau yang tidak stabil,
sering terjadi gempa, tidak bisa membedakan pagi dan malam. Hawa dingin menusuk
tulang dan panas membakar tubuh, terus bergantian berputar. Disisi kanan, ada
gunung yang terus meletus dan memuntahkan lahar panas sementara sisi kiri
adalah gunung salju yang tidak meleleh sedikitpun walau terkena lahar panas. Di
titik pertemuan ada rumah kecil yang asri, terlindung dalam jiejue. Xiao Shen
Zhu “Hua Zi gege, kau sudah mempunyai penguasaan terhadap api abadi… kau akan
mulai biguang di sisi kanan yang mendukung api abadimu, tingkatkan penguasaanmu
! ” Dong Hua mengangguk “bagaimana denganmu ?” Xiao Shen Zhu “setelah kau mulai
biguang, aku juga akan mulai menempa diri…” Dong Hua “Feng Wei, aku sungguh
tidak ingin berpisah darimu…” Xiao Shen Zhu “kita tidak akan berpisah… aku akan
di Bing Huo Dao hingga kau menyelesaikan biguangmu…” Dong Hua “tapi kau pasti terluka… kau juga
akan menghadapi rintangan yang lebih dari yang lalu… aku tidak tenang…”
Xiao
Shen Zhu tersenyum “aku akan baik-baik saja… kita akan bertemu saat kau
chuguang… konsentrasilah… setelah chuguang, kita akan sibuk berlatih bersama
lainnya !” Dong Hua cemberut, memeluk Xiao Shen Zhu “Feng Wei, aku pasti
berusaha sebaik mungkin… kau harus berjanji padaku akan ada saat aku chuguang !
jangan keluar dari Bing Huo Dao !” Xiao Shen Zhu mengangguk. Dong Hua mengecup
keningnya “Feng Wei, demi meningkatkan kemampuan dan menempa diri, membuat kita
sering terpisah… setelah pernikahan, kita jangan berpisah lagi… aku benar-benar
tidak sanggup berjauhan denganmu…” Xiao Shen Zhu “Hua Zi gege, kita tidak akan
berpisah… walaupun kau biguang, aku juga menemanimu disini… dimanapun kau
__ADS_1
berada, aku akan selalu menemanimu…” Dong Hua mengangguk “aku mencintaimu…”.
Dengan
bantuan Xiao Shen Zhu, Dong Hua masuk dan biguang di tengah-tengah gunung
berapi. Xiao Shen Zhu memberikan pelindung yang akan menghilang seiring
perkembangan spiritual Dong Hua. Setelahnya, Xiao Shen Zhu menyegel seluruh
kekuatannya, berdiri dengan tubuh manusia fana, mulai berlatih dai sisi kanan
ke kiri, kiri ke kanan, terus menerus bergantian. Dalam prosesnya, tubuhnya
berulang kali terluka parah, tanpa ada yang membantunya. Dengan tubuh manusia
fana, Xiao Shen Zhu berulang kali berada diambang kematian.
Seribu tahun
setelahnya, Xiao Shen Zhu menghadapi rintangannya selama 3 hari berturut-turut
tanpa henti. Dengan tubuh terluka parah, tidak ada yang membantunya, Xiao Shen
Zhu berulang kali terbangun karena kesakitan dan demam tinggi. Setelah
tersadar, tanpa mempedulikan luka-lukanya, Xiao Shen Zhu meneruskan penempaan
dirinya. Bing Huo Dao adalah tempat tertutup, tidak ada yang menyadari
penderitaan Xiao Shen Zhu. Setelah 3.000 tahun kemudian, Xiao Shen Zhu kembali
menghadapi rintangan selama 5 hari, hampir menghancurkan jiwanya disebabkan
Xiao Shen Zhu yang masih berada dalam tubuh manusia fana. Rintangan kali ini
membuatnya koma selama 3 tahun, tertimbun dalam gunung salju.
Setelah
sadar, Xiao Shen Zhu memanggil 3 asisten ke Bing Huo Dao. Sebelum memulai misi
Zhu membawa ketiganya menempa diri dengan raga manusia fana dan menguji mereka
bertiga di Bing Huo Dao. Setelah 500 tahun, ketiganya lulus dari semua ujian
yang diberikan Xiao Shen Zhu “bagus sekali… sekarang pergilah… lakukan tugas
kalian…” ketiganya berlutut memberi hormat “terima kasih Shen Zhu…” Xiao Shen
Zhu “apa kalian menginginkan status ?” ketiganya menggeleng “seperti ini saja
sudah sangat baik Shen Zhu…” Xiao Shen Zhu mengangguk.
Qing
Yun “Shen Zhu, anda masih akan disini ?” Xiao Shen Zhu “aku menunggu Hua Zi
gege” Mei Shang “Ling Ling akan menerima rintangan Di Xian - Yu Zhou Da Lu
bersama Zhe Yan Shan Shen 200 tahun lagi” Xiao Shen Zhu mengangguk “mereka
sudah berusaha…” Qing Yun “Xiong Xiong dan Xin Xin akan menjadi Shan Shen tidak
sampai 1.000 tahun lagi…” Hao Lun “mereka berhasil lulus dari taman permainan
Juan Feng. Apapun yang Juan Feng keluarkan, sudah tidak mampu menyulitkan
mereka” Xiao Shen Zhu “saat keluar dari sini, harusnya ketujuhnya juga sudah
siap… arahkan mereka ke Feng Huo Cang Ling” Qing Yun “anda akan melatih mereka
?” Xiao Shen Zhu mengangguk.
Xiao
Shen Zun kembali menempa diri sambil menunggu Dong Hua Chuguang. Disaat Dong
Hua chuguang, tercengang melihat gadis cantik yang sedang bermeditasi dengan
__ADS_1
tenangnya dengan cahaya pelangi lembut yang berputar di sekitarnya. Dong Hua
menghabiskan 6.000 tahun biguang. Tidak dapat menunggu Dong Hua chuguang dalam
masa 5.000 tahun, Xiao Shen Zhu biguang di gua dekat rumah satu-satunya yang
ada disana. Dong Hua tersenyum lembut dan mendekati gadis itu, berbaring di
tempat tidak jauh darinya ‘Feng Wei, kau semakin cantik… aku sangat
merindukanmu…’ menatap pujaan hatinya hingga terlelap.
Beberapa
tahun setelahnya, Cai Hong Huo Feng remaja chuguang. Hal pertama yang
dilihatnya adalah Dong Hua yang tersenyum menatap dan menunggunya. Cai Hong Huo
Feng tersenyum dan melompat-lompat masuk ke pelukan Dong Hua “Hua Zi gege, aku
merindukanmu…” Dong Hua memeluk erat gadisnya “Feng Wei, aku juga sangat
merindukanmu…” Cai Hong Huo Feng “apa sudah lama kau chuguang ?” Dong Hua “3
tahun yang lalu…” Cai Hong Huo Feng “ayo, aku membawamu ke Sheng Shui He…”
membawa Dong Hua ke sebuah danau “masuklah…” Dong Hua “danau apa ini ?” Cai
Hong Huo Feng “danau ini bisa memurnikan kembali tubuhmu… Hua Zi gege akan
memperoleh kembali tubuh sucimu…”
Dong
Hua tersenyum, membuka semua pakaiannya. Cai Hong Huo Feng menutup mata dan
berbalik “Hua Zi gege, kau sungguh tidak tahu malu…” Dong Hua tertawa
terbahak-bahak “Feng Wei, untuk apa malu pada istri sendiri… kau sudah sering
melihat tubuhku…” turun ke danau. Cai Hong Huo Feng berdecak kesal “cih, aku
masih baru 17.350 tahun, kau menodai mataku…” Dong Hua tertawa terbahak-bahak.
Cahaya ungu menyelimuti tubuh Dong Hua, Cai Hong Huo Feng “Hua Zi gege,
berendamlah sejam disini, aku tidak mengganggumu…” Dong Hua “Feng Wei, kau mau
kemana ?” Cai Hong Huo Feng “ada permandian lainnya di sebelah, aku akan
berendam disana !” Dong Hua “tidak, kemarilah, kita berendam bersama…” menarik
Cai Hong Huo Feng masuk ke danau. Cai Hong Huo Feng terkejut, tidak mampu
melawan, masuk ke danau dengan pakaian lengkap “Hua Zi gege, apa yang kau
lakukan ?” Dong Hua cekikikan.
Dong
Hua “tenanglah, kita berendam bersama… tubuhmu yang mana yang belum
kulihat… jangan banyak bergerak, aku
tidak akan tahan…” wajah Cai Hong Huo Feng memerah, mendorong Dong Hua “menjauh
dariku…” tubuh Cai Hong Huo Feng diselimuti cahaya pelangi. Dong Hua mendekat
kembali “tidak perlu malu… tubuhmu adalah milikku, tubuhku juga adalah milikmu…
kita dua tubuh dengan satu jiwa…” membuka perlahan pakaian Cai Hong Huo Feng.
Dong Hua melihat semua perubahan bentuk tubuh Cai Hong Huo Feng “Feng Wei, kau
sangat cantik, sempurna untukku…” wajah Cai Hong Huo Feng merah sampai tidak
berani bersuara. Dong Hua mengecup bibirnya “Feng Wei, aku mencintaimu… kau
tidak sedang menutupi lukamu kan !” Cai Hong Huo Feng menggeleng “sudah sembuh
__ADS_1
semua…” Dong Hua mengangguk, memeluknya.