
Setelah terbengong
beberapa saat, dewa dewi lain bergantian ke tengah aula, melaporkan beberapa
masalah-masalah besar menurut mereka. Semua tidak mendapat tanggapan dari Feng
Wei, tapi terasa suasana aula semakin lama semakin mencekam. Aura mengintimidasi
semakin pekat, membuat semua dewa dewi bercucuran keringat dingin, dengan tubuh
gemetar memberi laporan. Dewa dewi dari Si Hai Ba Huang pun tidak dapat menahan
diri merasa gemetar dan takut, hanya menghadapi aura Feng Wei. Tidak ada yang berani
bersuara selain dewa dewi yang melapor. Satu tepukan tangan, menghentikan semua
suara, aula terasa hening mencekam.
Feng Wei berdiri “lelucon basi” kedua Zun menunduk memberi
hormat. Feng Wei mengeluarkan kata-kata santai tapi yang mendengar bisa merasakan
adanya pedang tak kasat mata yang keluar dari setiap kata, siap sedia untuk
menghujam tubuh mereka. Hanya mendengar kata-kata santai, tapi nyawa mereka
seperti berada di ujung tanduk. Feng Wei melirik ke beberapa dewa dewi yang
tadi melapor “kalian tahu apa yang harus dilakukan… kuping yang mulia bukan
unuk mendengar lelucon…” berkata sambil berjalan santai meninggalkan ruangan.
Disaat Feng Wei mulai berjalan, semua segera berlutut ‘mengantar kepergian Shen
Zhu…’.
Saat Feng Wei menghilang, terdengar lepasan nafas lega di
seluruh aula, seakan mereka baru saja lolos dari maut. Long Jin Shan berdiri “3
hari lagi akan diadakan ‘Pertarungan Tingkatan Jenderal’” berjalan keluar.
Semua kembali berdiri memberi hormat “mengantar Zuo Zun…” Feng Huo Huang pun berdiri
dan berjalan, berhenti di tengah ruangan “Ho Da Ren, Ting Da Ren, Chang Da Ren,
Hui Xian, Meng Xian, kultivasi 300 tahun alam fana” berbicara tanpa menoleh dan
lanjut berjalan keluar “mengantar You Zun…”.
Setelah
ketiga pemimpin keluar, kelima nama yang disebut menjatuhkan diri di kursi
mereka “habislah… bagaimana Shen Zhu bisa begitu tidak berperasaan ? aku hanya
melapor masalah yang menurutku berat dan patut mendapat perhatiannya” pemuda
yang adalah Meng Jiangjun berkata dingin “kalian mengira aula ini adalah tempat
bermain ? jika tidak sanggup memikul tanggung jawab, jangan memaksakan diri
memiliki status. Kalian harus berterima kasih pada Shen Zhu, kali ini hanya
menghukum kalian kultivasi dan bukan diturunkan menjadi makhluk fana” Dong
Jiangjun “masalah sepele, kalian bawa ke aula He, masih baik Shen Zhu
mengampuni nyawa kalian ini” salah satu dewi protes “jadi Jenderal Dong,
masalah apa yang tidak sepele ?” Dong Jiangjun dengan sinis “kau betul-betul
tidak berotak… kau anggap siapa Shen Zhu hah ? memintanya mengurusi rumah
tanggamu, apa kau sudah siap seluruh kaummu dimusnahkan ?” seorang dewi berdiri
melerai “Jiangjun sudahlah, dia tidak faham” Ming Jiangjun “tidak faham, tidak
layak menjadi Jun… jangan mengira leluhur kalian pernah menjadi Jun, jadi
__ADS_1
status itu diwariskan…” berdiri meninggalkan aula.
Segera
terdengar percekcokan di aula, lebh tepatnya 5 dewa dewi terhukum yang mendapat
amarah dari beberapa dewa dewi berstatus lebih tinggi. Mei Shang “tidak tahu
diri… mereka mengira siapa mereka, berani melaporkan hal itu pada Shen Zhu…”
Hao Lan “jika bukan Shen Zhu sedang memikirkan masalah lain, kelima kaum itu
sudah musnah tak bersisa, dasar tak berotak…” Qing Yun “sudah, kita sudah
dipanggil… dewa dewi, silahkan ikut kami, Shen Zhu memanggil kalian” semua
tidak bersuara, mengikuti langkah 3 dewa dewi kembali ke Cai Hong gong.
Feng
Wei sudah berganti pakaian pria putih, terdapat senyum lembut di wajahnya
“kalian sudah datang…” sangat berbeda dengan Shen Zhu yang tadi di aula. Hua Zi
segera memeluk Feng Wei “yow ini bukankah Dong Hua Di Jun… wah Di Jun, masih
banyak orang disini !” Long Jin Shan mengejek. Hua Zi melihat Long Jin Shan dan
Feng Huo Huang yang juga sudah berganti pakaian “Feng Wei, kau mau kemana ?” Feng
Wei tersenyum “Bing Yu Hai. Kalian sudah lelah kan, istirahatlah dahulu… besok,
Qing Yun akan membawa kalian berkeliling” Hua Zi menggeleng “tidak lelah, aku
mau ikut denganmu…” Feng Wei memajukan bibirnya “Hua Zi gege, aku pergi
mengurus beberapa urusan, bukan pergi bermain…” Hua Zi cemberut “aku tidak
peduli, aku ikut…” Gun Gun “Niang Qin, aku juga ikut…” Ling Ling “aku juga…
biarkan yang lain istirahat, kami ikut denganmu Niang Qin…” Feng Wei
melindungi 1, tidak masalah. Huo Feng, mereka suami dan anak-anakmu, juga
seharusnya tahu dirimu yang sebenarnya” Feng Wei cemberut “haih… betul-betul
tidak tahu bagaimana menghadapi kalian…” ketiganya berbinar “baiklah, Qing Yun,
atur yang lain beristirahat. Gun Gun, kau terus berada disisi Jin Shan, Ling
Ling – Huo Huang” keempatnya mengangguk.
Yang
lain juga sebenarnya ingin ikut, tapi juga tidak mau merepotkan. Mendengar dari
perbincangan tadi, mereka tahu, hal yang akan dilakukan Feng Wei mengandung
bahaya. Mereka sudah melihat aksi Feng Wei di aula, menyadari selisih perbedaan
tingkat kekuatan mereka. Jika memaksa ikut, mereka malah akan menjadi beban
untuk Feng Wei. Tapi mereka tertinggalpun tidak tinggal diam, mereka mengorek
informasi dari ketiga dewa dewi. Ketiganya bingung, tidak tahu bagaimana
menjawab “Shan Shen, kami tidak memiliki otoritas untuk menceritakan apapun
pada kalian” “eh tapi kalau mereka yang menemukan sendiri, bukankah kita tidak
bersalah” “cih kalau mau bermain dengan nyawamu, main saja sendiri, aku tidak
berani” ketiganya tarik menarik “eh Shen Zhu memberi kita tanggung jawab untuk
menjaga mereka, jadi segalanya harus kita tanggung bertiga. Lagipula hanya
membawa mereka ke perpustakaan, Shen Zhu tidak akan marah kan !” “cih bilang
apapun padamu juga percuma… jika sampai Shen Zhu marah, giok Hua Yu mu menjadi
__ADS_1
milikku…” “eh… mana bisa begitu…” “kau ini, sudah terpengaruh jahilnya You Zun
mu itu haih…” setelah mereka berdiskusi akhirnya membawa semua ke perpustakaan
Feng Wei “lihat, disini bagian sejarah, nah bagian ini, semua kitab sejarah
Shen Zhu, kalian bacalah sendiri” menunjuk ke 1 arah. Semua berterima kasih dan
mulai bergerilya membaca buku.
Feng
Wei membawa Hua Zi dan lainnya ke sebuah hamparan salju yang dikatakan sebagai
Bing Yu Hai. Disebut Hai, tidak ternampak air sama sekali, tertutup salju yang
sangat tebal, disekelilingnya terdapat pilar-pilar yang terlihat berpasangan
tapi kalau dilihat lebih teliti merupakan satu-persatu pilar besar. Dengan
sebuah inti gunung salju kecil di tengah yang didalamnya terdapat permata
bercahaya pelangi “jangan menjauh dariku…” memberi pelindung pada semua. Mereka
merasa hangat dalam jiejue Feng Wei, sedangkan Feng Wei keluar dari jiejue
meninggalkan mereka, berjalan lebih jauh kedalam. Gun Gun “Zuo Zun, ini tempat
apa ? pilar-pilar ini berisi apa ?” Long Jin Shan “Gun Gun, kami adalah teman
ibumu, kau bisa memanggilku gege. Ini adalah pilar-pilar penghornatan, didalam
tiap-tiap pilar itu ada tubuh yang terbentuk dari 1 titik aura kami. Huo Feng
membuat ini sebagai pilar prasasti. Disaat kami yuhua, hanya pilar-pilar ini
yang menjadi pengingat keberadaan kami.” Ling Ling “ada 8 pilar disini, milik
siapa saja ?” Feng Huo Huang “ini berisi kami bertiga, 5 jenderal tertinggi dan
pasangan masing-masing. Kurasa saat disini aman, Huo Feng juga akan menaruh
setitik auramu” Hua Zi “aura ?” keduanya mengangguk “apa kau tidak mau diakui
sebagai pasangan Huo Feng ?” Hua Zi mengkerutkan keningnya “tentu saja mau…”
Long Jin Shan cekikikan melihat Hua Zi “hihihi… apa kau masih khawatir dengan
batu jodoh ? apa kau tahu nama siapa yang berada disampingmu dan berjodoh
denganmu ?” Hua Zi termenung, Feng Huo Huang cekikikan “sepertinya Huo Feng
ingin bermain denganmu hihihi…” Hua Zi cemberut melihat kearah Feng Wei.
Terlihat cahaya merah dari arah Feng Wei berjalan “Huo Feng
sudah menangkapnya, ayo kita melihat” berlima segera berjalan menyusuri jalan
yang dilalui Feng Wei. Mereka sampai di hadapan sebuah pilar bercahaya pelangi,
didalamnya terdapat sekuntum fengwei hua raksasa. Tidak jauh dari mereka
terdapat pagoda Zhuo Suo Tha yang membesar dan sedang terbakar. Diluarnya
terdapat asap hitam yang mengelilingi “1 2 3 4 5 6 7 8 9… bawa mereka semua ke
hadapanku besok…” Feng Wei berkata dingin tanpa menoleh. Gun Gun “Niang Qin,
apa itu ?” Feng Wei “ada yang mau bermain menjadi sang pencipta, maka yang
mulia akan menjadi malaikat maut”. Pagoda terbakar hingga memancarkan sinar
putih yang terang benderang, asap hitampun sudah hilang. Pagoda mengecil,
kembali ke tangan Feng Wei dan segera menghilang “Huo Feng, kau mau hukum satu
persatu, atau…” Feng Wei “haih, selesaikan saja semua hari ini… jangan
menggangguku lagi…” keduanya cekikikan.
__ADS_1