Return Of God Emperor

Return Of God Emperor
Bab 124 - Kepergian Feng Wei


__ADS_3

Feng


Wei segera terbang ke angkasa, Suo Hun Yu berputar kuat diangkasa. Jiwa-jiwa


iblis dari Suo Hun Yu keluar, berlutut di hadapan Feng Wei “Zhu Ren…” termasuk


Ji Heng, Miao Luo dan keluarganya “sesuai dengan janjiku… selesaikan semua


disini, kalian akan bebas dan bereinkarnasi kembali” “terima kasih Zhu Ren…”


semua segera ke medan perang membantu Hua Zi menyerang jiwa-jiwa dan sisa-sisa


prajurit iblis. Ji Heng tidak bergerak “Zhu Ren…” Feng Wei dingin “Ji Heng, ada


yang ingin kau katakan ?” Ji Heng menunduk “Zhu Ren, aku minta maaf atas segala


kesalahanku… terima kasih Zhu Ren sudah memberikanku 1 kesempatan hidup…” Feng


Wei “Ji Heng setelah bereinkarnasi, jangan mengulangi kesalahanmu lagi… walau


nantinya karmamu akan berjalan, tapi jika kau rajin berbuat baik, kau segera


bisa mendapat kebebasan. Kau mengerti maksudku !” Ji Heng mengangguk “terima


kasih Zhu Ren… jika dari awal ada anda yang membimbingku, aku tidak akan sampai


ke jalan ini !” Feng Wei “semua adalah sebab akibat, kita bisa bertemu juga


merupakan suatu jodoh, pergilah…”.


Ji


Heng memberi hormat dan pergi ke medan perang. Ji Heng menghadap ke Hua Zi “Di


Jun, Zhu Ren tidak mengatakan pada anda tapi beliau akan segera menghadapi


pertarungan terakhirnya. Kami mendengar semua pembicaraannya, ini adalah


bantuan terakhirnya untuk anda. Di Jun, maafkan semua kesalahanku dahulu, jaga


Zhu Ren…” menunduk memberi hormat pada Hua Zi. Feng Wei melihat Ji Heng tapi


tidak bisa mendengar suaranya, apalagi sedang menahan rasa sakit di dadanya.


Setelah menghormat pada Hua Zi, Ji Heng mencari Meng Hao, minta maaf dan


menghormat padanya. Ji Heng menyerang Fu Mo bersama Miao Luo dan keluarganya,


menjerat semua jiwa iblis dalam diri Fu Mo.


Tubuh


Fu Mo terus mengeluarkan asap hitam, tanda semua jiwa iblisnya yang terserap


keluar. Fu Mo berteriak kesakitan, tidak mampu menahan serangan semua iblis


dari Suo Hun Yu. Fu Mo terjatuh lemas dan muntah darah hitam, semua jiejue


terbuka. Mo Yuan segera menangkap dan mengurung Fu Mo bersama semua


pengikutnya. Semua jiwa iblis Suo Hun Yu yang sudah memenangkan peperangan,


menghadap ke Feng Wei “Zhu Ren…”. Feng Wei tersenyum lembut “sesuai janjiku,


kalian bebas, pergilah bereinkarnasi…” menggores tangannya dan memercikkan


darah merah emas perak ke kumpulan jiwa iblis. Semua jiwa memancarkan cahaya


merah keemasan dan menghilang dari medan perang, terdengar ‘terima kasih Zhu


Ren’.


Hua


Zi yang mendengar kata-kata Ji Heng kebingungan melihat Feng Wei. Mendengar


suara dari medan perang dan perhatian Feng Wei yang fokus ke medan perang,


perhatian Hua Zi pun beralih. Melihat semua jiwa iblis yang menghilang, Hua Zi


kembali menatap Feng Wei yang tersenyum padanya. Dari langit terdengar ‘kiiik…’

__ADS_1


seekor unicorn pelangi yang gagah muncul dan berlari kearah Feng Wei “Juan


Feng, kau sudah datang…” unicorn menundukkan tubuhnya, mempersila Feng Wei


naik. Feng Wei naik ke punggung unicorn, ditangannya ada Suo Hun Yu.


Suo


Hun Yu segera berpindah ke tangan Hua Zi, Feng Wei muntah darah merah emas


perak “Feng Wei / Hong Ling / Niang Qin” semua berteriak, tapi mereka tidak


dapat mendekati Feng Wei. Feng Wei tersenyum “Hua Zi gege, Suo Hun Yu awalnya


adalah milikmu, sekarang kukembalikan padamu. Suo Hun Yu sekarang sudah kosong,


kau bisa kembali menggunakannya” Hua Zi melihat Suo Hun Yu dan Feng Wei,


mengingat kata-kata Ji Heng, ketakutan melandanya “Feng Wei, kemarilah…” mengulurkan


tangannya. Feng Wei menggeleng “Hua Zi gege, waktuku sudah tiba”


Hua


Zi meneteskan air mata menggeleng “Feng Wei, tidak, masih 8.000 tahun… Feng Wei


kemari…” Feng Wei tersenyum “Dong Hua Zi Fu Shao Yang Jun – Bi Huo Zi Yu Huang


– Hua Zi gege, dalam hidup ini bisa mengenalmu, aku sudah tidak memiliki


penyesalan. Semua, terima kasih atas segalanya selama ini. Qing Qiu – Bai Feng


Jiu – Feng Huo Cai Hong Ling memberi hormat pada kalian, terima kasih”


menundukkan kepala. Feng Wei bersinar terang, penampilan Feng Wei berubah. Feng


Wei melihat sesaat semua yang dibawahnya, memberikan senyum manis, berbalik


menunggangi unicorn Juan Feng, membelah langit dan menghilang dalam cahaya


pelangi.


yang tertinggal segera terbebas, Hua Zi terjatuh dan menggeleng, airmata


bercucuran di wajahnya “tidak… tidak… Feng Wei, kembali… aku tidak bisa


kehilanganmu… Feng Wei, kembali, aku ikut, Hua Zi gege mau ikut denganmu… Feng


Wei, Hua Zi gege mohon padamu… jangan seperti ini… aku tidak siap, aku tidak


sanggup… Feng Wei…” semua menghampiri Hua Zi dengan air mata di wajah mereka.


Yan Ci Wu berlutut di hadapan Hua Zi “Dong Hua, sebelumnya aku tidak tahu


kenapa Xiao Jiu memberikan ini padaku… ini… Xiao Jiu meninggalkan ini untukmu…”


menyerahkan sebuah surat.


Hua


Zi segera mengambilnya, membuka dan membacanya “Hua Zi gege, saat kau membaca


surat ini, aku sudah tidak ada disampingmu. Hua Zi gege, maaf, selain maaf, aku


tidak bisa mengatakan hal lain. Terjadi sangat banyak kekacauan dalam


kultivasiku, memperpendek semua hitungan waktu. Hua Zi gege, Qing Cang bukanlah


rintanganmu, rintanganmu adalah Fu Mo, yang seharusnya menjadi penutup


kultivasi 100.000 tahunku. Aku menggunakan Suo Hun Yu untuk membantumu, karena


selain jiwa iblis didalamnya juga membawa auraku saat terlahir kembali. Auraku


akan memusnahkan semua dampak bayangan Hei Ye yang ada di Si Hai Ba Huang. Tian


Ling Dong sudah retak, sudah tidak mampu menahan Hei Ye. Selama ini, 7 hewan


mistis, Jin Shan dan Huo Huang yang membantuku menahannya, memberi tambahan


waktu untukku bersama denganmu. Aku hanya ingin membantumu menghadapi

__ADS_1


rintanganmu dan menyelesaikan takdir kultivasiku yang seharusnya. Hua Zi gege,


jangan bersedih untukku, ini semua adalah hal yang harus kulakukan. Aku


meninggalkan Si Hai Ba Huang yang damai untukmu jaga. Hua Zi gege


berbahagialah, aku mencintaimu, lupakanlah aku… Feng Wei…”.


Hua


Zi menangis histeris “Feng Wei, kau ini wanita bodoh, kenapa kau harus begitu


bodoh… Aku tidak akan pernah melupakanmu… bagaimana aku berbahagia tanpamu


disampingku ? kaulah kebahagiaanku… Feng Wei, kenapa sampai saat ini, kau masih


tidak mengerti hatiku padamu ! aku mencintaimu, sangat mencintaimu… mencintaimu


sudah menjadi kemampuanku satu-satunya… tidak ada dirimu, bahkan kemampuanku


satu-satunya pun sudah tidak ada, kau mau aku bagaimana meneruskan hidup ? Feng


Wei, aku tidak akan memaafkanmu, tidak akan pernah… Feng Wei, aku mencintaimu,


sangat mencintaimu, jangan pergi… kenapa semua harus kau tanggung sendiri ? kau


sudah berjanji tidak ikut dalam perang, semua hanya permainan kata-katamu lagi…


hanya menggunakan Suo Hun Yu… hanya… hahaha… aku benar-benar bodoh… dari awal


kau sudah mengambil alih perang ini, selalu kau… selalu kau yang melindungiku…


Feng Wei, aku tidak pernah meminta dan memohon apapun… hanya satu dirimu, aku


hanya menginginkan dirimu… Feng Wei… Feng Wei… kau milikku, milikku


satu-satunya, jangan tinggalkan aku… Feng Wei…”.


Dari


langit turun Feng Huo Huang “Di Jun, mana Huo Feng ?” Hua Zi segera


mencengkeram tangan Feng Huo Huang “bawa aku, bawa aku menemuinya… bawa aku…”


Feng Huo Huang tercengang, dilangit terlihat kilatan-kilatan merah keemasan dan


hitam keemasan “sudah dimulai… Di Jun, aku harus pergi…” Hua Zi tidak melepas


tangannya “bawa aku pergi, aku ingin melihatnya…” “Huo Huang ayi, kami ingin melihat


Niang Qin… Huo Huang ayi, mohon padamu, bawa kami melihat Niang Qin… kami tidak


akan mengganggu, hanya melihatnya dari jauh… Huo Huang ayi…” Gun Gun dan Ling


Ling berlutut memohon sambil memegang tangan Feng Huo Huang dengan cucuran air


mata.


Feng


Huo Huang “kalian berdirilah… dengar, aku dan Jin Shan juga ingin kalian


melihat perjuangan terakhir Huo Feng. Tapi kalian harus berjanji, jangan


mengganggu pertarungan, jangan mengganggu konsentrasi Huo Feng. Jika tidak,


semua yang diperjuangkannya selama ini akan sia-sia” semua mengangguk. Feng Huo


Huang “Di Jun, terutama dirimu, jangan bersuara sepatah katapun, Huo Feng bisa


menyadarinya dan konsentrasinya akan terganggu” Hua Zi mengangguk. Feng Huo


Huang “baiklah, aku akan membawa kalian…” menghilang bersama semua. Mereka


muncul di tepi danau, sama dengan saat Feng Wei membawa mereka saat itu. Feng


Huo Huang memasang jiejue “jiejue ini akan melindungi kalian dan menyamarkan


kalian dari Huo Feng, jangan keluar dari jiejue ini” semua mengangguk. Long Jin


Shan pun datang, menambah 1 lapisan jiejue lagi.

__ADS_1


__ADS_2