Return Of God Emperor

Return Of God Emperor
Bab 304 - Pertempuran Pengakuan


__ADS_3

Pada saat perang, Huo Feng


bersama ketujuh kesayangan duduk memakan ubi bakar sambil bercengkrama “Zhu


Ren, benar tidak membantu mereka ?” Tian Xing bertanya sambil melihat medan


perang. Shanguang “bodoh, dengan kehadiran Zhu Ren disini sudah membantu mereka


!” Bai Yin “Zhu Ren, apa yang akan anda lakukan pada mereka ?” Huo Feng acuh


tak acuh mengangkat bahunya. “wah Shen Jun memang hebat ! Zhu Ren, beliau bisa


membaca situasi dengan baik !” Gang Laba memuji. Hui Sheng “Zhu Ren, kau tidak


melihat mereka ?” melihat Huo Feng yang santai makan ubi bakarnya “kalian


berisik, aku masih makan !” Huo Feng berdecak kesal. Semuapun menikmati ubi


bakar sambil melihat peperangan di hadapan mereka.


Dalam perang, banyak yang tercengang melihat Huo Feng dan


tujuh pemuda pemudi. Disaat perang, masih bisa dengan santai makan, minum,


bercengkrama, dan tertawa. Sang panglima perang, merasa tidak dianggap, mulai


mengerahkan serangan ke arah mereka. Setiap serangan, dari jauh sudah hilang


tanpa terlihat siapa yang menangkisnya. Beberapa panglima dan prajurit, fokus


melawan Dong Hua dan keempat anak. Perang terpecah, selain Dong Hua dan keempat


anak, lainnya tidak menemui kesulitan. Mereka bahkan menerapkan ajaran Huo


Feng, mengurangi pemakaian spiritual dalam memenangkan peperangan. Mo Yuan dan


lainnya membantu Dong Hua dan keempat anak setelah menyelesaikan lainnya. Mo


Yuan mendapat lawan dengan kekuatan yang hampir sama dengan di perang


sebelumnya.


Sou Wan “mereka sengaja datang untuk Dong Hua !” Lian


Song melihat Huo Feng yang masih santai melihat pertempuran Dong Hua dan


keempat anaknya “hal yang aneh…” semua tidak menyangka Huo Feng akan menepati


kata-katanya dan membiarkan mereka menyelesaikan perang sendiri. Meng Hao “san


dianxia, tidak memikirkan itu… sebaiknya selesaikan yang di depan mata saja…”


medan perang segera berubah menjadi arena perang 1 lawan 1. Semua mendapat


lawan tarungnya sendiri, Huo Feng hanya menonton tanpa memberi tangan sama


sekali.


“Zhu Ren, apa kami tidak bisa turun ?” Bai Yin merengek.


Huo Feng menggeleng “biarkan saja !” Shanguang “kenapa mereka bisa, kami tidak


bisa ! Zhu Ren…” merajuk. Huo Feng mencibir “bukannya sudah memberi ubi bakar


untuk kalian !” Huo Fei “makanya kami perlu berolahraga untuk menurunkan ubi


bakar, Zhu Ren…” Huo Feng “kulihat kalian hanya ingin merebut ubi bakarku


lagi…” “ah Zhu Ren…” ketujuhnya merengek. Huo Feng “haih… masuklah…” semua


berbinar “terima kasih Zhu Ren…” ketujuhnya terbang turun masuk ke medan


perang. Mereka tidak melawan salah satunya tapi menambah rintangan untuk semua


yang ada di medan perang. Shanguang mendatangkan angin puyuh, Bai Yin membuat


panah-panah salju, semua mengeluarkan aura masing-masing.


Sou Wan “mereka bukankah seharusnya membantu kita ?” Mo


Yuan “Wan Wan, mereka memang membantu… inilah medan perang yang sesungguhnya…”

__ADS_1


semua berusaha bertahan. Hingga beberapa saat, terasa aura mencekam dan


mengintimidasi menyeruak ke medan perang, membuat semua was-was. Ketujuh


kesayangan berhenti dan kembali ke sisi Huo Feng. Perlahan pertarungan di medan


perang pun berhenti, serentak menghentikan serangan disaat merasakan aura


membunuh yang mengerikan. Dong Hua mendapat beberapa luka serius, tapi juga


berhasil melukai lawannya. Semua mengatur nafas dan melihat ke tempat asalnya


aura mengerikan itu.


Dong Hua tersenyum dan menghilang, muncul di sisi Huo


Feng “Fu Ren, sakit…” merengek. Huo Feng mengambil kembali tatapan tajamnya,


tersenyum lembut menatap Dong Hua, melihat kondisi tubuhnya yang terdapat luka


dan bercak darah dimana-mana. Huo Feng memainkan bibirnya “hmm… tidak buruk…”


Dong Hua merengek “Fu Ren sakit…” Huo Feng cekikikan “nanti akan mengoleskanmu


Mu Fu Rong Hua Gao…” Dong Hua mengangguk dengan binar bahagia.


Yang menjadi lawan mereka terbelalak, terutama lawan Dong


Hua tadi. Semuanya berlutut “menghadap Shen Zhu… Shen Jun, maaf, kami sudah


langcang…” Huo Feng mengangguk “apa kalian sudah selesai bermain-main ?”


bertanya dingin. Semua terdiam menunduk “masalah hari ini, yang mulia tidak


akan membahasnya… kalian juga sudah terluka, kembalilah…” semua berdiri dengan


kepala masih menunduk “Shen Zhu, bisakah hamba bertanya ?” Huo Feng tidak


menjawab hanya menatap “kenapa Di Jun ?” Huo Feng “Di Jun ? siapa Di Jun ?”


panglima yang bertanya mengangkat wajahnya melihat Huo Feng “Shen Zhu, anda


kalimatnya “kenapa dia ?” Huo Feng “tidak ada kenapa, hanya karena dia adalah


dia !”.


Panglima itu melihat Dong Hua, berkata dengan lancar dan


terus terang “Shen Jun, kami datang karena tidak puas dengan anda… tapi di


pertarungan tadi, anda bisa menunjukkan diri anda… walaupun kemampuan anda


masih tidak seberapa tapi anda bisa memanfaatkan situasi dengan baik… Shen Jun,


karena anda adalah pilihan Shen Zhu, kami hanya bisa menerima… tapi jika sekali


saja, anda melukai atau membuat Shen Zhu kecewa… kami tidak akan pernah melepas


anda… hari ini, kami sudah langcang… maaf…” menunduk pada Dong Hua “Shen Zhu,


kami pamit undur diri…” Huo Feng mengangguk dan semua lawan perang tadi,


menghilang dari medan perang.


Huo Feng tersenyum melihat Dong Hua “bagus sekali…” Dong


Hua nyengir dan merajuk “Fu Ren, sakit…” Huo Feng mengamati semua lukanya dan


memapahnya kembali ke gunung Kun Lun “aiyo Shen Jun, lihat yang lain, tidak


mengeluh dengan luka, kenapa kau begitu lemah ?” Dong Hua memelas “sudah


kukatakan aku dewa yang sangat lemah…” Huo Feng menggelengkan kepala “bagaimana


?” Dong Hua “mereka bertarung dengan sungguh-sungguh, ingin membunuh tapi juga


tidak membunuh… tapi beberapa, tidak peduli apapun, memang datang untuk


membunuh…” Huo Feng mengangguk “kali ini anggap saja latihan kalian, mampu


menahan semua serangan mereka, sudah termasuk bagus… selanjutnya nama kalian

__ADS_1


akan semakin diakui di Yu Zhou Da Lu”.


Huo Feng membantu mengobati luka Dong Hua “shh…” Dong Hua


meringis “shu… shu…” mendengar ringisan, Huo Feng semakin memelankan tangannya


disertai tiupan agar luka Dong Hua tidak sakit. Dong Hua tersenyum manis


melihat perhatian Huo Feng “apa sakit ?” Huo Feng bertanya, wajah Dong Hua


langsung berubah memelas dan mengangguk “aku akan lebih pelan…” kembali fokus


ke luka-luka Dong Hua. Dong Hua menikmati perhatian Huo Feng. Semua mengobati


lukanya dengan pasangan masing-masing. Zhe Yan menyiapkan obat dan ramuan untuk


semua yang masuk kedalam medan perang. Setelah selesai merawat luka, Mo Yuan


langsung menangani lawan mereka yang sebenarnya.


Huo Feng meminta Dong Hua beristirahat, setelah selesai


membalut lukanya “Feng Wei, jangan melukai dirimu sendiri lagi !” memegang


tangan Huo Feng. Huo Feng mengangguk “beristirahatlah… kau akan sembuh dengan


bantuan biguang…” Dong Hua mengangguk “peluk…” merajuk seperti anak kecil. Huo


Feng pun berbaring, memeluk Dong Hua yang sudah memeluknya seperti tanaman


merambat “apa lukamu tidak sakit seperti ini ?” Dong Hua merengek “akan lebih


sakit jika berjauhan denganmu !” Huo Feng pasrah “baik… baik… istirahatlah…”


tidak lama terdengar nafas teratur Dong Hua. Huo Feng mengecup kening Dong Hua


dan ikut masuk ke alam mimpi.


“mereka datang, memang untuk menantang kita !” Ling Ling


membahas. “tentu saja… upacara penobatan yang lalu sudah menggemparkan Yu Zhou


Da Lu… apa kalian fikir mereka akan langsung menerima hanya dengan kalian di


beri gelar…” Hui Sheng berbicara acuh tak acuh. Sou Wan “Huo Feng sudah


mengetahuinya dari awal ?” ketujuhnya mengangguk “jika dalam perang, mereka


menggunakan akal licik dan tidak bermoral, tidak akan ada yang selamat dari


amukan Zhu Ren…” Shanguang menjelaskan “kalian bahkan menambah kesusahan !”


Xiong Xiong mencibir. Gang Laba cekikikan “xiao dianxia, kami hanya menambah keseruan


permainan …” Bai Yin memuji “tapi kalian melakukannya dengan sangat baik hari


ini, tidak mengecewakan Zhu Ren !”.


Zhe Yan “tapi tadi mereka tidak seperti menguji kemampuan


kami !” ketujuhnya mengangguk “awalnya mereka was-was dengan kehadiran Zhu Ren…


tapi melihat Zhu Ren tidak ada niat ikut perang dan hanya bersantai, mereka


mengeluarkan maksud mereka yang sebenarnya !” Bai Ce “jadi tadi benar-benar


pertarungan hidup dan mati ?” ketujuhnya mengangguk. Lian Song “oh kali ini Huo


Feng benar-benar tidak ikut serta, sungguh tidak seperti dirinya !” Huo Fei


“san dianxia, bukankah Zhu Ren sudah memberi janjinya !” semua mengangguk. Gang


Laba “dengan kehadiran Zhu Ren saja, sudah termasuk membantu kalian !” Sou Wan


“jika seperti itu, kenapa menghentikan pertarungan ?” Shanguang “Shizu,


diantara para panglima tadi, ada beberapa jenderal besar. Lagipula, mereka


bertarung dengan terhormat… tidak mungkin Zhu Ren mengijinkan mereka


mengorbankan nyawa hanya karena urusan pribadi !”

__ADS_1


__ADS_2