Return Of God Emperor

Return Of God Emperor
Bab 14 – Mimpi Buruk Dong Hua


__ADS_3

Dong Hua mempunyai


banyak pertanyaan untuk Feng Jiu. Sesampai di istana Tai Chen, Dong Hua membawa


Feng Jiu ke ruang buku, memberikannya teh dan duduk disampingnya “Xiao Bai,


lelah ?” Feng Jiu bersandar manja pada Dong Hua “hanya sedikit…” Dong Hua


mencium keningnya “Xiao Bai, bagaimana kau mengenal Meng Hao ? kenapa Feng Xin


dan Meng Hao memanggilmu Zheng Zhu ?” Feng Jiu menjawab santai “saat aku 12.000


tahun, setelah dari Chang Wei Shan, pertama kali ke suku iblis, bertemu Meng


Hao shushu… Meng Hao shushu banyak menceritakan tentang Mo Hao – wanita yang


dicintainya dan anaknya. Saat itu aku sudah merasa ada yang aneh tapi karena


masih kecil aku tidak banyak memikirkannya, lagipula aku tidak mengerti urusan


percintaan seperti itu. Beberapa kali bertemu Meng Hao shushu, aku simpatik


pada sikapnya, jadi membantunya menyegel sebagian jiwa dan kekuatannya pada


permata naga yang tersimpan di keningnya. Bagaimanapun Bai Shui Shan bertempat


di suku iblis, suatu saat Meng Hao shushu akan ketahuan. Aku hanya tidak ingin


Meng Hao shushu yang seperti itu dimanfaatkan oleh yang jahat.” Dong Hua


mengangguk “panggilan Zheng Zhu…” Feng Jiu mengingat-ngingat “aku sudah tidak


mengingatnya… lagipula hanya sebutan, aku tidak memikirkannya…”.


            Dong Hua “keanehan apa yang kau rasakan ?” Feng Jiu


mengingat-ingat “ehm… hanya merasa ada yang aneh saat itu… bagaimana


mengatakannya… seperti ada yang salah dari cerita Meng Hao shushu… mungkin


hanya perasaanku…” Dong Hua “jadi kau tahu Meng Hao masih hidup ?” Feng Jiu


menggeleng “awalnya akupun tidak dapat memastikannya, makanya meminta Long


Ling. Saat menyentuh Long Ling, aku bisa merasakan hawa naga yang lemah. Meng


Hao shushu pernah memberitahuku, Long Ling itu membawa esensi kekuatannya untuk


melindungi anaknya. Jika Meng Hao shushu sudah yuhua, harusnya Long Ling itu


juga sudah kehilangan hawa naganya.” Dong Hua tersenyum memeluknya “Xiao Bai,


kau sangat teliti…” Feng Jiu tersenyum “bagaimana ? apakah sekarang merasa


istrimu juga serba bisa ?” Dong Hua cekikikan “hihihi… tentu saja, Fu Ren-ku


yang terbaik…” mencium pipinya.


            Dong Hua “Xiao Bai, jadi apa rencanamu ? kenapa menyimpan


Suo Hun Yu di suku iblis ?” Feng Jiu “Dong Hua, kita tidak tahu rencana Ji


Heng… dengan adanya Suo Hun Yu, Ji Heng akan berusaha menaruh harapannya pada


Suo Hun Yu. Sama seperti prasangkamu pada awalnya, Ji Heng pasti juga


berfikiran pemilik Suo Hun Yu sudah bereinkarnasi, tidak akan bisa menemukannya.


Dong Hua, dengan tubuh Ji Heng saat ini, tidak mungkin dapat menyempurnakan


ilmu Miao Luo, apalagi memakai Suo Hun Yu, jadi…” Dong Hua tersenyum “kau


membuat jalan buntu untuk Ji Heng sendiri… uhm… aku baru tahu Fu Ren begitu


pintar…” Feng Jiu cekikikan “hihihi… semakin terobsesi Ji Heng, semakin


berbahaya untuknya…” Dong Hua mencium bibir Feng Jiu.


            Feng Jiu “nah aku sudah mengembalikan jenderalmu… sudah


menyelesaikan Suo Hun Yu dan Ji Heng… bagaimana Dong Hua Di Jun akan berterima


kasih padaku ?” Dong Hua berfikir, segera menggendong Feng Jiu membuatnya kaget

__ADS_1


“kau… apa yang mau kau lakukan ?” Dong Hua cekikikan “berterima kasih…”


menggendong Feng Jiu ke kamar. Tidak menunggu protes Feng Jiu, Dong Hua sudah


memakannya sampai tidak sadarkan diri karena kelelahan. Melihat wajah cantik


putri tidurnya, Dong Hua memikirkan kejutan-kejutan yang diberikan Feng Jiu


semenjak bangun dan perkataan Meng Hao tentang Feng Jiu yang suka menantang


bahaya. Mengingat Feng Jiu yang tidak akan bercerita jika tidak ditanya, Dong


Hua sangat cemas dia melewatkan sesuatu.


            Dong Hua menghela nafas ‘apa yang dikatakan Meng Hao


betul, gadis ini adalah permata tak ternilai dan sakit kepala berkepanjangan’


“Xiao Bai, kapan kau akan mempercayaiku ? kapan kau akan membuka dirimu


seutuhnya untukku ? aku tidak dapat membayangkan jika suatu hari kau


meninggalkanku ! Xiao Bai, tidak peduli kemanapun kau pergi, aku akan selalu


menemani disisimu…” memeluk Feng Jiu tertidur. Dong Hua bermimpi buruk malam


ini, memimpikan Feng Jiu yang tertusuk dari belakang, muntah darah dan perlahan


terjatuh dihadapannya. Di belakang Feng Jiu, ada Ji Heng yang tersenyum


menyeramkan penuh kemenangan, melihat tubuh Feng Jiu yang perlahan yuhua. Dong


Hua terbangun dengan keringat dingin yang membasahi seluruh bajunya, mencari


Feng Jiu yang masih tertidur di pelukannya “Xiao Bai… Xiao Bai…” Feng Jiu


mendengar panggilan, membuka sedikit matanya “Dong Hua, aku masih lelah,


biarkan aku tidur sebentar lagi…” mendengar suara Feng Jiu, Dong Hua segera membaliknya,


membuat Feng Jiu terkejut, segera membuka mata.


            Dong Hua memeriksa Feng Jiu memastikan tidak ada apapun


apa ? kenapa kau basah semua ?” memegang tubuh Dong Hua, membuat sihir


mengeringkan tubuh dan bajunya. Dong Hua mencium Feng Jiu, jantungnya masih


berdebar-debar ketakutan, segera menyatukan tubuh mereka. Setelah mendapat


pelepasannya, Dong Hua masuk ke pelukan Feng Jiu “Xiao Bai, aku bermimpi kau


meninggalkanku...” Feng Jiu yang kelelahan mengelus-ngelus punggung Dong Hua


“tenanglah, hanya mimpi buruk, aku baik-baik saja disisimu… tidurlah, aku


memelukmu tidur…” Dong Hua menutup mata dan tertidur di pelukan Feng Jiu. Feng


Jiu melihat Dong Hua yang sudah terlelap “Dong Hua, aku akan pergi sementara…


apa kau akan menungguku ? aku tidak punya keberanian mengatakannya padamu,


maafkan aku…” menitikkan air mata, memeluk Dong Hua, tertidur kembali.


            Mereka menghabiskan hari-hari di istana Tai Chen, hingga


sehari sebelum pernikahan, yang mengharuskan Feng Jiu kembali ke Qing Qiu.


Melalui hari-hari ini, Dong Hua menemukan dirinya semakin tidak dapat melepas


Feng Jiu. Berpisah sesaat saja, dia sudah sangat merindukannya, merasa gelisah


dan tidak tenang. Dong Hua menemukan berbagai kelebihan Feng Jiu, termasuk


kepintarannya dalam bercatur. Kemampuan bercatur Feng Jiu tidak berada di


bawahnya, bahkan sering kali dia kalah telak. Selama hari-hari di istana Tai


Chen, Feng Jiu sangat memanjakan Dong Hua, semua yang dilakukannya untuk


menyenangkan dan demi dirinya. Dong Hua tidak dapat keluar dari pesona Feng


Jiu, rela melakukan apapun untuknya, sangat mencintai dan menyayanginya, dengan

__ADS_1


senang hati memanjakan. Dong Hua tidak pernah merasakan hal seperti ini


sebelumnya, hidupnya dulu penuh dengan kehampaan, hanya menunggu masalah demi


masalah Si Hai Ba Huang yang datang padanya. Perasaan dicintai, disayangi, dan


dimanjakan oleh seseorang ini menyelimuti dirinya. Dong Hua merasa saat-saat


inilah, dia merasakan hidup yang sebenarnya. Kebahagiaan yang tidak pernah


berani dia harapkan sebelumnya, sudah diberikan oleh seekor rubah kecil ini


padanya.


Tiba


hari Feng Jiu harus kembali ke Qing Qiu, Bai Qian dan Ali sudah datang


pagi-pagi ke istana Tai Chen. Dong Hua mengurung Feng Jiu di kamar, tidak


membiarkannya keluar. Feng Jiu tertawa terbahak-bahak di dalam kamar, berusaha


membebaskan diri dari Dong Hua, akhirnya mengurung Dong Hua dalam jiejue. Feng


Jiu “hahaha Dong Hua, gugu dan Ali sudah menungguku… sampai jumpa besok, kau harus


datang besok… kalau tidak, aku akan meninggalkanmu selamanya…” Dong Hua


cemberut tidak dapat menyentuh Feng Jiu “Xiao Bai, kenapa harus ada peraturan


yang memisahkanmu dariku ! aku tidak dapat jauh darimu… bagaimana aku akan


menghabiskan sehari ini ?” Feng Jiu cekikikan “sama seperti kau menghabiskan


hidupmu 360.000 tahun sebelumnya hahaha… Fu Jun, aku pergi dulu, aku


mencintaimu…” berbalik keluar dari kamar dan keluar dari istana Tai Chen.


Jiejue terbuka setelah Feng Jiu keluar istana Tai Chen, Dong Hua segera ke


gerbang, tapi sudah tidak melihat Feng Jiu ‘Xiao Bai, tunggu aku, aku akan


menjemputmu besok, kita tidak akan berpisah lagi selamanya… Xiao Bai, aku


mencintaimu…’.


Lian


Song perlahan masuk ke istana Tai Chen, melihat Dong Hua yang memancing tanpa


semangat dan melamun “Dong Hua, kukira kau akan sangat senang hari ini… kenapa


wajahmu seperti ini ?” Dong Hua tidak menggubris Lian Song, Lian Song sendiri


duduk disampingnya “haih… besok kalian akan bertemu kembali, hanya sehari,


tidak perlu seperti ini kan !” Dong Hua hanya melirik “ayo, kutemani bermain


catur…” Lian Song pun menemani Dong Hua hingga menjelang malam. Sebelum tidur,


Dong Hua memeriksa semua persiapan, tidak ingin ada kesalahan apapun. Sudah


terbiasa tidur memeluk Feng Jiu, Dong Hua kesusahan tidur malam ini, memeluk


bantal yang sering dipakai Feng Jiu, menghirup sisa wangi Feng Jiu, masuk


kealam mimpi. Tidak ada pelukan Feng Jiu, Dong Hua kembali bermimpi buruk malam


ini, mimpi yang sama seperti sebelumnya, membuatnya terbangun dengan badan


gemetar ketakutan dan baju yang basah oleh keringat dingin. Setelahnya, Dong


Hua tidak berani menutup mata, hatinya tidak tenang, sangat mencemaskan Feng


Jiu, ingin segera menghilang kesampingnya “Xiao Bai, jika sesuatu terjadi


padamu… tidak… tidak… tidak boleh ada yang terjadi padamu, jika pun tidak


boleh… aku tidak akan mengijinkan apapun terjadi padamu… Xiao Bai, aku tidak


bisa tanpamu… aku tidak bisa membayangkan hidup tanpamu… Xiao Bai, tunggu aku…


aku akan datang, pasti datang, kau harus menungguku, jangan tinggalkan aku…

__ADS_1


Xiao Bai…” memeluk bantal Feng Jiu dengan tubuh gemetar.


__ADS_2