
Keesokan harinya,
perayaan di Qing Qiu berlangsung selama 3 hari. Hua Zi yang bangun, tidak
menemukan Feng Wei disisinya, takut Feng Wei meninggalkannya, segera berlari
keluar “Feng Wei… Feng Wei…” Gun Gun menyapa “Fu Qin, ada apa ?” Hua Zi “Hong
Ling, mana Hong Ling ?” Gun Gun “aku belum melihat Niang Qin…” Mi Gu berlari
masuk “Gun Gun dianxia…” Gun Gun “Mi Gu, ada apa ?” Mi Gu “Hong Ling… gunung
Tang Ting… Hong Ling Shan Shen sedang menemui beberapa dewa dewi di gunung Tang
Ting…” Hua Zi segera pergi, Gun Gun “dewa dewi siapa ?” Mi Gu menggeleng “Bai
Yi Shan Shen menyuruhku memberitahumu dan Yu Huang Shan Shen. Eh Gun Gun
dianxia, siapa sebenarnya Hong Ling Shan Shen ?” sambil berjalan keluar pondok
bamboo “Hong Ling adalah Niang Qin, ada apa ?” Mi Gu “Feng Jiu dianxia ? tapi…”
Gun Gun “tapi apa ?” Mi Gu “ Hong Ling Shan Shen yang kulihat tadi, beda dengan
biasanya, sangat menyeramkan !”
Mereka sudah tiba digunung Tang Ting, Feng Wei sedang
bersama Budha dan Dewi Kwam In, sedangkan dewa dewi yang dikatakan Mi Gu sudah
tidak ada. Mereka berbicara dalam jiejue, Feng Wei tampak sangat kelelahan dan
tertekan. Setelah Budha dan Dewi Kwam In pergi, Feng Wei melamun sendiri di
tengah arena. Hua Zi menghampiri “Feng Wei, ada apa ?” Feng Wei tersenyum
menggeleng “tidak masalah…” Hua Zi memegang erat Feng Wei “Feng Wei, kita
adalah suami istri, masalah apa yang tidak dapat kau katakan padaku ?” Feng Wei
menatap Hua Zi lama, perlahan bibirnya terangkat membentuk senyuman “kita
nikmati saja perayaan 3 hari ini…” Hua Zi tersenyum “baik…”.
Melihat tanda Hua Zi, tidak ada yang bertanya pada Feng
Wei. Ling Ling membawa mereka ke Mo Gu Jing, segera terlihat bendera-bendera
dengan gambar rubah merah ekor sembilan. Feng Wei terkejut, Ling Ling
memeluknya “selamat datang kembali Niang Qin…” Feng Wei tersenyum “Ling Ling,
terima kasih…” Hua Zi mendorong Ling Ling “anak kecil, jangan terus memeluk Fu
Ren-ku…” memeluk Feng Wei. Feng Wei cekikikan “saat Ling Ling masih kecil, kau
terus mendekapnya, sekarang terus mendorongnya…” Hua Zi acuh tak acuh. Mereka
menikmati perayaan dengan riang gembira. Feng Wei mencicipi semua makanan dan
memainkan semua permainan selama perayaan. Perayaan diakhiri dengan kembang api
__ADS_1
berbentuk rubah merah berekor sembilan yang memeluk pedang Cang He.
Selesai perayaan, Feng Wei meminta ke atas gunung,
menikmati langit berbintang. Seperti sebelumnya, ada arak dan cemilan-cemilan
kecil dari perayaan yang menemani mereka. Bai Qian “Hong Ling, kenapa kau
sangat suka langit berbintang ?” Feng Wei tersenyum “gugu, karena aku yang
menciptakannya !” semua terkejut. Bai Chen “jadi maksudmu dengan langit tidak
berbintang ?” Feng Wei meminum araknya “apa yang ingin kalian tanyakan ?” Sou
Wan antusias “bisa bertanya apapun ?” Feng Wei mengangguk. Sou Wan “siapa Zheng
Zhu ?” Feng Wei tersenyum, memainkan sihir di tangannya, sebuah batu permata
berlian pelangi terbentuk “itulah Zheng Zhu…” Lian Song “apa Zheng Zhu terlahir
dari permata berlian ini ?” Feng Wei mengangguk.
Ling Ling “Niang Qin, bisa menceritakan sejarahmu sebagai
Zheng Zhu ?” Feng Wei “hmm… kurang lebih sama seperti Dong Hua Di Jun…” Lian
Song “dari mana asal Zheng Zhu ?” Feng Wei tersenyum “apa kalian tahu, apa yang
ada sebelum dunia terbentuk ?” jeda sebentar “tidak ada apapun, hanya kehampaan…
perlahan butiran-butiran dari kehampaan membentuk sesuatu… langit dengan
sembilan matahari, lautan yang bergejolak, salju abadi yang menjadi awal
dari panasnya 9 matahari yang terus menyinari salju abadi. Didalam batu permata
berlian itu terkumpul aura energi murni alam semesta. Energi itu terus
terkumpul hingga jutaan tahun dan menghasilkan jiwa murni.” meminum araknya.
Bai Ce “Hei Ye… siapa Hei Ye ?” Feng Wei “Hei Ye terlahir
dari ambisi dan keegoisan. Selain aku, tidak ada yang dapat menaiki puncak
gunung salju abadi. Hei Ye dibentuk dibawah kaki gunung, campuran dari
bagian-bagian jiwa gelap yang ditanam untuk menerima aura murni alam semesta.”
Bai Chen “Hong Ling, apa kami bisa melihat tempatmu ?” Feng Wei tersenyum,
meminum araknya “Feng Wei, apa yang ingin kau katakan ? kau menceritakan semua
ini, apakah berarti…” Feng Wei menggeleng “tidak seperti pemikiranmu, tidak
untuk saat ini… Hua Zi gege, aku harus kembali ke tempatku, ada sedikit masalah
yang harus kuatasi…” Hua Zi berkaca-kaca, Feng Wei menutup mata “aku akan
membawamu bersamaku…” Hua Zi terkejut mendengarnya “Feng Wei…” Feng Wei “Hua Zi
gege, aku sudah mengantuk, ingin tidur… kalian cepatlah istirahat, yang terlambat
__ADS_1
bangun, akan kutinggal…” tersenyum dan tertidur. Semua saling melihat “ini… ini
artinya Hong Ling akan membawa kita bersamanya ?” Hua Zi segera menggendong
Feng Wei dan tersenyum manis “kembali ke Dong Feng yuan…” semua segera bergegas
dengan semangat.
Keesokan paginya, semua sudah berkumpul menunggu Feng Wei
bangun. Hua Zi menatap wajah tidur Feng Wei dengan senyum manis “Hua Zi gege,
belum cukup melihat” terdengar suara merdu dari bibir Feng Wei. Hua Zi segera
memeluknya “tidak akan pernah cukup…” Feng Wei tersenyum “Feng Wei, apa
alasanmu kali ini ?” Feng Wei “tidak ada alasan, bukankah kalian selalu
penasaran ! yang mulia hanya memuaskan kalian saja…” Hua Zi “tapi kau tidak
boleh meninggalkanku…” Feng Wei “Hua Zi gege, sudah kukatakan aku tidak bisa
memberimu janji seperti itu… walau begitu, hal itu tidak akan terjadi saat ini,
kita masih memiliki waktu bersama…” Hua Zi cemberut. Feng Wei membuka mata,
mengecup bibir Hua Zi dan terduduk “jangan cemberut seperti itu… ayo, semua
pasti sudah menunggu…” menarik Hua Zi keluar kamar.
Feng Wei melihat semua yang berkumpul diluar kamar, nyengir
“wah kalian sangat antusias… nanti jangan meneteskan air liur ya hihihi…” Ling
Ling segera menggandeng Feng Wei “ayo Fu Qin Niang Qin, sarapan…”. Setelah
sarapan, mereka semua ke Wang Shen Hai, Feng Wei mengibaskan lengan, di
pinggang mereka muncul sebuah hiasan giok merah keemasan “ini adalah penanda
kalian, menandakan kalian adalah orang-orang yang kubawa. Yang lain yang
melihatnya, akan berfikir ribuan kali untuk mengganggu kalian.” Feng Wei
menepuk keningnya “haih… aku kultivasi menjadi pengasuh bayi…” melirik semua
yang tersenyum manis.
3 dewa dewi muncul disamping Feng Wei “Zheng Zhu…” Feng Wei
“mereka adalah Qing Yun, Mei Shang, dan Hao Lun, jangan menjauh dari mereka…
kalian jaga mereka…” “menaati perintah…” Feng Wei beralih ke Hua Zi, Ling Ling
dan Gun Gun “Hua Zi gege, jarimu !” memakaikan sebuah cincin bercahaya pelangi
pada Hua Zi “Gun Gun – Ling Ling, liontin kalian ?” keduanya mengeluarkan
liontin dari leher mereka, Feng Wei memberi tambahan sihir pada kedua liontin,
yang segera bercahaya pelangi. “apa kalian sudah siap ?” “SIAP !” semua
__ADS_1
menjawab serentak, Feng Wei menggelengkan kepalanya.