
Bai
Feng Jiu terjatuh di lantai, Zhe Yan dan yang lain segera menghampirinya, Dong
Hua Di Jun masih terkurung dalam jiejue. Zhe Yan “Xiao Jiu, Xiao Jiu, bagaimana
denganmu ? Xiao Jiu buka jiejuemu !” mengangkat Bai Feng Jiu. Bai Feng Jiu satu
gerakan membuka jiejue Dong Hua Di Jun. Dong Hua Di Jun segera berlari memeluk
Bai Feng Jiu “Jiu er… Jiu er… jangan takut… ada aku, aku tidak akan membiarkan
apapun terjadi padamu… Jiu er…” mengelap darah di wajah Bai Feng Jiu. Zhe Yan
memeriksanya “Xiao Jiu, minum ini dulu…” memberikan sebuah pil “Dong Hua,
lukamu juga sangat parah” memeriksa Dong Hua Di Jun. Bai Feng Jiu segera
menelannya “lao feng huang, mana xiao shu ? kau membuatnya marah lagi ?” Dong
Hua Di Jun “aku tidak apa-apa, bagaimana Jiu er ?” Zhe Yan “Xiao Jiu, kau
terluka parah, kita ke Shi Li Tao Ling… Chen Chen sedang bersama Bai Ce dan Bai
Yi di medan perang”.
Bai Feng Jiu yang semula hampir
menutup mata, tiba-tiba terbelalak mendengar kata-kata Zhe Yan, menarik tangan
Zhe Yan “tadi kau bilang apa ?” Dong Hua Di Jun “Jiu er, tidak usah khawatir,
mereka bisa mengatasinya, aku…” mata Bai Feng Jiu memerah, hawa disana memanas
“brengsek…” meninggalkan kata, memegang pedang Jin Yin, menghilang. Belum
sempat semua bereaksi, Bai Feng Jiu sudah menghilang “Jiu er…” Lian Song “Feng
Jiu tersesat aura iblis, dia pasti ke medan perang” semua segera menyusulnya.
Di medan perang, walaupun memakai
ide Bai Feng Jiu sudah banyak memerangkap pasukan musuh tetapi tetap ada yang
lolos. Ini disebabkan karena penggunaan ide Bai Feng Jiu tidak secara maksimal.
Bai Feng Jiu sengaja tidak memberi penjelasan, dia sudah memperkirakan hal ini
akan terjadi. Tujuannya adalah untuk memberi pelajaran pada suku langit dan
Tian Jun. Bai Feng Jiu tidak pernah menyangka yang membawa pasukan ke medan
perang adalah keluarganya. Tanpa mempedulikan lukanya, Bai Feng Jiu ke medan
perang, melihat ayahnya yang terluka dan Bai Chen yang sedang melawan musuh,
segera turun menyelamatkan. Bai Feng Jiu membawa keduanya kembali ke posisi panglima.
Semua melihat Bai Feng Jiu yang penuh luka mengkhawatirkannya “Xiao Jiu, ada
apa denganmu ? bagaimana kau bisa terluka seperti ini ?” Bai Feng Jiu dengan
mata merah dan penuh kemarahan melihat mereka “siapa yang mengijinkan kalian
turun ke medan perang ?” semua terkejut dengan nada dan amarah Bai Feng Jiu
“aku adalah Qing Qiu Wang, tanpa perintah dariku, beraninya kalian memutuskan
sendiri maju ke medan perang” Bai Ce “Xiao Jiu…” Bai Feng Jiu melirik tajam,
membuat Bai Ce terdiam.
Semua dari Xing Guang Jiejue datang
“Xiao Jiu, kau harus merawat lukamu… disini…” belum selesai Zhe Yan berbicara
sudah mendapat tatapan tajam Bai Feng Jiu dengan hawa membunuh yang sangat
kuat. Dong Hua Di Jun memegang Bai Feng Jiu “Jiu er, istirahat dahulu… di…”
“Dong Hua Di Jun, yang mulia sedang mengajari bawahan, anda tidak berhak ikut
campur” menepis tangan Dong Hua Di Jun. Semua terkejut dengan amarah dan aura
mendominasi yang sangat menyeramkan yang keluar dari tatapan dan tubuh Bai Feng
Jiu. Dong Hua Di Jun pun tercengang, tidak pernah melihat Bai Feng Jiu yang
seperti ini. Dari tubuh Bai Feng Jiu, terus mengeluarkan aura merah yang
menyeramkan, tanda kesesatan. Tidak menunggu ada yang berbicara lagi, Bai Feng
Jiu mengambil xin tou xie membuat jiejue mengurung mereka semua didalamnya.
Tidak ada yang meyadari gerakan cepat Bai Feng Jiu, tidak sempat mencegahya.
__ADS_1
Langit tiba-tiba menggelap, suara
guntur bersahut-sahutan, Zhe Yan “ada apa ini ? siapa yang akan melalui
ritangan ?” semua melihat ke langit. Selain langit yang menggelap, sembilan
alam langit sudah jatuh, hujan bintang jatuh dimana-mana. Bai Feng Jiu dengan
sorot mata tajam, memegang pedang Jin Yin, melihat ke medan perang. Bai Feng
Jiu “lao feng huang, tolong rawat Di Jun dan keluargaku dengan baik…” berkata
tanpa melihat Zhe Yan, segera masuk ke medan perang. Dong Hua Di Jun panik “Jiu
er…” mengerahkan tenaga, ingin menghancurkan jiejue. Bai Chen segera
menghalangi “Di Jun, tidak boleh… Jiejue ini terbuat dari xin tou xie Xiao Jiu,
ada sedikit masalah dengan jiejue ini akan berdampak buruk pada Xiao Jiu” Cheng
Yu “bagaimana ini ? siapa yang akan membantu Feng Jiu ? dia sudah terluka
parah, berperang lagi, tubuhnya mana mungkin bisa tahan !”.
Disaat mereka disini berbicara
mencari cara membantu Bai Feng Jiu, petir sudah turun satu persatu menghantam
tubuh Bai Feng Jiu. Semua terkejut melihatnya, Bai Yi “i… ini rintangan Xiao
Jiu ? tapi Xiao Jiu sudah merupakan Shan Shen, kenapa masih ada rintangan !”
Lian Song “Dong Hua, petir pelangi… baru kali ini aku melihat petir pelangi
seperti ini” Dong Hua Di Jun tidak berlama-lama melihat petir, terus
memperhatikan wanita cantik yang bersimbah darah, tidak mengenal lelah dan
menjadi malaikat maut di medan perang. 3 jam pertarungan di medan perang dengan
999 petir pelangi menghantam tubuhnya, Bai Feng Jiu berdiri kokoh tanpa
ekspresi di medan perang. Bai Feng Jiu berjalan selangkah demi selangkah
mendekati Mo Jun yang sudah terjatuh ditanah karena serangan Bai Feng Jiu
sebelumnya, dengan 1 tebasan, kepala Mo Jun berpisah dari tubuhnya. 2 Mo Jun
dengan 200.000 pasukan, binasa dalam medan perang dibawah pedang Bai Feng Jiu.
Langit yang kembali cerah
menampakkan Budha dan 108 arahat, sedang merapalkan kitab Dhamma dari mulut
mereka. Bai Feng Jiu yang terselimuti aura sesat sepanjang peperangan, berdiri
tegap tak bergerak di hadapan tubuh Mo Jun terakhir yang ditebasnya. Perlahan
aura sesat menghilang, xin tou xie jiejue pun menghilang. Semua segera menghampiri
Bai Feng Jiu yang sudah menutup mata. Dengan tangan gemetar, Dong Hua Di Jun
mencoba menyentuh Bai Feng Jiu “Jiu er…” tubuh Bai Feng Jiu menampakkan cahaya
merah keemasan, perlahan menghilang. Dong Hua Di Jun muntah darah, Budha
menghampiri “Shao Yang, ini adalah cobaan yatou, juga adalah cobaanmu. Yatou
sudah yuhua… segala sesuatu adalah sebab akibat… Shao Yang, milikmu tidak akan
menjadi milik yang lain, bukan milikmu, kau tidak akan memilikinya…” Dong Hua
Di Jun “cobaan ? apa sebenarnya yang kau ketahui ?” Budha tersenyum “Shao Yang,
rawat lukamu dengan baik… sebagai hadiah dariku, hanya bisa memberitahumu
baik-baiklah hidup, jangan melakukan kesalahan lagi… sebelum pergi, sebaiknya kau melihat ke batu
3 kehidupan”. Budha berpamitan dan meninggalkan semuanya.
Mengikuti
ucapan Budha, Dong Hua melihat batu 3 kehidupan, yang mengeluarkan cahaya emas,
nama Bai Feng Jiu perlahan menghilang dari atas batu. Dong Hua yang melihat,
tidak dapat menahan jatuhnya airmatanya ‘rubah kecil yang dicintainya, yang
selalu mengatakan ingin melindunginya malah selalu mencelakainya, sekarang telah
pergi selama-lamanya’. Tepat saat batu 3 kehidupan mengeluarkan cahaya, Nu Wa
Niang Niang dan San Shi Ling datang, bersama melihat nama Bai Feng Jiu yang
menghilang.
__ADS_1
Nu
Wa Niang Niang menghampiri Dong Hua Di Jun “Dong Hua Di Jun, apa sekarang kamu
menyesal ? Aku sudah pernah memperingatimu” menggelengkan kepala. Dong Hua
tidak menjawab, hanya tertunduk diam. Nu Wa menghela nafas “haih, sebenarnya
rahasia ini tidak boleh diberitahukan pada siapapun. Demi persahabatanku dengan
Bai Feng Jiu, aku akan memberitahumu. Dong Hua Di Jun, batu 3 kehidupan tidak
dapat diubah, walau kekuatanmu sudah setinggi langit pun tidak dapat
mengubahnya. Namamu tidak pernah hilang dari atas batu, hanya disembunyikan”
Dong Hua mendongak kaget. Nu Wa melanjutkan “sini, kemarikan tanganmu, taruh
diatas batu” Dong Hua mengikuti perintah. Nu Wa menggores tangan Dong Hua
hingga mengeluarkan darah merah emas yang mengaliri batu 3 kehidupan. Nu Wa
membuat mantra dan mengirim sihir ke atas batu. Batu 3 kehidupan mengeluarkan
cahaya merah keemasan, nama ‘Dong Hua Zi Fu Shao Yang Jin’ muncul di atasnya,
disampingnya ada nama Bai Feng Jiu yang kabur dan perlahan menghilang.
Nu
Wa kembali menjelaskan “sekarang kamu mengerti. Selama ini yang kamu rasakan
sakit di jantung dan kehilangan 9 tingkat kemampuanmu sebelumnya adalah
hukumanmu atas tindakanmu sebelumnya. Bai Feng Jiu sudah membantumu menerima
semua hukuman itu, sayangnya kamu tidak menyadarinya. Hanya nama dewa dewi yang
sudah yuhua yang akan menghilang dari atas batu.” Dong Hua tidak dapat
membendung air matanya ‘hal yang dia takutkan selama ini ternyata tidak nyata.
Karena hal ini, dia sudah menyia-nyiakan Bai Feng Jiu yang sangat dicintainya.’
“Nu Wa Niang Niang, apakah Jiu er mengetahui hal ini ?” Nu Wa menggeleng
“tidak, saat dia menceritakan perihal kalian kepadaku, dia tidak tahu aku
adalah Nu Wa. Gadis itu sangat polos, baik, pemberani, dan luar biasa.” Nu Wa
tersenyum sedih, berjalan kearah Bai Yi “Bai Yi Shan Shen, kamu pernah
mempunyai putri yang sangat hebat. Kamu harus bangga padanya” pergi bersama San
Shi Ling.
Dong Hua menatap namanya di batu,
disampingnya nama Bai Feng Jiu sudah hilang. Zhe Yan manghampirinya, memegang
bahu Dong Hua “Dong Hua, ayo kembali, kamu harus merawat dirimu. Ini minumlah”
memberikan 1 pil. Dong Hua langsung meminumnya dan merasa banyak perbaikan pada
tubuhnya.
Dong
Hua Di Jun menatap San Sheng Shi ‘Jiu er yuhua, namanya lenyap dari batu 3
kehidupan. Takdir betul-betul mempermainkan ! mempertemukanku dengan Jiu er
tapi tidak bisa bersama.’ Melihat nama ‘Dong Hua Zi Fu Shao Yang Jin’
terpampang dengan jelas, disampingnya ada sebuah nama yang kabur muncul
perlahan, tidak terbaca. ‘Dong Hua’ adalah nama yang dia berikan kepada dirinya
sendiri karena terlahir dari Bi Hai Cang Ling yang berada di Dong Huang. Nama
Dong Hua Zi Fu Shao Yang Jin adalah nama yang diberikan Fu Shen saat dia
menjabat jadi Tian Di Gong Zhu. Dong Hua Di Jun berfikir ‘ada apa ini ?
bagaimana bisa namaku muncul disini ? Budha mengatakan untuk tidak melakukan
kesalahan yang sama, kali ini aku tidak akan melakukan apapun, semuanya
berserah pada takdir…’ menghilangkan sihir dari batu 3 kehidupan. Dong Hua Di
Jun kembali ke Tai Chen gong, bersedih untuk kepergian Bai Feng Jiu. Zhe Yan
melakukan pesan Bai Feng Jiu, merawat Dong Hua Di Jun dan keluarga Bai yang
terluka. Langit mendung selama 3 hari, ikut bersedih kepergian Qing Qiu Nu Jun
__ADS_1
– Bai Feng Jiu.