Return Of God Emperor

Return Of God Emperor
Bab 135 - Kata Pertama


__ADS_3

Bai


Jin “dulu kami tidak memiliki makanan, dengan susah payah jiejie mengambil madu


hutan… cairannya yang hanya sedikit, masih dibaginya pada kami ber-7, jiejie


hanya memakan sisa yang lengket di tangannya. Dengan alasan dialah sang


penguasa aura, melindungi kami semua dari hawa Zuan Bao Shi Dao.” Ling Ling


“apa dulu hidup Niang Qin sangat susah ?” Bai Jin mengangguk “dulu kami sangat


buas… yang kami tahu hanya berjuang mencari makanan, apapun yang ada didepan


kami, asal bisa dimakan, maka tidak akan berfikir dua kali… kamipun


berkali-kali mencoba membunuh jiejie hanya untuk menjadikannya makanan kami…


dengan tubuh kecilnya melawan kami, kedua pihak terluka parah. Jiejie tidak


mempedulikan luka-lukanya malah balik merawat kami. dengan tubuh kecil penuh


luka berlari ke hutan mencari makanan dan minuman untuk kami… bahkan saat dia


sakitpun…” semua berkaca-kaca.


        Long Jin Shan “sudah tidak terhitung,


berapa kali dia lolos dari kematian” Zu Zhe “tidak ada kitab sejarah masa


kecilnya !” Feng Huo Huang menggeleng “kitab-kitab itu sudah mengalami


perubahan ribuan kali… jika ingin tahu pengalamannya yang sebenarnya, hanya


bisa memintanya membuka Shi Jing…” Long Jin Shan “sudahlah, yang terpenting


adalah masa depan… oh Bai Jin, kau tidak menemui yang lain ?” Bai Jin


menggeleng “tunggu saatnya evolusi saja…” Feng Huo Huang “ehm… sepertinya


kalian akan evolusi lebih cepat kali ini… Juan Feng sudah menunjukkan


tanda-tanda akan evolusi” Bai Jin “tapi aku baru menjelma 10 tahun…” Long Jin


Shan “sepertinya karena kejadian sebelumnya, ada perubahan waktu… kami juga


tidak jelas, harusnya masih berhubungan dengan Huo Feng dan Zuan Bao Shi Dao…”


Bai Jin “setelah jiejie membaik, aku akan naik…” keduanya mengangguk.


        Hua Zi menemani Feng Wei yang meringkuk


menahan sakitnya. Feng Wei hanya mengeluarkan suara kecil ‘eng… hhh…’,


keringatnya bercucuran, dan meringkuk. Hua Zi merasa sakit hati melihat Feng


Wei sakit, digendongnya dan memberinya pertunjukan-pertunjukan kecil untuk


mengalihkan dari rasa sakit di mulut kecilnya. Hua Zi “Feng Wei, aku akan


mengusapnya dengan air hangat… tidak sakit lagi…” Feng Wei mengeleng-geleng dan


terisak, tidak membuka mulutnya. Hua Zi hanya bisa menimang-nimang dan


membawanya jalan hingga Feng Wei tidak terisak dan terlelap.


        Selama 7 hari, Feng Wei demam dan hanya


minum sedikit susu. Hua Zi dengan telaten merawatnya, tidak istirahat sama


sekali, karena Feng Wei tidak tenang dalam tidurnya. Hua Zi memantau


pertumbuhan gigi Feng Wei, selalu mengompresnya dengan air hangat agar Feng Wei


merasa nyaman. Feng Wei yang bangun, melihat Hua Zi memeluknya “sudah bangun,


apa masih sakit ?” Feng Wei menggeleng, memegang perut kecilnya “lapar ?” Feng


Wei mengangguk, Hua Zi tersenyum “ayo, kita menghangatkan susu untuk perut


kecilmu…” menggendong Feng Wei ke dapur. Mata Feng Wei berbinar di dapur, turun


dari gendongan Hua Zi dan bergerilya. Hua Zi memanaskan susu sambil mengawasi

__ADS_1


Feng Wei yang merangkak di atas meja.


        Disaat Hua Zi menyiapkan susu, menemukan


Feng Wei yang makan dan bermain gula batu bersama Bai Jin. Feng Wei tertawa


melihat Bai Jin yang menangkap dan memakan gula batu yang di gelindingkannya.


Hua Zi menggelengkan kepala melihatnya “ayo, minum susu, nanti perutmu sakit


memakan gula batu” ingin mengambil wadah gula batu. Feng Wei memeluk erat gula


batunya dan menggelengkan kepalanya kuat-kuat. Tingkahnya membuat Hua Zi


tertawa “baik… baik… tidak mengambilnya…” menggendong Feng Wei bersama gula


batunya.


Waktu


berlalu, Feng Wei sudah berumur 200 tahun. Di Jiu Jong Tian sangat terkenal,


anak jahil kesayangan istana Tai Chen. Hampir semua terkena kejahilannya, dewa


obat, dewi taman, dari dewa agung hingga pelayan. Tapi tidak satupun yang


membencinya, mereka semua menyayanginya. Dia membawa kebahagiaan bagi semua


walaupun sangat jahil. Suasana di Jiu Jong Tian menjadi ceria dengan adanya


dirinya. Bahkan dewa dewi yang suram awalnya sekarang banyak tersenyum olehnya.


Hanya 1 masalah yang ada padanya, dia tidak pernah mau berbicara sepatah


katapun, hanya suara tawanya yang terdengar.


        Di istana Tai Chen, Hua Zi sakit kepala.


Selama 200 tahun ini, tidak sedikit menerima hadiah untuk Feng Wei. Ada yang


sampai membawa tanda perjodohan dan lain sebagainya. Chong Lin sudah menolak


semuanya, tapi tetap ada saja yang sampai masuk ke istana Tai Chen. Tidak


sedikit jumlahnya, para pemuda dan anak-anak yang dikirim Hua Zi kealam fana.


Dong Hai Di Jun, salah satu kerabat Hai Long Wang.


        Feng Wei melihat Hua Zi yang melamun,


pelan-pelan mendekatinya dan mengagetkannya. Hua Zi tidak pernah bisa


mendeteksi Feng Wei, walau sudah ada liontin, Feng Wei selalu bisa


menyembunyikan keberadaannya jika ingin. Hua Zi yang awalnya muram, langsung tersenyum


bahagia melihat Feng Wei “Feng Wei, kamu sudah pulang” Feng Wei naik ke


pangkuan Hua Zi dan meminum tehnya. Hua Zi membenahi rambutnya “keringatmu


banyak sekali, ayo mandi, jangan sampai masuk angin” menggendong Feng Wei, membawanya


ke permandian. Feng Wei sangat suka bermain di permandian. Suara tawa tidak


berhenti terdengar dari permandian.


        Sore ini, semua berkumpul di istana Tai


Chen termasuk Long Jin Shan dan Feng Huo Huang, mereka makan malam merayakan


200 tahunnya Feng Wei. Xin Xin bertanya “Zhe Yan yeye, coba periksa Niang Qin,


kenapa sampai sekarang masih belum bisa berbicara ?” Zhe Yan tersenyum mengelus


kepala Xin Xin “Xin Xin, Hong Ling tidak apa-apa, mungkin masih malas ngomong


saja. Jika sudah saatnya, dia akan ngomong dengan sendirinya”.


        Hua Zi memeluk Feng Wei yang di


pangkuannya “Feng Wei, coba panggil Fu Jun, ayo Fu Jun”. Sou Wan menghina “Yu


Huang, Hong Ling sekecil ini kamu suruh panggil Fu Jun bisa mengagetkan semua

__ADS_1


yang diluar.” Lian Song ikut menggoda “Sou Wan, Yu Huang akhir-akhir ini sudah kebakaran


jenggot. Jika Hong Ling tidak segera memanggilnya Fu Jun, hadiah perjodohan


yang datang akan semakin banyak hahaha…” Sie Ming ikut “Di Hou a Di Hou,


segeralah buka mulut. 200 tahun ini alam fana menjadi sangat ramai, aku sudah


bingung mengatur nasib para dewa kecil itu” ‘hahahahaha…’ semua tertawa.


        Setiap pagi, Hua Zi dan kedua anak


berlatih, berusaha mencapai tingkat baru. Feng Wei biasanya bangun paling


larut. Berhubung kemarin ulang tahun Feng Wei, yang datang semua menginap di


Jiu Jong Tian. Jadinya ini pagi, istana Tai Chen sudah ramai, semua berlatih


bersama. sebagian main catur dan minum teh menonton lainnya. Feng Wei yang


mendengar keributan diluarpun bangun, keluar dari kamar dan melihat latihan


para dewa dewi.


        Feng Wei dengan mata berbinar melihat


Hua Zi yang sedang berlatih pedang bersama Xin Xin dan Xiong Xiong. 1 kilatan


cahaya pelangi mematahkan pedang ketiganya, Feng Wei sudah berdiri ditengah


ketiganya. Hua Zi kaget melihat Feng Wei, segera tersadar dan tersenyum “Feng


Wei, kamu sudah bangun” Xin Xin dan Xiong Xiong ingin maju memeluk Feng Wei.


Baru saja melangkah, mereka tersilaukan dengan sebuah cahaya emas. Muncul


sebuah pedang di tangan Feng Wei.


Feng


Wei tersenyum melihat ketiganya, perlahan mukanya berubah serius “maju…” satu


kata tegas keluar dari bibirnya, langsung menyerang Hua Zi. Hua Zi yang sempat


terkejut langsung tersadar dan menangkis pedang Feng Wei. Feng Wei memainkan


pedangnya dengan sangat indah, pegangannya kokoh, gayanya anggun, tiap jurus


tegas. Feng Wei kecil tidak kesulitan melawan ketiganya. Feng Wei bagai sedang


menari di angkasa.


Gun


Gun dan Ling Ling ikut bergabung bersama mereka, 5 lawan 1. Feng Wei hanya


tersenyum manis meladeni mereka, kilatan pedang Feng Wei memancar dimana-mana.


Feng Wei sangat lincah, tidak ada 1 pun sabetan pedang yang mengenai dirinya.


Yang lain sudah menghentikan latihan mereka. Semua yang dibawah melihat latihan


pedang 1 keluarga ini. Mereka kaget melihat kemampuan Feng Wei, anak 200 tahun


melawan 5 orang yang lebih besar darinya tanpa kesulitan. Merekapun bingung,


selama ini tidak pernah melihat Feng Wei latihan pedang. Beberapa kali


melihatnya memainkan sihir tapi itupun hanya dianggapnya mainan.


Mereka


berlatih diatas selama 2 jam, Feng Wei tidak gentar sedikitpun melawan


kelimanya. Bunga fuling naik dan mengikat kelimanya, Feng Wei berdiri kokoh


ditengah mereka, tertawa riang ‘hahahahaha…’. Melepas mereka dan turun bersama.


Semua turun segera berlari ingin memeluk Feng Wei. Feng Wei yang melihat


mereka, berlari menghindar, mengelilingi pohon bunga Fuling sambil tertawa riang.


Feng Jiu berlari dan masuk kedalam pelukan Hua Zi ‘hahahahaha…’. Hua Zi

__ADS_1


memeluknya erat “Feng Wei, kamu sudah bicara!”. Feng Wei memegang wajah dan


mencium pipi Hua Zi “Hua Zi gege, teknik yang bagus hahahahaha…”


__ADS_2