
Dong Hua mempunyai
banyak pertanyaan untuk Feng Jiu. Sesampai di istana Tai Chen, Dong Hua membawa
Feng Jiu ke ruang buku, memberikannya teh dan duduk disampingnya “Xiao Bai,
lelah ?” Feng Jiu bersandar manja pada Dong Hua “hanya sedikit…” Dong Hua
mencium keningnya “Xiao Bai, bagaimana kau mengenal Meng Hao ? kenapa Feng Xin
dan Meng Hao memanggilmu Zheng Zhu ?” Feng Jiu menjawab santai “saat aku 12.000
tahun, setelah dari Chang Wei Shan, pertama kali ke suku iblis, bertemu Meng
Hao shushu… Meng Hao shushu banyak menceritakan tentang Mo Hao – wanita yang
dicintainya dan anaknya. Saat itu aku sudah merasa ada yang aneh tapi karena
masih kecil aku tidak banyak memikirkannya, lagipula aku tidak mengerti urusan
percintaan seperti itu. Beberapa kali bertemu Meng Hao shushu, aku simpatik
pada sikapnya, jadi membantunya menyegel sebagian jiwa dan kekuatannya pada
permata naga yang tersimpan di keningnya. Bagaimanapun Bai Shui Shan bertempat
di suku iblis, suatu saat Meng Hao shushu akan ketahuan. Aku hanya tidak ingin
Meng Hao shushu yang seperti itu dimanfaatkan oleh yang jahat.” Dong Hua
mengangguk “panggilan Zheng Zhu…” Feng Jiu mengingat-ngingat “aku sudah tidak
mengingatnya… lagipula hanya sebutan, aku tidak memikirkannya…”.
Dong Hua “keanehan apa yang kau rasakan ?” Feng Jiu
mengingat-ingat “ehm… hanya merasa ada yang aneh saat itu… bagaimana
mengatakannya… seperti ada yang salah dari cerita Meng Hao shushu… mungkin
hanya perasaanku…” Dong Hua “jadi kau tahu Meng Hao masih hidup ?” Feng Jiu
menggeleng “awalnya akupun tidak dapat memastikannya, makanya meminta Long
Ling. Saat menyentuh Long Ling, aku bisa merasakan hawa naga yang lemah. Meng
Hao shushu pernah memberitahuku, Long Ling itu membawa esensi kekuatannya untuk
melindungi anaknya. Jika Meng Hao shushu sudah yuhua, harusnya Long Ling itu
juga sudah kehilangan hawa naganya.” Dong Hua tersenyum memeluknya “Xiao Bai,
kau sangat teliti…” Feng Jiu tersenyum “bagaimana ? apakah sekarang merasa
istrimu juga serba bisa ?” Dong Hua cekikikan “hihihi… tentu saja, Fu Ren-ku
yang terbaik…” mencium pipinya.
Dong Hua “Xiao Bai, jadi apa rencanamu ? kenapa menyimpan
Suo Hun Yu di suku iblis ?” Feng Jiu “Dong Hua, kita tidak tahu rencana Ji
Heng… dengan adanya Suo Hun Yu, Ji Heng akan berusaha menaruh harapannya pada
Suo Hun Yu. Sama seperti prasangkamu pada awalnya, Ji Heng pasti juga
berfikiran pemilik Suo Hun Yu sudah bereinkarnasi, tidak akan bisa menemukannya.
Dong Hua, dengan tubuh Ji Heng saat ini, tidak mungkin dapat menyempurnakan
ilmu Miao Luo, apalagi memakai Suo Hun Yu, jadi…” Dong Hua tersenyum “kau
membuat jalan buntu untuk Ji Heng sendiri… uhm… aku baru tahu Fu Ren begitu
pintar…” Feng Jiu cekikikan “hihihi… semakin terobsesi Ji Heng, semakin
berbahaya untuknya…” Dong Hua mencium bibir Feng Jiu.
Feng Jiu “nah aku sudah mengembalikan jenderalmu… sudah
menyelesaikan Suo Hun Yu dan Ji Heng… bagaimana Dong Hua Di Jun akan berterima
kasih padaku ?” Dong Hua berfikir, segera menggendong Feng Jiu membuatnya kaget
__ADS_1
“kau… apa yang mau kau lakukan ?” Dong Hua cekikikan “berterima kasih…”
menggendong Feng Jiu ke kamar. Tidak menunggu protes Feng Jiu, Dong Hua sudah
memakannya sampai tidak sadarkan diri karena kelelahan. Melihat wajah cantik
putri tidurnya, Dong Hua memikirkan kejutan-kejutan yang diberikan Feng Jiu
semenjak bangun dan perkataan Meng Hao tentang Feng Jiu yang suka menantang
bahaya. Mengingat Feng Jiu yang tidak akan bercerita jika tidak ditanya, Dong
Hua sangat cemas dia melewatkan sesuatu.
Dong Hua menghela nafas ‘apa yang dikatakan Meng Hao
betul, gadis ini adalah permata tak ternilai dan sakit kepala berkepanjangan’
“Xiao Bai, kapan kau akan mempercayaiku ? kapan kau akan membuka dirimu
seutuhnya untukku ? aku tidak dapat membayangkan jika suatu hari kau
meninggalkanku ! Xiao Bai, tidak peduli kemanapun kau pergi, aku akan selalu
menemani disisimu…” memeluk Feng Jiu tertidur. Dong Hua bermimpi buruk malam
ini, memimpikan Feng Jiu yang tertusuk dari belakang, muntah darah dan perlahan
terjatuh dihadapannya. Di belakang Feng Jiu, ada Ji Heng yang tersenyum
menyeramkan penuh kemenangan, melihat tubuh Feng Jiu yang perlahan yuhua. Dong
Hua terbangun dengan keringat dingin yang membasahi seluruh bajunya, mencari
Feng Jiu yang masih tertidur di pelukannya “Xiao Bai… Xiao Bai…” Feng Jiu
mendengar panggilan, membuka sedikit matanya “Dong Hua, aku masih lelah,
biarkan aku tidur sebentar lagi…” mendengar suara Feng Jiu, Dong Hua segera membaliknya,
membuat Feng Jiu terkejut, segera membuka mata.
Dong Hua memeriksa Feng Jiu memastikan tidak ada apapun
apa ? kenapa kau basah semua ?” memegang tubuh Dong Hua, membuat sihir
mengeringkan tubuh dan bajunya. Dong Hua mencium Feng Jiu, jantungnya masih
berdebar-debar ketakutan, segera menyatukan tubuh mereka. Setelah mendapat
pelepasannya, Dong Hua masuk ke pelukan Feng Jiu “Xiao Bai, aku bermimpi kau
meninggalkanku...” Feng Jiu yang kelelahan mengelus-ngelus punggung Dong Hua
“tenanglah, hanya mimpi buruk, aku baik-baik saja disisimu… tidurlah, aku
memelukmu tidur…” Dong Hua menutup mata dan tertidur di pelukan Feng Jiu. Feng
Jiu melihat Dong Hua yang sudah terlelap “Dong Hua, aku akan pergi sementara…
apa kau akan menungguku ? aku tidak punya keberanian mengatakannya padamu,
maafkan aku…” menitikkan air mata, memeluk Dong Hua, tertidur kembali.
Mereka menghabiskan hari-hari di istana Tai Chen, hingga
sehari sebelum pernikahan, yang mengharuskan Feng Jiu kembali ke Qing Qiu.
Melalui hari-hari ini, Dong Hua menemukan dirinya semakin tidak dapat melepas
Feng Jiu. Berpisah sesaat saja, dia sudah sangat merindukannya, merasa gelisah
dan tidak tenang. Dong Hua menemukan berbagai kelebihan Feng Jiu, termasuk
kepintarannya dalam bercatur. Kemampuan bercatur Feng Jiu tidak berada di
bawahnya, bahkan sering kali dia kalah telak. Selama hari-hari di istana Tai
Chen, Feng Jiu sangat memanjakan Dong Hua, semua yang dilakukannya untuk
menyenangkan dan demi dirinya. Dong Hua tidak dapat keluar dari pesona Feng
Jiu, rela melakukan apapun untuknya, sangat mencintai dan menyayanginya, dengan
__ADS_1
senang hati memanjakan. Dong Hua tidak pernah merasakan hal seperti ini
sebelumnya, hidupnya dulu penuh dengan kehampaan, hanya menunggu masalah demi
masalah Si Hai Ba Huang yang datang padanya. Perasaan dicintai, disayangi, dan
dimanjakan oleh seseorang ini menyelimuti dirinya. Dong Hua merasa saat-saat
inilah, dia merasakan hidup yang sebenarnya. Kebahagiaan yang tidak pernah
berani dia harapkan sebelumnya, sudah diberikan oleh seekor rubah kecil ini
padanya.
Tiba
hari Feng Jiu harus kembali ke Qing Qiu, Bai Qian dan Ali sudah datang
pagi-pagi ke istana Tai Chen. Dong Hua mengurung Feng Jiu di kamar, tidak
membiarkannya keluar. Feng Jiu tertawa terbahak-bahak di dalam kamar, berusaha
membebaskan diri dari Dong Hua, akhirnya mengurung Dong Hua dalam jiejue. Feng
Jiu “hahaha Dong Hua, gugu dan Ali sudah menungguku… sampai jumpa besok, kau harus
datang besok… kalau tidak, aku akan meninggalkanmu selamanya…” Dong Hua
cemberut tidak dapat menyentuh Feng Jiu “Xiao Bai, kenapa harus ada peraturan
yang memisahkanmu dariku ! aku tidak dapat jauh darimu… bagaimana aku akan
menghabiskan sehari ini ?” Feng Jiu cekikikan “sama seperti kau menghabiskan
hidupmu 360.000 tahun sebelumnya hahaha… Fu Jun, aku pergi dulu, aku
mencintaimu…” berbalik keluar dari kamar dan keluar dari istana Tai Chen.
Jiejue terbuka setelah Feng Jiu keluar istana Tai Chen, Dong Hua segera ke
gerbang, tapi sudah tidak melihat Feng Jiu ‘Xiao Bai, tunggu aku, aku akan
menjemputmu besok, kita tidak akan berpisah lagi selamanya… Xiao Bai, aku
mencintaimu…’.
Lian
Song perlahan masuk ke istana Tai Chen, melihat Dong Hua yang memancing tanpa
semangat dan melamun “Dong Hua, kukira kau akan sangat senang hari ini… kenapa
wajahmu seperti ini ?” Dong Hua tidak menggubris Lian Song, Lian Song sendiri
duduk disampingnya “haih… besok kalian akan bertemu kembali, hanya sehari,
tidak perlu seperti ini kan !” Dong Hua hanya melirik “ayo, kutemani bermain
catur…” Lian Song pun menemani Dong Hua hingga menjelang malam. Sebelum tidur,
Dong Hua memeriksa semua persiapan, tidak ingin ada kesalahan apapun. Sudah
terbiasa tidur memeluk Feng Jiu, Dong Hua kesusahan tidur malam ini, memeluk
bantal yang sering dipakai Feng Jiu, menghirup sisa wangi Feng Jiu, masuk
kealam mimpi. Tidak ada pelukan Feng Jiu, Dong Hua kembali bermimpi buruk malam
ini, mimpi yang sama seperti sebelumnya, membuatnya terbangun dengan badan
gemetar ketakutan dan baju yang basah oleh keringat dingin. Setelahnya, Dong
Hua tidak berani menutup mata, hatinya tidak tenang, sangat mencemaskan Feng
Jiu, ingin segera menghilang kesampingnya “Xiao Bai, jika sesuatu terjadi
padamu… tidak… tidak… tidak boleh ada yang terjadi padamu, jika pun tidak
boleh… aku tidak akan mengijinkan apapun terjadi padamu… Xiao Bai, aku tidak
bisa tanpamu… aku tidak bisa membayangkan hidup tanpamu… Xiao Bai, tunggu aku…
aku akan datang, pasti datang, kau harus menungguku, jangan tinggalkan aku…
__ADS_1
Xiao Bai…” memeluk bantal Feng Jiu dengan tubuh gemetar.