Return Of God Emperor

Return Of God Emperor
Bab 85 - Mabuk Lagi


__ADS_3

Setelah makan, mereka bersantai


di depan gua rubah “Yu Huang, Hong Ling, kalian datang disaat yang tepat… kali


ini perayaan persembahan akan lebih meriah” Feng Wei “ooo…” Ali “akan ada yang


berbeda kali ini” Hua Zi “apa yang berbeda ?” Ling Ling “rahasia, kalian akan


tahu saat perayaan hihihi…” Feng Wei “wah sepertinya kita akan mendapat kejutan


!” seekor rubah kecil berlarian ke kaki Feng Wei “hei rubah kecil, apa yang kau


lakukan disini ? mana teman-temanmu ?” Ling Ling “itu anak rubah liar, dia


sering kesini, ibunya sudah tiada setelah melahirkannya…” Feng Wei melihat


rubah kecil, menaruhnya dalam pelukannya “tenanglah, tidak takut…” membelai


bulunya dengan kasih sayang. Hua Zi pun membelai rubah kecil itu, Ling Ling dan


Gun Gun berkaca-kaca melihatnya. Feng Wei mengeluarkan daun bambu “tenanglah…”


memainkan daun bambunya, musik merdu terdengar di telinga mereka. Hewan-hewan


kecil berdatangan ke sekitar mereka, burung-burung berkicau di angkasa


mengiringi musik Feng Wei. Feng Wei tersenyum lembut melihat semua hewan yang


berkumpul di sekitarnya. Semua menikmati alunan musiknya dan takjub oleh


pemandangan di depannya. Sudah sangat lama, mereka tidak melihat pemandangan


seperti ini lagi.


Hua Zi tersenyum lembut memeluk Feng Wei. Feng Wei


memberikan remahan kue ke hewan-hewan di sekitarnya “Hong Ling, musikmu sangat


merdu…” Feng Wei tersenyum “aku hanya sembarang memainkan daun ini…” membelai


anak rubah “nah pergilah bersama teman-temanmu”, menurunkan dan melepas anak


rubah. Mereka berjalan ke atas gunung menikmati langit berbintang Qing Qiu.


Feng Wei “wah sudah lama tidak melihat langit berbintang ini…” Ling Ling


membawakannya arak “Hong Ling, minum…” Feng Wei menerima “asal kau jangan


meracau lagi saat mabuk…” Ling Ling cekikikan. Hua Zi juga meminum araknya


“huah… sudah lama tidak seperti ini…” Bai Qian berbaring ditanah sambil meminum


araknya.


Gun Gun “Yu Huang, Hong Ling, bisakah jangan pergi lagi ?


setidaknya beberapa tahun ini tetaplah di sekitar kami !” Hua Zi melihat


kesedihan Gun Gun membelai kepalanya, Feng Wei “Gun Gun, sebentar lagi, kalian


akan memiliki keluarga sendiri… sampai saatnya, kalian akan melupakan kami…”


berbaring dilantai dengan kepala bertumpu diatas salah satu tangannya,


memandangi langit berbintang. Ling Ling menggeleng “Hong Ling, aku tidak akan


pernah melupakanku… kau adalah Niang Qin-ku, mana mungkin aku melupakanmu…”


Feng Wei berkaca-kaca terus meneguk araknya “hari ini aku sangat senang


mendengar kabar kalian akan menikah hihihi… tidak menyangka setelah sekian


lama, aku bisa mendengar kalian akan menikah… berbahagialah… maafkan


kesalahan-kesalahanku sebelumnya, aku tidak sengaja melakukannya…” air mata


menetes dari mata Feng Wei. Hua Zi melihatnya dan menghapus air matanya “Hong


Ling, kau mabuk…” terlihat wajah Feng Wei yang memerah.


Feng Wei mengangguk “aku ingin mabuk hari ini… sudah lama

__ADS_1


tidak sesenang ini…” Hua Zi membelai kepalanya “baik, minumlah sepuasmu…” Wen


Xin “aku akan menyiapkan ramuan penghilang mabuk…” pergi bersama Hu Hou. Ling


Ling berbaring disamping Feng Wei “Hong Ling, kau tidak salah, kami tidak


pernah menyalahkanmu…” semua mengira kata-kata Feng Wei ditujukan pada kejadian


di Tai Chen gong. Gun Gun “Hong Ling, jangan merasa bersalah. Tai Chen gong


sekarang sudah selesai dibangun kembali. aku akan memperlihatkannya padamu, kau


akan menyukainya…” Hua Zi dan Feng Wei tersenyum “kalian adalah anak-anak yang


baik…” Feng Wei meneguk araknya.


Sou Wan “Yu Huang, Dong Hua, haih aku bingung mau memanggilmu


apa !” Hua Zi memotong “Yu Huang !” Sou Wan “baik baik Yu Huang, kau ada


rencana apa ? tidak mungkin selamanya seperti ini kan ?” Hua Zi “kenapa tidak


mungkin ?” Sou Wan “kau bukannya sudah mengingat semuanya !” Hua Zi “aku


sekarang hanya Yu Huang-nya Hong Ling, tidak ada hubungan dengan apapun lagi…”


Sou Wan “kau !!!” Mo Yuan memegang Sou Wan “Yu Huang, kau bisa menemani Hong


Ling, aku rasa dia juga tidak masalah terlibat dengan semuanya !” Hua Zi


melihat Feng Wei “dia tidak akan keberatan, tapi aku tidak mau dia terbebani


dengan semua itu” Zhe Yan “kenapa ? dia juga sudah sering melibatkan diri


sendiri ! bukankah kalian bisa terang-terangan melakukan semua” Hua Zi


menggeleng “kalian tidak mengerti… dia memiliki sebuah hati emas, tapi hati itu


masih tertutup sampai sekarang…” semua melihat ke Feng Wei “kenapa ? apa dia


sakit ?” Hua Zi menggeleng “entah bagaimana caranya membuka hatinya itu… dia


menyimpan semua kesedihannya sendiri… selain menemani dan melakukan semua


Bai Yi “kenapa ? apa dia mempunyai rintangan hati ?” Hua Zi


mengangguk “dia menutup rapat hatinya. Dia menyimpan hatinya yang rapuh untuk


dirinya sendiri, hidup dalam kesendiriannya haih…” Gun Gun “tapi Hong Ling


selalu ceria dan tersenyum” Hua Zi mengangguk “tanyakan saja padanya, dia


selalu mengatakan kesedihannya saat mabuk…” Ling Ling melihat Feng Wei yang


terus meminum araknya sambil melihat langit “Hong Ling… Hong Ling… apa kau


sedih ?” Feng Wei “kenapa sedih ?” Ling Ling “kenapa kau menangis ?” Feng Wei


“bukankah aku menangis bahagia !” Hua Zi memberi isyarat diam pada Ling Ling


“ehm… memang arak Zhe Yan lebih enak dari arak Nu er… kau tahu, kepalaku sakit


meminum arak itu… haih pohon itu sial bertemu denganku hihihi… siapa suruh dia


memisahkan para pemuda dan anak-anak itu dari orang tuanya… haih aku sudah


membantu membalaskan sakit hati para orang tua itu…” Zhe Yan “ooo… jadi kau


yang melakukannya” Feng Wei “tentu saja, makhluk fana itu mana menyadari


kelainan di sekitar mereka, bahkan kalian saja tidak menyadarinya” semua


tertarik “kelainan apa ?” Feng Wei cekikikan “perhatikan saja sekitar kalian


hihihi…” Sou Wan “apakah berhubungan dengan pohon terkutuk itu ?” Feng Wei


menggoyang-goyangkan tangannya “itu hanya hal kecil… bukankah aku sudah


mengajari kalian cara menaklukkannya !” semua terdiam.


Feng Wei “haih kalian harus berkembang sendiri, aku tidak

__ADS_1


selamanya bersama kalian” Ling Ling “Hong Ling, jangan pergi lagi ! aku ingin


bersamamu, ingin mendapat kasih sayangmu…” Feng Wei mencibir “bukankah kau


sudah mempunyai Jin Cheng, masih mengingatku…” Ling Ling merengek “Hong Ling…”


Feng Wei cekikikan “hihihi putri kecilku sudah besar, sudah mau menikah… kalian


masing-masing sudah memiliki kebahagiaan kalian, akupun sudah tenang…” Ling


Ling merengek “tidak, aku mau kau selalu bersamaku Niang Qin…” Feng Wei “Ling


Ling, kau harus bahagia… kau dan Gun Gun harus bahagia…” Gun Gun “apa kau tidak


bahagia ?” Feng Wei “bahagia, bukankah kalian bahagia, bagaimana aku tidak


bahagia !” Bai Qian “Hong Ling, kau sendiri ! apa kau bahagia ?” Feng Wei


meneguk araknya “Hong Ling…” tersenyum sedih “aku sendiri… bukankah sudah


mengatakan ‘sendiri’, bahagia atau tidak tetap ‘sendiri’” semua terkejut, Hua


Zi menunduk.


Semua melihat Feng Wei, Sou Wan “bukankah kau sudah bersama


Yu Huang ?” Feng Wei mengangguk “bersama…” Sou Wan “tidak sendiri…” Feng Wei


“sampai kapan ? tidak ada yang bisa selamanya bersamaku, sampai akhirnya aku


tetap sendiri.” semua melihatnya dan Hua Zi yang menunduk “apa kau tidak


bahagia bersama Yu Huang ?” Feng Wei mengangguk “bahagia… melihatnya bahagia,


aku sangat bahagia…” Lian Song “apa kau tidak mau selamanya bersamanya ?” Feng


Wei “selamanya, cintaku akan selalu bersamanya selamanya…” Bai Qian “Yu Huang


juga mencintaimu selamanya” Feng Wei tersenyum sedih “aku terlahir sendiri,


besar sendiri, sudah terbiasa sendiri… semua kebahagiaan ini, kebersamaan ini


hanya lewat didepanku… seiring waktu berlalu, aku akan dilupakan… tiba saatnya,


aku akan sendiri lagi” Bai Qian memegang tangan Feng Wei “Hong Ling, kami akan


selalu bersamamu… selalu ada untukmu…” Feng Wei melihat tangannya dengan sedih


“apa kau tahu tangan yang kau pegang ini sudah berapa kali berdarah ? berapa


kali hampir hilang ? tangan ini selalu mencoba menangkap sesuatu tapi sampai


akhir akan selalu kosong… tangan ini saja hanya bisa diam sendiri apalagi aku…


haih kalian yang mempunyai keluarga dan orang terkasih, hargailah dengan baik…


ada yang dari lahir sendiri, sampai kembali menjadi cahaya pun sendiri” semua


saling melihat.


Hua Zi mengangkat Feng Wei, memeluknya “Feng Wei, kau tidak


sendiri, aku akan selalu bersamamu…” Feng Wei tersenyum “Hua Zi gege, aku tahu


aku yang selalu mengganggumu, bukankah kau mengatakan tidak suka pengganggu…


Hua Zi gege, kau hanya perlu mengatakannya padaku… aku akan berhenti


mengganggumu, tidak akan menjadi bebanmu… cintaku, restuku, akan selalu


bersamamu, asal kau bahagia…” tertidur. Gun Gun “pengganggu ?” Hua Zi tertunduk


“pertama kali bertemu, Hong Ling menyelamatkanku dari para iblis pengganggu di


Bi Hai Cang Ling. Saat aku bangun, dia bertanya padaku, kenapa tidak keluar,


tanpa sadar kujawab, aku tidak suka pengganggu. Haih kata-kataku kutujukan pada


para iblis itu, tidak menyangka kata-kata itu selalu diingatnya. Sudah berulang


kali kukatakan dia bukanlah pengganggu, tapi kata itu seperti sudah tertanam di

__ADS_1


hatinya”.


__ADS_2