Return Of God Emperor

Return Of God Emperor
Bab 271 - Gunung gunung gunung


__ADS_3

Di medan perang, pihak lawan


dibawah kepemimpinan 8 panglima terdepan membawa 1.300.000 wakil panglima dan


prajurit sudah berbaris rapi. Di hadapan mereka, duduk 8 remaja belum matang


dan beberapa dewa dewi yang tidak dikenal identitasnya. “Siapa kalian ? mana


Qing Yun Da Ren ?” sang panglima bertanya dingin “Qing Yun Da Ren ? apa ada


yang bernama Qing Yun Da Ren disini ?” seorang remaja pria bertanya. Panglima


itu mengerutkan kening “anak muda, menyingkirlah, disini bukan tempat aman” “oh


paman, jadi tempat apakah ini ?” Man Dong bertanya dengan sopan. “ini adalah


medan perang… kalian menyingkirlah…” Bai Yin “medan perang… hmm… siapa yang


akan berperang ?” “apa kalian tidak melihat begitu banyak prajurit disini ?”


Hui Sheng “prajurit ? aku tidak melihatnya, apa kalian melihatnya ?” sang


panglima mengerutkan kening.


            “anak muda, apa mata kalian bermasalah ? apa kalian


tersesat ? apa pertolongan mengantar kalian pulang ?” sang panglima bertanya


dengan prihatin. Shanguang “kami tidak akan pulang sebelum tujuan kami tercapat


?” Panglima “apa tujuan kalian ?” Tian Xing “Yang Guang Da Ren kami, ingin


melihat matahari terbit di hari ulang tahunnya” sang panglima melihat ke


langit, matahari berada di puncak kepalanya, semakin yakin anak-anak muda


dihadapannya memiliki mata yang bermasalah “anak muda, matahari sudah di puncak


kepala… jika ingin melihat matahari terbit, kalian harus menunggu sampai besok


pagi…” Gang Laba “kami tahu, makanya sekarang kemari untuk membuat gunung


tinggi agar bisa melihat matahari terbit dari tempat terbaik”.


            Para panglima saling menatap “apa otak mereka bermasalah


?” “anak muda, kau ingin memakai apa membuat gunung ?” Man Dong “paman, sumber


daya untuk membuat gunung sudah tersedia di hadapan kami, apa kalian tidak


melihatnya ?” para panglima semakin bingung, keluar suara dingin “apa Qing Yun


Da Ren yang menyuruh kalian kemari ? dimana prajurit kalian ?” Fei Huo “tidak


ada yang menyuruh kami paman dan kalian bisa melihat kami semua dihadapan


kalian, tidak ada prajurit” “Qing Yun Da Ren meminta para anak muda untuk


berperang dengan kami ? kalian bukan prajurit Yu Zhou Da Lu”


            “tentu saja bukan… kami bukan prajurit… kami datang


kemari untung bermain dan memberikan keinginan Yang Guang Da Ren” “ini medan


perang, bukan tempat bermain kalian ! siapa Yang Guang Da Ren ? apa Shen Zhu


tahu kalian kemari ?” “Shen Zhu ? siapa ? kami hanya mengenal Yang Guang Da Ren


?” Gang Laba berlagak bingung. Shanguang “sudah, waktunya sudah tiba…” Cai Hong


Huo Feng “hmm paman-paman, bersiaplah bermain…” tersenyum melihat para


panglima. Para panglima saling melihat “cih para anak muda sekarang semakin


tidak tahu diri… semenjak tidak ada Shen Zhu, Qing Yun semakin berulah,

__ADS_1


mengirim anak-anak muda untuk mengantar nyawa…” “anak muda, jangan salahkan


kami… jika mau menyalahkan, salahkan saja Qing Yun atau nasib sial kalian… kami


tidak akan berbelas kasih !”


            Gang Laba cekikikan “paman, tidak ada yang menginginkan


belas kasihmu… malah kami memintamu untuk bermain sekeras mungkin hahaha…” Cai Hong


Huo Feng “wah Jing Guang Da Ren, sampai kau nakal lagi, akan yang mulia


patahkan kedua tandukmu” Gang Laba cekikikan “Yang Guang Da Ren, anda sudah


mempunyai Di Jun, biarkan beliau saja yang nakal hahaha…” Dong Hua tersenyum


menatap Cai Hong Huo Feng “weifu tidak nakal, hanya… mesum padamu” berbisik di


telinga Cai Hong Huo Feng membuat wajahnya memerah, menatap Dong Hua kesal.


            Cai Hong Huo Feng kembali menatap semuanya, raut wajahnya


berubah nakal “bagaimana kalau kita menambah permainan ?” ketujuhnya berbinar


“mau… mau… mau…” segera munul kendi arak di tangan mereka “Feng Wei, kau akan


mabuk !” Dong Hua menahan. Cai Hong Huo Feng “Di Jun, tidak ada Feng Wei


disini… yang ada Yang Guang Da Ren hihihi… karena mau bermain puas jadi harus


membuat sedikit kegilaan, bukankah seperti itu ?” melirik ke ketujuhnya “benar…


benar…” Ling Ling “hei… kalian semua masih terlalu muda… bagaimana bertarung


jika mabuk !” Fei Huo “dianxia, tenang saja, kami tidak akan jatuh sebelum


tujuan tercapai hihihi…”


            Cai Hong Huo Feng mengangkat tangan Dong Hua “Di Jun,


kepala, tersenyum “kau tidak boleh berada di pelukan lainnya !” memegang kendi


araknya. Cai Hong Huo Feng cekikikan “maka selesai bermain, peluklah diriku…”


Dong Hua mengangguk. Shanguang “bagus sekali… hormat pedang…” semua


mengeluarkan pedang, termasuk Dong Hua memakai Pedang Mistery. Semua


terbelalak, pedang yang dipakai kedelapan anak muda ini adalah pedang alam


fana.


            Cai Hong Huo Feng mengangkat tinggi pedangnya “hormat


pedang…” kedelapan anak muda, Dong Hua, Mo Yuan, Gun Gun, dan Ling Ling


mengangkat dan menyatukan pedang mereka bersama. Kedelapan berteriak “semakin


menajamlah pedangku… hua…” menarik pedang bersamaan, terdengar bunyi ‘tring…’


yang memekakkan telinga. Cai Hong Huo Feng mengangkat kendi arak “bermain


dengan puas…” diikuti ketujuhnya “bermain puas…” bersama-sama meminum araknya


hingga habis ‘prang…’ terdengar suara kendi-kendi arak kosong yang dipecahkan.


            “aduh… pandanganku berkunang-kunang… Di Jun, kenapa kau


bergoyang hahaha… selamat bermain para Da Ren…” Cai Hong Huo Feng memberi


hormat pada semua. Cai Hong Huo Feng berbalik “eh… sepertinya aku butuh


bantuan… arah mana aku harus jalan hihihi… arak ini memang luar biasa…”


berbalik ke Dong Hua “Di Jun, satu bantuan kecil…” mengisyaratkan dengan kedua

__ADS_1


jari kecilnya “tolong lontarkan aku…” “Feng Wei, apa kau yakin ?” Dong Hua


cemas diikuti mata semua yang sangat ragu, kedelapan anak muda yang sepoyongan


ini bisa bertarung. Cai Hong Huo Feng mengangguk, menarik kedua tangan Dong Hua


“nah beginikan… terima kasih… para Da Ren, selamat bersenang-senang…” melompat


naik ke kedua tangan Dong Hua yang langsung terpantul ke medan perang.


            Tubuh kecil Cai Hong Huo Feng berputar bak peluru masuk


ke medan perang ‘bruargh…’ langsung terdengar, satu sisi prajurit langsung


terpecah belah. “aku juga… aku juga mau…” ketujuhnya bersorak “ayo, kita


berputar… Yang Guang Da Ren… tunggu aku…” ketujuhnya bekerja sama, berputar dan


melontarkan tubuh mereka bersama, langsung masuk ke medan perang. Semua


terbelalak melihat mereka, bak peluru dan malaikat pencabut nyawa, masuk ke


medan perang.


            Pihak lawan terkejut, segera memberi perlawanan dengan


barisan yang mulai kocar kacir. Melihat Cai Hong Huo Feng sudah masuk ke medan


perang, Dong hua segera menyusul, sangat mencemaskannya. Semua melihat,


bagaimana kedelapan remaja mabuk bertarung dengan luar biasa di medan perang.


Selain yang diijinkan masuk ke medan perang, Xin Xin dan Xiong Xiong memimpin


lainnya untuk memberi bantuan untuk tidak mengijinkan pertarungan mereka


diganggu oleh barisan atau lainnya. Meng Hao dan Mu Rong fokus pada area Dong


Hua.


            Tidak lama terdengar suara dari medan perang “dia… dia


bukan pemuda biasa… dia Shen Zhu… Shen Zhu… Shen Zhu… tidak mungkin… tidak


mungkin Shen Zhu…” terdengar keributan para prajurit. “ah kalian berisik…


membuat kepalaku sakit…” Cai Hong Huo Feng protes, memukul beberapa prajurit


bersamaan, dilanjutkan meelawan para panglima “jangan berisik…” kesal.


            “Da Ren, kenapa aku mendengarnya seperti kicauan burung


hahaha…” Man Dong berkomentar dengan tawa. “burung… burung rusak hahaha…” Gang


Laba ikutan “eh… para oajurit ini kenapa memiliki 2 kepala ya ?” Fei Huo berceloteh


“otakmu yang terbelah dua hahaha…” Tian Xing meledek. Shanguang “sepertinya


mataku yang menjadi 4…” “kau, matamu dibawah kaki hahaha…” Bai Yin meledek. “gunung…


gunung… gunung…” Hui Sheng meracau, sambil melempar-lempar para prajurit yang


sudah terkapar.


            “siapa mereka ? bagaimana bisa memiliki kemampuan ini ?”


“apa kau bodoh ! mereka tidak memakai spiritual bisa mengacaukan kita… apa


kalian semua sudah menjadi dewa bodoh !” sang panglima murka. Di medan perang,


mulai terlihat, kilatan-kilatan cahaya sihir. Panglima yang menggunakan sihir


dan hendak menyerang Cai Hong Huo Feng, segera diserang Dong Hua “terima kasih


Hua Zi Da Ren…” terdengar suara merdu Cai Hong Huo Feng. Dong Hua tersenyum “Yang

__ADS_1


Guang Da Ren tidak perlu sungkan !” terdengar tawa ceria Cai Hong Huo Feng


__ADS_2