
Keesokan harinya, Hua Zi
membawa semua ke Bi Hai Cang Ling, membuka jiejue, mengijinkan mereka masuk
“kalian bisa berjalan-jalan disini…” tersenyum pada semua. Ling Ling melihat
kedua pohon besar “wah pohon fuling hua ini lebih besar dari yang di Jiu Jong
Tian… aku baru pertama melihat pohon fengwei hua…” Hua Zi “Hong Ling yang
menanamnya” tersenyum lembut pada Feng Wei. Gun Gun “apa aku boleh meminta
bibitnya ? aku ingin menanamnya di Tai Chen gong” Feng Wei mengangguk “boleh
saja, hanya awal menanamnya agak repot, harus di jaga dengan baik hingga
bertunas” Gun Gun antusias “Hong Ling bisa mengajariku…” Ling Ling “untuk apa mengajari,
sekalian saja bawa Hong Ling dan Yu Huang ke Tai Chen gong…” Gun Gun “benar…
benar… Yu Huang – Hong Ling belum pernah ke Jiu Jong Tian kan ! aku akan
membawa kalian berkeliling” Hua Zi tersenyum “baik…” Gun Gun dan Ling Ling
tersenyum manis. Bersama Hua Zi dan Feng Wei, Gun Gun dan Ling Ling berubah
menjadi anak kecil. Sikap dingin dan acuh tak acuh yang biasa mereka tunjukkan
diluar, tidak pernah terlihat. Keduanya sangat manja, haus akan kasih sayang
Hua Zi dan Feng Wei. Hua Zi dan Feng Wei yang tidak faham pun , tidak mampu
menolak kemanjaan mereka.
Hari berikutnya adalah pernikahan Hua Zi dan Feng Wei, Bai
Yi dan Wen Xin memaksa menjadi wali Feng Wei, sementara Bai Ce dan Hu Hou
menjadi wali Hua Zi. Mereka menikah dikelilingi keluarga dan sahabat yang tidak
mereka ingat. Senyum Hua Zi tidak terlepas dari wajahnya sepanjang hari,
menerima ucapan selamat dari semua. Setelah menyulangi semua, Hua Zi masuk ke
kamar pengantinnya dan memasang jiejue agar tidak terganggu. Lian Song “sudah
lama tidak ke Bi Hai Cang Ling, selain pohon fengwei hua, disini tidak berubah
sama sekali” Zu Zhe “pelankan suaramu, jangan sampai Yu Huang dan Hong Ling
mendengarnya” Mo Yuan “walau pernikahan ini tidak semeriah sebelumnya, tapi
tampak lebih sakral. Kali ini, mereka akan bersama selamanya” Sou Wan “mereka
memang ditakdirkan bersama” Zhe Yan “hihihi memang ditakdirkan, tapi Yu Huang
yang ini lebih cemburuan daripada Dong Hua dulu hihihi…” Bai Chen “hihihi benar
sekali… tapi walaupun tidak mengerti dan tidak mengingat, mereka tetap
memanjakan Gun Gun dan Ling Ling, secara naluriah mereka tetap mengenal
anak-anaknya… lihat Yu Huang, dia keberatan melihat Ling Ling terus menarik
Hong Ling, tapi ketika mereka berkumpul bersama, dia tetap memanjakan Ling
Ling. Hong Ling pun tidak cemburu pada kasih sayang Yu Huang ke Ling Ling.
Mereka berdua betul-betul memperlakukan Gun Gun dan Ling Ling seperti anak
mereka”.
__ADS_1
Semua ikut bergabung, berbincang-bincang sambil meminum
arak pernikahan “benarkah Feng Jiu jiejie dan Dong Hua jiefu tidak mengingat
hal sebelumnya sama sekali ?” Ali bertanya. Bai Qian “Ali, nama Feng Jiu jiejie
dan Dong Hua jiefu ini jangan sampai terdengar mereka” Ali mengangguk. Ling
Ling “tapi Hong Ling sangat hebat, dengan satu sihir mampu meruntuhkan dunia
ilusi…” Zhe Yan “kemampuan mereka sudah meningkat pesat dibanding 6.000 tahun
lalu” Bai Yi “Gun Gun, kudengar kau akan membawa mereka ke Tai Chen gong ?” Gun
Gun mengangguk “3 hari lagi akan ke Tai Chen gong” Ling Ling “gege, aku ikut…”
Bai Ce “sebaiknya mengikuti mereka…” Mo Yuan mengangguk “sudah lama juga tidak
ke Jiu Jong Tian” Bai Ce menggeleng “Tai Chen gong adalah tempat Di Jun,
mungkin saja akan mempengaruhi mereka” Zhe Yan “benar, aku akan ikut…” Zu Zhe
“sebaiknya begitu, tidak tahu kenapa, aku merasa akan ada peristiwa besar yang
terjadi” Ling Ling “Zu Zhe ayi, apa maksudmu ? apa berhubungan dengan Yu Huang
dan Hong Ling ?” Zu Zhe menggeleng “aku juga tidak tahu…”.
Ji Cheng “Ling Ling, kemampuan Yu Huang dan Hong Ling
begitu tinggi, mereka akan baik-baik saja” Asiang “hmm… Ling Ling, aku
penasaran dengan kemampuan Yu Huang dan Hong Ling. Jika ada kesempatan, aku mau
berlatih bersama mereka.” Ling Ling “hmm… Asiang ayi, aku sudah janjian dengan
Hong Ling, setelah pernikahan, kami akan berlatih bersama. Yu Huang juga akan
berlatih dengan Gun Gun gege” Asiang berbinar “aku ikut…” Bai Qian mengetuk
meladeni ulah kalian !” Ling Ling menunduk “bukannya aku mau menyusahkan, tapi
waktu kami bersama sungguh sangat sedikit…” Gun Gun membelai kepala Ling Ling
“asalkan mereka masih hidup, kita akan bertemu lagi !” Bai Chen “kenapa ?” Ling
Ling cemberut “setelah dari Jiu Jong Tian, mereka akan berkeliling, entah kapan
lagi bisa bertemu mereka”.
Di dalam kamar pengantin, Hua Zi menghampiri pengantinnya,
duduk berdampingan, perlahan membuka penutup kepala Feng Wei. Hua Zi melihat
Feng Wei yang tampak berbeda, sangat cantik, memeluknya “Feng Wei, Fu Ren, aku
mencintaimu, kita akan bersama selamanya…” Feng Wei tersenyum “Hua Zi gege,
mulai saat ini, aku sudah tidak sendiri lagi… Hua Zi gege, aku mencintaimu, Fu
Jun…” Hua Zi memegang wajah Feng Wei, matanya menyiratkan pemujaan dan kasih
sayang yang tanpa batas, mengangguk “kita tidak sendiri lagi, aku ada kamu,
kamu ada aku. Feng Wei, kita tidak akan sendiri lagi” mencium bibirnya,
perlahan merebahkan Feng Wei.
Semua
dilakukan Hua Zi dengan sangat lembut “Feng Wei, hari ini aku sudah bisa
__ADS_1
memilikimu kan !” menatap mata Feng Wei dengan gairah yang berkobar. Feng Wei
tersenyum manis mengangguk “Hua Zi gege, aku milikmu…” Hua Zi menitikkan air
mata bahagia “Feng Wei, aku sudah menunggumu sangat lama… dari pertama bertemu
denganmu, aku adalah milikmu. Aku selalu takut tidak bisa memilikimu, aku takut
kau tidak menginginkanku…” Feng Wei memegang wajah Hua Zi juga meneteskan air
mata bahagia “Hua Zi gege, hatiku dari dulu adalah milikmu, dari awal bertemu
sudah menjadi milikmu. Aku tidak akan pernah tidak menginginkanmu. Hua Zi gege,
hanya kau milikku di dunia ini.” Hua Zi kembali menitikkan air mata, perlahan
menurunkan wajah dan mencium seluruh wajah Feng Wei, berlama-lama di bibirnya.
Tangannya membuka semua jubah pengantin mereka, menciumi setiap inci tubuh Feng
Wei “Feng Wei, kau yang tercantik…”. Mereka melakukannya perlahan hingga penuh
gairah “ah Hua Zi gege ah…” “Feng Wei, aku mencintaimu…” menikmati penyatuan
mereka, dari rasa sakit hingga kenikmatan tiada tara. Mereka melakukannya
berulang kali, hingga Feng Wei terkulai lemas di pelukan Hua Zi “Feng Wei,
akhirnya aku memilikimu seutuhnya… Feng Wei, kau milikku, hanya bisa menjadi
milikku…” Feng Wei mengangguk “Hua Zi gege, aku milikmu… aku lelah…” Hua Zi
mencium bibirnya, segera gairahnya naik kembali “Feng Wei sekali lagi, aku
menginginkanmu” selesai melakukannya, Feng Wei sudah menutup mata, tidak
sadarkan diri di pelukan Hua Zi “terima kasih Fu Ren…” mencium keningnya dan
tertidur bersama.
Keesokan
paginya, Hua Zi menggendong Feng Wei ke permandian di Bi Hai Cang Ling.
Sebelumnya Zhe Yan sudah memberitahunya cara menanggulangi kesakitan perempuan
yang melakukannya pertama kali, apalagi Feng Wei masih termasuk gadis kecil.
Segala hal yang berhubungan dengan Feng Wei, Hua Zi sangat memperhatikannya.
Segala hal yang ingin dilakukannya, harus memikirkan kesehatan dan kebaikan
Feng Wei terlebih dahulu, termasuk pemuasan nafsunya yang besar. Di permandian,
mereka kembali melakukannya “Feng Wei ah… aku tidak dapat menahan diri saat
bersamamu… Feng Wei ah…” Feng Wei “Hua Zi gege ah… masih banyak orang di Bi Hai
Cang Ling ah… kita masih harus menemui mereka…” hingga mendapat pelepasannya,
Hua Zi mengalirkan energi ke tubuh Feng Wei “setelah dari Jiu Jong Tian, kita
kembali ke Bi Hai Cang Ling, aku ingin berdua denganmu…” Feng Wei “bukannya mau
berjalan-jalan ?” Hua Zi cemberut “jalan-jalan nanti saja, aku ingin berdua
denganmu, sepanjang hari, hanya kita berdua…” Feng Wei cekikikan “Hua Zi gege,
aku baru tahu kalau kau begitu mesum…” Hua Zi cekikikan “aku hanya mesum padamu
Fu Ren…” mencium bibirnya kembali, Feng Wei mendorongnya “sudah, yang lain
__ADS_1
menunggu kita diluar…” Hua Zi cemberut tapi tetap menurut, menyudahi kegiatan
mereka.