Return Of God Emperor

Return Of God Emperor
Bab 60 - Menemukannya


__ADS_3

Feng Wei setelah dari Bi


Hai Cang Ling, berkelana kealam fana. Feng Wei sangat suka bermain di alam


fana, karena tidak ada yang akan mengingatnya dan banyak permainan menarik. Di


alam dewa, dia sering berkelahi, karena tidak suka melihat penindasan,


penganiayaan, dan ketidak adilan. Jika dia berkelahi di alam fana, lewat


beberapa puluh tahun, semua akan melupakannya. Lain dengan di alam dewa,


ratusan bahkan ribuan tahun, masih ada yang mengingatnya. Sekali-kali pulang ke


Feng Huo Cang Ling menempa ilmunya kembali. Dengan kemampuannya sekarang, tidak


ada yang membuatnya takut, tidak ada apapun yang menyusahkannya. Dengan rasa


ingin tahunya dan kepintarannya yang tinggi, diusia 20.000 tahun, dia sudah


menguasai segala sesuatu di alam dewa. Beberapa kali juga mengikuti peperangan,


dialam dewa dia dikenal dengan nama Dewi Hong Ling. Dia tidak suka memakai nama


Feng Wei diluar agar identitas aslinya tidak diketahui, menyembunyikan tanda


fengwei hua di keningnya.


          Sesuai dengan dugaan Gun Gun, Feng Wei ke Qing Qiu karena


mendengar adanya perayaan. Feng Wei sudah beberapa kali ke Qing Qiu, menurutnya


kehidupan di Qing Qiu sangat mirip alam fana, damai dan tentram. Feng Wei sudah


tiba di Qing Qiu, sebulan sebelum perayaan, dia sudah lumayan akrab dengan


masyarakat Qing Qiu. Saat Feng Wei tiba, Hua Zi sudah sebulan di Qing Qiu, dia


sungguh bosan, tidak suka dengan keramaian. Hua Zi biasa hanya duduk di kedai


teh seharian memandangi masyarakat Qing Qiu yang berjalan mondar mandir dengan


malas.


          Tiba-tiba matanya tertarik pada seorang gadis yang sangat


ceria dengan tanda fengwei hua di keningnya, bertegur sapa dengan para penjual


dengan satu tangan memegang manisan. Perlahan bibir Hua Zi terangkat,


memperlihatkan senyuman, berdiri, segera menghampiri gadis itu. Hua Zi berdiri


di belakang gadis itu, melihatnya sedang memilih beberapa ubi dalam diam “hmm…


ubi ini pasti sangat manis jika dibakar” gadis itu berbicara sendiri “yatou,


tentu saja, itu adalah ubi yang baru bibi cabut pagi ini, masih sangat segar”


gadis itu tersenyum manis “manis seperti bibi hihihi… hmm aku akan memilih


beberapa untuk makan malam…” “yatou, untung kau datang, sebulan lagi akan ada


perayaan” “aku tahu bibi, bukannya aku datang untuk mengikutinya hihihi… ini


bi, terima kasih…” bibi itu memberikan beberapa jagung “ini bawalah, makan yang

__ADS_1


banyak, kamu kurusan” gadis itu menerima dengan cekikikan “hihihi terima kasih


bibi”.


          Tiba-tiba sepasang tangan mengambil barang bawaannya “aku


akan membawakanmu…” gadis itu tidak senang segera berbalik, melihat remaja yang


mengambil ubi dan jagungnya. Belum sempat memarahi, dia tercengang melihat


remaja di depannya “kau…” sebuah senyuman terlihat, segera meloncat memeluk


remaja di depannya “Hua Zi gege…” Hua Zi tersenyum, satu tangan memeluk Feng


Wei “Feng Wei… akhirnya aku menemukanmu…” Feng Wei melepas Hua Zi “Hua Zi gege,


kau disini ! sudah lama kita tidak bertemu… bagaimana kabarmu ? ada


merindukanku ? ada mencariku ? Hua Zi gege bersama siapa disini ? kapan datang


?” melihat kesamping dan kebelakang Hua Zi. Hua Zi tersenyum “pertanyaanmu


begitu banyak, yang mana yang kujawab terlebih dahulu…” Feng Wei cekikikan


“yatou, dia kenalanmu ?” bibi bertanya, Feng Wei mengangguk “bibi, ini Hua Zi


gege, teman kecilku…” bibi itu mengangguk “sungguh pemuda yang tampan, kalian


sangat serasi… kelak kalian menikah, harus mengundang bibi” wajah Feng Wei


memerah “bibi, apa yang kau katakan ? aku masih kecil ! lagipula Hua Zi gege


tidak menyukaiku, akulah yang terus mengganggunya hihihi…” Hua Zi cemberut


“iyakah ? tapi bibi melihat Hua Zi gege-mu ini seperti sangat sayang padamu…”


bibi, aku pergi dulu… hari ini baru tiba, agak lelah…” bibi langsung mengangguk


“pulanglah beristirahat, harus jaga kesehatan” Feng Wei mengangguk.


          Feng Wei berbalik pada Hua Zi yang cemberut “Hua Zi gege,


jangan tersinggung dengan kata-kata bibi. Hua Zi gege tinggal dimana ? besok


aku akan mencarimu, hari ini agak lelah, tidak bermain dulu…” Hua Zi khawatir


melihat wajah lelah Feng Wei “Feng Wei sakit ?” Feng Wei menggeleng “baru tiba,


agak lelah” Hua Zi menggandeng tangan Feng Wei “kau tinggal dimana ? aku


mengantarmu ?” menarik Feng Wei pergi. Feng Wei “gege, aku tidak tinggal di


penginapan…” Hua Zi melihatnya, Feng Wei tersenyum “aku beistirahat diatas


gunung, bisa melihat bintang dari sana. Gege pulang saja, besok kita ketemu


lagi bagaimana ?” Hua Zi menggeleng “aku juga tidak tinggal di penginapan, ayo


aku menemanimu ke atas gunung” ‘Feng Wei, aku tidak akan pernah membiarkanmu


pergi lagi. Dengan tidak mudah menemukanmu, kau harus selalu disisiku’ berjalan


bersama ke atas gunung.


          Feng Wei membakar ubi dan jagung “Hua Zi gege, kau juga

__ADS_1


belum makan kan… untung tadi bibi memberi lebih, cukup untuk kita berdua…”


membagikan ubi dan jagung pada Hua Zi. Setelah makan, Feng Wei berbaring di


rerumputan “hah… kenyang sekali… hoam…” Hua Zi tersenyum melihatnya “Feng Wei


sudah ngantuk…” Feng Wei mengangguk “Hua Zi gege, kapan keluar dari Bi Hai Cang


Ling ? aku pernah ke Bi Hai Cang Ling mencarimu…” Hua Zi “aku tahu, aku sudah


membaca suratmu… Feng Wei kemana selama ini ?” Feng Wei “banyak tempat… ada


banyak hal yang mau kuceritakan, tapi hari ini aku kelelahan… Hua Zi gege, aku


tidur dulu, besok kita bercerita…” segera menutup mata tertidur. Hua Zi


menggelengkan kepala melihat Feng Wei, membuka baju luarnya dan menyelimuti


Feng Wei. Hua Zi tersenyum melihat wajah tidur Feng Wei ‘Feng Wei, aku


menyukaimu, sangat menyukaimu… Feng Wei, bisakah aku berharap kau juga


menyukaiku ? bahkan bibi itu bisa melihat aku menyukaimu… Feng Wei, aku akan


berusaha membuatmu menyukaiku, berikan aku kesempatan bersama denganmu, bisakah


? aku tahu ini masih terlalu cepat, kita berdua masih kecil, tapi saat kita


sudah dewasa, aku akan segera menikahimu. Feng Wei, aku ingin selamanya bersama


denganmu’ mengecup keningnya ‘Feng Wei-ku, semakin besar semakin cantik…’


menarik Feng Wei masuk ke pelukannya, membuat jiejue, tertidur bersama.


          Paginya, Hua Zi bangun, Feng Wei tidak ada disampingnya,


baju luarnya menjadi selimut membungkus dirinya “Feng Wei…” panik, segera


berdiri. “Hua Zi gege, sudah bangun…” terdengar suara Feng Wei tidak jauh


darinya. Hua Zi menghela nafas lega “Feng Wei, kenapa tidak tidur lebih lama ?


bukankah kau kelelahan ?” Feng Wei berdiri menghampirinya “sudah terbiasa bangun


pagi hihi…” Hua Zi “ooo… aku ingat dulu kau tidak bangun sepagi ini…” Feng Wei


tersenyum “Hua Zi gege, aku seorang gadis sendiri berkelana, jika tidur terlalu


nyenyak, akan ada suatu hari aku akan masuk jebakan hihihi… jadi setiap saat


harus waspada… di Bi Hai Cang Ling, tidak ada siapapun selain Hua Zi gege, aku


bisa tidur lelap…” Hua Zi “kau menderita selama berkelana ?” Feng Wei tersenyum


“tidak juga, aku begitu suka bermain, mana mungkin membiarkan diriku menderita


hihi…” tertawa tapi datar. Hua Zi sadar ada yang tidak benar “Feng Wei, apa ada


masalah ?” Feng Wei segera tersenyum manis “tidak ada…” berdiri, menghirup


udara segar “oh Hua Zi gege, ini ada buah, aku memetiknya tadi pagi, makanlah


untuk sarapan…” Hua Zi “Feng Wei tidak makan ?” Feng Wei “aku sudah makan, ini


bagianmu…” Hua Zi tersenyum menerima buah-buahan ‘Feng Wei, kau tidak berubah

__ADS_1


dari dulu, hanya kau yang memperhatikanku…’ memakan buah dengan hati gembira.


__ADS_2