
3 tahun
berlalu, Miao Yi Hui Ming Jin hancur, Dong Hua Di Jun sudah mempersiapkan diri
untuk pertarungan terakhirnya. Satu-satunya yang dia sesali adalah tidak dapat
bertemu Bai Feng Jiu untuk terakhir kalinya. Dong Hua Di Jun sering memimpikan
Bai Feng Jiu yang berbahagia dengan Wen Chang Di Jun, melupakan dirinya. Dong
Hua Di Jun membuka Xing Guang Jiejue mengurung dirinya, Miao Luo, dan San Duo
Chuo Zi. Miao Luo “Dong Hua, tidak menyangka kau akan mengorbankan dirimu untuk
melawanku… hahaha… dengan kemampuanmu, tidak akan dapat menghentikanku hahaha…
setelah aku membunuhmu, aku akan menghancurkan jiejue ini dan menghancurkan Si
Hai Ba Huang yang kau lindungi hahaha…” Dong Hua Di Jun dengan tenang “Miao
Luo, tidak ada dari kita yang akan keluar dari Xing Guang Jiejue…” setelah
beberapa perdebatan dimulailah pertarungan mereka. Di luar jiejue, Lian Song,
Sie Ming, Cheng Yu, Zhe Yan, dan Chong Lin menonton pertarungan mereka. Semua
berharap, Dong Hua Di Jun akan dapat kembali dengan selamat. Sementara Dong Hua
Di Jun bertarung dengan Miao Luo disini, suku iblis dan klan rubah pun sudah
siap di medan perang.
Saat Miao Yi Hui Ming Jin hancur,
Bai Feng Jiu yang sedang berlatih merasakan sihir yang dibuatnya dilapisan
jiejue hilang. Bai Feng Jiu menemui Wen Chang Di Jun “Wen Chang, kurasa aku
tidak bisa memenuhi janjiku berguru 10 tahun padamu, sudah waktunya aku pergi”
Wen Chang “Xiao Feng, kau yakin akan melakukannya ?” Bai Feng Jiu mengiyakan
spontan “Wen Chang, ini adalah hutang budiku, hanya ini yang bisa kulakukan
untuknya. Jika aku berhasil selamat, aku akan membawakanmu arak dan kita
rayakan bersama” Wen Chang Di Jun sangat mengkhawatirkan Bai Feng Jiu “Xiao Feng,
aku menunggu arakmu. Jika ada yang bisa kubantu, katakan saja !” Bai Feng Jiu
tersenyum “Wen Chang, kau cukup disini merawat anak angkatku ini, tunggu berita
keberhasilanku…” tersenyum manis. Wen Chang Di Jun tersenyum membelai kepala
Bai Feng Jiu “jaga dirimu… aku bangga mempunyai sahabat sepertimu…” selesai
berpamitan, Bai Feng Jiu segera menuju Xing Guang Jiejue.
Tidak ada yang menyadari kedatangan
Bai Feng Jiu, dengan memakai ilmu yang dipelajarinya dari Dong Hua Di Jun, Bai
Feng Jiu masuk ke Xing Guang Jiejue. Dong Hua Di Jun merasakan hawa Bai Feng
Jiu, hatinya sempat goyah, membuatnya mendapat 1 pukulan Miao Luo. Miao Luo
“Dong Hua, tidak sangka hati es-mu ini juga bisa meleleh… kau sudah bukan Dong
Hua Di Jun yang tidak peduli kehidupan duniawi, dalam taman bunga dihatimu
tersimpan seekor rubah merah. Hahaha setelah membunuhmu, aku akan mengejar dan
membunuh rubah merah kesayanganmu itu hahaha…” Dong Hua Di Jun gelisah “Miao
Luo, kau tidak akan dapat keluar dari sini…” ‘Jiu er, dimanapun kau, kuharap
kau dapat hidup dengan baik dan bahagia… Jiu er, aku mencintaimu… maaf sudah
__ADS_1
menyakitimu selama ini… jika bisa mengulang hidup ini, aku tidak akan
menghilangkan namaku dari batu tiga kehidupan, aku tidak akan mempedulikan
apapun dan bersama denganmu… Jiu er, selamat tinggal…’ menyerang Miao Luo.
Bai Feng Jiu sangat khawatir melihat
Dong Hua Di Jun yang terluka, mencari celah dari ilmu Miao Luo ‘Di Jun,
pertarungan ini, Jiu er akan memenangkannya untukmu…’. Saat Dong Hua Di Jun
terjatuh oleh serangan Miao Luo, sebuah kilatan merah menyerang Miao Luo dan
sebuah jiejue muncul melindungi Dong Hua Di Jun. Semua tercengang melihat Bai
Feng Jiu yang tiba-tiba muncul dalam jiejue, menyerang Miao Luo. Bai Feng Jiu
tidak gentar melawan Miao Luo, walaupun terluka sekali demi sekali, dia selalu
berdiri dan tidak berteriak kesakitan. Dong Hua Di Jun yang terkejut berada
dalam jiejue Bai Feng Jiu berusaha memanggilnya, tetapi Bai Feng Jiu seperti
tidak mendengarkan kata-katanya. Dong Hua Di Jun melihat sekali demi sekali Bai
Feng Jiu terluka oleh serangan Miao Luo, tetapi Miao Luo pun terluka oleh
serangan Bai Feng Jiu.
Miao Luo yang terkejut diserang
tiba-tiba oleh wanita yang tidak dikenalnya, terus berusaha menyerang balik.
Miao Luo terkejut serangan wanita itu dapat melukainya, lebih parah daripada
Dong Hua Di Jun “siapa kau ? bagaimana kau bisa masuk kemari ?” Bai Feng Jiu
tersenyum mencibir “sesuatu yang mustahil bagimu bukanlah hal yang mustahil
memperhatikan dengan seksama “kau rubah merah…” tersadarkan melihat Dong Hua Di
Jun “hahaha… ternyata wanita ini hahaha… Dong Hua, aku akan berbuat kebaikan
untukmu, aku akan membunuhmu bersamaan dengan pujaan hatimu ini…” Bai Feng Jiu
tertawa “hahaha Miao Luo Mo Zun, tunggu mengalahkanku saja baru berbicara…”
Miao Luo tertawa “hahaha… rubah kecil, kau kira dengan kekuatanmu itu bisa
mengalahkanku ? hahaha…” Bai Feng Jiu mencibir “cih… Mo Zun, kau ditakdirkan
musnah di sini, sebaiknya simpan tenagamu untuk saat terakhir” Miao Luo
mencibir “sombong sekali…” menyerang Bai Feng Jiu.
Bai Feng Jiu melawan dengan seluruh
kekuatannya, dengan tubuh penuh luka. Pedang Jin Yin sudah terpenuhi dengan
darah Bai Feng Jiu, sekali demi sekali menambah jumlah luka pada tubuh Miao
Luo. Semua luka Miao Luo yang disebabkan pedang berdarah Bai Feng Jiu
mengeluarkan api. Miao Luo memukul mundur Bai Feng Jiu, mengecek kondisinya
sendiri “apa ? apa yang terjadi padaku ?” Bai Feng Jiu muntah darah merah emas
perak, bajunya sudah penuh dengan 3 warna darahnya itu, berusaha menahan
tubuhnya dengan pedang Jin Yin. Bai Feng Jiu mengelap darah dari mulutnya
“harus berterima kasih pada serangan-seranganmu, membuat darahku mengalir
begitu banyak keluar” Miao Luo menatap tajam Bai Feng Jiu “apa maksudmu ?” Bai
Feng Jiu mencibir “cih, kau masih menganggap dirimu Mo Zun, apa kau tidak tahu
__ADS_1
darah rubah ekor sembilan sangat murni ? bisa menghancurkan iblis dan hawa
jahat” Miao Luo terkejut “kau… kau rubah ekor sembilan !” Bai Feng Jiu
tersenyum sinis, mengeluarkan 9 ekor rubahnya yang sudah utuh dan tersambung kembali.
Semua dari luar jiejue dan Dong Hua
Di Jun melihat aksi Bai Feng Jiu melawan Miao Luo, awalnya tidak mengerti
bagaimana Bai Feng Jiu bisa melukai Miao Luo separah itu. Mendengarkan
kata-kata Bai Feng Jiu dan melihat kondisinya membuat semua cemas dan khawatir.
Mereka semua sadar, Bai Feng Jiu ini menggantikan Dong Hua Di Jun yuhua.
Diluar, sembilan alam langit sudah mulai jatuh, menandakan akan adanya Shan
Shen yang yuhua. Dong Hua Di Jun awalnya berusaha menghancurkan jiejue Bai Feng
Jiu, tapi kemudian dia menyadari setiap dia mencoba akan melukai Bai Feng Jiu.
Tidak dapat melakukan apapun, membuat Dong Hua Di Jun menitikkan air mata
dengan putus asa “Jiu er kembali… Jiu er… aku tidak mengijinkanmu melakukan hal
itu… kembali… Jiu er…”. Yang diluar jiejue sangat cemas terutama Zhe Yan “Xiao
Jiu, hentikan… kau bukan lawannya… jangan lupa kau masih mempunyai keluarga dan
Qing Qiu yang menunggumu…” terus berteriak tapi Bai Feng Jiu tidak mendengarkan
satupun kata-kata mereka.
Miao Luo melihat ngeri Bai Feng Jiu
“kau ingin mengorbankan dirimu demi Dong Hua ! apa kau tidak tahu Dong Hua
sudah menghapus namanya dari batu 3 kehidupan, dia tidak akan mempunyai
pasangan dalam hidup ini !” Bai Feng Jiu tersenyum melirik Dong Hua “aku hanya
membalas budi, tidak mengharapkan apapun dari Di Jun…” Miao Luo “membalas budi
? demi balas budi, kau mengorbankan nyawamu sendiri ?” Bai Feng Jiu tertawa
mengerikan “hahaha… tentu saja bukan hanya itu… semuanya karena hanya akulah
yang bisa mengalahkanmu Miao Luo Mo Zun hahaha…” Miao Luo tercengang “apa
maksudmu ?” tanda Feng Wei hua di kening Bai Feng Jiu memancarkan sinar. Semua
terbelalak, Miao Luo “aura api merah !” menatap ngeri Bai Feng Jiu. Bai Feng
Jiu “aku tidak pernah melakukan sesuatu tanpa keyakinan akan menang, Miao Luo,
hentikan omong kosong, sambutlah kemusnahanmu” mengeluarkan sihir, tubuh Bai
Feng Jiu terangkat memancarkan sinar merah menyerang Miao Luo.
Miao Luo tidak dapat menangkis
serangan Bai Feng Jiu, berdiri disana dengan sinar merah yang tertinggal dari
sihir Bai Feng Jiu. Tubuh Miao Luo perlahan terbakar, Miao Luo, tertawa sedih
“tidak menyangka aku Miao Luo Mo Zun yang terhebat bisa kalah oleh seekor rubah
merah kecil… aku tidak rela… aaaaa…”. Tubuh Miao Luo meledak seiring
teriakannya, menebar hawa iblis memenuhi Xing Guang Jiejue. Bai Feng Jiu
berdiri tertatih-tatih, mengambil darahnya, memendarkannya ke seluruh Xing
Guang Jiejue. Xing Guang Jiejue perlahan bersih dari hawa iblis. Xing Guang
Jiejue yang tidak merasakan adanya hawa iblis perlahan terbuka.
__ADS_1