
Setelah 2 jam, Feng Jiu
bangun dan melihat Dong Hua yang terus menatapnya “Dong Hua, kenapa melihatku
seperti itu ?” Dong Hua segera memeluknya “Xiao Bai, aku sakit…” Feng Jiu
mengkerutkan keningnya “Dong Hua, dimana yang sakit ? kau jangan memelukku
begini erat, biarkan aku melihat dimana yang sakit…” Dong Hua menggeleng “tidak
akan kulepaskan ! Xiao Bai, hatiku yang sakit… kau harus memberiku obat
penenang ! Xiao Bai…” Feng Jiu bernafas lega, mengelus punggung Dong Hua “Dong
Hua, jangan seperti ini ! aku baik-baik saja kan !” Dong Hua melerai pelukan
“tapi kau akan melakukan hal berbahaya lagi…” Feng Jiu tersenyum “Di Jun ya,
sudah begitu banyak masalah yang kuhadapi… yang mana yang tidak kuselesaikan
sengan baik ? tenanglah, tidak akan ada masalah… lagipula, aku masih belum
cukup bersenang-senang, mana mau menyerahkan nyawaku ini hihihi…” dengan nada
kekanakan.
Dong Hua tersenyum “sudah bisa menjelaskan padaku yang
sebenarnya kan !” Feng Jiu tersenyum usil “Di Jun, tidak semudah itu mengorek
informasi dari Nu Jun…” Dong Hua cemberut “kau masih menutupinya…” berbalik dan
memunggungi Feng Jiu. Feng Jiu cekikikan “benar mengabaikanku ?” Dong Hua
menutup mata, tidak bersuara. Feng Jiu tertawa renyah, mengambil tangan Dong
Hua “hmm… Dong Hua Di Jun, anda sangat tampan, bahkan wajah kesalmu pun sangat
tampan…” mengecup tangannya. Dong Hua merasa ada benda dingin di jarinya “Dong
Hua, kau memberiku Ban Xin Liu Li Jie, aku selalu berfikir ingin memberikanmu
sesuatu juga. Dialam fana, ada adat bertukar cincin saat menikah, jadi aku
membuatkanmu ini. Ini tidak sebaik Ban Xin Liu Li Jie, semoga anda tidak
keberatan !” melihat wajah Dong Hua yang masih menutup mata, Feng Jiu tersenyum
lembut “masih mengabaikanku…” “Di Jun, ada yang mencari Di Hou” terdengar suara
Chong Lin dari luar. Dong Hua akan membuka mata, segera tangan Feng Jiu menutup
matanya “jangan sekarang ! tunggu aku kembali, kita teruskan lagi permainan ini
hihihi…” mengecup pipi Dong Hua, bangun dari ranjang dan keluar kamar.
Seperginya Feng Jiu, Dong Hua membuka mata, melihat sebuah
cincin dengan inti fuling hua ditengahnya, bercahaya ungu. Dong Hua tersenyum
melihat cincin barunya “Xiao Bai, kerajinan tanganmu sangat bagus, weifu
menyukainya…” melihat kearah pintu “Chong Lin…” Chong Lin segera masuk “siapa
yang mencari Xiao Bai ?” Chong Lin memberi hormat “2 dari 8 dewa tadi” “dimana
mereka ?” “di Feng Tou Li Zi” Dong Hua segera bangun, keluar kamar menuju Feng
Tou Li Zi, tidak menemukan seorang pun disana “mana Xiao Bai ?” mata Dong Hua
berubah dingin ‘Xiao Bai…’ Chong Lin tidak menjawab “cari Xiao Bai…” Dong Hua
pun berusaha mencari berdasar aura Feng Jiu. Dong Hua mencari hingga meminta
bantuan ke Xi Wu gong. Tidak dapat menemukan Feng Jiu, Dong Hua mulai merasa gelisah
dan takut ‘Xiao Bai, dimana kau !’ Mu Yun berlari “Di Jun Di Jun, sudah
menemukan Di Hou” “dimana ? dimana Xiao Bai ?” Mu Yun “pohon fuling hua… diatas
dahan pohon fuling hua…” Dong Hua segera kembali ke Tai Chen gong, menemukan
__ADS_1
Feng Jiu yang sedang melamun dengan arak di genggamannya.
Bai Yi memanggil “Xiao Jiu…” Feng Jiu tidak menjawab,
seperti tidak mendengar panggilan. Dong Hua menghampiri pohon “Xiao Bai…” Feng
Jiu tetap tidak menjawab. Dong Hua melayang naik “Xiao Bai…” Feng Jiu menutup
mata “kenapa ? ada masalah apa lagi ?” memijat pelipisnya. Dong Hua sakit hati
melihat Feng Jiu “Xiao Bai, kau menghilang tanpa memberitahuku !” Feng Jiu
mengkerutkan kening “hilang ! aku dari tadi disini melihat kalian mondar mandir
sampai kepalaku pusing” Sou Wan “xiao di hou, Dong Hua sudah akan menghancurkan
Jiu Jong Tian mencarimu…” Feng Jiu melambaikan tangan malas “untuk apa
mencariku ? tadi masih mengabaikanku… huh kalian teruslah bermain mondar
mandir, tidak usah mempedulikanku… pergilah…” meneguk araknya.
Bai Qian “ada apa dengan Xiao Jiu ?” Bai Chen “ada yang
salah dengan sikapnya !” Zhe Yan “Xiao Jiu sudah mabuk, tidak mengerti apa yang
dibicarakannya” Feng Jiu terus meminum araknya “habis lagi… haih Rong Yin,
arakku…” seorang dewi muncul disisi Feng Jiu memberinya sebotol arak lagi
“Zheng Zhu, anda sudah mabuk…” Feng Jiu menatapnya dingin, dewi itu memberi
hormat dan pergi “mau tenang saja tidak bisa huh…” melompat turun “kalian
jangan ikuti yang mulia…” Dong Hua memegang tangan Feng Jiu yang segera ditepis
“sudah yang mulia katakan jangan ! apa kau tidak mendengarnya !“ berbalik dan
berjalan pergi. Lian Song “Dong Hua, Feng Jiu ini…” semua melihat punggung Feng
Jiu yang menjauh. Dong Hua mengikuti bersama lainnya, melihat Feng Jiu yang
arak “masih kalian paling tahu bersenang-senang… melewati satu masa kehidupan,
kalian sudah terbebas dari semua masalah…” menghela nafas panjang.
Dong Hua menghampiri dan duduk di sampingnya, perlahan
menarik Feng Jiu ke pelukannya “Xiao Bai, apa kau mempunyai masalah ?” Feng Jiu
berbaring di pangkuan Dong Hua, membuka mata, setetes air mata jatuh dari
matanya yang berkaca-kaca, tersenyum “Di Jun ya, tidak mengabaikanku lagi ?”
Dong Hua mengelap air mata Feng Jiu dan tersenyum “Xiao Bai, kau mengetahuinya
! aku tidak akan pernah mengabaikanmu…” Feng Jiu tersenyum “benarkah !” Dong
Hua mengangguk dan membelai wajah Feng Jiu “Xiao Bai, ada masalah apa yang
tidak bisa diberitahukan padaku ?” Feng Jiu menggeleng “tidak ada yang tidak
bisa dikatakan, aku hanya malas memikirkannya… masalah-masalah itu yang datang
silih berganti kepadaku… haih, hari-hari tenangku akan berakhir lagi…”
Dong
Hua mengecup kening Feng Jiu “Xiao Bai, siapa Hei Ye ?” Feng Jiu menutup mata,
meminum araknya dan menghela nafas “Hei Ye ! bisa dikatakan saudara-ku
satu-satunya yang lahir secara tidak normal” semua terkejut dengan kata-kata
Feng Jiu, mengambil tempat disekitar mereka “saudara ?” Feng Jiu “Dong Hua,
sebenarnya, belum saatnya kau tahu semuanya… Jika bukan takdir Zu Zhe yang
mengalami perubahan, hal ini tidak akan terjadi secepat ini !” semua saling
melihat “Zheng Zhu, maafkan aku !” Feng Jiu menggoyang-goyangkan tangan yang
__ADS_1
memegang arak “tidak ada yang salah, takdir selalu berubah… walaupun tanpa
dirimu, juga tidak akan menunda waktu terlalu banyak !” Dong Hua “Xiao Bai,
siapa sebenarnya Hei Ye ?” Feng Jiu membuka mata melihat Dong Hua, menghela
nafas dan terduduk “Hei Ye adalah Mo Zun. Sama sepertimu, aku juga setengah
dewa setengah iblis, tapi Hei Ye… huh semua adalah salahku…” meminum araknya
dan berdiri.
Feng
Jiu “awalnya aku mengira, Hei Ye adalah anak yang polos, yang selalu ikut di
belakangku. Sejarah penciptaannya terlalu gelap, kukira aku sudah berhasil
membimbingnya. Aku menganggapnya seperti adikku, karena berasal dari daerah dan
aura yang sama, walau dia tidak murni. Huh… tidak menyangka, dia
menyalahartikan perhatianku padanya. Banyaknya aura iblis pada dirinya, membuat
sifatnya menjadi kejam dan bengis. Setelah penolakanku, dia menunjukkan dirinya
yang sebenarnya, membuat kekacauan dimana-mana. Tujuannya adalah memancingku
keluar dan menerima dirinya. Dia menyerangku saat…” berbalik melihat semuanya
dan menghela nafas “kekuatanku saat itu tidak cukup untuk menghadapinya… huh…
daripada mengatakan tidak cukup, lebih tepat mengatakan tekadku belum cukup kuat
untuk memusnahkannya…” tersenyum sedih dan meminum araknya.
Bai
Qian “Xiao Jiu, kau menyegelnya di Tian Ling Dong ?” Feng Jiu mengangguk. Sou
Wan “Xiao Jiu, kalau begitu… kau… siapa kau sebenarnya ?” Feng Jiu tersenyum
“Shizu, jika aku memberitahu kalian sekarang… aku tidak akan berdiri disini
lagi…” menatap sedih ke Dong Hua. Lian Song “jadi apa yang akan kau lakukan ?”
Feng Jiu meminum araknya “yang perlu dilakukan !” Dong Hua “Xiao Bai, aku ikut
denganmu…” Feng Jiu menggeleng, tersenyum sedih “Dong Hua Di Jun, jaga saja
dengan baik Si Hai Ba Huang anda…” Dong Hua berdiri memegang Feng Jiu “tidak,
Xiao Bai, kau sudah berjanji padaku…” Feng Jiu menghela nafas “haih, kau mengambil
janjiku jadi senjatamu… Dong Hua Di Jun, yang mulia sudah mengatakan akan
menepati janji, tidak perlu kau ingatkan terus menerus.” berdecak jengkel “hmm…
tapi ! jika anda bisa mengalahkanku, aku akan membawamu, bagaimana ?” semua
terkejut. Sou Wan “Xiao Jiu, asal kau tidak memakai Yao Chu Xin dan Suo Hun Yu,
kami belum tentu tidak dapat mengalahkanmu…” Feng Jiu nyengir “benarkah ?” Sou
Wan “tapi jika kami menang, kau harus mengatakan semuanya dan membawa kami
bersama denganmu !” Feng Jiu tersenyum meminum araknya “baik ! sepakat !
berlatihlah dengan baik !” Bai Ce “Xiao Jiu, yeye juga mau ikut !” Feng Jiu
“baik, kalian semua bisa mencobanya ! ada 1 yang mengalahkanku, aku akan
membawa kalian semua” Sou Wan “wah sombong sekali… xiao di hou, ini kau yang
mengatakannya ya, jangan ingkar pada saatnya !” Feng Jiu tersenyum “Shizu,
selama ini, apa yang mulia pernah ingkar ?”duduk dan merebahkan diri “kalian
berlatihlah dengan baik, besok berjumpa di gunung Tang Ting” menutup mata dan
tertidur.
__ADS_1