
“Die, ada apa mencariku ?”
“Yang Guang kemarilah…” sang raja mengajak Yang Guang ke perpustakaan, memutar
sebuah buku dan masuk kedalam ruang rahasia. Yang Guang menjadi serius “Die…”
Sang Raja menutup pintu dan mengamati sesaat, menatap Yang Guang dengan wajah
serius “Yang Guang, kau menemukan sesuatu ?” Yang Guang “Die, aku masih mencoba
memahami situasi…” Sang Raja mengangguk “berhati-hatilah, terutama oleh
pesonamu…” Yang Guang mengerutkan kening “ada yang memanfaatkan ketertarikan
masyarakat pada pesonamu” Yang Guang mengangguk “akan lebih perhatikan” Sang
Raja mengangguk, berbincang sejenak, memberikan sebuah buku kecil dan
mengeluarkan mereka berdua “besok akan masuk ke Akademi Kerajaan, apa kau sudah
membuat persiapan ?” Yang Guang menggeleng “akan mengamati dan memutuskan !”
“Feng Wei, jangan kelelahan !” Hua Zi memeluk Yang Guang
tidur. Yang Guang tersenyum “Hua Zi gege, tidak tua tidak muda, semua ingin
menjebakku, bagaimana tidak lelah !” Hua Zi tersenyum “jebak mereka kembali !”
Yang Guang mengangguk “tunggu sesaat lagi, setelah mengetahui semuanya, aku
akan bermain !” Hua Zi mengecup keningnya “perhatikan dirimu sendiri… jangan
selalu terluka…” Yang Guang memeletkan lidahnya “bukannya ada Hua Zi gege yang
mengobatiku…” nyengir. Hua Zi mengetuk kepala Yang Guang “kau ini… hatiku sakit
melihatmu terluka…” Yang Guang cekikikan.
Yang Guang dan ketujuhnya sudah masuk ke Akademi Kerajaan.
Yang Guang sebagai Pengawas Akademi Kerajaan mendapat hormat dari semua
pelajar. Ada yang senang, ada juga yang tidak senang, terutama karena usia Yang
Guang yang lebih muda dari mereka. Dimulailah kehidupan Yang Guang di Akademi
Kerajaan, berulang kali ada yang mencoba menjebaknya akhirnya menjadi senjata
makan tuan. Selalu bisa dihindarinya bahkan memberikan pukulan balik ke para
pengacau.
Yang Guang berdiri di hadapan semua “siapkan alat tulis
kalian, aku akan memberikan ujian kecil” hampir semua melongo “ha…” Yang Guang
acuh tak acuh, salah satu guru membagikan kertas kosong “tuliskan 8 klausul
dalam Li Jie Ben dalam 2 jam… nilai kurang dari 75 akan di perpustakaan dan
ujian kembali hingga mendapat angka 85” semua melongo “Pengawas, sekarang 75,
kenapa di perpustakaan 85 ?” Yang Guang dengan dingin “keberatan ?” pelajar
langsung menggeleng dan menunduk mengerjakan ujiannya. Yang Guang mengawasi
sendiri jalannya ujian sambil membaca beberapa buku. Tentu saja ketujuhnya
lulus dengan baik. Semenjak dikeluarkan hasil tes masuk, Yang Guang sudah
mengajari mereka, menutupi kekurangan. Segala sejarah dan pengetahuan umum
sudah mereka kuasai, karena sudah menyelesaikan perpustakaan di Akademi
__ADS_1
Kerajaan.
Dibawah pengawasannya, Akademi Kerajaan mulai berkembang
kearah yang baru, lebih menonjolkan keadilan dan kebenaran, tidak mengizinkan
menjadi pengecut. Ada beberapa pelajar yang hanya mengandalkan nama orang tua
mereka yang menjadi pejabatpun bertekuk lutut. Yang Guang tidak segan-segan
menghukum siapa saja yang melanggar dan bermalas-malasan, bahkan pangeran dan
putripun pernah mendapat hukuman darinya. Diawali dengan keterpaksaan, mereka
semua berusaha agar tidak mendapat hukuman dari Pengawas Akademi. Ada yang
ingin mencoba menggunakan kekuatan orang tuanya pun selalu terpatahkan. Raja
sudah menurunkan dekrit ‘Pengawas Akademi Kerajaan – Yang Guang bisa melakukan
apapun dalam Akademi, segala keputusannya adalah mutlak.’ Perlahan Yang Guang
mengangkat kemampuan seluruh pelajar Akademi Kerajaan dan menjadi idola bagi
para pelajar. Dilain sisi, sebagai Ketua Pengawal Kerajaan, Yang Guang juga
mempunyai akses tak terbatas kemanapun dan melakukan apapun. Awalnya banyak
pejabat yang tidak terima, tapi setelah melihat beberapa kali Yang Guang
menyelesaikan masalah dengan cepat dan aura mengintimidasinya yang mencekam,
tidak ada yang berani melawannya.
Pihak yang menyusun pemberontakan, berulang kali memikirkan
cara untuk menarik Yang Guang ke pihak mereka, Yang Guang seperti gunung, tidak
bergerak sedikitpun akan segala tipu daya dan iming-iming. Yang Guang bergerak
mendapat julukan ‘Tangan Besi’. Semakin banyak julukan buruk terhadapnya,,
semakin banyak pula yang terpesona padanya.
“Yang er, kau ingin menulis harapan apa ?” Shui Lan
memegang lampion besar , Yang Guang mencari tempat kosong menulis harapannya
‘Aman dan Damai’ “ayo, ayo kita lepaskan bersama…” kedelapannya memegang
ujung-ujung lampion dan menerbangkannya bersama. Lampion yang penuh harapan
mereka berdelapan ‘Selalu bersama… keselamatan… kebebasan… persatuan… tak
terpisahkan… kesetiaan hingga akhir… cahaya agung…’ Hua Zi dan kedua Zun Wang
yang melihat, tersenyum puas “tanpa ambisi sama sekali…” “benarkah mereka
kultivasi ! kulihat mereka masih seperti Shen Zhu dan ketujuh kesayangannya !”
“mereka layak menerima pengorbanan Feng Wei… tidak banyak yang bisa memberi
kesetiaan hingga seperti itu… bukan masalah cinta tapi kepercayaan dan
keyakinan” You Zun “apa sekarang anda tidak cemburu lagi pada mereka ?” Hua Zi
mencibir “Feng Wei adalah milikku…” membuat keduanya tertawa terbahak-bahak.
Yang Guang sudah menemukan bukti-bukti kejahatan dan tanda
-tanda pemberontakan. Akar permasalahan tentu saja perebutan kekuasaan. Sang
Raja yang belum memilih dan mengumumkan Putri atau Putra Mahkota membuat
__ADS_1
gejolak. Yang Guang dan ketujuh temannya sudah menekan semua kekuatan
pemberontakan tapi… ‘tikus yang tertekan akan menggigit…’.
Setelah hampir setahun menjadi Pengwas Akademi Kerajaan,
semua mulai mempersiapkan ujian kelulusan “2 minggu dari sekarang adalah ujian
kelulusan. Untuk memaksimalkan pelajaran kalian, selama 10 hari kedepan,
seluruh aktifitas kalian akan berada dalam pengaturan Akademi. Persiapkan diri
kalian dengan baik…” Yang Guang berbicara dengan gagah. “Pengawas, apa anda
akan menemani kami disini ?” Yang Guang tersenyum lembut “tentu, aku akan
mengawasi kalian” semua cekikikan “aku menunggu hasil memuaskan dari kalian
semua…” “baik Pengawas Yang…”.
“Pengawas, setelah ujian kelulusan, bagaimana kalau kita
berlibur bersama ?” “yah setuju… sebelum kita berpisah dengan Akademi, kita
harus merayakan semua bersama…” semua bersahut-sahutan. Yang Guang cekikikan
“ujian belum dimulai, kalian sudah memikirkan liburannya…” “Pengawas, harus
difikirkan, bisa jadi penyemangat…” “iya… iya…” Yang Guang “baiklah… aku sudah
meminta ijin yang mulia. Setelah ujian berakhir, selama 3 hari kita akan
berwisata dan berburu di Hutan Kerajaan” “wah ternyata anda sudah
memikirkannya, aku setuju…” semua bersorak “baik… baik… jadi kalian harus
menyiapkan diri kalian dengan baik…” “pasti Pengawas…”.
Jing Guang menghela nafas “haih semakin banyak
pengagumnya…” Tian Ling “bagaimana jika mereka tahu, Pengawas ini sudah
menyiapkan rencana langkah kaki seribu hahaha…” Huang Guang “hahaha… sifatnya
itu tidak berubah dari dulu… semakin pihak lain mencari perkara dengannya maka
kakinya akan berdiri kokoh, tidak bergerak sedikitpun. Semakin pihak lain
menyukainya, maka dia akan lari terbirit-birit hahaha…” Dian Lan “aku
penasaran, pengawas kita ini nanti akan mendapatkan jodoh seperti apa ! dia
tidak pernah memiliki pandangan beda pada gadis manapun !” Jing Guang tersenyum
“hatinya untuk semuanya…” Huang Guang “baik pemuda maupun pemudi, muda atau
tua, tidak ada satupun yang menarik minatnya” Lu Teng “salah… ketertarikannya
bukan pada manusia tapi pada…” “makanan…” semua menjawab bersamaan dan tertawa
terbahak-bahak.
“membicarakan pengawas di belakangnya, kalian sudah bosan
hidup ?” Yang Guang berdiri di hadapan mereka “Yang er, sudah selesai !” Yang
Guang “kalian persiapkan semua, aku akan ke istana, hati-hati…” “Yang er,
kutemani…” Jing Guang menawari “tidak perlu, aku akan segera kembali… selama 10
hari kita akan tinggal di Akademi, aku harus melaporkan hal ini terlebih dahulu
ke Yang Mulia” Huang Guang “berhati-hatilah…” Yang Guang berpamitan dan menuju
__ADS_1
istana.