Return Of God Emperor

Return Of God Emperor
Bab 157 - Kehidupan di Akademi Kerajaan


__ADS_3

“Die, ada apa mencariku ?”


“Yang Guang kemarilah…” sang raja mengajak Yang Guang ke perpustakaan, memutar


sebuah buku dan masuk kedalam ruang rahasia. Yang Guang menjadi serius “Die…”


Sang Raja menutup pintu dan mengamati sesaat, menatap Yang Guang dengan wajah


serius “Yang Guang, kau menemukan sesuatu ?” Yang Guang “Die, aku masih mencoba


memahami situasi…” Sang Raja mengangguk “berhati-hatilah, terutama oleh


pesonamu…” Yang Guang mengerutkan kening “ada yang memanfaatkan ketertarikan


masyarakat pada pesonamu” Yang Guang mengangguk “akan lebih perhatikan” Sang


Raja mengangguk, berbincang sejenak, memberikan sebuah buku kecil dan


mengeluarkan mereka berdua “besok akan masuk ke Akademi Kerajaan, apa kau sudah


membuat persiapan ?” Yang Guang menggeleng “akan mengamati dan memutuskan !”


          “Feng Wei, jangan kelelahan !” Hua Zi memeluk Yang Guang


tidur. Yang Guang tersenyum “Hua Zi gege, tidak tua tidak muda, semua ingin


menjebakku, bagaimana tidak lelah !” Hua Zi tersenyum “jebak mereka kembali !”


Yang Guang mengangguk “tunggu sesaat lagi, setelah mengetahui semuanya, aku


akan bermain !” Hua Zi mengecup keningnya “perhatikan dirimu sendiri… jangan


selalu terluka…” Yang Guang memeletkan lidahnya “bukannya ada Hua Zi gege yang


mengobatiku…” nyengir. Hua Zi mengetuk kepala Yang Guang “kau ini… hatiku sakit


melihatmu terluka…” Yang Guang cekikikan.


          Yang Guang dan ketujuhnya sudah masuk ke Akademi Kerajaan.


Yang Guang sebagai Pengawas Akademi Kerajaan mendapat hormat dari semua


pelajar. Ada yang senang, ada juga yang tidak senang, terutama karena usia Yang


Guang yang lebih muda dari mereka. Dimulailah kehidupan Yang Guang di Akademi


Kerajaan, berulang kali ada yang mencoba menjebaknya akhirnya menjadi senjata


makan tuan. Selalu bisa dihindarinya bahkan memberikan pukulan balik ke para


pengacau.


          Yang Guang berdiri di hadapan semua “siapkan alat tulis


kalian, aku akan memberikan ujian kecil” hampir semua melongo “ha…” Yang Guang


acuh tak acuh, salah satu guru membagikan kertas kosong “tuliskan 8 klausul


dalam Li Jie Ben dalam 2 jam… nilai kurang dari 75 akan di perpustakaan dan


ujian kembali hingga mendapat angka 85” semua melongo “Pengawas, sekarang 75,


kenapa di perpustakaan 85 ?” Yang Guang dengan dingin “keberatan ?” pelajar


langsung menggeleng dan menunduk mengerjakan ujiannya. Yang Guang mengawasi


sendiri jalannya ujian sambil membaca beberapa buku. Tentu saja ketujuhnya


lulus dengan baik. Semenjak dikeluarkan hasil tes masuk, Yang Guang sudah


mengajari mereka, menutupi kekurangan. Segala sejarah dan pengetahuan umum


sudah mereka kuasai, karena sudah menyelesaikan perpustakaan di Akademi

__ADS_1


Kerajaan.


          Dibawah pengawasannya, Akademi Kerajaan mulai berkembang


kearah yang baru, lebih menonjolkan keadilan dan kebenaran, tidak mengizinkan


menjadi pengecut. Ada beberapa pelajar yang hanya mengandalkan nama orang tua


mereka yang menjadi pejabatpun bertekuk lutut. Yang Guang tidak segan-segan


menghukum siapa saja yang melanggar dan bermalas-malasan, bahkan pangeran dan


putripun pernah mendapat hukuman darinya. Diawali dengan keterpaksaan, mereka


semua berusaha agar tidak mendapat hukuman dari Pengawas Akademi. Ada yang


ingin mencoba menggunakan kekuatan orang tuanya pun selalu terpatahkan. Raja


sudah menurunkan dekrit ‘Pengawas Akademi Kerajaan – Yang Guang bisa melakukan


apapun dalam Akademi, segala keputusannya adalah mutlak.’ Perlahan Yang Guang


mengangkat kemampuan seluruh pelajar Akademi Kerajaan dan menjadi idola bagi


para pelajar. Dilain sisi, sebagai Ketua Pengawal Kerajaan, Yang Guang juga


mempunyai akses tak terbatas kemanapun dan melakukan apapun. Awalnya banyak


pejabat yang tidak terima, tapi setelah melihat beberapa kali Yang Guang


menyelesaikan masalah dengan cepat dan aura mengintimidasinya yang mencekam,


tidak ada yang berani melawannya.


          Pihak yang menyusun pemberontakan, berulang kali memikirkan


cara untuk menarik Yang Guang ke pihak mereka, Yang Guang seperti gunung, tidak


bergerak sedikitpun akan segala tipu daya dan iming-iming. Yang Guang bergerak


mendapat julukan ‘Tangan Besi’. Semakin banyak julukan buruk terhadapnya,,


semakin banyak pula yang terpesona padanya.


          “Yang er, kau ingin menulis harapan apa ?” Shui Lan


memegang lampion besar , Yang Guang mencari tempat kosong menulis harapannya


‘Aman dan Damai’ “ayo, ayo kita lepaskan bersama…” kedelapannya memegang


ujung-ujung lampion dan menerbangkannya bersama. Lampion yang penuh harapan


mereka berdelapan ‘Selalu bersama… keselamatan… kebebasan… persatuan… tak


terpisahkan… kesetiaan hingga akhir… cahaya agung…’ Hua Zi dan kedua Zun Wang


yang melihat, tersenyum puas “tanpa ambisi sama sekali…” “benarkah mereka


kultivasi ! kulihat mereka masih seperti Shen Zhu dan ketujuh kesayangannya !”


“mereka layak menerima pengorbanan Feng Wei… tidak banyak yang bisa memberi


kesetiaan hingga seperti itu… bukan masalah cinta tapi kepercayaan dan


keyakinan” You Zun “apa sekarang anda tidak cemburu lagi pada mereka ?” Hua Zi


mencibir “Feng Wei adalah milikku…” membuat keduanya tertawa terbahak-bahak.


          Yang Guang sudah menemukan bukti-bukti kejahatan dan tanda


-tanda pemberontakan. Akar permasalahan tentu saja perebutan kekuasaan. Sang


Raja yang belum memilih dan mengumumkan Putri atau Putra Mahkota membuat

__ADS_1


gejolak. Yang Guang dan ketujuh temannya sudah menekan semua kekuatan


pemberontakan tapi… ‘tikus yang tertekan akan menggigit…’.


          Setelah hampir setahun menjadi Pengwas Akademi Kerajaan,


semua mulai mempersiapkan ujian kelulusan “2 minggu dari sekarang adalah ujian


kelulusan. Untuk memaksimalkan pelajaran kalian, selama 10 hari kedepan,


seluruh aktifitas kalian akan berada dalam pengaturan Akademi. Persiapkan diri


kalian dengan baik…” Yang Guang berbicara dengan gagah. “Pengawas, apa anda


akan menemani kami disini ?” Yang Guang tersenyum lembut “tentu, aku akan


mengawasi kalian” semua cekikikan “aku menunggu hasil memuaskan dari kalian


semua…” “baik Pengawas Yang…”.


          “Pengawas, setelah ujian kelulusan, bagaimana kalau kita


berlibur bersama ?” “yah setuju… sebelum kita berpisah dengan Akademi, kita


harus merayakan semua bersama…” semua bersahut-sahutan. Yang Guang cekikikan


“ujian belum dimulai, kalian sudah memikirkan liburannya…” “Pengawas, harus


difikirkan, bisa jadi penyemangat…” “iya… iya…” Yang Guang “baiklah… aku sudah


meminta ijin yang mulia. Setelah ujian berakhir, selama 3 hari kita akan


berwisata dan berburu di Hutan Kerajaan” “wah ternyata anda sudah


memikirkannya, aku setuju…” semua bersorak “baik… baik… jadi kalian harus


menyiapkan diri kalian dengan baik…” “pasti Pengawas…”.


          Jing Guang menghela nafas “haih semakin banyak


pengagumnya…” Tian Ling “bagaimana jika mereka tahu, Pengawas ini sudah


menyiapkan rencana langkah kaki seribu hahaha…” Huang Guang “hahaha… sifatnya


itu tidak berubah dari dulu… semakin pihak lain mencari perkara dengannya maka


kakinya akan berdiri kokoh, tidak bergerak sedikitpun. Semakin pihak lain


menyukainya, maka dia akan lari terbirit-birit hahaha…” Dian Lan “aku


penasaran, pengawas kita ini nanti akan mendapatkan jodoh seperti apa ! dia


tidak pernah memiliki pandangan beda pada gadis manapun !” Jing Guang tersenyum


“hatinya untuk semuanya…” Huang Guang “baik pemuda maupun pemudi, muda atau


tua, tidak ada satupun yang menarik minatnya” Lu Teng “salah… ketertarikannya


bukan pada manusia tapi pada…” “makanan…” semua menjawab bersamaan dan tertawa


terbahak-bahak.


          “membicarakan pengawas di belakangnya, kalian sudah bosan


hidup ?” Yang Guang berdiri di hadapan mereka “Yang er, sudah selesai !” Yang


Guang “kalian persiapkan semua, aku akan ke istana, hati-hati…” “Yang er,


kutemani…” Jing Guang menawari “tidak perlu, aku akan segera kembali… selama 10


hari kita akan tinggal di Akademi, aku harus melaporkan hal ini terlebih dahulu


ke Yang Mulia” Huang Guang “berhati-hatilah…” Yang Guang berpamitan dan menuju

__ADS_1


istana.


__ADS_2