Return Of God Emperor

Return Of God Emperor
Bab 224 - Akhir perjuangan Bai Feng Jiu


__ADS_3

Bai


Feng Jiu terjatuh di lantai, Zhe Yan dan yang lain segera menghampirinya, Dong


Hua Di Jun masih terkurung dalam jiejue. Zhe Yan “Xiao Jiu, Xiao Jiu, bagaimana


denganmu ? Xiao Jiu buka jiejuemu !” mengangkat Bai Feng Jiu. Bai Feng Jiu satu


gerakan membuka jiejue Dong Hua Di Jun. Dong Hua Di Jun segera berlari memeluk


Bai Feng Jiu “Jiu er… Jiu er… jangan takut… ada aku, aku tidak akan membiarkan


apapun terjadi padamu… Jiu er…” mengelap darah di wajah Bai Feng Jiu. Zhe Yan


memeriksanya “Xiao Jiu, minum ini dulu…” memberikan sebuah pil “Dong Hua,


lukamu juga sangat parah” memeriksa Dong Hua Di Jun. Bai Feng Jiu segera


menelannya “lao feng huang, mana xiao shu ? kau membuatnya marah lagi ?” Dong


Hua Di Jun “aku tidak apa-apa, bagaimana Jiu er ?” Zhe Yan “Xiao Jiu, kau


terluka parah, kita ke Shi Li Tao Ling… Chen Chen sedang bersama Bai Ce dan Bai


Yi di medan perang”.


            Bai Feng Jiu yang semula hampir


menutup mata, tiba-tiba terbelalak mendengar kata-kata Zhe Yan, menarik tangan


Zhe Yan “tadi kau bilang apa ?” Dong Hua Di Jun “Jiu er, tidak usah khawatir,


mereka bisa mengatasinya, aku…” mata Bai Feng Jiu memerah, hawa disana memanas


“brengsek…” meninggalkan kata, memegang pedang Jin Yin, menghilang. Belum


sempat semua bereaksi, Bai Feng Jiu sudah menghilang “Jiu er…” Lian Song “Feng


Jiu tersesat aura iblis, dia pasti ke medan perang” semua segera menyusulnya.


            Di medan perang, walaupun memakai


ide Bai Feng Jiu sudah banyak memerangkap pasukan musuh tetapi tetap ada yang


lolos. Ini disebabkan karena penggunaan ide Bai Feng Jiu tidak secara maksimal.


Bai Feng Jiu sengaja tidak memberi penjelasan, dia sudah memperkirakan hal ini


akan terjadi. Tujuannya adalah untuk memberi pelajaran pada suku langit dan


Tian Jun. Bai Feng Jiu tidak pernah menyangka yang membawa pasukan ke medan


perang adalah keluarganya. Tanpa mempedulikan lukanya, Bai Feng Jiu ke medan


perang, melihat ayahnya yang terluka dan Bai Chen yang sedang melawan musuh,


segera turun menyelamatkan. Bai Feng Jiu membawa keduanya kembali ke posisi panglima.


Semua melihat Bai Feng Jiu yang penuh luka mengkhawatirkannya “Xiao Jiu, ada


apa denganmu ? bagaimana kau bisa terluka seperti ini ?” Bai Feng Jiu dengan


mata merah dan penuh kemarahan melihat mereka “siapa yang mengijinkan kalian


turun ke medan perang ?” semua terkejut dengan nada dan amarah Bai Feng Jiu


“aku adalah Qing Qiu Wang, tanpa perintah dariku, beraninya kalian memutuskan


sendiri maju ke medan perang” Bai Ce “Xiao Jiu…” Bai Feng Jiu melirik tajam,


membuat Bai Ce terdiam.


            Semua dari Xing Guang Jiejue datang


“Xiao Jiu, kau harus merawat lukamu… disini…” belum selesai Zhe Yan berbicara


sudah mendapat tatapan tajam Bai Feng Jiu dengan hawa membunuh yang sangat


kuat. Dong Hua Di Jun memegang Bai Feng Jiu “Jiu er, istirahat dahulu… di…”


“Dong Hua Di Jun, yang mulia sedang mengajari bawahan, anda tidak berhak ikut


campur” menepis tangan Dong Hua Di Jun. Semua terkejut dengan amarah dan aura


mendominasi yang sangat menyeramkan yang keluar dari tatapan dan tubuh Bai Feng


Jiu. Dong Hua Di Jun pun tercengang, tidak pernah melihat Bai Feng Jiu yang


seperti ini. Dari tubuh Bai Feng Jiu, terus mengeluarkan aura merah yang


menyeramkan, tanda kesesatan. Tidak menunggu ada yang berbicara lagi, Bai Feng


Jiu mengambil xin tou xie membuat jiejue mengurung mereka semua didalamnya.


Tidak ada yang meyadari gerakan cepat Bai Feng Jiu, tidak sempat mencegahya.

__ADS_1


            Langit tiba-tiba menggelap, suara


guntur bersahut-sahutan, Zhe Yan “ada apa ini ? siapa yang akan melalui


ritangan ?” semua melihat ke langit. Selain langit yang menggelap, sembilan


alam langit sudah jatuh, hujan bintang jatuh dimana-mana. Bai Feng Jiu dengan


sorot mata tajam, memegang pedang Jin Yin, melihat ke medan perang. Bai Feng


Jiu “lao feng huang, tolong rawat Di Jun dan keluargaku dengan baik…” berkata


tanpa melihat Zhe Yan, segera masuk ke medan perang. Dong Hua Di Jun panik “Jiu


er…” mengerahkan tenaga, ingin menghancurkan jiejue. Bai Chen segera


menghalangi “Di Jun, tidak boleh… Jiejue ini terbuat dari xin tou xie Xiao Jiu,


ada sedikit masalah dengan jiejue ini akan berdampak buruk pada Xiao Jiu” Cheng


Yu “bagaimana ini ? siapa yang akan membantu Feng Jiu ? dia sudah terluka


parah, berperang lagi, tubuhnya mana  mungkin bisa tahan !”.


            Disaat mereka disini berbicara


mencari cara membantu Bai Feng Jiu, petir sudah turun satu persatu menghantam


tubuh Bai Feng Jiu. Semua terkejut melihatnya, Bai Yi “i… ini rintangan Xiao


Jiu ? tapi Xiao Jiu sudah merupakan Shan Shen, kenapa masih ada rintangan !”


Lian Song “Dong Hua, petir pelangi… baru kali ini aku melihat petir pelangi


seperti ini” Dong Hua Di Jun tidak berlama-lama melihat petir, terus


memperhatikan wanita cantik yang bersimbah darah, tidak mengenal lelah dan


menjadi malaikat maut di medan perang. 3 jam pertarungan di medan perang dengan


999 petir pelangi menghantam tubuhnya, Bai Feng Jiu berdiri kokoh tanpa


ekspresi di medan perang. Bai Feng Jiu berjalan selangkah demi selangkah


mendekati Mo Jun yang sudah terjatuh ditanah karena serangan Bai Feng Jiu


sebelumnya, dengan 1 tebasan, kepala Mo Jun berpisah dari tubuhnya. 2 Mo Jun


dengan 200.000 pasukan, binasa dalam medan perang dibawah pedang Bai Feng Jiu.


            Langit yang kembali cerah


menampakkan Budha dan 108 arahat, sedang merapalkan kitab Dhamma dari mulut


mereka. Bai Feng Jiu yang terselimuti aura sesat sepanjang peperangan, berdiri


tegap tak bergerak di hadapan tubuh Mo Jun terakhir yang ditebasnya. Perlahan


aura sesat menghilang, xin tou xie jiejue pun menghilang. Semua segera menghampiri


Bai Feng Jiu yang sudah menutup mata. Dengan tangan gemetar, Dong Hua Di Jun


mencoba menyentuh Bai Feng Jiu “Jiu er…” tubuh Bai Feng Jiu menampakkan cahaya


merah keemasan, perlahan menghilang. Dong Hua Di Jun muntah darah, Budha


menghampiri “Shao Yang, ini adalah cobaan yatou, juga adalah cobaanmu. Yatou


sudah yuhua… segala sesuatu adalah sebab akibat… Shao Yang, milikmu tidak akan


menjadi milik yang lain, bukan milikmu, kau tidak akan memilikinya…” Dong Hua


Di Jun “cobaan ? apa sebenarnya yang kau ketahui ?” Budha tersenyum “Shao Yang,


rawat lukamu dengan baik… sebagai hadiah dariku, hanya bisa memberitahumu


baik-baiklah hidup, jangan melakukan kesalahan lagi…  sebelum pergi, sebaiknya kau melihat ke batu


3 kehidupan”. Budha berpamitan dan meninggalkan semuanya.


Mengikuti


ucapan Budha, Dong Hua melihat batu 3 kehidupan, yang mengeluarkan cahaya emas,


nama Bai Feng Jiu perlahan menghilang dari atas batu. Dong Hua yang melihat,


tidak dapat menahan jatuhnya airmatanya ‘rubah kecil yang dicintainya, yang


selalu mengatakan ingin melindunginya malah selalu mencelakainya, sekarang telah


pergi selama-lamanya’. Tepat saat batu 3 kehidupan mengeluarkan cahaya, Nu Wa


Niang Niang dan San Shi Ling datang, bersama melihat nama Bai Feng Jiu yang


menghilang.

__ADS_1


Nu


Wa Niang Niang menghampiri Dong Hua Di Jun “Dong Hua Di Jun, apa sekarang kamu


menyesal ? Aku sudah pernah memperingatimu” menggelengkan kepala. Dong Hua


tidak menjawab, hanya tertunduk diam. Nu Wa menghela nafas “haih, sebenarnya


rahasia ini tidak boleh diberitahukan pada siapapun. Demi persahabatanku dengan


Bai Feng Jiu, aku akan memberitahumu. Dong Hua Di Jun, batu 3 kehidupan tidak


dapat diubah, walau kekuatanmu sudah setinggi langit pun tidak dapat


mengubahnya. Namamu tidak pernah hilang dari atas batu, hanya disembunyikan”


Dong Hua mendongak kaget. Nu Wa melanjutkan “sini, kemarikan tanganmu, taruh


diatas batu” Dong Hua mengikuti perintah. Nu Wa menggores tangan Dong Hua


hingga mengeluarkan darah merah emas yang mengaliri batu 3 kehidupan. Nu Wa


membuat mantra dan mengirim sihir ke atas batu. Batu 3 kehidupan mengeluarkan


cahaya merah keemasan, nama ‘Dong Hua Zi Fu Shao Yang Jin’ muncul di atasnya,


disampingnya ada nama Bai Feng Jiu yang kabur dan perlahan menghilang.


Nu


Wa kembali menjelaskan “sekarang kamu mengerti. Selama ini yang kamu rasakan


sakit di jantung dan kehilangan 9 tingkat kemampuanmu sebelumnya adalah


hukumanmu atas tindakanmu sebelumnya. Bai Feng Jiu sudah membantumu menerima


semua hukuman itu, sayangnya kamu tidak menyadarinya. Hanya nama dewa dewi yang


sudah yuhua yang akan menghilang dari atas batu.” Dong Hua tidak dapat


membendung air matanya ‘hal yang dia takutkan selama ini ternyata tidak nyata.


Karena hal ini, dia sudah menyia-nyiakan Bai Feng Jiu yang sangat dicintainya.’


“Nu Wa Niang Niang, apakah Jiu er mengetahui hal ini ?” Nu Wa menggeleng


“tidak, saat dia menceritakan perihal kalian kepadaku, dia tidak tahu aku


adalah Nu Wa. Gadis itu sangat polos, baik, pemberani, dan luar biasa.” Nu Wa


tersenyum sedih, berjalan kearah Bai Yi “Bai Yi Shan Shen, kamu pernah


mempunyai putri yang sangat hebat. Kamu harus bangga padanya” pergi bersama San


Shi Ling.


            Dong Hua menatap namanya di batu,


disampingnya nama Bai Feng Jiu sudah hilang. Zhe Yan manghampirinya, memegang


bahu Dong Hua “Dong Hua, ayo kembali, kamu harus merawat dirimu. Ini minumlah”


memberikan 1 pil. Dong Hua langsung meminumnya dan merasa banyak perbaikan pada


tubuhnya.


Dong


Hua Di Jun menatap San Sheng Shi ‘Jiu er yuhua, namanya lenyap dari batu 3


kehidupan. Takdir betul-betul mempermainkan ! mempertemukanku dengan Jiu er


tapi tidak bisa bersama.’ Melihat nama ‘Dong Hua Zi Fu Shao Yang Jin’


terpampang dengan jelas, disampingnya ada sebuah nama yang kabur muncul


perlahan, tidak terbaca. ‘Dong Hua’ adalah nama yang dia berikan kepada dirinya


sendiri karena terlahir dari Bi Hai Cang Ling yang berada di Dong Huang. Nama


Dong Hua Zi Fu Shao Yang Jin adalah nama yang diberikan Fu Shen saat dia


menjabat jadi Tian Di Gong Zhu. Dong Hua Di Jun berfikir ‘ada apa ini ?


bagaimana bisa namaku muncul disini ? Budha mengatakan untuk tidak melakukan


kesalahan yang sama, kali ini aku tidak akan melakukan apapun, semuanya


berserah pada takdir…’ menghilangkan sihir dari batu 3 kehidupan. Dong Hua Di


Jun kembali ke Tai Chen gong, bersedih untuk kepergian Bai Feng Jiu. Zhe Yan


melakukan pesan Bai Feng Jiu, merawat Dong Hua Di Jun dan keluarga Bai yang


terluka. Langit mendung selama 3 hari, ikut bersedih kepergian Qing Qiu Nu Jun

__ADS_1


– Bai Feng Jiu.


__ADS_2