
Setelah makan, mereka bersantai
di depan gua rubah “Yu Huang, Hong Ling, kalian datang disaat yang tepat… kali
ini perayaan persembahan akan lebih meriah” Feng Wei “ooo…” Ali “akan ada yang
berbeda kali ini” Hua Zi “apa yang berbeda ?” Ling Ling “rahasia, kalian akan
tahu saat perayaan hihihi…” Feng Wei “wah sepertinya kita akan mendapat kejutan
!” seekor rubah kecil berlarian ke kaki Feng Wei “hei rubah kecil, apa yang kau
lakukan disini ? mana teman-temanmu ?” Ling Ling “itu anak rubah liar, dia
sering kesini, ibunya sudah tiada setelah melahirkannya…” Feng Wei melihat
rubah kecil, menaruhnya dalam pelukannya “tenanglah, tidak takut…” membelai
bulunya dengan kasih sayang. Hua Zi pun membelai rubah kecil itu, Ling Ling dan
Gun Gun berkaca-kaca melihatnya. Feng Wei mengeluarkan daun bambu “tenanglah…”
memainkan daun bambunya, musik merdu terdengar di telinga mereka. Hewan-hewan
kecil berdatangan ke sekitar mereka, burung-burung berkicau di angkasa
mengiringi musik Feng Wei. Feng Wei tersenyum lembut melihat semua hewan yang
berkumpul di sekitarnya. Semua menikmati alunan musiknya dan takjub oleh
pemandangan di depannya. Sudah sangat lama, mereka tidak melihat pemandangan
seperti ini lagi.
Hua Zi tersenyum lembut memeluk Feng Wei. Feng Wei
memberikan remahan kue ke hewan-hewan di sekitarnya “Hong Ling, musikmu sangat
merdu…” Feng Wei tersenyum “aku hanya sembarang memainkan daun ini…” membelai
anak rubah “nah pergilah bersama teman-temanmu”, menurunkan dan melepas anak
rubah. Mereka berjalan ke atas gunung menikmati langit berbintang Qing Qiu.
Feng Wei “wah sudah lama tidak melihat langit berbintang ini…” Ling Ling
membawakannya arak “Hong Ling, minum…” Feng Wei menerima “asal kau jangan
meracau lagi saat mabuk…” Ling Ling cekikikan. Hua Zi juga meminum araknya
“huah… sudah lama tidak seperti ini…” Bai Qian berbaring ditanah sambil meminum
araknya.
Gun Gun “Yu Huang, Hong Ling, bisakah jangan pergi lagi ?
setidaknya beberapa tahun ini tetaplah di sekitar kami !” Hua Zi melihat
kesedihan Gun Gun membelai kepalanya, Feng Wei “Gun Gun, sebentar lagi, kalian
akan memiliki keluarga sendiri… sampai saatnya, kalian akan melupakan kami…”
berbaring dilantai dengan kepala bertumpu diatas salah satu tangannya,
memandangi langit berbintang. Ling Ling menggeleng “Hong Ling, aku tidak akan
pernah melupakanku… kau adalah Niang Qin-ku, mana mungkin aku melupakanmu…”
Feng Wei berkaca-kaca terus meneguk araknya “hari ini aku sangat senang
mendengar kabar kalian akan menikah hihihi… tidak menyangka setelah sekian
lama, aku bisa mendengar kalian akan menikah… berbahagialah… maafkan
kesalahan-kesalahanku sebelumnya, aku tidak sengaja melakukannya…” air mata
menetes dari mata Feng Wei. Hua Zi melihatnya dan menghapus air matanya “Hong
Ling, kau mabuk…” terlihat wajah Feng Wei yang memerah.
Feng Wei mengangguk “aku ingin mabuk hari ini… sudah lama
__ADS_1
tidak sesenang ini…” Hua Zi membelai kepalanya “baik, minumlah sepuasmu…” Wen
Xin “aku akan menyiapkan ramuan penghilang mabuk…” pergi bersama Hu Hou. Ling
Ling berbaring disamping Feng Wei “Hong Ling, kau tidak salah, kami tidak
pernah menyalahkanmu…” semua mengira kata-kata Feng Wei ditujukan pada kejadian
di Tai Chen gong. Gun Gun “Hong Ling, jangan merasa bersalah. Tai Chen gong
sekarang sudah selesai dibangun kembali. aku akan memperlihatkannya padamu, kau
akan menyukainya…” Hua Zi dan Feng Wei tersenyum “kalian adalah anak-anak yang
baik…” Feng Wei meneguk araknya.
Sou Wan “Yu Huang, Dong Hua, haih aku bingung mau memanggilmu
apa !” Hua Zi memotong “Yu Huang !” Sou Wan “baik baik Yu Huang, kau ada
rencana apa ? tidak mungkin selamanya seperti ini kan ?” Hua Zi “kenapa tidak
mungkin ?” Sou Wan “kau bukannya sudah mengingat semuanya !” Hua Zi “aku
sekarang hanya Yu Huang-nya Hong Ling, tidak ada hubungan dengan apapun lagi…”
Sou Wan “kau !!!” Mo Yuan memegang Sou Wan “Yu Huang, kau bisa menemani Hong
Ling, aku rasa dia juga tidak masalah terlibat dengan semuanya !” Hua Zi
melihat Feng Wei “dia tidak akan keberatan, tapi aku tidak mau dia terbebani
dengan semua itu” Zhe Yan “kenapa ? dia juga sudah sering melibatkan diri
sendiri ! bukankah kalian bisa terang-terangan melakukan semua” Hua Zi
menggeleng “kalian tidak mengerti… dia memiliki sebuah hati emas, tapi hati itu
masih tertutup sampai sekarang…” semua melihat ke Feng Wei “kenapa ? apa dia
sakit ?” Hua Zi menggeleng “entah bagaimana caranya membuka hatinya itu… dia
menyimpan semua kesedihannya sendiri… selain menemani dan melakukan semua
Bai Yi “kenapa ? apa dia mempunyai rintangan hati ?” Hua Zi
mengangguk “dia menutup rapat hatinya. Dia menyimpan hatinya yang rapuh untuk
dirinya sendiri, hidup dalam kesendiriannya haih…” Gun Gun “tapi Hong Ling
selalu ceria dan tersenyum” Hua Zi mengangguk “tanyakan saja padanya, dia
selalu mengatakan kesedihannya saat mabuk…” Ling Ling melihat Feng Wei yang
terus meminum araknya sambil melihat langit “Hong Ling… Hong Ling… apa kau
sedih ?” Feng Wei “kenapa sedih ?” Ling Ling “kenapa kau menangis ?” Feng Wei
“bukankah aku menangis bahagia !” Hua Zi memberi isyarat diam pada Ling Ling
“ehm… memang arak Zhe Yan lebih enak dari arak Nu er… kau tahu, kepalaku sakit
meminum arak itu… haih pohon itu sial bertemu denganku hihihi… siapa suruh dia
memisahkan para pemuda dan anak-anak itu dari orang tuanya… haih aku sudah
membantu membalaskan sakit hati para orang tua itu…” Zhe Yan “ooo… jadi kau
yang melakukannya” Feng Wei “tentu saja, makhluk fana itu mana menyadari
kelainan di sekitar mereka, bahkan kalian saja tidak menyadarinya” semua
tertarik “kelainan apa ?” Feng Wei cekikikan “perhatikan saja sekitar kalian
hihihi…” Sou Wan “apakah berhubungan dengan pohon terkutuk itu ?” Feng Wei
menggoyang-goyangkan tangannya “itu hanya hal kecil… bukankah aku sudah
mengajari kalian cara menaklukkannya !” semua terdiam.
Feng Wei “haih kalian harus berkembang sendiri, aku tidak
__ADS_1
selamanya bersama kalian” Ling Ling “Hong Ling, jangan pergi lagi ! aku ingin
bersamamu, ingin mendapat kasih sayangmu…” Feng Wei mencibir “bukankah kau
sudah mempunyai Jin Cheng, masih mengingatku…” Ling Ling merengek “Hong Ling…”
Feng Wei cekikikan “hihihi putri kecilku sudah besar, sudah mau menikah… kalian
masing-masing sudah memiliki kebahagiaan kalian, akupun sudah tenang…” Ling
Ling merengek “tidak, aku mau kau selalu bersamaku Niang Qin…” Feng Wei “Ling
Ling, kau harus bahagia… kau dan Gun Gun harus bahagia…” Gun Gun “apa kau tidak
bahagia ?” Feng Wei “bahagia, bukankah kalian bahagia, bagaimana aku tidak
bahagia !” Bai Qian “Hong Ling, kau sendiri ! apa kau bahagia ?” Feng Wei
meneguk araknya “Hong Ling…” tersenyum sedih “aku sendiri… bukankah sudah
mengatakan ‘sendiri’, bahagia atau tidak tetap ‘sendiri’” semua terkejut, Hua
Zi menunduk.
Semua melihat Feng Wei, Sou Wan “bukankah kau sudah bersama
Yu Huang ?” Feng Wei mengangguk “bersama…” Sou Wan “tidak sendiri…” Feng Wei
“sampai kapan ? tidak ada yang bisa selamanya bersamaku, sampai akhirnya aku
tetap sendiri.” semua melihatnya dan Hua Zi yang menunduk “apa kau tidak
bahagia bersama Yu Huang ?” Feng Wei mengangguk “bahagia… melihatnya bahagia,
aku sangat bahagia…” Lian Song “apa kau tidak mau selamanya bersamanya ?” Feng
Wei “selamanya, cintaku akan selalu bersamanya selamanya…” Bai Qian “Yu Huang
juga mencintaimu selamanya” Feng Wei tersenyum sedih “aku terlahir sendiri,
besar sendiri, sudah terbiasa sendiri… semua kebahagiaan ini, kebersamaan ini
hanya lewat didepanku… seiring waktu berlalu, aku akan dilupakan… tiba saatnya,
aku akan sendiri lagi” Bai Qian memegang tangan Feng Wei “Hong Ling, kami akan
selalu bersamamu… selalu ada untukmu…” Feng Wei melihat tangannya dengan sedih
“apa kau tahu tangan yang kau pegang ini sudah berapa kali berdarah ? berapa
kali hampir hilang ? tangan ini selalu mencoba menangkap sesuatu tapi sampai
akhir akan selalu kosong… tangan ini saja hanya bisa diam sendiri apalagi aku…
haih kalian yang mempunyai keluarga dan orang terkasih, hargailah dengan baik…
ada yang dari lahir sendiri, sampai kembali menjadi cahaya pun sendiri” semua
saling melihat.
Hua Zi mengangkat Feng Wei, memeluknya “Feng Wei, kau tidak
sendiri, aku akan selalu bersamamu…” Feng Wei tersenyum “Hua Zi gege, aku tahu
aku yang selalu mengganggumu, bukankah kau mengatakan tidak suka pengganggu…
Hua Zi gege, kau hanya perlu mengatakannya padaku… aku akan berhenti
mengganggumu, tidak akan menjadi bebanmu… cintaku, restuku, akan selalu
bersamamu, asal kau bahagia…” tertidur. Gun Gun “pengganggu ?” Hua Zi tertunduk
“pertama kali bertemu, Hong Ling menyelamatkanku dari para iblis pengganggu di
Bi Hai Cang Ling. Saat aku bangun, dia bertanya padaku, kenapa tidak keluar,
tanpa sadar kujawab, aku tidak suka pengganggu. Haih kata-kataku kutujukan pada
para iblis itu, tidak menyangka kata-kata itu selalu diingatnya. Sudah berulang
kali kukatakan dia bukanlah pengganggu, tapi kata itu seperti sudah tertanam di
__ADS_1
hatinya”.