Return Of God Emperor

Return Of God Emperor
Bab 43 - Mencoba Menggali Informasi


__ADS_3

Setelah 2 jam, Feng Jiu


bangun dan melihat Dong Hua yang terus menatapnya “Dong Hua, kenapa melihatku


seperti itu ?” Dong Hua segera memeluknya “Xiao Bai, aku sakit…” Feng Jiu


mengkerutkan keningnya “Dong Hua, dimana yang sakit ? kau jangan memelukku


begini erat, biarkan aku melihat dimana yang sakit…” Dong Hua menggeleng “tidak


akan kulepaskan ! Xiao Bai, hatiku yang sakit… kau harus memberiku obat


penenang ! Xiao Bai…” Feng Jiu bernafas lega, mengelus punggung Dong Hua “Dong


Hua, jangan seperti ini ! aku baik-baik saja kan !” Dong Hua melerai pelukan


“tapi kau akan melakukan hal berbahaya lagi…” Feng Jiu tersenyum “Di Jun ya,


sudah begitu banyak masalah yang kuhadapi… yang mana yang tidak kuselesaikan


sengan baik ? tenanglah, tidak akan ada masalah… lagipula, aku masih belum


cukup bersenang-senang, mana mau menyerahkan nyawaku ini hihihi…” dengan nada


kekanakan.


          Dong Hua tersenyum “sudah bisa menjelaskan padaku yang


sebenarnya kan !” Feng Jiu tersenyum usil “Di Jun, tidak semudah itu mengorek


informasi dari Nu Jun…” Dong Hua cemberut “kau masih menutupinya…” berbalik dan


memunggungi Feng Jiu. Feng Jiu cekikikan “benar mengabaikanku ?” Dong Hua


menutup mata, tidak bersuara. Feng Jiu tertawa renyah, mengambil tangan Dong


Hua “hmm… Dong Hua Di Jun, anda sangat tampan, bahkan wajah kesalmu pun sangat


tampan…” mengecup tangannya. Dong Hua merasa ada benda dingin di jarinya “Dong


Hua, kau memberiku Ban Xin Liu Li Jie, aku selalu berfikir ingin memberikanmu


sesuatu juga. Dialam fana, ada adat bertukar cincin saat menikah, jadi aku


membuatkanmu ini. Ini tidak sebaik Ban Xin Liu Li Jie, semoga anda tidak


keberatan !” melihat wajah Dong Hua yang masih menutup mata, Feng Jiu tersenyum


lembut “masih mengabaikanku…” “Di Jun, ada yang mencari Di Hou” terdengar suara


Chong Lin dari luar. Dong Hua akan membuka mata, segera tangan Feng Jiu menutup


matanya “jangan sekarang ! tunggu aku kembali, kita teruskan lagi permainan ini


hihihi…” mengecup pipi Dong Hua, bangun dari ranjang dan keluar kamar.


          Seperginya Feng Jiu, Dong Hua membuka mata, melihat sebuah


cincin dengan inti fuling hua ditengahnya, bercahaya ungu. Dong Hua tersenyum


melihat cincin barunya “Xiao Bai, kerajinan tanganmu sangat bagus, weifu


menyukainya…” melihat kearah pintu “Chong Lin…” Chong Lin segera masuk “siapa


yang mencari Xiao Bai ?” Chong Lin memberi hormat “2 dari 8 dewa tadi” “dimana


mereka ?” “di Feng Tou Li Zi” Dong Hua segera bangun, keluar kamar menuju Feng


Tou Li Zi, tidak menemukan seorang pun disana “mana Xiao Bai ?” mata Dong Hua


berubah dingin ‘Xiao Bai…’ Chong Lin tidak menjawab “cari Xiao Bai…” Dong Hua


pun berusaha mencari berdasar aura Feng Jiu. Dong Hua mencari hingga meminta


bantuan ke Xi Wu gong. Tidak dapat menemukan Feng Jiu, Dong Hua mulai merasa gelisah


dan takut ‘Xiao Bai, dimana kau !’ Mu Yun berlari “Di Jun Di Jun, sudah


menemukan Di Hou” “dimana ? dimana Xiao Bai ?” Mu Yun “pohon fuling hua… diatas


dahan pohon fuling hua…” Dong Hua segera kembali ke Tai Chen gong, menemukan

__ADS_1


Feng Jiu yang sedang melamun dengan arak di genggamannya.


          Bai Yi memanggil “Xiao Jiu…” Feng Jiu tidak menjawab,


seperti tidak mendengar panggilan. Dong Hua menghampiri pohon “Xiao Bai…” Feng


Jiu tetap tidak menjawab. Dong Hua melayang naik “Xiao Bai…” Feng Jiu menutup


mata “kenapa ? ada masalah apa lagi ?” memijat pelipisnya. Dong Hua sakit hati


melihat Feng Jiu “Xiao Bai, kau menghilang tanpa memberitahuku !” Feng Jiu


mengkerutkan kening “hilang ! aku dari tadi disini melihat kalian mondar mandir


sampai kepalaku pusing” Sou Wan “xiao di hou, Dong Hua sudah akan menghancurkan


Jiu Jong Tian mencarimu…” Feng Jiu melambaikan tangan malas “untuk apa


mencariku ? tadi masih mengabaikanku… huh kalian teruslah bermain mondar


mandir, tidak usah mempedulikanku… pergilah…” meneguk araknya.


          Bai Qian “ada apa dengan Xiao Jiu ?” Bai Chen “ada yang


salah dengan sikapnya !” Zhe Yan “Xiao Jiu sudah mabuk, tidak mengerti apa yang


dibicarakannya” Feng Jiu terus meminum araknya “habis lagi… haih Rong Yin,


arakku…” seorang dewi muncul disisi Feng Jiu memberinya sebotol arak lagi


“Zheng Zhu, anda sudah mabuk…” Feng Jiu menatapnya dingin, dewi itu memberi


hormat dan pergi “mau tenang saja tidak bisa huh…” melompat turun “kalian


jangan ikuti yang mulia…” Dong Hua memegang tangan Feng Jiu yang segera ditepis


“sudah yang mulia katakan jangan ! apa kau tidak mendengarnya !“ berbalik dan


berjalan pergi. Lian Song “Dong Hua, Feng Jiu ini…” semua melihat punggung Feng


Jiu yang menjauh. Dong Hua mengikuti bersama lainnya, melihat Feng Jiu yang


arak “masih kalian paling tahu bersenang-senang… melewati satu masa kehidupan,


kalian sudah terbebas dari semua masalah…” menghela nafas panjang.


          Dong Hua menghampiri dan duduk di sampingnya, perlahan


menarik Feng Jiu ke pelukannya “Xiao Bai, apa kau mempunyai masalah ?” Feng Jiu


berbaring di pangkuan Dong Hua, membuka mata, setetes air mata jatuh dari


matanya yang berkaca-kaca, tersenyum “Di Jun ya, tidak mengabaikanku lagi ?”


Dong Hua mengelap air mata Feng Jiu dan tersenyum “Xiao Bai, kau mengetahuinya


! aku tidak akan pernah mengabaikanmu…” Feng Jiu tersenyum “benarkah !” Dong


Hua mengangguk dan membelai wajah Feng Jiu “Xiao Bai, ada masalah apa yang


tidak bisa diberitahukan padaku ?” Feng Jiu menggeleng “tidak ada yang tidak


bisa dikatakan, aku hanya malas memikirkannya… masalah-masalah itu yang datang


silih berganti kepadaku… haih, hari-hari tenangku akan berakhir lagi…”


Dong


Hua mengecup kening Feng Jiu “Xiao Bai, siapa Hei Ye ?” Feng Jiu menutup mata,


meminum araknya dan menghela nafas “Hei Ye ! bisa dikatakan saudara-ku


satu-satunya yang lahir secara tidak normal” semua terkejut dengan kata-kata


Feng Jiu, mengambil tempat disekitar mereka “saudara ?” Feng Jiu “Dong Hua,


sebenarnya, belum saatnya kau tahu semuanya… Jika bukan takdir Zu Zhe yang


mengalami perubahan, hal ini tidak akan terjadi secepat ini !” semua saling


melihat “Zheng Zhu, maafkan aku !” Feng Jiu menggoyang-goyangkan tangan yang

__ADS_1


memegang arak “tidak ada yang salah, takdir selalu berubah… walaupun tanpa


dirimu, juga tidak akan menunda waktu terlalu banyak !” Dong Hua “Xiao Bai,


siapa sebenarnya Hei Ye ?” Feng Jiu membuka mata melihat Dong Hua, menghela


nafas dan terduduk “Hei Ye adalah Mo Zun. Sama sepertimu, aku juga setengah


dewa setengah iblis, tapi Hei Ye… huh semua adalah salahku…” meminum araknya


dan berdiri.


Feng


Jiu “awalnya aku mengira, Hei Ye adalah anak yang polos, yang selalu ikut di


belakangku. Sejarah penciptaannya terlalu gelap, kukira aku sudah berhasil


membimbingnya. Aku menganggapnya seperti adikku, karena berasal dari daerah dan


aura yang sama, walau dia tidak murni. Huh… tidak menyangka, dia


menyalahartikan perhatianku padanya. Banyaknya aura iblis pada dirinya, membuat


sifatnya menjadi kejam dan bengis. Setelah penolakanku, dia menunjukkan dirinya


yang sebenarnya, membuat kekacauan dimana-mana. Tujuannya adalah memancingku


keluar dan menerima dirinya. Dia menyerangku saat…” berbalik melihat semuanya


dan menghela nafas “kekuatanku saat itu tidak cukup untuk menghadapinya… huh…


daripada mengatakan tidak cukup, lebih tepat mengatakan tekadku belum cukup kuat


untuk memusnahkannya…” tersenyum sedih dan meminum araknya.


Bai


Qian “Xiao Jiu, kau menyegelnya di Tian Ling Dong ?” Feng Jiu mengangguk. Sou


Wan “Xiao Jiu, kalau begitu… kau… siapa kau sebenarnya ?” Feng Jiu tersenyum


“Shizu, jika aku memberitahu kalian sekarang… aku tidak akan berdiri disini


lagi…” menatap sedih ke Dong Hua. Lian Song “jadi apa yang akan kau lakukan ?”


Feng Jiu meminum araknya “yang perlu dilakukan !” Dong Hua “Xiao Bai, aku ikut


denganmu…” Feng Jiu menggeleng, tersenyum sedih “Dong Hua Di Jun, jaga saja


dengan baik Si Hai Ba Huang anda…” Dong Hua berdiri memegang Feng Jiu “tidak,


Xiao Bai, kau sudah berjanji padaku…” Feng Jiu menghela nafas “haih, kau mengambil


janjiku jadi senjatamu… Dong Hua Di Jun, yang mulia sudah mengatakan akan


menepati janji, tidak perlu kau ingatkan terus menerus.” berdecak jengkel “hmm…


tapi ! jika anda bisa mengalahkanku, aku akan membawamu, bagaimana ?” semua


terkejut. Sou Wan “Xiao Jiu, asal kau tidak memakai Yao Chu Xin dan Suo Hun Yu,


kami belum tentu tidak dapat mengalahkanmu…” Feng Jiu nyengir “benarkah ?” Sou


Wan “tapi jika kami menang, kau harus mengatakan semuanya dan membawa kami


bersama denganmu !” Feng Jiu tersenyum meminum araknya “baik ! sepakat !


berlatihlah dengan baik !” Bai Ce “Xiao Jiu, yeye juga mau ikut !” Feng Jiu


“baik, kalian semua bisa mencobanya ! ada 1 yang mengalahkanku, aku akan


membawa kalian semua” Sou Wan “wah sombong sekali… xiao di hou, ini kau yang


mengatakannya ya, jangan ingkar pada saatnya !” Feng Jiu tersenyum “Shizu,


selama ini, apa yang mulia pernah ingkar ?”duduk dan merebahkan diri “kalian


berlatihlah dengan baik, besok berjumpa di gunung Tang Ting” menutup mata dan


tertidur.

__ADS_1


__ADS_2