
Pada saat perang, Huo Feng
bersama ketujuh kesayangan duduk memakan ubi bakar sambil bercengkrama “Zhu
Ren, benar tidak membantu mereka ?” Tian Xing bertanya sambil melihat medan
perang. Shanguang “bodoh, dengan kehadiran Zhu Ren disini sudah membantu mereka
!” Bai Yin “Zhu Ren, apa yang akan anda lakukan pada mereka ?” Huo Feng acuh
tak acuh mengangkat bahunya. “wah Shen Jun memang hebat ! Zhu Ren, beliau bisa
membaca situasi dengan baik !” Gang Laba memuji. Hui Sheng “Zhu Ren, kau tidak
melihat mereka ?” melihat Huo Feng yang santai makan ubi bakarnya “kalian
berisik, aku masih makan !” Huo Feng berdecak kesal. Semuapun menikmati ubi
bakar sambil melihat peperangan di hadapan mereka.
Dalam perang, banyak yang tercengang melihat Huo Feng dan
tujuh pemuda pemudi. Disaat perang, masih bisa dengan santai makan, minum,
bercengkrama, dan tertawa. Sang panglima perang, merasa tidak dianggap, mulai
mengerahkan serangan ke arah mereka. Setiap serangan, dari jauh sudah hilang
tanpa terlihat siapa yang menangkisnya. Beberapa panglima dan prajurit, fokus
melawan Dong Hua dan keempat anak. Perang terpecah, selain Dong Hua dan keempat
anak, lainnya tidak menemui kesulitan. Mereka bahkan menerapkan ajaran Huo
Feng, mengurangi pemakaian spiritual dalam memenangkan peperangan. Mo Yuan dan
lainnya membantu Dong Hua dan keempat anak setelah menyelesaikan lainnya. Mo
Yuan mendapat lawan dengan kekuatan yang hampir sama dengan di perang
sebelumnya.
Sou Wan “mereka sengaja datang untuk Dong Hua !” Lian
Song melihat Huo Feng yang masih santai melihat pertempuran Dong Hua dan
keempat anaknya “hal yang aneh…” semua tidak menyangka Huo Feng akan menepati
kata-katanya dan membiarkan mereka menyelesaikan perang sendiri. Meng Hao “san
dianxia, tidak memikirkan itu… sebaiknya selesaikan yang di depan mata saja…”
medan perang segera berubah menjadi arena perang 1 lawan 1. Semua mendapat
lawan tarungnya sendiri, Huo Feng hanya menonton tanpa memberi tangan sama
sekali.
“Zhu Ren, apa kami tidak bisa turun ?” Bai Yin merengek.
Huo Feng menggeleng “biarkan saja !” Shanguang “kenapa mereka bisa, kami tidak
bisa ! Zhu Ren…” merajuk. Huo Feng mencibir “bukannya sudah memberi ubi bakar
untuk kalian !” Huo Fei “makanya kami perlu berolahraga untuk menurunkan ubi
bakar, Zhu Ren…” Huo Feng “kulihat kalian hanya ingin merebut ubi bakarku
lagi…” “ah Zhu Ren…” ketujuhnya merengek. Huo Feng “haih… masuklah…” semua
berbinar “terima kasih Zhu Ren…” ketujuhnya terbang turun masuk ke medan
perang. Mereka tidak melawan salah satunya tapi menambah rintangan untuk semua
yang ada di medan perang. Shanguang mendatangkan angin puyuh, Bai Yin membuat
panah-panah salju, semua mengeluarkan aura masing-masing.
Sou Wan “mereka bukankah seharusnya membantu kita ?” Mo
Yuan “Wan Wan, mereka memang membantu… inilah medan perang yang sesungguhnya…”
__ADS_1
semua berusaha bertahan. Hingga beberapa saat, terasa aura mencekam dan
mengintimidasi menyeruak ke medan perang, membuat semua was-was. Ketujuh
kesayangan berhenti dan kembali ke sisi Huo Feng. Perlahan pertarungan di medan
perang pun berhenti, serentak menghentikan serangan disaat merasakan aura
membunuh yang mengerikan. Dong Hua mendapat beberapa luka serius, tapi juga
berhasil melukai lawannya. Semua mengatur nafas dan melihat ke tempat asalnya
aura mengerikan itu.
Dong Hua tersenyum dan menghilang, muncul di sisi Huo
Feng “Fu Ren, sakit…” merengek. Huo Feng mengambil kembali tatapan tajamnya,
tersenyum lembut menatap Dong Hua, melihat kondisi tubuhnya yang terdapat luka
dan bercak darah dimana-mana. Huo Feng memainkan bibirnya “hmm… tidak buruk…”
Dong Hua merengek “Fu Ren sakit…” Huo Feng cekikikan “nanti akan mengoleskanmu
Mu Fu Rong Hua Gao…” Dong Hua mengangguk dengan binar bahagia.
Yang menjadi lawan mereka terbelalak, terutama lawan Dong
Hua tadi. Semuanya berlutut “menghadap Shen Zhu… Shen Jun, maaf, kami sudah
langcang…” Huo Feng mengangguk “apa kalian sudah selesai bermain-main ?”
bertanya dingin. Semua terdiam menunduk “masalah hari ini, yang mulia tidak
akan membahasnya… kalian juga sudah terluka, kembalilah…” semua berdiri dengan
kepala masih menunduk “Shen Zhu, bisakah hamba bertanya ?” Huo Feng tidak
menjawab hanya menatap “kenapa Di Jun ?” Huo Feng “Di Jun ? siapa Di Jun ?”
panglima yang bertanya mengangkat wajahnya melihat Huo Feng “Shen Zhu, anda
kalimatnya “kenapa dia ?” Huo Feng “tidak ada kenapa, hanya karena dia adalah
dia !”.
Panglima itu melihat Dong Hua, berkata dengan lancar dan
terus terang “Shen Jun, kami datang karena tidak puas dengan anda… tapi di
pertarungan tadi, anda bisa menunjukkan diri anda… walaupun kemampuan anda
masih tidak seberapa tapi anda bisa memanfaatkan situasi dengan baik… Shen Jun,
karena anda adalah pilihan Shen Zhu, kami hanya bisa menerima… tapi jika sekali
saja, anda melukai atau membuat Shen Zhu kecewa… kami tidak akan pernah melepas
anda… hari ini, kami sudah langcang… maaf…” menunduk pada Dong Hua “Shen Zhu,
kami pamit undur diri…” Huo Feng mengangguk dan semua lawan perang tadi,
menghilang dari medan perang.
Huo Feng tersenyum melihat Dong Hua “bagus sekali…” Dong
Hua nyengir dan merajuk “Fu Ren, sakit…” Huo Feng mengamati semua lukanya dan
memapahnya kembali ke gunung Kun Lun “aiyo Shen Jun, lihat yang lain, tidak
mengeluh dengan luka, kenapa kau begitu lemah ?” Dong Hua memelas “sudah
kukatakan aku dewa yang sangat lemah…” Huo Feng menggelengkan kepala “bagaimana
?” Dong Hua “mereka bertarung dengan sungguh-sungguh, ingin membunuh tapi juga
tidak membunuh… tapi beberapa, tidak peduli apapun, memang datang untuk
membunuh…” Huo Feng mengangguk “kali ini anggap saja latihan kalian, mampu
menahan semua serangan mereka, sudah termasuk bagus… selanjutnya nama kalian
__ADS_1
akan semakin diakui di Yu Zhou Da Lu”.
Huo Feng membantu mengobati luka Dong Hua “shh…” Dong Hua
meringis “shu… shu…” mendengar ringisan, Huo Feng semakin memelankan tangannya
disertai tiupan agar luka Dong Hua tidak sakit. Dong Hua tersenyum manis
melihat perhatian Huo Feng “apa sakit ?” Huo Feng bertanya, wajah Dong Hua
langsung berubah memelas dan mengangguk “aku akan lebih pelan…” kembali fokus
ke luka-luka Dong Hua. Dong Hua menikmati perhatian Huo Feng. Semua mengobati
lukanya dengan pasangan masing-masing. Zhe Yan menyiapkan obat dan ramuan untuk
semua yang masuk kedalam medan perang. Setelah selesai merawat luka, Mo Yuan
langsung menangani lawan mereka yang sebenarnya.
Huo Feng meminta Dong Hua beristirahat, setelah selesai
membalut lukanya “Feng Wei, jangan melukai dirimu sendiri lagi !” memegang
tangan Huo Feng. Huo Feng mengangguk “beristirahatlah… kau akan sembuh dengan
bantuan biguang…” Dong Hua mengangguk “peluk…” merajuk seperti anak kecil. Huo
Feng pun berbaring, memeluk Dong Hua yang sudah memeluknya seperti tanaman
merambat “apa lukamu tidak sakit seperti ini ?” Dong Hua merengek “akan lebih
sakit jika berjauhan denganmu !” Huo Feng pasrah “baik… baik… istirahatlah…”
tidak lama terdengar nafas teratur Dong Hua. Huo Feng mengecup kening Dong Hua
dan ikut masuk ke alam mimpi.
“mereka datang, memang untuk menantang kita !” Ling Ling
membahas. “tentu saja… upacara penobatan yang lalu sudah menggemparkan Yu Zhou
Da Lu… apa kalian fikir mereka akan langsung menerima hanya dengan kalian di
beri gelar…” Hui Sheng berbicara acuh tak acuh. Sou Wan “Huo Feng sudah
mengetahuinya dari awal ?” ketujuhnya mengangguk “jika dalam perang, mereka
menggunakan akal licik dan tidak bermoral, tidak akan ada yang selamat dari
amukan Zhu Ren…” Shanguang menjelaskan “kalian bahkan menambah kesusahan !”
Xiong Xiong mencibir. Gang Laba cekikikan “xiao dianxia, kami hanya menambah keseruan
permainan …” Bai Yin memuji “tapi kalian melakukannya dengan sangat baik hari
ini, tidak mengecewakan Zhu Ren !”.
Zhe Yan “tapi tadi mereka tidak seperti menguji kemampuan
kami !” ketujuhnya mengangguk “awalnya mereka was-was dengan kehadiran Zhu Ren…
tapi melihat Zhu Ren tidak ada niat ikut perang dan hanya bersantai, mereka
mengeluarkan maksud mereka yang sebenarnya !” Bai Ce “jadi tadi benar-benar
pertarungan hidup dan mati ?” ketujuhnya mengangguk. Lian Song “oh kali ini Huo
Feng benar-benar tidak ikut serta, sungguh tidak seperti dirinya !” Huo Fei
“san dianxia, bukankah Zhu Ren sudah memberi janjinya !” semua mengangguk. Gang
Laba “dengan kehadiran Zhu Ren saja, sudah termasuk membantu kalian !” Sou Wan
“jika seperti itu, kenapa menghentikan pertarungan ?” Shanguang “Shizu,
diantara para panglima tadi, ada beberapa jenderal besar. Lagipula, mereka
bertarung dengan terhormat… tidak mungkin Zhu Ren mengijinkan mereka
mengorbankan nyawa hanya karena urusan pribadi !”
__ADS_1