Return Of God Emperor

Return Of God Emperor
Bab 375 - Kebesaran Hati


__ADS_3

Bab 375 –


          Berbagai pertempuran dan peperangan berdarah dihadapi dan


dilaluinya. Huo Feng bahkan tidak pernah mengeluarkan suara kesakitan atau


rintihan apapun. Saat perang maupun pertempuran berlangsung, tiada apapun yang


bisa di dapat di matanya. Matanya hampa tanpa warna sama sekali. Tidak ada


amarah, tidak ada kebencian, tidak ada ketakutan, tidak ada kesakitan, hanya


kehampaan yang menyertainya.


          Seperti yang sudah dikatakannya, semua berulang kali


terkejut, tercengang, merasa takut untuknya. Mata mereka hanya melihat ke


cermin dan wanita kecil yang sedang tertidur nyenyak di pelukan Dong Hua. Huo


Feng yang tertidur, tidak melihat air mata semua yang membasahi pipi dan


tersenyum sedih menatapnya.


          Setiap kali terluka, selalu dirinya sendirilah yang


mengobati semua lukanya. Dari tercipta, tidak pernah mengijinkan seseorang


menjadi terlalu dekat dengannya. Huo Feng bebas bergerak kemanapun, tidak


pernah menerima belas kasihan seseorang padanya. Sesuai yang dikatakannya,


makanan yang selalu dibawanya dalam mengarungi hidupnya adalah madu dan gula


batu. Semua tersenyum melihat kebiasaan makanan kesukaannya.


          Disaat semua berbondong-bondong ingin memberi tangan untuk


membantunya, Huo Feng akan mengikat semua tangan itu dan meninggalkan semua.


Setiap peperangan yang mendapat ijinnya, sebuah pihak untuk mengikutinya adalah


karena keyakinannya bisa melindungi semua. Hampir semua adalah pertarungannya


sendiri, tidak pernah melibatkan yang lain.


          Segala ujian dan rintangan yang di hadapinya, sangat


berbeda denga yang dialami yang lain. Dong Hua sebagai Tian Di Gong Zhu pun


tidak dapat dibandingkan dengan penderitaannya. Suatu saat, Huo Feng yang


terluka karena mendapat luka rintangan, sakit dan tergeletak. Hingga darahnya


mengering pun tidak ada seorang pun yang datang membantunya. Berulang kali


berada di ambang kematian, bertahan hidup dengan separuh nafasnya.


          Kedua Zun Wang memiliki pasukannya masing-masing, sementara


Huo Feng tidak pernah mengakui pasukan. Semua yang datang padanya, atas


kerelaan sendiri, itupun kebanyakan hanya menjadi tambahan pihak yang


dilindunginya. Sama seperti ketujuh kesayangan, yang lainpun diberikan kasih


sayang tulus tanpa pamrih. Selangkah demi selangkah, Huo Feng sudah memasuki


hati semua dan mengakar disana.

__ADS_1


          Kegilaan para penggemar dan pemujanya, jauh lebih gila


dibandingkan yang bisa mereka temui di Si Hai Ba Huang. Huo Feng yang tidak


pernah memikirkan hal seperti itu, tidak pernah menganggap semuanya. Disaat


para pemuja menggila menghampirinya, Huo Feng akan bermain bersama semua dan


memukul mundur keinginan semua. Baik menghukum, menindas, maupun memukul para


pemuja gila itu, tidak mengurangi niat semuanya untuk mendekatinya.


          Semua menonton dalam diam, tidak ingin mengganggu istirahat


wanita kecil itu. Para wanita, banyak yang tidak tega melihatnya, memberanikan


diri menonton hanya demi mengetahui segala penderitaan yang sudah dialami


seorang Cai Hong Huo Feng. Penderitaan yang tidak pernah mereka sangka


sebelumnya, walaupun sudah pernah bertemu dengan pertempuran yang paling


mengerikan menurut versi mereka.


          Dari dalam cermin, mereka pun melihat sejarah penciptaan Si


Hai Ba Huang. Sebuah semesta yang ditinggalkan Cai Hong Huo Feng untuk


berkembang sendiri, setelah dihembuskan nafas kehidupan ke dalamnya. Selama


penciptaan Si Hai Ba Huang hingga kultivasi Cai Hong Huo Feng hanya pernah


melihat Si Hai Ba Huang 2 x. Hal itupun berlangsung karena permintaan Budha dan


kedua Zun Wang yang tertarik pada nama yang muncul di Tian Ming Shi.


          Yang pertama adalah tidak lama setelah menciptakan Si Hai


sudah melihat dan mengetahui, Huo Feng sama sekali tidak tertarik dengan nama


itu. Huo Feng hanya melirik sekejab dan meninggalkan semua yang menerka-nerka


dan penasaran dengan nama itu.


          Yang kedua adalah ketika terciptanya Dong Hua, sekali lagi


Budha dan lainnya menariknya datang melihat Tian Ming Shi. Saat mengajaknya


melihat Dong Hua kecil, Huo Feng dengan dingin dan malas meninggalkan semua


tanpa memberi perhatian pada Dong Hua kecil. 1 lirikan pun tidak ditinggalkan


Huo Feng pada Dong Hua kecil. Huo Feng sama sekali tidak tertarik dengan Tian


Ming Shi, namanya, bahkan Dong Hua – dewa kecil yang tercipta dan menempati


posisi di samping namanya pada Tian Ming Shi.


          Semua tersenyum, melirik Dong Hua yang menggeleng-gelengkan


kepalanya dengan senyuman, menatap wanita di pelukannya. Dibanding Dong Hua,


Huo Feng jauh lebih dingin dan acuh tak acuh terutama pada sesuatu yang disebut


hubungan. Segala hubungan yang bisa ada, dihindarinya sejauh mungkin, menjadi


seorang dewi yang tidak tersentuh oleh apapun.


          Huo Feng yang usil pun selalu menjadi perhatian, tapi semua

__ADS_1


ada batasnya. Saat keinginan bermainnya datang, Huo Feng akan bermain dengan


puas dan setelah itu meninggalkan semuanya, seperti dia tidak pernah melakukan


apapun. Langkah dan tindakannya, baik dalam permainan dan pertarungan, selalu


meninggalkan kesan pada yang lain. Tidak ada satupun yang berpengaruh padanya.


          Huo Feng adalah dewi yang paling bebas, hidup dengan cara


dan keinginannya sendiri, tidak terpengaruh apapun. Hatinya yang tidak pernah


tersentuh, juga tidak pernah berubah, walau sudah menghadapi banyak hal. Huo


Feng selalu menjadi dewi yang baru tercipta di Zuan Bao Shi Dao yang tanpa


noda.


          Di suatu peperangan yang mengorbankan begitu banyak jiwa,


Huo Feng terduduk dengan tubuh yang penuh darah, memandang kedepan. Huo Feng


memandang ke kejauhan tanpa ada warna apapun di dalam matanya. Tidak ada yang


tahu, apa yang sedang difikirkannya atau apa yang dirasakannya. Setelah melihat


medan perang yang kembali bersih, Huo Feng berdiri dan berjalan pergi sendiri


tanpa menghiraukan lainnya.


          Demikian juga saat bersama Hei Ye. Mengetahui Hei Ye yang


merupakan satu bagian dari Qin Lin – Gang La Ba, Huo Feng berusaha


membimbingnya. Hei Ye yang berubah, melakukan banyak hal untuk mengundang


kemarahan seorang Cai Hong Huo Feng. Huo Feng selalu berada di belakangnya


untuk menyelesaikan masalah yang dibuatnya. Tanpa disadari Hei Ye, Huo Feng


selalu membantu, tetap membimbing dan mendukungnya. Disaat gentingnya, Huo Feng


kembali terduduk di hadapan Hei Ye yang sudah tinggal separuh nafas. Huo Feng


menatap Hei Ye dengan mata kosong. Huo Feng menolong Hei Ye dengan memberikan


nafas kehidupan, sehingga Hei Ye lolos dari mautnya.


          Seperti yang pernah dikatakannya pada Dong Hua, bukan Huo


Feng tidak mampu memusnahkan Hei Ye tapi masih belum cukup tekad yang terkumpul


untuk memusnahkannya. Setelah menyelamatkan Hei Ye, Huo Feng mengurungnya di


Tian Ling Dong, meninggalkan raganya untuk menjaga Hei Ye. Huo Feng mengerahkan


sebagian jiwanya untuk kultivasi setelah memberi energi pada Hei Ye untuk


mengikutinya kultivasi. Raga Cai Hong Huo Feng menutup mata dengan senyuman,


setelah melihat jiwa Hei Ye yang mengikuti sebagian jiwanya berkultivasi.


          Semua terkejut dengan kenyataan di depan mata mereka.


Kebesaran hati seorang Cai Hong Huo Feng adalah sesuatu yang tidak dapat mereka


mengerti dan pahami. Segala yang terjadi, sudah berada di bawah kendali seorang


Cai Hong Huo Feng. Pengorbanan dirinya secara terus menerus, hanya demi yang

__ADS_1


lain, bahkan tidak mengharapkan imbalan apapun.


__ADS_2