Return Of God Emperor

Return Of God Emperor
Bab 90 - Lelucon


__ADS_3

Setelah terbengong


beberapa saat, dewa dewi lain bergantian ke tengah aula, melaporkan beberapa


masalah-masalah besar menurut mereka. Semua tidak mendapat tanggapan dari Feng


Wei, tapi terasa suasana aula semakin lama semakin mencekam. Aura mengintimidasi


semakin pekat, membuat semua dewa dewi bercucuran keringat dingin, dengan tubuh


gemetar memberi laporan. Dewa dewi dari Si Hai Ba Huang pun tidak dapat menahan


diri merasa gemetar dan takut, hanya menghadapi aura Feng Wei. Tidak ada yang berani


bersuara selain dewa dewi yang melapor. Satu tepukan tangan, menghentikan semua


suara, aula terasa hening mencekam.


          Feng Wei berdiri “lelucon basi” kedua Zun menunduk memberi


hormat. Feng Wei mengeluarkan kata-kata santai tapi yang mendengar bisa merasakan


adanya pedang tak kasat mata yang keluar dari setiap kata, siap sedia untuk


menghujam tubuh mereka. Hanya mendengar kata-kata santai, tapi nyawa mereka


seperti berada di ujung tanduk. Feng Wei melirik ke beberapa dewa dewi yang


tadi melapor “kalian tahu apa yang harus dilakukan… kuping yang mulia bukan


unuk mendengar lelucon…” berkata sambil berjalan santai meninggalkan ruangan.


Disaat Feng Wei mulai berjalan, semua segera berlutut ‘mengantar kepergian Shen


Zhu…’.


          Saat Feng Wei menghilang, terdengar lepasan nafas lega di


seluruh aula, seakan mereka baru saja lolos dari maut. Long Jin Shan berdiri “3


hari lagi akan diadakan ‘Pertarungan Tingkatan Jenderal’” berjalan keluar.


Semua kembali berdiri memberi hormat “mengantar Zuo Zun…” Feng Huo Huang pun berdiri


dan berjalan, berhenti di tengah ruangan “Ho Da Ren, Ting Da Ren, Chang Da Ren,


Hui Xian, Meng Xian, kultivasi 300 tahun alam fana” berbicara tanpa menoleh dan


lanjut berjalan keluar “mengantar You Zun…”.


Setelah


ketiga pemimpin keluar, kelima nama yang disebut menjatuhkan diri di kursi


mereka “habislah… bagaimana Shen Zhu bisa begitu tidak berperasaan ? aku hanya


melapor masalah yang menurutku berat dan patut mendapat perhatiannya” pemuda


yang adalah Meng Jiangjun berkata dingin “kalian mengira aula ini adalah tempat


bermain ? jika tidak sanggup memikul tanggung jawab, jangan memaksakan diri


memiliki status. Kalian harus berterima kasih pada Shen Zhu, kali ini hanya


menghukum kalian kultivasi dan bukan diturunkan menjadi makhluk fana” Dong


Jiangjun “masalah sepele, kalian bawa ke aula He, masih baik Shen Zhu


mengampuni nyawa kalian ini” salah satu dewi protes “jadi Jenderal Dong,


masalah apa yang tidak sepele ?” Dong Jiangjun dengan sinis “kau betul-betul


tidak berotak… kau anggap siapa Shen Zhu hah ? memintanya mengurusi rumah


tanggamu, apa kau sudah siap seluruh kaummu dimusnahkan ?” seorang dewi berdiri


melerai “Jiangjun sudahlah, dia tidak faham” Ming Jiangjun “tidak faham, tidak


layak menjadi Jun… jangan mengira leluhur kalian pernah menjadi Jun, jadi

__ADS_1


status itu diwariskan…” berdiri meninggalkan aula.


Segera


terdengar percekcokan di aula, lebh tepatnya 5 dewa dewi terhukum yang mendapat


amarah dari beberapa dewa dewi berstatus lebih tinggi. Mei Shang “tidak tahu


diri… mereka mengira siapa mereka, berani melaporkan hal itu pada Shen Zhu…”


Hao Lan “jika bukan Shen Zhu sedang memikirkan masalah lain, kelima kaum itu


sudah musnah tak bersisa, dasar tak berotak…” Qing Yun “sudah, kita sudah


dipanggil… dewa dewi, silahkan ikut kami, Shen Zhu memanggil kalian” semua


tidak bersuara, mengikuti langkah 3 dewa dewi kembali ke Cai Hong gong.


Feng


Wei sudah berganti pakaian pria putih, terdapat senyum lembut di wajahnya


“kalian sudah datang…” sangat berbeda dengan Shen Zhu yang tadi di aula. Hua Zi


segera memeluk Feng Wei “yow ini bukankah Dong Hua Di Jun… wah Di Jun, masih


banyak orang disini !” Long Jin Shan mengejek. Hua Zi melihat Long Jin Shan dan


Feng Huo Huang yang juga sudah berganti pakaian “Feng Wei, kau mau kemana ?” Feng


Wei tersenyum “Bing Yu Hai. Kalian sudah lelah kan, istirahatlah dahulu… besok,


Qing Yun akan membawa kalian berkeliling” Hua Zi menggeleng “tidak lelah, aku


mau ikut denganmu…” Feng Wei memajukan bibirnya “Hua Zi gege, aku pergi


mengurus beberapa urusan, bukan pergi bermain…” Hua Zi cemberut “aku tidak


peduli, aku ikut…” Gun Gun “Niang Qin, aku juga ikut…” Ling Ling “aku juga…


biarkan yang lain istirahat, kami ikut denganmu Niang Qin…” Feng Wei


melindungi 1, tidak masalah. Huo Feng, mereka suami dan anak-anakmu, juga


seharusnya tahu dirimu yang sebenarnya” Feng Wei cemberut “haih… betul-betul


tidak tahu bagaimana menghadapi kalian…” ketiganya berbinar “baiklah, Qing Yun,


atur yang lain beristirahat. Gun Gun, kau terus berada disisi Jin Shan, Ling


Ling – Huo Huang” keempatnya mengangguk.


Yang


lain juga sebenarnya ingin ikut, tapi juga tidak mau merepotkan. Mendengar dari


perbincangan tadi, mereka tahu, hal yang akan dilakukan Feng Wei mengandung


bahaya. Mereka sudah melihat aksi Feng Wei di aula, menyadari selisih perbedaan


tingkat kekuatan mereka. Jika memaksa ikut, mereka malah akan menjadi beban


untuk Feng Wei. Tapi mereka tertinggalpun tidak tinggal diam, mereka mengorek


informasi dari ketiga dewa dewi. Ketiganya bingung, tidak tahu bagaimana


menjawab “Shan Shen, kami tidak memiliki otoritas untuk menceritakan apapun


pada kalian” “eh tapi kalau mereka yang menemukan sendiri, bukankah kita tidak


bersalah” “cih kalau mau bermain dengan nyawamu, main saja sendiri, aku tidak


berani” ketiganya tarik menarik “eh Shen Zhu memberi kita tanggung jawab untuk


menjaga mereka, jadi segalanya harus kita tanggung bertiga. Lagipula hanya


membawa mereka ke perpustakaan, Shen Zhu tidak akan marah kan !” “cih bilang


apapun padamu juga percuma… jika sampai Shen Zhu marah, giok Hua Yu mu menjadi

__ADS_1


milikku…” “eh… mana bisa begitu…” “kau ini, sudah terpengaruh jahilnya You Zun


mu itu haih…” setelah mereka berdiskusi akhirnya membawa semua ke perpustakaan


Feng Wei “lihat, disini bagian sejarah, nah bagian ini, semua kitab sejarah


Shen Zhu, kalian bacalah sendiri” menunjuk ke 1 arah. Semua berterima kasih dan


mulai bergerilya membaca buku.


Feng


Wei membawa Hua Zi dan lainnya ke sebuah hamparan salju yang dikatakan sebagai


Bing Yu Hai. Disebut Hai, tidak ternampak air sama sekali, tertutup salju yang


sangat tebal, disekelilingnya terdapat pilar-pilar yang terlihat berpasangan


tapi kalau dilihat lebih teliti merupakan satu-persatu pilar besar. Dengan


sebuah inti gunung salju kecil di tengah yang didalamnya terdapat permata


bercahaya pelangi “jangan menjauh dariku…” memberi pelindung pada semua. Mereka


merasa hangat dalam jiejue Feng Wei, sedangkan Feng Wei keluar dari jiejue


meninggalkan mereka, berjalan lebih jauh kedalam. Gun Gun “Zuo Zun, ini tempat


apa ? pilar-pilar ini berisi apa ?” Long Jin Shan “Gun Gun, kami adalah teman


ibumu, kau bisa memanggilku gege. Ini adalah pilar-pilar penghornatan, didalam


tiap-tiap pilar itu ada tubuh yang terbentuk dari 1 titik aura kami. Huo Feng


membuat ini sebagai pilar prasasti. Disaat kami yuhua, hanya pilar-pilar ini


yang menjadi pengingat keberadaan kami.” Ling Ling “ada 8 pilar disini, milik


siapa saja ?” Feng Huo Huang “ini berisi kami bertiga, 5 jenderal tertinggi dan


pasangan masing-masing. Kurasa saat disini aman, Huo Feng juga akan menaruh


setitik auramu” Hua Zi “aura ?” keduanya mengangguk “apa kau tidak mau diakui


sebagai pasangan Huo Feng ?” Hua Zi mengkerutkan keningnya “tentu saja mau…”


Long Jin Shan cekikikan melihat Hua Zi “hihihi… apa kau masih khawatir dengan


batu jodoh ? apa kau tahu nama siapa yang berada disampingmu dan berjodoh


denganmu ?” Hua Zi termenung, Feng Huo Huang cekikikan “sepertinya Huo Feng


ingin bermain denganmu hihihi…” Hua Zi cemberut melihat kearah Feng Wei.


          Terlihat cahaya merah dari arah Feng Wei berjalan “Huo Feng


sudah menangkapnya, ayo kita melihat” berlima segera berjalan menyusuri jalan


yang dilalui Feng Wei. Mereka sampai di hadapan sebuah pilar bercahaya pelangi,


didalamnya terdapat sekuntum fengwei hua raksasa. Tidak jauh dari mereka


terdapat pagoda Zhuo Suo Tha yang membesar dan sedang terbakar. Diluarnya


terdapat asap hitam yang mengelilingi “1 2 3 4 5 6 7 8 9… bawa mereka semua ke


hadapanku besok…” Feng Wei berkata dingin tanpa menoleh. Gun Gun “Niang Qin,


apa itu ?” Feng Wei “ada yang mau bermain menjadi sang pencipta, maka yang


mulia akan menjadi malaikat maut”. Pagoda terbakar hingga memancarkan sinar


putih yang terang benderang, asap hitampun sudah hilang. Pagoda mengecil,


kembali ke tangan Feng Wei dan segera menghilang “Huo Feng, kau mau hukum satu


persatu, atau…” Feng Wei “haih, selesaikan saja semua hari ini… jangan


menggangguku lagi…” keduanya cekikikan.

__ADS_1


__ADS_2