Return Of God Emperor

Return Of God Emperor
Bab 241 - Sihir Baru


__ADS_3

Dong Hua “bukankah dia istriku


? milikku ? aku…” Zhe Yan menggeleng “Dong Hua, kemampuanmu bahkan kemampuan


kita semua bukanlah tandingannya… dia pemilik kekuatan terkuat di alam semesta…


selama ini, dialah yang melindungi semuanya termasuk dirimu… setelah mengetahui


identitas aslinya, semua ingin melindunginya, tapi hingga saat ini, bahkan 10 %


dari kemampuannya pun kita belum memilikinya. Semua harapan bertumpu padamu,


disebabkan Huo Feng yang memberikan berkahnya padamu” “berkah ? berkah apa ?”


Dong Hua mengerutkan keningnya. Zhe Yan mengangkat tangan Dong Hua “didalam


cincin ini tersimpan banyak keajaiban, termasuk kunci ke Feng Huo Cang Ling dan


Yu Zhou Da Lu. Selain itu, didalam tubuhmu saat ini ada api abadi dan pelindung


emas yang jauh lebih kuat dari Tian Gang Chau” Dong Hua terkejut “semua ini,


dia yang memberikannya padaku ?” melihat gadis cilik.


            Zhe Yan mengangguk mantap “kau yang mendapat berkah


terbanyak, karena kau adalah hadiah semesta untuknya… satu-satunya senjata terkuatmu


adalah kau memiliki cintanya… semua mendapat perlindungannya, tapi kau yang


paling dilindunginya… hanya kau seorang yang bisa mendapatkan janji bersama


dengannya…” Dong Hua “apa dia mengorbankan banyak hal untukku ?” Zhe Yan


tersenyum “segalanya, bahkan nyawanya… Dong Hua, jika yang kau maksud adalah


jasanya… sudah tidak terhitung jasa yang dia berikan baik padamu maupun semua”


Dong Hua “apa yang sudah kulakukan untuknya ?” Zhe Yan “hmm… selain menjaga dan


merawatnya saat tak berdaya, sepertinya tidak ada !” Dong Hua terkejut. Zhe Yan


menghela nafas “gadis ini tidak bisa diam saat tubuhnya sehat… haih tidak usah


kau fikirkan, baik-baiklah berlatih… dengan terus mendampinginya, kau sudah


melakukan jasa besar… sudah, aku pergi dulu… yang lain juga mau bertemu dan


merawatnya… aku harus membawa kabar ini ke lainnya !” Dong Hua masih dalam


pemikirannya, tidak menggubris Zhe Yan yang sudah pergi.


            Dong Hua duduk disisi Xiao Shen Zhu ‘Feng Wei, kau tidak


ingin menceritakan kisah kita, apa karena kau tidak mau aku merasa berhutang


padamu ? Feng Wei, walau tidak memiliki ingatan, tapi hatiku dan ragaku


mengingatmu… aku akan segera menyatukan jiwaku, aku ingin mengembalikan semua


ingatan itu… apapun ingatan itu, sedih ataupun bahagia, itu adalah ingatan


kisah kita… aku ingin mengingat semuanya, aku ingin menyimpan semua kenangan


kita… Feng Wei, dari saat melihatmu yang terkena semua petir dan bola api itu,


aku tahu, kau adalah milikku yang paling berharga… apapun yang terjadi, aku


tidak akan membiarkanmu jauh dariku… karena kau sudah berjanji padaku, kau


harus menepatinya ! aku tidak akan mengijinkanmu mengingkarinya… Feng Wei,


kenapa hatiku merasa takut setelah mendengar kata-kata Zhe Yan ! aku takut


kehilanganmu… aku takut tidak mendapat kembali ingatanku… aku takut kau


mengingkari janjimu… Feng Wei, berikan aku obat penenang…’ berbaring memeluk


erat Xiao Shen Zhu ‘apa yang terjadi padaku ? aku merasa hidupku akan berakhir

__ADS_1


jika kehilangan gadis kecil ini ! apa aku begitu mencintainya, hingga melebihi


diriku sendiri ! Feng Wei… jangan pernah meninggalkanku… aku tidak sanggup


berpisah darimu…’.


            Dong Hua memanfaatkan waktunya, bertanya dan mendengarkan


cerita kisahnya dari lainnya. Xiao Shen Zhu masih banyak tertidur, memulihkan


tubuhnya yang lemah. 6 bulan setelah berada di Tai Chen gong, semua luka luar


Xiao Shen Zhu sudah pulih, hanya tubuhnya yang masih lemah yang membuat


khawatir seluruh Jiu Jong Tian dan Qing Qiu. Segala macam obat-obatan


dikirimkan ke Tai Chen gong, membuat Dong Hua terkejut berkali-kali. Sementara


lainnya sudah terbiasa dengan semua kejadian ini, termasuk Chong Lin dan Mu


Yun. Dong Hua mengumpulkan serpihan-serpihan cerita semua, bertanya-tanya pada


dirinya sendiri ‘apa betul yang diceritakan mereka itu aku ?’. Dong Hua hanya


menyimpan sedikit keraguan, garis besarnya dia mengakui semua yang diceritakan


padanya adalah benar adanya, disebabkan perasaannya yang terus berkembang


setiap harinya.


            Setelah luka luarnya pulih, Xiao Shen Zhu mulai berlatih


spiritual tiap harinya “Niang Qin, tubuhmu masih lemah… ingin berlatih tidak


perlu secepat ini… tunggu tubuhmu pulih, tidak akan terlambat…” Ling Ling


menasehati dengan kekhawatiran yang jelas terdengar. Gun Gun “Niang Qin, apa


kau mau melakukan sesuatu lagi ?” Xiao Shen Zhu tersenyum “ini hanya latihan


ringan, tidak akan mempengaruhi tubuhku…” Xin Xin memegang tangan Xiao Shen Zhu


Qin…” Dong Hua “Feng Wei…” Xiao Shen Zhu cekikikan “kenapa tampang kalian


seperti itu hihihi… bukankah aku masih disini, duduk bersama kalian !” Ling


Ling “apa yang mau Niang Qin lakukan ?” mengangkat Xiao Shen Zhu ke pangkuannya


“hmm… menciptakan sebuah sihir baru…” Dong Hua “sihir baru ? untuk apa ?”


            Xiao Shen Zhu “saat sudah tercipta, kalian akan tahu


dengan sendirinya !” memainkan sihir di tangannya. Xiao Shen Zhu tidak lagi


meladeni perkataan lainnya, mengubah beberapa kali sihir di kedua tangannya.


Dong Hua mengambil dan memangku Xiao Shen Zhu kembali “Feng Wei, jangan


menutupi apapun dariku…” Xiao Shen Zhu tidak menjawab, hanya mengangguk. Gun


Gun menggeleng “ah… Ching Ching mengatakan ingin belajar sihir bunga Niang Qin…


Niang Qin…” Xiao Shen Zhu “hmm…” Ling Ling merengek “Niang Qin…” Xiao Shen Zhu


akhirnya mengangkat kepala “haih Nu Di, kenapa kau tidak berhenti merengek ?


berisik sekali…” Ling Ling tersenyum manja “sudah kukatakan, akan selalu


mengganggu Niang Qin…” Xiao Shen Zhu memajukan bibirnya, Ling Ling mencium


pipinya “ya… apa kau kira yang mulia ini dewi sembarangan, bisa kau cium sesuka


hatimu cih…” Xiao Shen Zhu kesal. Dong Hua tersenyum melihat tingkahnya.


Memanfaatkan Dong Hua yang lengah, Ling Ling segera mengambil Xiao Shen Zhu ke


pangkuannya dan terus menciumi wajah mungilnya “Niang Qin-ku sangat imut, lebih


imut dari Chang Chang dan Ching Ching hihihi…” Xiao Shen Zhu menahan wajah Ling

__ADS_1


Ling “ya… menjijikkan… jauh-jauh dariku…” Dong Hua segera sadar dan mengambil


kembali Xiao Shen Zhu, kesal Ling Ling yang terus menciumi gadis ciliknya


“jauh-jauh dari Feng Wei-ku…”.


            Ling Ling tertawa terbahak-bahak sambil memeletkan


lidahnya “Fu Qin kalah, aku sudah mencium seluruh wajah mungil Niang Qin…


hahaha… hahaha…” yang lain menggelengkan kepala melihat keusilan Ling Ling.


Dong Hua kesal, segera menggendong Xiao Shen Zhu pergi ke permandian,


memandikan dan mencuci seluruh wajah gadis cilik. Dong Hua menciumi seluruh


wajah gadis cilik “Feng Wei hanya milikku…” Xiao Shen Zhu yang sedang asik


bermain air di permandian, kesal mendapat ciuman bertubi-tubi Dong Hua


“hentikan, wajah cantikku akan berkurang berada di dekat kalian cih…” Dong Hua


cekikikan, menarik gadis cilik ke pelukannya “tidak akan… Feng Wei-ku yang


tercantik… tapi Feng Wei hanya milik Dong Hua seorang…” Xiao Shen Zhu kesal


“haih kau ini ingat atau tidak ingat, kenapa tetap saja begitu mesum cih…”


melihat tangan di dadanya menampilkan wajah kesal.


            Dong Hua “walau kepalaku tidak mengingat, tapi hati dan


ragaku mengingat… kau selamanya adalah milikku…” Xiao Shen Zhu “ah… kalian


menjengkelkan…” membuang muka, tidak melihat Dong Hua. Dong Hua menarik dan


memeluknya “Feng Wei, entah apa yang sudah kau lakukan padaku… Feng Wei, aku


ingin segera mendapatkan ingatanku kembali… aku ingin mengingat semua kisah


kita…” Xiao Shen Zhu “untuk apa begitu terburu-buru ?” Dong Hua cemberut “aku


mencintaimu… aku tidak mau melupakan semua kenangan kita ! Feng Wei, kau


memiliki cara agar ingatanku bisa kembali ?” Xiao Shen Zhu menghela nafas “kau


ingin segera menyatukan jiwamu dan memulihkan kekuatanmu !” Dong Hua mengangguk


“maka biguanglah…” Dong Hua cemberut “tapi aku tidak mau meninggalkanmu…” Xiao


Shen Zhu “haih ingin ini itu tapi tidak mau ini itu… mana ada yang gratis terus


diberikan cih…” Dong Hua cekikikan “ada… Feng Wei-ku yang selalu


memberikannya…”.


            Xiao Shen Zhu “darimana kau belajar berkata-kata seperti


ini ? siapa lagi yang mengajarimu ?” memajukan bibirnya membuat wajah kecilnya


semakin imut. Dong Hua menggeleng “keluar dengan sendirinya… Feng Wei…”


merengek. Xiao Shen Zhu “haih mengurus urusan kalian, mengurangi waktu


bermainku… ah menjengkelkan…” Dong Hua “Fu Jun akan menemanimu bermain


setelahnya !” Xiao Shen Zhu “aku tidak bisa membantumu, tapi bisa menemanimu


biguang… setelah tubuhku pulih, aku juga mau biguang…” Dong Hua tegang “apa ? biguang


? untuk menciptakan sihir baru itu ?” Xiao Shen Zhu mengangguk “dengan biguang,


mungkin tidak sampai 5.000 tahun, semua ingatanmu akan kembali… saat sudah


selesai, chuguanglah terlebih dahulu…” Dong Hua “apa tujuanmu membuat sihir itu


? kau mau melakukan hal berbahaya lagi ? kau mau biguang berapa lama ?” Xiao


Shen Zhu tersenyum “hanya ingin mengabulkan permintaan kesayanganku…” Dong Hua

__ADS_1


cemberut.


__ADS_2