
Gun Gun dan Zhe Yan
sudah kembali duluan kealam dewa, Hua Zi dan Feng Wei melewatkan 3 tahun
berpindah-pindah tempat di alam fana. Mereka sering mengikuti pertandingan di
alam fana, karena keinginan bermain Feng Wei yang besar. Sebagai hadiahnya,
mereka mendapat cukup uang untuk berkeliling di alam fana. Selama 3 tahun
mereka berkeliling, tidak pernah kekurangan uang, bahkan sering memberi bantuan
pada yang lain. Feng Wei “ah Hua Zi gege, kita kembali kealam dewa… tubuh mulai
tak nyaman !” Hua Zi mengangguk. Sebagai dewa dewi muda, tubuh mereka masih
dalam masa pertumbuhan, tidak boleh terlalu lama berada dialam lain akan
mempengaruhi hawa dewa mereka. Mereka segera pergi ke Tian Di Shan, gunung yang
berada di antara alam fana dan alam dewa. Disana ada permandian khusus untuk
mengembalikan hawa dewa yang turun kealam fana.
Feng Wei segera berendam “wah… nyaman sekali… sudah lama
tidak berendam…” Hua Zi memeluknya dari belakang “aku sudah membuat jiejue…
Feng Wei…” mencium bibirnya, perlahan menikmati seluruh tubuhnya. Feng Wei
cemberut “kau tiap hari mencari kesempatan, apa kau tidak pernah lelah ?” Hua
Zi menggeleng memeluknya “Fu Ren juga menyukainya kan !” wajah Feng Wei
memerah, Hua Zi cekikikan, membelai perut rata Feng Wei “Feng Wei, aku ingin
memiliki anak denganmu…” membalik Feng Wei menghadapnya, segera intinya masuk
menghujam inti Feng Wei “ah… Hua Zi gege…” Hua Zi “Feng Wei, ayo kita memiliki
anak ah… aku tidak bisa menahan diri di dekatmu, Feng Wei ah…”
Gun Gun dan Zhe Yan melapor hal yang mereka temukan di alam
fana. Sesuai petunjuk Feng Wei di hutan belantara, mereka mendapati sebuah anak
pohon terkutuk yang hancur, masih terasa hawa iblis yang mengalir keluar.
Setelah mereka mengamati dengan seksama, penyebab pohon itu hancur hanya ada
sebuah luka kecil yang menyebabkan pohon itu meledak dari dalam dan hancur
berantakan. Serat-seratnya seperti ular yang melilit-lilit, ada yang berwarna
merah dan biru. Ye Hua meminta mereka mencari Hua Zi dan Feng Wei, tapi saat turun
kembali sudah tidak menemukan keduanya. Sehari dialam dewa, setahun di alam
fana, mereka hanya menghabiskan 3 tahun yang berarti hanya 3 hari di alam dewa.
Zhe Yan yang kembali ke Qing Qiu juga menceritakan
pertemuannya dengan Hua Zi dan Feng Wei. Ling Ling yang paling ingin bertemu
keduanya, turun kealam fana sendiri, menelusuri alam fana selama
berbulan-bulan. Sementara Ye Hua dan Mo Yuan, walaupun sebelumnya sudah
mendapat masukan cara menyelesaikan bayi tekutuk tapi tetap was-was. Hal ini
disebabkan banyaknya laporan makhluk fana dan janin yang hilang. Semua teringat
__ADS_1
akan cara Xuan Nu sebelumnya yang mengumpulkan jiwa murni untuk membangkitkan
Ying er.
Bai
Qian “Ye Hua, tidak perlu setegang itu, kau dengar sendiri laporan Gun Gun dan
Zhe Yan. Hong Ling hanya membuat sebuah luka sudah menyelesaikan anak pohon terkutuk
itu, harusnya tidak akan ada masalah”. Ye Hua “Qian Qian, jika hanya itu, aku
tidak akan terlalu memikirkannya. Hanya saja aku curiga dewa dan iblis yang
hilang baru-baru ini juga berhubungan dengan bayi terkutuk ini” Bai Qian “apa
pendapat shifu shiniang ?” Ye Hua “mereka sedang menemui Yan Ci Wu di Mo Zu”
Bai Qian “kau sudah terlalu tegang akhir-akhir ini, bagaimana kalau kita ke
Qing Qiu berlibur beberapa hari ?” Ye Hua tersenyum “baiklah…”.
Saat
tiba di Qing Qiu, mereka menemui wajah cemberut Ling Ling dan wajah cekikikan
lainnya “Ling Ling, ada apa denganmu ?” Ling Ling segera mengadu dan merengek
pada Bai Qian “gu po, kenapa hanya gege dan Zhe Yan yang bisa menemukan Hong
Ling dan Yu Huang, aku juga sangat merindukan mereka hiks… aku sudah mencarinya
di banyak alam fana hiks…” Bai Qian memeluk Ling Ling “Ling Ling, mungkin
mereka sudah kembali kealam dewa, lagipula sehari di alam dewa setahun dialam
fana. Kau mau mencari mereka dialam fana sangat sulit” Ling Ling “tapi… tapi…
bertemu…” dengan mulut yang dimajukan, semua menertawakannya “Ling Ling, aku
sedang melaksanakan tugas bukan pergi bermain, mana bisa sembarang kembali
melapor padamu…” Ling Ling ngambek “aku tidak mau tahu, pokoknya gege harus
mencarikan mereka untukku…” Gun Gun acuh tak acuh “cih… tidak ada waktu…” Ling
Ling “waigong, lihat gege… grrr…” Bai Qian “haih Ling Ling, tidak usah seperti itu,
suatu saat kalian akan bertemu… gupo dan gugong baru datang, kau tidak
merindukan kami…” Zhe Yan “betul Ling Ling, lagipula mereka masih masa-masa
pengantin baru, mana mau terus mengurusmu” Asiang “Ling Ling, walau mereka
tidak ada, bagaimana kalau kita naik keatas gunung ? sudah lama tidak bersantai
melihat langit berbintang” Ling Ling “aku sudah sering kesana, nanti
menemanimu…”.
Ye
hua sudah mengerahkan beberapa dewa untuk mengantisipasi kejadian di alam fana,
beberapa kembali membawa keberhasilan, mengurangi angka kehilangan di alam
fana. Selain hal itu, sudah ada yang pernah memeriksa di Da Hai tapi tidak
menemukan apapun. Mereka juga tidak berlarut-larut membahas masalah itu,
semuanya sudah ada yang mengatur. Selain itu, masalah beberapa kaum yang
__ADS_1
memberontak juga mulai mendapat perhatian mereka. Ada kekuatan-kekuatan yang
sebelumnya tidak berani menampakkan diri karena kehadiran Dong Hua Di Jun,
mulai keluar. Mereka masih belum berani bertindak sembarang, karena tanpa
kehadiran Dong Hua Di Jun, tetap ada Mo Yuan Shan Shen di gunung Kun Lun, Mo Zu
Shizu Sou Wan, Zu Zhe Shen, Ye Hua Tian Jun, Zhe Yan Shan Shen, Bai Ce Di Jun,
dan Hu Hou yang merupakan dewa dewi prasejarah. Selebihnya, mereka hanya
melewati hari dengan santai. Begitulah kehidupan para dewa dewi, lebih banyak
hal yang membosankan karena usia mereka yang panjang.
Mereka menghabiskan saat yang membosankan,
tapi tidak begitu dengan pasangan Hua Zi dan Feng Wei. Berkat keceriaan Feng
Wei, Hua Zi merasakan kebahagiaan tak terkira dalam hidupnya. Feng Wei
memanjakannya, sanggup membuatnya merasa seperti anak kecil. Segala hal yang
seharusnya diterima oleh seorang anak, seorang kekasih, dan seorang suami,
semua diberikan oleh Feng Wei. Kasih sayang, kehangatan, penjagaan,
perlindungan, cinta kasih, dan semangat hidup, tidak ada yang kurang
diterimanya. Satu-satunya yang membuatnya tidak tenang adalah seorang Hua Zi
yang sebelumnya Dong Hua Di Jun, seorang dewa besar, Tian Di Gong Zhu tapi
tidak mampu memberikan apapun bahkan membalas sedikit yang telah diterimanya
pun dia tidak mampu. Feng Wei sering secara sembunyi-sembunyi pergi melakukan
misi-misi kecil sekedar untuk membantu orang lain. Segala hal yang dilakukannya
tanpa pamrih, tidak ingin ada yang mengetahuinya. Setiap kali bertindak, selalu
memberikan Hua Zi sihir tidur dan jiejue untuk melindunginya.
Hua
Zi hanya bisa diam-diam menjaganya, mengikuti semua keinginannya “Feng Wei,
kemarilah…” memeluk Feng Wei. Feng Wei menyandarkan kepalanya ke dada Hua Zi
“Hua Zi gege, peluk aku sebentar ya…” Hua Zi mengangguk “tidurlah, sudah
lelahkan ! aku memelukmu…” Feng Wei mengangguk “nanti akan membuatkanmu makanan
enak…” Hua Zi tersenyum “aku tidak perlu makanan enak, aku hanya menginginkanmu
sehat… lihat sibuk memperhatikanku, tubuhmu sudah mengurus… aku heran kemana
larinya semua kue yang kau makan, kenapa tubuhmu semakin mengurus !” menggoda
Feng Wei, Feng Wei cekikikan “sudah, tidak bercanda lagi, tidurlah…” memberi
posisi yang nyaman pada Feng Wei. Hua Zi tentu saja sudah mengetahui kebiasaan
Feng Wei, suka membeli banyak jajanan tapi sendiri hanya memakan sangat
sedikit, kebanyakan akan disimpannya untuk Hua Zi atau diberikan pada yang
lain. Baru pertama keluar bersama-sama, kebiasaan Feng Wei yang sangat hangat
membuatnya terkejut dan terkagum-kagum. Hua Zi bisa mengerti alasan begitu
__ADS_1
banyak yang memuja Dewi Penjaga walaupun jarang ada yang melihat wujudnya.