Return Of God Emperor

Return Of God Emperor
Bab 252 - Long Chau


__ADS_3

“wah bibi-bibi, kalian semakin


cantik saja dengan mahkota itu…” sebuah suara merdu terdengar. Kedua putri dan


beberapa panglima perang mencari sumber suara. Seekor unicorn muncul, berlarian


di angkasa dan turun di garis terdepan pasukan klan langit. Diatas punggungnya,


ternampak Dong Hua Di Jun bersama seorang gadis cilik yang sangat cantik dan


manis. Kedua putri kembar terbelalak melihat semakin cantiknya Xiao Di Hou,


seiring dengan bertambahnya usianya. Bahkan pasukan dan para panglima mereka,


tidak dapat mengalihkan pandangannya dari gadis cilik itu.


            Xiao Shen Zhu tersenyum manis “wah bibi-bibi tutup mulut


kalian, liur sudah hampir terjatuh hihihihihi… jangan jatuh cinta padaku, aku


masih normal…” Dong Hua memeluk erat Xian Shen Zhu “Feng Wei, jika merasa tidak


nyaman, kita segera pergi…” Xiao Shen Zhu berdiri di punggung kuda, membalik


tubuhnya dan memeluk Dong Hua, mengecup kedua pipinya “mana ada sejarah, tokoh


utama pergi di tengah perang hihihi… bukankah sudah menyiapkan penanganan


untukku, biarkan aku bermain puas ya…” Dong Hua cemberut “Feng Wei, kau tahu


aku sangat mencemaskanmu…” Xiao Shen Zhu mengangguk “main… main…” merajuk. Dong


Hua menghela nafas pasrah “haih… baiklah, jika kau sampai sakit, aku akan


meratakan benua utara…” Xiao Shen Zhu cekikikan “jangan kesana, disana akan


sangat menjijikkan…” dengan tampang yang jijik membuat Dong Hua cekikikan dan


mengangguk “Feng Wei benar, sebaiknya mengurung mereka tidak keluar 10.000


tahun…” Xiao Shen Zhu mengangguk-angguk dengan wajah nakalnya.


            Shui Xue Mei menemukan kembali suaranya “Di Jun… gadis


kecil, medan perang bukan tempat bermain untuk anak kecil…” Xiao Shen Zhu


menampilkan tampang polosnya “medan perang ? dimana medan perang ? yang mulia


tidak melihat medan perang… yang mulia hanya melihat halaman bermain saja…”


kedua putri tercengang, masih mengingat saat dipermainkan Xiao Di Hou ini “ah


bibi-bibi, sudah 10.000 tahun, kita bermain apa hari ini ?” Shui Xue Rou “gadis


cilik, sudah 10.000 tahun, tubuhmu masih sangat mungil… apa 10.000 tahun ini,


kau tidak makan hahaha…” Xiao Shen Zhu menyahut “eh bibi bagaimana kau tahu ?


wah ternyata anda menjadi pintar sekarang… untuk bermain bersama kedua bibi


yang sangat cantik ini, yang mulia yang bukan Di Xian ini biguang agar bisa


lebih baik daripada yang bukan apa-apa dulu… tenang saja bibi, yang mulia pasti


tidak akan mengecewakan kedua bibi cantik Shan Xian” semua menggelengkan


kepalanya, mendengar Xiao Shen Zhu berkata omong kosong dengan kedua putri.


            Kedua putri kesal “Dong Hua Di Jun, apa anda tidak malu


membawa seorang gadis kecil ke medan perang ?” Dong Hua “ini adalah tempat

__ADS_1


bermain… yang mulia membawa Di Hou bermain, apa ada yang salah dengan itu


?”acuh tak acuh. Shui Xue Mei mengeluarkan sebuah benda di tangannya “Long


Chau…” Meng Hao bersuara. Shui Xue Rou “jenderal, anda masih mengingat hal ini


hahaha… tapi sudah terlambat…” melontarkan benda itu ke langit, segera


terbentuk kabut dan mengisap mereka semua masuk kedalam hutan berkabut


“hati-hati, jangan mengeluarkan spiritual… Long Chau hanya bisa dibuka dari


luar… semua spiritul yang digunakan akan terhisap ke pemilik Long Chau” Meng


Hao memperingati. Dong Hua cemas “Feng Wei…” Xiao Shen Zhu mengecup pipinya


“tidak masalah…”


            “shushu ulat tua-ku, otakmu benar-benar sudah berkurang…”


“Shen Zhu…” Meng Hao merengek “Huo Feng…” Bai Qian juga cemas. Xiao Shen Zhu


mengangkat tangannya “gugu tenanglah… apa aku ada mengajari kalian untuk


menggunakan spiritual ?” semua tercengang, mengeluarkan benda yang diberikan


Xiao Shen Zhu, ada senyum nakal di wajah semuanya. Xiao Shen Zhu mengobaskan


tangannya “aku sudah mengunci spiritual kalian semua… masalah Long Chau akan


menjadi urusanku, tidak perlu kalian pusingkan !” semua menatap cemas padanya


“Feng Wei…” Dong Hua menggenggam erat tangan mungilnya “hei… hal sekecil ini


tidak ada apa-apanya untuk Shen Zhu… aku akan mengajarimu cara menghancurkan


Long Chau tanpa terluka…” Dong Hua segera berbinar dan mengangguk.


            Xiao Shen Zhu menghadap semua “dengar, yang perlu kalian


yang terkena senjata sendiri, menjauhlah dariku 1.000 tahun…” dengan tampang


jijik. Semua cekikikan “Shen Zhu, shushu mana tahan tidak bertemu denganmu


1.000 tahun hihihi…” Mu Rong “Shen Zhu, tenang saja, jika hanya seperti itu,


masalah mudah untuk kami…” Xiao Shen Zhu mengangguk “gufu, prajuritmu, atur


sendiri bagaimana penanganannya ! ayo… waktunya bermain…” menggosok-gosokkan


tangannya dengan nakal.


            “Niang Qin, jangan memaksakan diri…” Gun Gun memperingati


dengan cemas. Xiao Shen Zhu “keluar dari sini, aku mau berendam air bunga wuek…


pasti sangat bau dan menjijikkan…” Dong Hua “weifu sudah menyiapkannya


untukmu…” Xiao Shen Zhu “kita berpencar, paling lama 30 menit, berkumpul


kembali disini !” memberitahu ke keluarga besarnya “shushu, sekarang kau


memiliki kesempatan untuk memperlihatkan kecepatanmu…” melirik ke Meng Hao yang


mengangguk padanya. Dong Hua “kita masuk… Zhe Yan, bersiaplah…” Zhe Yan


mengangguk “yang penting Long Chau ini segera terbuka, aku akan segera menemui


kalian…” Xiao Shen Zhu “30 menit… ingat waktu kalian…” “SIAP DI HOU !” suara


mereka kompak terdengar hingga ke telinga pasukan musuh.

__ADS_1


            Shui Xue Mei “cih saat seperti ini, masih bisa bermain…”


Shui Xue Rou “Xue Mei, aku tidak tenang, seperti akan terjadi sesuatu !” Shui


Xue Mei masih sombong “tenang saja… sehebat apapun mereka, tidak akan bisa


keluar dari sini… kekuatan mereka hanya akan menguntungkan kita… bahkan Dong


Hua Di Jun-pun tidak bisa keluar tanpa bantuan… sekarang, semuanya ada di


dalam, siapa yang bisa membantu mereka ! kita akan membuat sejarah baru… besok


nama kita akan terdengar di Si Hai Ba Huang sebagai dewi yang berhasil


mengalahkan para dewa dewi prasejarah hahaha…” Shui Xue Rou “sebelum semuanya


berhasil, aku masih cemas… dan kecemasanku tertuju pada Xiao Di Hou itu… entah


kenapa aku merasa gadis cilik itu sangat berbahaya…” Shui Xue Mei “hanya


seorang gadis kecil, dia bisa apa !” Shui Xue Rou “apa kau lupa yang


dilakukannya pada kita dulu !” Shui Xue Mei “sudahlah… tidak akan terjadi


apapun selain kemenangan kita !”


            “Putri, sudah beberapa saat, kenapa tidak ada pergerakan


sama sekali ?” seorang panglima bertanya “mereka pasti sedang mencari jalan


keluar… beritahukan ke suku Bai Long untuk berjaga… mereka akan menyerang


sesaat lagi… semakin banyak spiritual yang mereka gunakan semakin menguntungkan


untuk kita !” seiring dengan percakapan mereka, terdengar bunyi protes para


prajurit “ah kenapa gatal sekali ! apa kabut ini beracun ?” para panglima


berbalik dan bertanya “ada apa dengan kalian ?” “putri… panglima… aku seperti


tertusuk sesuatu dan menjadi sangat gatal…” “putri, apa kabut ini beracun ?”


Shui Xue Mei “hentikan omong kosong kalian… berpencar, lakukan sesuai rencana…”


“Siap Putri…” para panglima membawa prajurit menempati posisi yang sudah mereka


sepakati sebelumnya.


            “itu ! mereka disana… serang…” terdengar suara para


panglima dan prajurit klan utara yang bersahut-sahutan “aduh… aduh… perutku


sakit… tolong gantikan aku… aku mau ke belakang dahulu…” ‘belakang atau kamar


kecil atau toilet yang digunakan saat perang adalah semak belukar yang terletak


dibagian paling jauh yang bisa mereka jangkau’ segera prajurit kocar kacir


“hei… ada apa ini ?” Shui Xue Rou menanyakan situasi yang terjadi pada pasukan


yang mereka bawa “bibi… bukankah ingin bermain ? aku sudah datang…” Shui Xue


Rou beridik ngeri sesaat “kau…” segera menyerang Xiao Shen Zhu. Xiao Shen Shu


berlarian di sekitar mereka “argh… argh… apa yang kau lakukan ?”  kedua putri kembar, memegang tubuhnya yang


sakit. Xiao Shen Zhu cekikikan “memberi hukuman pada bibi yang nakal… hihihi…”


mencambuk kedua putri dan beberapa panglima yang hendak membantu sang putri.


“aw… aw… aw… bunuh dia…” Shui Xue Mei berteriak. “hahaha… bibi… cantik-cantik

__ADS_1


ternyata pembunuh hi… kau sangat nakal… yang mulia akan dengan senang hati


menghukummu…”


__ADS_2