Return Of God Emperor

Return Of God Emperor
Bab 72 - Pernikahan Hua Zi - Feng Wei


__ADS_3

Keesokan harinya, Hua Zi


membawa semua ke Bi Hai Cang Ling, membuka jiejue, mengijinkan mereka masuk


“kalian bisa berjalan-jalan disini…” tersenyum pada semua. Ling Ling melihat


kedua pohon besar “wah pohon fuling hua ini lebih besar dari yang di Jiu Jong


Tian… aku baru pertama melihat pohon fengwei hua…” Hua Zi “Hong Ling yang


menanamnya” tersenyum lembut pada Feng Wei. Gun Gun “apa aku boleh meminta


bibitnya ? aku ingin menanamnya di Tai Chen gong” Feng Wei mengangguk “boleh


saja, hanya awal menanamnya agak repot, harus di jaga dengan baik hingga


bertunas” Gun Gun antusias “Hong Ling bisa mengajariku…” Ling Ling “untuk apa mengajari,


sekalian saja bawa Hong Ling dan Yu Huang ke Tai Chen gong…” Gun Gun “benar…


benar… Yu Huang – Hong Ling belum pernah ke Jiu Jong Tian kan ! aku akan


membawa kalian berkeliling” Hua Zi tersenyum “baik…” Gun Gun dan Ling Ling


tersenyum manis. Bersama Hua Zi dan Feng Wei, Gun Gun dan Ling Ling berubah


menjadi anak kecil. Sikap dingin dan acuh tak acuh yang biasa mereka tunjukkan


diluar, tidak pernah terlihat. Keduanya sangat manja, haus akan kasih sayang


Hua Zi dan Feng Wei. Hua Zi dan Feng Wei yang tidak faham pun , tidak mampu


menolak kemanjaan mereka.


          Hari berikutnya adalah pernikahan Hua Zi dan Feng Wei, Bai


Yi dan Wen Xin memaksa menjadi wali Feng Wei, sementara Bai Ce dan Hu Hou


menjadi wali Hua Zi. Mereka menikah dikelilingi keluarga dan sahabat yang tidak


mereka ingat. Senyum Hua Zi tidak terlepas dari wajahnya sepanjang hari,


menerima ucapan selamat dari semua. Setelah menyulangi semua, Hua Zi masuk ke


kamar pengantinnya dan memasang jiejue agar tidak terganggu. Lian Song “sudah


lama tidak ke Bi Hai Cang Ling, selain pohon fengwei hua, disini tidak berubah


sama sekali” Zu Zhe “pelankan suaramu, jangan sampai Yu Huang dan Hong Ling


mendengarnya” Mo Yuan “walau pernikahan ini tidak semeriah sebelumnya, tapi


tampak lebih sakral. Kali ini, mereka akan bersama selamanya” Sou Wan “mereka


memang ditakdirkan bersama” Zhe Yan “hihihi memang ditakdirkan, tapi Yu Huang


yang ini lebih cemburuan daripada Dong Hua dulu hihihi…” Bai Chen “hihihi benar


sekali… tapi walaupun tidak mengerti dan tidak mengingat, mereka tetap


memanjakan Gun Gun dan Ling Ling, secara naluriah mereka tetap mengenal


anak-anaknya… lihat Yu Huang, dia keberatan melihat Ling Ling terus menarik


Hong Ling, tapi ketika mereka berkumpul bersama, dia tetap memanjakan Ling


Ling. Hong Ling pun tidak cemburu pada kasih sayang Yu Huang ke Ling Ling.


Mereka berdua betul-betul memperlakukan Gun Gun dan Ling Ling seperti anak


mereka”.

__ADS_1


          Semua ikut bergabung, berbincang-bincang sambil meminum


arak pernikahan “benarkah Feng Jiu jiejie dan Dong Hua jiefu tidak mengingat


hal sebelumnya sama sekali ?” Ali bertanya. Bai Qian “Ali, nama Feng Jiu jiejie


dan Dong Hua jiefu ini jangan sampai terdengar mereka” Ali mengangguk. Ling


Ling “tapi Hong Ling sangat hebat, dengan satu sihir mampu meruntuhkan dunia


ilusi…” Zhe Yan “kemampuan mereka sudah meningkat pesat dibanding 6.000 tahun


lalu” Bai Yi “Gun Gun, kudengar kau akan membawa mereka ke Tai Chen gong ?” Gun


Gun mengangguk “3 hari lagi akan ke Tai Chen gong” Ling Ling “gege, aku ikut…”


Bai Ce “sebaiknya mengikuti mereka…” Mo Yuan mengangguk “sudah lama juga tidak


ke Jiu Jong Tian” Bai Ce menggeleng “Tai Chen gong adalah tempat Di Jun,


mungkin saja akan mempengaruhi mereka” Zhe Yan “benar, aku akan ikut…” Zu Zhe


“sebaiknya begitu, tidak tahu kenapa, aku merasa akan ada peristiwa besar yang


terjadi” Ling Ling “Zu Zhe ayi, apa maksudmu ? apa berhubungan dengan Yu Huang


dan Hong Ling ?” Zu Zhe menggeleng “aku juga tidak tahu…”.


          Ji Cheng “Ling Ling, kemampuan Yu Huang dan Hong Ling


begitu tinggi, mereka akan baik-baik saja” Asiang “hmm… Ling Ling, aku


penasaran dengan kemampuan Yu Huang dan Hong Ling. Jika ada kesempatan, aku mau


berlatih bersama mereka.” Ling Ling “hmm… Asiang ayi, aku sudah janjian dengan


Hong Ling, setelah pernikahan, kami akan berlatih bersama. Yu Huang juga akan


berlatih dengan Gun Gun gege” Asiang berbinar “aku ikut…” Bai Qian mengetuk


meladeni ulah kalian !” Ling Ling menunduk “bukannya aku mau menyusahkan, tapi


waktu kami bersama sungguh sangat sedikit…” Gun Gun membelai kepala Ling Ling


“asalkan mereka masih hidup, kita akan bertemu lagi !” Bai Chen “kenapa ?” Ling


Ling cemberut “setelah dari Jiu Jong Tian, mereka akan berkeliling, entah kapan


lagi bisa bertemu mereka”.


          Di dalam kamar pengantin, Hua Zi menghampiri pengantinnya,


duduk berdampingan, perlahan membuka penutup kepala Feng Wei. Hua Zi melihat


Feng Wei yang tampak berbeda, sangat cantik, memeluknya “Feng Wei, Fu Ren, aku


mencintaimu, kita akan bersama selamanya…” Feng Wei tersenyum “Hua Zi gege,


mulai saat ini, aku sudah tidak sendiri lagi… Hua Zi gege, aku mencintaimu, Fu


Jun…” Hua Zi memegang wajah Feng Wei, matanya menyiratkan pemujaan dan kasih


sayang yang tanpa batas, mengangguk “kita tidak sendiri lagi, aku ada kamu,


kamu ada aku. Feng Wei, kita tidak akan sendiri lagi” mencium bibirnya,


perlahan merebahkan Feng Wei.


Semua


dilakukan Hua Zi dengan sangat lembut “Feng Wei, hari ini aku sudah bisa

__ADS_1


memilikimu kan !” menatap mata Feng Wei dengan gairah yang berkobar. Feng Wei


tersenyum manis mengangguk “Hua Zi gege, aku milikmu…” Hua Zi menitikkan air


mata bahagia “Feng Wei, aku sudah menunggumu sangat lama… dari pertama bertemu


denganmu, aku adalah milikmu. Aku selalu takut tidak bisa memilikimu, aku takut


kau tidak menginginkanku…” Feng Wei memegang wajah Hua Zi juga meneteskan air


mata bahagia “Hua Zi gege, hatiku dari dulu adalah milikmu, dari awal bertemu


sudah menjadi milikmu. Aku tidak akan pernah tidak menginginkanmu. Hua Zi gege,


hanya kau milikku di dunia ini.” Hua Zi kembali menitikkan air mata, perlahan


menurunkan wajah dan mencium seluruh wajah Feng Wei, berlama-lama di bibirnya.


Tangannya membuka semua jubah pengantin mereka, menciumi setiap inci tubuh Feng


Wei “Feng Wei, kau yang tercantik…”. Mereka melakukannya perlahan hingga penuh


gairah “ah Hua Zi gege ah…” “Feng Wei, aku mencintaimu…” menikmati penyatuan


mereka, dari rasa sakit hingga kenikmatan tiada tara. Mereka melakukannya


berulang kali, hingga Feng Wei terkulai lemas di pelukan Hua Zi “Feng Wei,


akhirnya aku memilikimu seutuhnya… Feng Wei, kau milikku, hanya bisa menjadi


milikku…” Feng Wei mengangguk “Hua Zi gege, aku milikmu… aku lelah…” Hua Zi


mencium bibirnya, segera gairahnya naik kembali “Feng Wei sekali lagi, aku


menginginkanmu” selesai melakukannya, Feng Wei sudah menutup mata, tidak


sadarkan diri di pelukan Hua Zi “terima kasih Fu Ren…” mencium keningnya dan


tertidur bersama.


Keesokan


paginya, Hua Zi menggendong Feng Wei ke permandian di Bi Hai Cang Ling.


Sebelumnya Zhe Yan sudah memberitahunya cara menanggulangi kesakitan perempuan


yang melakukannya pertama kali, apalagi Feng Wei masih termasuk gadis kecil.


Segala hal yang berhubungan dengan Feng Wei, Hua Zi sangat memperhatikannya.


Segala hal yang ingin dilakukannya, harus memikirkan kesehatan dan kebaikan


Feng Wei terlebih dahulu, termasuk pemuasan nafsunya yang besar. Di permandian,


mereka kembali melakukannya “Feng Wei ah… aku tidak dapat menahan diri saat


bersamamu… Feng Wei ah…” Feng Wei “Hua Zi gege ah… masih banyak orang di Bi Hai


Cang Ling ah… kita masih harus menemui mereka…” hingga mendapat pelepasannya,


Hua Zi mengalirkan energi ke tubuh Feng Wei “setelah dari Jiu Jong Tian, kita


kembali ke Bi Hai Cang Ling, aku ingin berdua denganmu…” Feng Wei “bukannya mau


berjalan-jalan ?” Hua Zi cemberut “jalan-jalan nanti saja, aku ingin berdua


denganmu, sepanjang hari, hanya kita berdua…” Feng Wei cekikikan “Hua Zi gege,


aku baru tahu kalau kau begitu mesum…” Hua Zi cekikikan “aku hanya mesum padamu


Fu Ren…” mencium bibirnya kembali, Feng Wei mendorongnya “sudah, yang lain

__ADS_1


menunggu kita diluar…” Hua Zi cemberut tapi tetap menurut, menyudahi kegiatan


mereka.


__ADS_2