
Di medan perang, pihak lawan
dibawah kepemimpinan 8 panglima terdepan membawa 1.300.000 wakil panglima dan
prajurit sudah berbaris rapi. Di hadapan mereka, duduk 8 remaja belum matang
dan beberapa dewa dewi yang tidak dikenal identitasnya. “Siapa kalian ? mana
Qing Yun Da Ren ?” sang panglima bertanya dingin “Qing Yun Da Ren ? apa ada
yang bernama Qing Yun Da Ren disini ?” seorang remaja pria bertanya. Panglima
itu mengerutkan kening “anak muda, menyingkirlah, disini bukan tempat aman” “oh
paman, jadi tempat apakah ini ?” Man Dong bertanya dengan sopan. “ini adalah
medan perang… kalian menyingkirlah…” Bai Yin “medan perang… hmm… siapa yang
akan berperang ?” “apa kalian tidak melihat begitu banyak prajurit disini ?”
Hui Sheng “prajurit ? aku tidak melihatnya, apa kalian melihatnya ?” sang
panglima mengerutkan kening.
“anak muda, apa mata kalian bermasalah ? apa kalian
tersesat ? apa pertolongan mengantar kalian pulang ?” sang panglima bertanya
dengan prihatin. Shanguang “kami tidak akan pulang sebelum tujuan kami tercapat
?” Panglima “apa tujuan kalian ?” Tian Xing “Yang Guang Da Ren kami, ingin
melihat matahari terbit di hari ulang tahunnya” sang panglima melihat ke
langit, matahari berada di puncak kepalanya, semakin yakin anak-anak muda
dihadapannya memiliki mata yang bermasalah “anak muda, matahari sudah di puncak
kepala… jika ingin melihat matahari terbit, kalian harus menunggu sampai besok
pagi…” Gang Laba “kami tahu, makanya sekarang kemari untuk membuat gunung
tinggi agar bisa melihat matahari terbit dari tempat terbaik”.
Para panglima saling menatap “apa otak mereka bermasalah
?” “anak muda, kau ingin memakai apa membuat gunung ?” Man Dong “paman, sumber
daya untuk membuat gunung sudah tersedia di hadapan kami, apa kalian tidak
melihatnya ?” para panglima semakin bingung, keluar suara dingin “apa Qing Yun
Da Ren yang menyuruh kalian kemari ? dimana prajurit kalian ?” Fei Huo “tidak
ada yang menyuruh kami paman dan kalian bisa melihat kami semua dihadapan
kalian, tidak ada prajurit” “Qing Yun Da Ren meminta para anak muda untuk
berperang dengan kami ? kalian bukan prajurit Yu Zhou Da Lu”
“tentu saja bukan… kami bukan prajurit… kami datang
kemari untung bermain dan memberikan keinginan Yang Guang Da Ren” “ini medan
perang, bukan tempat bermain kalian ! siapa Yang Guang Da Ren ? apa Shen Zhu
tahu kalian kemari ?” “Shen Zhu ? siapa ? kami hanya mengenal Yang Guang Da Ren
?” Gang Laba berlagak bingung. Shanguang “sudah, waktunya sudah tiba…” Cai Hong
Huo Feng “hmm paman-paman, bersiaplah bermain…” tersenyum melihat para
panglima. Para panglima saling melihat “cih para anak muda sekarang semakin
tidak tahu diri… semenjak tidak ada Shen Zhu, Qing Yun semakin berulah,
__ADS_1
mengirim anak-anak muda untuk mengantar nyawa…” “anak muda, jangan salahkan
kami… jika mau menyalahkan, salahkan saja Qing Yun atau nasib sial kalian… kami
tidak akan berbelas kasih !”
Gang Laba cekikikan “paman, tidak ada yang menginginkan
belas kasihmu… malah kami memintamu untuk bermain sekeras mungkin hahaha…” Cai Hong
Huo Feng “wah Jing Guang Da Ren, sampai kau nakal lagi, akan yang mulia
patahkan kedua tandukmu” Gang Laba cekikikan “Yang Guang Da Ren, anda sudah
mempunyai Di Jun, biarkan beliau saja yang nakal hahaha…” Dong Hua tersenyum
menatap Cai Hong Huo Feng “weifu tidak nakal, hanya… mesum padamu” berbisik di
telinga Cai Hong Huo Feng membuat wajahnya memerah, menatap Dong Hua kesal.
Cai Hong Huo Feng kembali menatap semuanya, raut wajahnya
berubah nakal “bagaimana kalau kita menambah permainan ?” ketujuhnya berbinar
“mau… mau… mau…” segera munul kendi arak di tangan mereka “Feng Wei, kau akan
mabuk !” Dong Hua menahan. Cai Hong Huo Feng “Di Jun, tidak ada Feng Wei
disini… yang ada Yang Guang Da Ren hihihi… karena mau bermain puas jadi harus
membuat sedikit kegilaan, bukankah seperti itu ?” melirik ke ketujuhnya “benar…
benar…” Ling Ling “hei… kalian semua masih terlalu muda… bagaimana bertarung
jika mabuk !” Fei Huo “dianxia, tenang saja, kami tidak akan jatuh sebelum
tujuan tercapai hihihi…”
Cai Hong Huo Feng mengangkat tangan Dong Hua “Di Jun,
kepala, tersenyum “kau tidak boleh berada di pelukan lainnya !” memegang kendi
araknya. Cai Hong Huo Feng cekikikan “maka selesai bermain, peluklah diriku…”
Dong Hua mengangguk. Shanguang “bagus sekali… hormat pedang…” semua
mengeluarkan pedang, termasuk Dong Hua memakai Pedang Mistery. Semua
terbelalak, pedang yang dipakai kedelapan anak muda ini adalah pedang alam
fana.
Cai Hong Huo Feng mengangkat tinggi pedangnya “hormat
pedang…” kedelapan anak muda, Dong Hua, Mo Yuan, Gun Gun, dan Ling Ling
mengangkat dan menyatukan pedang mereka bersama. Kedelapan berteriak “semakin
menajamlah pedangku… hua…” menarik pedang bersamaan, terdengar bunyi ‘tring…’
yang memekakkan telinga. Cai Hong Huo Feng mengangkat kendi arak “bermain
dengan puas…” diikuti ketujuhnya “bermain puas…” bersama-sama meminum araknya
hingga habis ‘prang…’ terdengar suara kendi-kendi arak kosong yang dipecahkan.
“aduh… pandanganku berkunang-kunang… Di Jun, kenapa kau
bergoyang hahaha… selamat bermain para Da Ren…” Cai Hong Huo Feng memberi
hormat pada semua. Cai Hong Huo Feng berbalik “eh… sepertinya aku butuh
bantuan… arah mana aku harus jalan hihihi… arak ini memang luar biasa…”
berbalik ke Dong Hua “Di Jun, satu bantuan kecil…” mengisyaratkan dengan kedua
__ADS_1
jari kecilnya “tolong lontarkan aku…” “Feng Wei, apa kau yakin ?” Dong Hua
cemas diikuti mata semua yang sangat ragu, kedelapan anak muda yang sepoyongan
ini bisa bertarung. Cai Hong Huo Feng mengangguk, menarik kedua tangan Dong Hua
“nah beginikan… terima kasih… para Da Ren, selamat bersenang-senang…” melompat
naik ke kedua tangan Dong Hua yang langsung terpantul ke medan perang.
Tubuh kecil Cai Hong Huo Feng berputar bak peluru masuk
ke medan perang ‘bruargh…’ langsung terdengar, satu sisi prajurit langsung
terpecah belah. “aku juga… aku juga mau…” ketujuhnya bersorak “ayo, kita
berputar… Yang Guang Da Ren… tunggu aku…” ketujuhnya bekerja sama, berputar dan
melontarkan tubuh mereka bersama, langsung masuk ke medan perang. Semua
terbelalak melihat mereka, bak peluru dan malaikat pencabut nyawa, masuk ke
medan perang.
Pihak lawan terkejut, segera memberi perlawanan dengan
barisan yang mulai kocar kacir. Melihat Cai Hong Huo Feng sudah masuk ke medan
perang, Dong hua segera menyusul, sangat mencemaskannya. Semua melihat,
bagaimana kedelapan remaja mabuk bertarung dengan luar biasa di medan perang.
Selain yang diijinkan masuk ke medan perang, Xin Xin dan Xiong Xiong memimpin
lainnya untuk memberi bantuan untuk tidak mengijinkan pertarungan mereka
diganggu oleh barisan atau lainnya. Meng Hao dan Mu Rong fokus pada area Dong
Hua.
Tidak lama terdengar suara dari medan perang “dia… dia
bukan pemuda biasa… dia Shen Zhu… Shen Zhu… Shen Zhu… tidak mungkin… tidak
mungkin Shen Zhu…” terdengar keributan para prajurit. “ah kalian berisik…
membuat kepalaku sakit…” Cai Hong Huo Feng protes, memukul beberapa prajurit
bersamaan, dilanjutkan meelawan para panglima “jangan berisik…” kesal.
“Da Ren, kenapa aku mendengarnya seperti kicauan burung
hahaha…” Man Dong berkomentar dengan tawa. “burung… burung rusak hahaha…” Gang
Laba ikutan “eh… para oajurit ini kenapa memiliki 2 kepala ya ?” Fei Huo berceloteh
“otakmu yang terbelah dua hahaha…” Tian Xing meledek. Shanguang “sepertinya
mataku yang menjadi 4…” “kau, matamu dibawah kaki hahaha…” Bai Yin meledek. “gunung…
gunung… gunung…” Hui Sheng meracau, sambil melempar-lempar para prajurit yang
sudah terkapar.
“siapa mereka ? bagaimana bisa memiliki kemampuan ini ?”
“apa kau bodoh ! mereka tidak memakai spiritual bisa mengacaukan kita… apa
kalian semua sudah menjadi dewa bodoh !” sang panglima murka. Di medan perang,
mulai terlihat, kilatan-kilatan cahaya sihir. Panglima yang menggunakan sihir
dan hendak menyerang Cai Hong Huo Feng, segera diserang Dong Hua “terima kasih
Hua Zi Da Ren…” terdengar suara merdu Cai Hong Huo Feng. Dong Hua tersenyum “Yang
__ADS_1
Guang Da Ren tidak perlu sungkan !” terdengar tawa ceria Cai Hong Huo Feng