
Setelah mengatur semuanya,
mereka berenam berangkat mengelilingi Si Hai Ba Huang. Dong Hua “Feng Wei, kau
ingin kemana ?” Cai Hong Huo Feng “Hua Zi gege, sebelum ke tempat lain, bisakah
kita ke Fan Yin Gu ?” Dong Hua tersenyum “tentu saja…”. Sudah berlalu sekian
lama, hampir semua sudah berubah di Fan Yin Gu. Di Yue Ling Yuen, terdapat tugu
peringatan Dong Hua – Feng Jiu. Masyarakat mengenal mereka dari tugu
peringatan, segera berlutut memberi hormat. Pemimpinnya juga sudah berubah, Jie
Lu sudah lama tiada.
Cai Hong Huo Feng “Hua Zi gege, kisah kita dimulai dari
sini !” Dong Hua menggeleng “kisah kita dimulai sejak kau membuat Si Hai Ba
Huang…” Cai Hong Huo Feng cekikikan “jika saat itu, aku tidak menyegel
ingatanku…” Dong Hua “apapun yang kau lakukan, kita pasti akan bertemu…
bagaimanapun awal mulanya, kita akan selalu bersatu…” Cai Hong Huo Feng
tersenyum, mengangguk.
Atas permintaan pemimpin Bi Yi Niao Zhu, Dong Hua membuka
kelas teh dan dhamma. Gun Gun mengajar kisah prasejarah Dong Hua Di Jun, Jin
Cheng mengajar pembuatan senjata. Ling Ling dan Long Nu menemani Cai Hong Huo
Feng. Cai Hong Huo Feng membawa mereka ke lembah ular “Niang Qin, pohon bin po
ini yang menyimpan auramu ?” Cai Hong Huo Feng “em… Ling Ling, tunggu disini…”
“Niang Qin, apa yang mau kau lakukan ?” Ling Ling menarik tangan Cai Hong Huo
Feng.
Cai Hong Huo Feng memegang tangan Ling Ling “tidak apa…
aku hanya mau melihat pohon pin bo itu… aku akan segera kembali” Ling Ling
melepasnya, mengamati yang dilakukan Cai Hong Huo Feng. Cai Hong Huo Feng tidak
langsung ke pohon bin po, berhenti di depan lembah. “da sau, tolong cari Fu
Qin…” Long Nu mengangguk dan segera pergi. Mendengar kata-kata Long Nu, Dong
Hua segera menuju lembah ular. Saat Dong Hua tiba, Cai Hong Huo Feng sudah
keluar dari lembah ular.
Dong Hua segera menariknya ke pelukan “ada apa ?” Cai
Hong Huo Feng terkejut “Hua Zi gege, apa kelasmu sudah selesai ?” Dong Hua
“Long Nu mengatakan kau masuk ke lembah ular melihat pohon bin po…” Cai Hong
Huo Feng tersenyum “aku baik-baik saja… em Hua Zi gege, apa kau tidak merasakan
sesuatu yang aneh ?” Dong Hua melihat lembah ular “dimana keempat raja ular ?”
Cai Hong Huo Feng mengangguk “mereka tidak ada, tapi masih ada jiejue yang
melindungi wilayah ini !”
__ADS_1
Ling Ling “Fu Qin Niang Qin, ada apa ?” Dong Hua “Ling
Ling, kita mengunjungi Han Wang” menggenggam Cai Hong Huo Feng “Fu Qin, Niang
Qin…” Gun Gun datang bersama Long Nu dan Jin Cheng “ada apa ?” Dong Hua “siapa
yang menangani Fan Yin Gu ?” Gun Gun “Fu Qin, Jie Cho Da Ren yang sekarang
bertugas. Beliau sedang ke Jiu Jong Tian, jadi belum memberi salam. Seharusnya
dia sudah kembali” Dong Hua “hmm… memang sangat mencurigakan…” Cai Hong Huo
Feng berjalan tanpa mempedulikan jalan dan mendengar pembicaraan lainnya.
Dong Hua menariknya “Feng Wei…” menyadarkannya. Cai Hong
Huo Feng mengangkat kepala menatap Dong Hua, tersenyum “kenapa memasang wajah
seperti itu ?” Ling Ling “Niang Qin, apa yang kau fikirkan ?” Cai Hong Huo Feng
mengerucutkan bibirnya “Nu Di, cari kesenanganmu sendiri…” Long Nu “niang,
permainanmu jauh lebih menyenangkan dibanding yang bisa kami fikirkan !” Cai
Hong Huo Feng memeletkan lidahnya dengan tampang usil “tidak memberitahu kalian
hahaha…”
Dong Hua “apa yang kau fikirkan ?” Cai Hong Huo Feng “tebaklah…”
Dong Hua tersenyum nakal “hmm… sesuatu yang bisa kesayanganku fikirkan… ah…
pastinya betapa tampannya suami kerennya ini !” Cai Hong Huo Feng tertawa
terbahak-bahak “hahaha… hahaha… Hua Zi gege, kau sangat tidak tahu malu
hahaha…” Dong Hua menggendongnya “wah… apa yang kau lakukan ?” “menghukum gadis
mau…” hingga memelas “turun…” Dong Hua tersenyum nakal dan membawanya ke kamar.
Ling Ling “Fu Qin bukan mau memakan Niang Qin kan ?” Gun
Gun megetuk kening Ling Ling “apa yang kau fikirkan !” Long Nu “Huo Feng niang
masih kecil… lagipula pernikahan mereka akan dilangsungkan 3.000 tahun lagi…”
Gun Gun juga mengetuk kening Long Nu “kenapa kau ikut-ikutan !” kedua wanita
itu menggosok keningnya dengan cemberut. Jin Cheng “mereka harus menjaga raga
suci mereka untuk membuat Ikatan Tubuh Suci…” Gun Gun “tapi…” Ling Ling dan
Long Nu serempak bertanya “tapi apa ?” Gun Gun mengangkat Long Nu “tapi… kita
tidak perlu menjaga hahaha…” Long Nu meronta “aa… turunkan aku… Gun Gun…” Jin
Cheng pun menggendong Ling Ling, menghukum istri-istri nakal mereka.
Dong Hua membaringkan Cai Hong Huo Feng “a… apa yang mau
kau lakukan ?” Dong Hua menatapnya dengan penuh kelembutan, perlahan mengecup
bibirnya “Hua… Hua Zi gege…” “tenanglah, aku tidak akan melakukannya… tubuh
suci ini akan kujaga hingga penyatuan kita…” Cai Hong Huo Feng berkaca-kaca,
Dong Hua kembali mencium bibirnya dengan lembut “Feng Wei… kau adalah milikku…
tidak perlu memikirkan apapun… Si Hai Ba Huang, aku paling besar… kau hanya
__ADS_1
perlu bersandar padaku…” Cai Hong Huo Feng mengangguk dengan senyum manis “baik…”
Dong
Hua tersenyum mengecup keningnya “jadi apa yang kau fikirkan ?” Cai Hong Huo
Feng memeluk Dong Hua “emm… keturunan Jie Lu memiliki sifat yang sama dengan
Jing Hua Fu Ren… apa yang terjadi di Fan Yin Gu ?” Dong Hua “hmm… kita akan
tahu ! sekarang, aku hanya ingin menikmati kecantikan kesayanganku ini…” Cai
Hong Huo Feng “ah kau mesum…” Dong Hua cekikikan “aku hanya mesum padamu saja
sayangku…” mencium bibir mungilnya.
Didepan
yang lain, Dong Hua masih tetap Tian Di Gong Zhu yang angkuh dan berwibawa “Jie
Cho memberi hormat pada Dong Hua Di Jun, Xiao Di, Nu Di, dian xia, dan…”
menatap Cai Hong Huo Feng yang balik menatapnya dingin. Dong Hua tidak suka
pandangan mata Jie Cho, merangkul Cai Hong Huo Feng “Di Hou…” Jie Cho segera
tersadar “Di Hou…” ‘gadis ini sangat cantik… tidak mungkin Di Hou… jika aku…’
Dong Hua dengan dingin “apa yang telah terjadi disini ? dimana 4 raja ular ?”
Jie Cho “keempat raja ular berada di tempatnya Di Jun… selain pergantian
pemimpin beberapa kali, segalanya berjalan dengan normal…”
Cai
Hong Huo Feng memainkan wajahnya, yang menurut Jie Cho sangat menggemaskan. Gun
Gun “karena Jie Cho Da Ren sudah disini, Di Jun ingin mendengar ada perubahan
apa saja yang dilakukan beberapa kali perubahan pemimpin Fan Yin Gu !” Jie Cho
tercengang “oh Jie Cho Da Ren… dari saat kami terakhir kemari, sudah lewat
beberapa puluh ribu tahun… buah bin po yang dihasilkan ?” Cai Hong Huo Feng
bertanya dengan suara merdunya. Jie Cho “Di Hou, selama aku disini, tidak ada
satupun buah bin po yang matang ! tidak ada buah yang tumbuh selama beberapa
puluh ribu tahun ini !” Cai Hong Huo Feng tersenyum miring.
Jin
Cheng dengan dingin “Jie Cho, dihadapan Di Jun, anda juga berani berbohong…”
Jie Cho menatap dingin ke Jin Cheng “dianxia, mohon bertanya, ucapan hamba yang
mana yang bohong ?” Ling Ling tersenyum dingin “Jie Cho Da Ren… sebelum bertemu
denganmu, kami sudah ke lembah ular. Pohon bin po tumbuh oleh aura Di Hou, apa
menurutmu, Di Hou tidak akan mengetahui jika sesuatu terjadi pada pohon bin po
?” Jie Cho tercengang ‘tidak mungkin, Jie Lu Nu Jun mengatakan Di Hou sudah
yuhua’ tersenyum dingin “Nu Di… sebelumnya saat Di Hou memperbaiki Fan Yin Gu,
hamba belum terlahir… saat Jie Lu Nu Jun yu hua, Nu Jun mengatakan Di Hou sudah
__ADS_1
yuhua dan sebelumnya telah mengambil buah bin po terakhir. Di Hou yang ini
tidak memiliki aura seperti pohon bin po, bagaimana bisa disamakan !”