
Dong Hua “bukankah dia istriku
? milikku ? aku…” Zhe Yan menggeleng “Dong Hua, kemampuanmu bahkan kemampuan
kita semua bukanlah tandingannya… dia pemilik kekuatan terkuat di alam semesta…
selama ini, dialah yang melindungi semuanya termasuk dirimu… setelah mengetahui
identitas aslinya, semua ingin melindunginya, tapi hingga saat ini, bahkan 10 %
dari kemampuannya pun kita belum memilikinya. Semua harapan bertumpu padamu,
disebabkan Huo Feng yang memberikan berkahnya padamu” “berkah ? berkah apa ?”
Dong Hua mengerutkan keningnya. Zhe Yan mengangkat tangan Dong Hua “didalam
cincin ini tersimpan banyak keajaiban, termasuk kunci ke Feng Huo Cang Ling dan
Yu Zhou Da Lu. Selain itu, didalam tubuhmu saat ini ada api abadi dan pelindung
emas yang jauh lebih kuat dari Tian Gang Chau” Dong Hua terkejut “semua ini,
dia yang memberikannya padaku ?” melihat gadis cilik.
Zhe Yan mengangguk mantap “kau yang mendapat berkah
terbanyak, karena kau adalah hadiah semesta untuknya… satu-satunya senjata terkuatmu
adalah kau memiliki cintanya… semua mendapat perlindungannya, tapi kau yang
paling dilindunginya… hanya kau seorang yang bisa mendapatkan janji bersama
dengannya…” Dong Hua “apa dia mengorbankan banyak hal untukku ?” Zhe Yan
tersenyum “segalanya, bahkan nyawanya… Dong Hua, jika yang kau maksud adalah
jasanya… sudah tidak terhitung jasa yang dia berikan baik padamu maupun semua”
Dong Hua “apa yang sudah kulakukan untuknya ?” Zhe Yan “hmm… selain menjaga dan
merawatnya saat tak berdaya, sepertinya tidak ada !” Dong Hua terkejut. Zhe Yan
menghela nafas “gadis ini tidak bisa diam saat tubuhnya sehat… haih tidak usah
kau fikirkan, baik-baiklah berlatih… dengan terus mendampinginya, kau sudah
melakukan jasa besar… sudah, aku pergi dulu… yang lain juga mau bertemu dan
merawatnya… aku harus membawa kabar ini ke lainnya !” Dong Hua masih dalam
pemikirannya, tidak menggubris Zhe Yan yang sudah pergi.
Dong Hua duduk disisi Xiao Shen Zhu ‘Feng Wei, kau tidak
ingin menceritakan kisah kita, apa karena kau tidak mau aku merasa berhutang
padamu ? Feng Wei, walau tidak memiliki ingatan, tapi hatiku dan ragaku
mengingatmu… aku akan segera menyatukan jiwaku, aku ingin mengembalikan semua
ingatan itu… apapun ingatan itu, sedih ataupun bahagia, itu adalah ingatan
kisah kita… aku ingin mengingat semuanya, aku ingin menyimpan semua kenangan
kita… Feng Wei, dari saat melihatmu yang terkena semua petir dan bola api itu,
aku tahu, kau adalah milikku yang paling berharga… apapun yang terjadi, aku
tidak akan membiarkanmu jauh dariku… karena kau sudah berjanji padaku, kau
harus menepatinya ! aku tidak akan mengijinkanmu mengingkarinya… Feng Wei,
kenapa hatiku merasa takut setelah mendengar kata-kata Zhe Yan ! aku takut
kehilanganmu… aku takut tidak mendapat kembali ingatanku… aku takut kau
mengingkari janjimu… Feng Wei, berikan aku obat penenang…’ berbaring memeluk
erat Xiao Shen Zhu ‘apa yang terjadi padaku ? aku merasa hidupku akan berakhir
__ADS_1
jika kehilangan gadis kecil ini ! apa aku begitu mencintainya, hingga melebihi
diriku sendiri ! Feng Wei… jangan pernah meninggalkanku… aku tidak sanggup
berpisah darimu…’.
Dong Hua memanfaatkan waktunya, bertanya dan mendengarkan
cerita kisahnya dari lainnya. Xiao Shen Zhu masih banyak tertidur, memulihkan
tubuhnya yang lemah. 6 bulan setelah berada di Tai Chen gong, semua luka luar
Xiao Shen Zhu sudah pulih, hanya tubuhnya yang masih lemah yang membuat
khawatir seluruh Jiu Jong Tian dan Qing Qiu. Segala macam obat-obatan
dikirimkan ke Tai Chen gong, membuat Dong Hua terkejut berkali-kali. Sementara
lainnya sudah terbiasa dengan semua kejadian ini, termasuk Chong Lin dan Mu
Yun. Dong Hua mengumpulkan serpihan-serpihan cerita semua, bertanya-tanya pada
dirinya sendiri ‘apa betul yang diceritakan mereka itu aku ?’. Dong Hua hanya
menyimpan sedikit keraguan, garis besarnya dia mengakui semua yang diceritakan
padanya adalah benar adanya, disebabkan perasaannya yang terus berkembang
setiap harinya.
Setelah luka luarnya pulih, Xiao Shen Zhu mulai berlatih
spiritual tiap harinya “Niang Qin, tubuhmu masih lemah… ingin berlatih tidak
perlu secepat ini… tunggu tubuhmu pulih, tidak akan terlambat…” Ling Ling
menasehati dengan kekhawatiran yang jelas terdengar. Gun Gun “Niang Qin, apa
kau mau melakukan sesuatu lagi ?” Xiao Shen Zhu tersenyum “ini hanya latihan
ringan, tidak akan mempengaruhi tubuhku…” Xin Xin memegang tangan Xiao Shen Zhu
Qin…” Dong Hua “Feng Wei…” Xiao Shen Zhu cekikikan “kenapa tampang kalian
seperti itu hihihi… bukankah aku masih disini, duduk bersama kalian !” Ling
Ling “apa yang mau Niang Qin lakukan ?” mengangkat Xiao Shen Zhu ke pangkuannya
“hmm… menciptakan sebuah sihir baru…” Dong Hua “sihir baru ? untuk apa ?”
Xiao Shen Zhu “saat sudah tercipta, kalian akan tahu
dengan sendirinya !” memainkan sihir di tangannya. Xiao Shen Zhu tidak lagi
meladeni perkataan lainnya, mengubah beberapa kali sihir di kedua tangannya.
Dong Hua mengambil dan memangku Xiao Shen Zhu kembali “Feng Wei, jangan
menutupi apapun dariku…” Xiao Shen Zhu tidak menjawab, hanya mengangguk. Gun
Gun menggeleng “ah… Ching Ching mengatakan ingin belajar sihir bunga Niang Qin…
Niang Qin…” Xiao Shen Zhu “hmm…” Ling Ling merengek “Niang Qin…” Xiao Shen Zhu
akhirnya mengangkat kepala “haih Nu Di, kenapa kau tidak berhenti merengek ?
berisik sekali…” Ling Ling tersenyum manja “sudah kukatakan, akan selalu
mengganggu Niang Qin…” Xiao Shen Zhu memajukan bibirnya, Ling Ling mencium
pipinya “ya… apa kau kira yang mulia ini dewi sembarangan, bisa kau cium sesuka
hatimu cih…” Xiao Shen Zhu kesal. Dong Hua tersenyum melihat tingkahnya.
Memanfaatkan Dong Hua yang lengah, Ling Ling segera mengambil Xiao Shen Zhu ke
pangkuannya dan terus menciumi wajah mungilnya “Niang Qin-ku sangat imut, lebih
imut dari Chang Chang dan Ching Ching hihihi…” Xiao Shen Zhu menahan wajah Ling
__ADS_1
Ling “ya… menjijikkan… jauh-jauh dariku…” Dong Hua segera sadar dan mengambil
kembali Xiao Shen Zhu, kesal Ling Ling yang terus menciumi gadis ciliknya
“jauh-jauh dari Feng Wei-ku…”.
Ling Ling tertawa terbahak-bahak sambil memeletkan
lidahnya “Fu Qin kalah, aku sudah mencium seluruh wajah mungil Niang Qin…
hahaha… hahaha…” yang lain menggelengkan kepala melihat keusilan Ling Ling.
Dong Hua kesal, segera menggendong Xiao Shen Zhu pergi ke permandian,
memandikan dan mencuci seluruh wajah gadis cilik. Dong Hua menciumi seluruh
wajah gadis cilik “Feng Wei hanya milikku…” Xiao Shen Zhu yang sedang asik
bermain air di permandian, kesal mendapat ciuman bertubi-tubi Dong Hua
“hentikan, wajah cantikku akan berkurang berada di dekat kalian cih…” Dong Hua
cekikikan, menarik gadis cilik ke pelukannya “tidak akan… Feng Wei-ku yang
tercantik… tapi Feng Wei hanya milik Dong Hua seorang…” Xiao Shen Zhu kesal
“haih kau ini ingat atau tidak ingat, kenapa tetap saja begitu mesum cih…”
melihat tangan di dadanya menampilkan wajah kesal.
Dong Hua “walau kepalaku tidak mengingat, tapi hati dan
ragaku mengingat… kau selamanya adalah milikku…” Xiao Shen Zhu “ah… kalian
menjengkelkan…” membuang muka, tidak melihat Dong Hua. Dong Hua menarik dan
memeluknya “Feng Wei, entah apa yang sudah kau lakukan padaku… Feng Wei, aku
ingin segera mendapatkan ingatanku kembali… aku ingin mengingat semua kisah
kita…” Xiao Shen Zhu “untuk apa begitu terburu-buru ?” Dong Hua cemberut “aku
mencintaimu… aku tidak mau melupakan semua kenangan kita ! Feng Wei, kau
memiliki cara agar ingatanku bisa kembali ?” Xiao Shen Zhu menghela nafas “kau
ingin segera menyatukan jiwamu dan memulihkan kekuatanmu !” Dong Hua mengangguk
“maka biguanglah…” Dong Hua cemberut “tapi aku tidak mau meninggalkanmu…” Xiao
Shen Zhu “haih ingin ini itu tapi tidak mau ini itu… mana ada yang gratis terus
diberikan cih…” Dong Hua cekikikan “ada… Feng Wei-ku yang selalu
memberikannya…”.
Xiao Shen Zhu “darimana kau belajar berkata-kata seperti
ini ? siapa lagi yang mengajarimu ?” memajukan bibirnya membuat wajah kecilnya
semakin imut. Dong Hua menggeleng “keluar dengan sendirinya… Feng Wei…”
merengek. Xiao Shen Zhu “haih mengurus urusan kalian, mengurangi waktu
bermainku… ah menjengkelkan…” Dong Hua “Fu Jun akan menemanimu bermain
setelahnya !” Xiao Shen Zhu “aku tidak bisa membantumu, tapi bisa menemanimu
biguang… setelah tubuhku pulih, aku juga mau biguang…” Dong Hua tegang “apa ? biguang
? untuk menciptakan sihir baru itu ?” Xiao Shen Zhu mengangguk “dengan biguang,
mungkin tidak sampai 5.000 tahun, semua ingatanmu akan kembali… saat sudah
selesai, chuguanglah terlebih dahulu…” Dong Hua “apa tujuanmu membuat sihir itu
? kau mau melakukan hal berbahaya lagi ? kau mau biguang berapa lama ?” Xiao
Shen Zhu tersenyum “hanya ingin mengabulkan permintaan kesayanganku…” Dong Hua
__ADS_1
cemberut.