Return Of God Emperor

Return Of God Emperor
Bab 223 - Musnahnya Miao Luo Mo Zun


__ADS_3

3 tahun


berlalu, Miao Yi Hui Ming Jin hancur, Dong Hua Di Jun sudah mempersiapkan diri


untuk pertarungan terakhirnya. Satu-satunya yang dia sesali adalah tidak dapat


bertemu Bai Feng Jiu untuk terakhir kalinya. Dong Hua Di Jun sering memimpikan


Bai Feng Jiu yang berbahagia dengan Wen Chang Di Jun, melupakan dirinya. Dong


Hua Di Jun membuka Xing Guang Jiejue mengurung dirinya, Miao Luo, dan San Duo


Chuo Zi. Miao Luo “Dong Hua, tidak menyangka kau akan mengorbankan dirimu untuk


melawanku… hahaha… dengan kemampuanmu, tidak akan dapat menghentikanku hahaha…


setelah aku membunuhmu, aku akan menghancurkan jiejue ini dan menghancurkan Si


Hai Ba Huang yang kau lindungi hahaha…” Dong Hua Di Jun dengan tenang “Miao


Luo, tidak ada dari kita yang akan keluar dari Xing Guang Jiejue…” setelah


beberapa perdebatan dimulailah pertarungan mereka. Di luar jiejue, Lian Song,


Sie Ming, Cheng Yu, Zhe Yan, dan Chong Lin menonton pertarungan mereka. Semua


berharap, Dong Hua Di Jun akan dapat kembali dengan selamat. Sementara Dong Hua


Di Jun bertarung dengan Miao Luo disini, suku iblis dan klan rubah pun sudah


siap di medan perang.


            Saat Miao Yi Hui Ming Jin hancur,


Bai Feng Jiu yang sedang berlatih merasakan sihir yang dibuatnya dilapisan


jiejue hilang. Bai Feng Jiu menemui Wen Chang Di Jun “Wen Chang, kurasa aku


tidak bisa memenuhi janjiku berguru 10 tahun padamu, sudah waktunya aku pergi”


Wen Chang “Xiao Feng, kau yakin akan melakukannya ?” Bai Feng Jiu mengiyakan


spontan “Wen Chang, ini adalah hutang budiku, hanya ini yang bisa kulakukan


untuknya. Jika aku berhasil selamat, aku akan membawakanmu arak dan kita


rayakan bersama” Wen Chang Di Jun sangat mengkhawatirkan Bai Feng Jiu “Xiao Feng,


aku menunggu arakmu. Jika ada yang bisa kubantu, katakan saja !” Bai Feng Jiu


tersenyum “Wen Chang, kau cukup disini merawat anak angkatku ini, tunggu berita


keberhasilanku…” tersenyum manis. Wen Chang Di Jun tersenyum membelai kepala


Bai Feng Jiu “jaga dirimu… aku bangga mempunyai sahabat sepertimu…” selesai


berpamitan, Bai Feng Jiu segera menuju Xing Guang Jiejue.


            Tidak ada yang menyadari kedatangan


Bai Feng Jiu, dengan memakai ilmu yang dipelajarinya dari Dong Hua Di Jun, Bai


Feng Jiu masuk ke Xing Guang Jiejue. Dong Hua Di Jun merasakan hawa Bai Feng


Jiu, hatinya sempat goyah, membuatnya mendapat 1 pukulan Miao Luo. Miao Luo


“Dong Hua, tidak sangka hati es-mu ini juga bisa meleleh… kau sudah bukan Dong


Hua Di Jun yang tidak peduli kehidupan duniawi, dalam taman bunga dihatimu


tersimpan seekor rubah merah. Hahaha setelah membunuhmu, aku akan mengejar dan


membunuh rubah merah kesayanganmu itu hahaha…” Dong Hua Di Jun gelisah “Miao


Luo, kau tidak akan dapat keluar dari sini…” ‘Jiu er, dimanapun kau, kuharap


kau dapat hidup dengan baik dan bahagia… Jiu er, aku mencintaimu… maaf sudah

__ADS_1


menyakitimu selama ini… jika bisa mengulang hidup ini, aku tidak akan


menghilangkan namaku dari batu tiga kehidupan, aku tidak akan mempedulikan


apapun dan bersama denganmu… Jiu er, selamat tinggal…’ menyerang Miao Luo.


            Bai Feng Jiu sangat khawatir melihat


Dong Hua Di Jun yang terluka, mencari celah dari ilmu Miao Luo ‘Di Jun,


pertarungan ini, Jiu er akan memenangkannya untukmu…’. Saat Dong Hua Di Jun


terjatuh oleh serangan Miao Luo, sebuah kilatan merah menyerang Miao Luo dan


sebuah jiejue muncul melindungi Dong Hua Di Jun. Semua tercengang melihat Bai


Feng Jiu yang tiba-tiba muncul dalam jiejue, menyerang Miao Luo. Bai Feng Jiu


tidak gentar melawan Miao Luo, walaupun terluka sekali demi sekali, dia selalu


berdiri dan tidak berteriak kesakitan. Dong Hua Di Jun yang terkejut berada


dalam jiejue Bai Feng Jiu berusaha memanggilnya, tetapi Bai Feng Jiu seperti


tidak mendengarkan kata-katanya. Dong Hua Di Jun melihat sekali demi sekali Bai


Feng Jiu terluka oleh serangan Miao Luo, tetapi Miao Luo pun terluka oleh


serangan Bai Feng Jiu.


            Miao Luo yang terkejut diserang


tiba-tiba oleh wanita yang tidak dikenalnya, terus berusaha menyerang balik.


Miao Luo terkejut serangan wanita itu dapat melukainya, lebih parah daripada


Dong Hua Di Jun “siapa kau ? bagaimana kau bisa masuk kemari ?” Bai Feng Jiu


tersenyum mencibir “sesuatu yang mustahil bagimu bukanlah hal yang mustahil


memperhatikan dengan seksama “kau rubah merah…” tersadarkan melihat Dong Hua Di


Jun “hahaha… ternyata wanita ini hahaha… Dong Hua, aku akan berbuat kebaikan


untukmu, aku akan membunuhmu bersamaan dengan pujaan hatimu ini…” Bai Feng Jiu


tertawa “hahaha Miao Luo Mo Zun, tunggu mengalahkanku saja baru berbicara…”


Miao Luo tertawa “hahaha… rubah kecil, kau kira dengan kekuatanmu itu bisa


mengalahkanku ? hahaha…” Bai Feng Jiu mencibir “cih… Mo Zun, kau ditakdirkan


musnah di sini, sebaiknya simpan tenagamu untuk saat terakhir” Miao Luo


mencibir “sombong sekali…” menyerang Bai Feng Jiu.


            Bai Feng Jiu melawan dengan seluruh


kekuatannya, dengan tubuh penuh luka. Pedang Jin Yin sudah terpenuhi dengan


darah Bai Feng Jiu, sekali demi sekali menambah jumlah luka pada tubuh Miao


Luo. Semua luka Miao Luo yang disebabkan pedang berdarah Bai Feng Jiu


mengeluarkan api. Miao Luo memukul mundur Bai Feng Jiu, mengecek kondisinya


sendiri “apa ? apa yang terjadi padaku ?” Bai Feng Jiu muntah darah merah emas


perak, bajunya sudah penuh dengan 3 warna darahnya itu, berusaha menahan


tubuhnya dengan pedang Jin Yin. Bai Feng Jiu mengelap darah dari mulutnya


“harus berterima kasih pada serangan-seranganmu, membuat darahku mengalir


begitu banyak keluar” Miao Luo menatap tajam Bai Feng Jiu “apa maksudmu ?” Bai


Feng Jiu mencibir “cih, kau masih menganggap dirimu Mo Zun, apa kau tidak tahu

__ADS_1


darah rubah ekor sembilan sangat murni ? bisa menghancurkan iblis dan hawa


jahat” Miao Luo terkejut “kau… kau rubah ekor sembilan !” Bai Feng Jiu


tersenyum sinis, mengeluarkan 9 ekor rubahnya yang sudah utuh dan tersambung kembali.


            Semua dari luar jiejue dan Dong Hua


Di Jun melihat aksi Bai Feng Jiu melawan Miao Luo, awalnya tidak mengerti


bagaimana Bai Feng Jiu bisa melukai Miao Luo separah itu. Mendengarkan


kata-kata Bai Feng Jiu dan melihat kondisinya membuat semua cemas dan khawatir.


Mereka semua sadar, Bai Feng Jiu ini menggantikan Dong Hua Di Jun yuhua.


Diluar, sembilan alam langit sudah mulai jatuh, menandakan akan adanya Shan


Shen yang yuhua. Dong Hua Di Jun awalnya berusaha menghancurkan jiejue Bai Feng


Jiu, tapi kemudian dia menyadari setiap dia mencoba akan melukai Bai Feng Jiu.


Tidak dapat melakukan apapun, membuat Dong Hua Di Jun menitikkan air mata


dengan putus asa “Jiu er kembali… Jiu er… aku tidak mengijinkanmu melakukan hal


itu… kembali… Jiu er…”. Yang diluar jiejue sangat cemas terutama Zhe Yan “Xiao


Jiu, hentikan… kau bukan lawannya… jangan lupa kau masih mempunyai keluarga dan


Qing Qiu yang menunggumu…” terus berteriak tapi Bai Feng Jiu tidak mendengarkan


satupun kata-kata mereka.


            Miao Luo melihat ngeri Bai Feng Jiu


“kau ingin mengorbankan dirimu demi Dong Hua ! apa kau tidak tahu Dong Hua


sudah menghapus namanya dari batu 3 kehidupan, dia tidak akan mempunyai


pasangan dalam hidup ini !” Bai Feng Jiu tersenyum melirik Dong Hua “aku hanya


membalas budi, tidak mengharapkan apapun dari Di Jun…” Miao Luo “membalas budi


? demi balas budi, kau mengorbankan nyawamu sendiri ?” Bai Feng Jiu tertawa


mengerikan “hahaha… tentu saja bukan hanya itu… semuanya karena hanya akulah


yang bisa mengalahkanmu Miao Luo Mo Zun hahaha…” Miao Luo tercengang “apa


maksudmu ?” tanda Feng Wei hua di kening Bai Feng Jiu memancarkan sinar. Semua


terbelalak, Miao Luo “aura api merah !” menatap ngeri Bai Feng Jiu. Bai Feng


Jiu “aku tidak pernah melakukan sesuatu tanpa keyakinan akan menang, Miao Luo,


hentikan omong kosong, sambutlah kemusnahanmu” mengeluarkan sihir, tubuh Bai


Feng Jiu terangkat memancarkan sinar merah menyerang Miao Luo.


            Miao Luo tidak dapat menangkis


serangan Bai Feng Jiu, berdiri disana dengan sinar merah yang tertinggal dari


sihir Bai Feng Jiu. Tubuh Miao Luo perlahan terbakar, Miao Luo, tertawa sedih


“tidak menyangka aku Miao Luo Mo Zun yang terhebat bisa kalah oleh seekor rubah


merah kecil… aku tidak rela… aaaaa…”. Tubuh Miao Luo meledak seiring


teriakannya, menebar hawa iblis memenuhi Xing Guang Jiejue. Bai Feng Jiu


berdiri tertatih-tatih, mengambil darahnya, memendarkannya ke seluruh Xing


Guang Jiejue. Xing Guang Jiejue perlahan bersih dari hawa iblis. Xing Guang


Jiejue yang tidak merasakan adanya hawa iblis perlahan terbuka.

__ADS_1


__ADS_2