
Feng Wei setelah dari Bi
Hai Cang Ling, berkelana kealam fana. Feng Wei sangat suka bermain di alam
fana, karena tidak ada yang akan mengingatnya dan banyak permainan menarik. Di
alam dewa, dia sering berkelahi, karena tidak suka melihat penindasan,
penganiayaan, dan ketidak adilan. Jika dia berkelahi di alam fana, lewat
beberapa puluh tahun, semua akan melupakannya. Lain dengan di alam dewa,
ratusan bahkan ribuan tahun, masih ada yang mengingatnya. Sekali-kali pulang ke
Feng Huo Cang Ling menempa ilmunya kembali. Dengan kemampuannya sekarang, tidak
ada yang membuatnya takut, tidak ada apapun yang menyusahkannya. Dengan rasa
ingin tahunya dan kepintarannya yang tinggi, diusia 20.000 tahun, dia sudah
menguasai segala sesuatu di alam dewa. Beberapa kali juga mengikuti peperangan,
dialam dewa dia dikenal dengan nama Dewi Hong Ling. Dia tidak suka memakai nama
Feng Wei diluar agar identitas aslinya tidak diketahui, menyembunyikan tanda
fengwei hua di keningnya.
Sesuai dengan dugaan Gun Gun, Feng Wei ke Qing Qiu karena
mendengar adanya perayaan. Feng Wei sudah beberapa kali ke Qing Qiu, menurutnya
kehidupan di Qing Qiu sangat mirip alam fana, damai dan tentram. Feng Wei sudah
tiba di Qing Qiu, sebulan sebelum perayaan, dia sudah lumayan akrab dengan
masyarakat Qing Qiu. Saat Feng Wei tiba, Hua Zi sudah sebulan di Qing Qiu, dia
sungguh bosan, tidak suka dengan keramaian. Hua Zi biasa hanya duduk di kedai
teh seharian memandangi masyarakat Qing Qiu yang berjalan mondar mandir dengan
malas.
Tiba-tiba matanya tertarik pada seorang gadis yang sangat
ceria dengan tanda fengwei hua di keningnya, bertegur sapa dengan para penjual
dengan satu tangan memegang manisan. Perlahan bibir Hua Zi terangkat,
memperlihatkan senyuman, berdiri, segera menghampiri gadis itu. Hua Zi berdiri
di belakang gadis itu, melihatnya sedang memilih beberapa ubi dalam diam “hmm…
ubi ini pasti sangat manis jika dibakar” gadis itu berbicara sendiri “yatou,
tentu saja, itu adalah ubi yang baru bibi cabut pagi ini, masih sangat segar”
gadis itu tersenyum manis “manis seperti bibi hihihi… hmm aku akan memilih
beberapa untuk makan malam…” “yatou, untung kau datang, sebulan lagi akan ada
perayaan” “aku tahu bibi, bukannya aku datang untuk mengikutinya hihihi… ini
bi, terima kasih…” bibi itu memberikan beberapa jagung “ini bawalah, makan yang
__ADS_1
banyak, kamu kurusan” gadis itu menerima dengan cekikikan “hihihi terima kasih
bibi”.
Tiba-tiba sepasang tangan mengambil barang bawaannya “aku
akan membawakanmu…” gadis itu tidak senang segera berbalik, melihat remaja yang
mengambil ubi dan jagungnya. Belum sempat memarahi, dia tercengang melihat
remaja di depannya “kau…” sebuah senyuman terlihat, segera meloncat memeluk
remaja di depannya “Hua Zi gege…” Hua Zi tersenyum, satu tangan memeluk Feng
Wei “Feng Wei… akhirnya aku menemukanmu…” Feng Wei melepas Hua Zi “Hua Zi gege,
kau disini ! sudah lama kita tidak bertemu… bagaimana kabarmu ? ada
merindukanku ? ada mencariku ? Hua Zi gege bersama siapa disini ? kapan datang
?” melihat kesamping dan kebelakang Hua Zi. Hua Zi tersenyum “pertanyaanmu
begitu banyak, yang mana yang kujawab terlebih dahulu…” Feng Wei cekikikan
“yatou, dia kenalanmu ?” bibi bertanya, Feng Wei mengangguk “bibi, ini Hua Zi
gege, teman kecilku…” bibi itu mengangguk “sungguh pemuda yang tampan, kalian
sangat serasi… kelak kalian menikah, harus mengundang bibi” wajah Feng Wei
memerah “bibi, apa yang kau katakan ? aku masih kecil ! lagipula Hua Zi gege
tidak menyukaiku, akulah yang terus mengganggunya hihihi…” Hua Zi cemberut
“iyakah ? tapi bibi melihat Hua Zi gege-mu ini seperti sangat sayang padamu…”
bibi, aku pergi dulu… hari ini baru tiba, agak lelah…” bibi langsung mengangguk
“pulanglah beristirahat, harus jaga kesehatan” Feng Wei mengangguk.
Feng Wei berbalik pada Hua Zi yang cemberut “Hua Zi gege,
jangan tersinggung dengan kata-kata bibi. Hua Zi gege tinggal dimana ? besok
aku akan mencarimu, hari ini agak lelah, tidak bermain dulu…” Hua Zi khawatir
melihat wajah lelah Feng Wei “Feng Wei sakit ?” Feng Wei menggeleng “baru tiba,
agak lelah” Hua Zi menggandeng tangan Feng Wei “kau tinggal dimana ? aku
mengantarmu ?” menarik Feng Wei pergi. Feng Wei “gege, aku tidak tinggal di
penginapan…” Hua Zi melihatnya, Feng Wei tersenyum “aku beistirahat diatas
gunung, bisa melihat bintang dari sana. Gege pulang saja, besok kita ketemu
lagi bagaimana ?” Hua Zi menggeleng “aku juga tidak tinggal di penginapan, ayo
aku menemanimu ke atas gunung” ‘Feng Wei, aku tidak akan pernah membiarkanmu
pergi lagi. Dengan tidak mudah menemukanmu, kau harus selalu disisiku’ berjalan
bersama ke atas gunung.
Feng Wei membakar ubi dan jagung “Hua Zi gege, kau juga
__ADS_1
belum makan kan… untung tadi bibi memberi lebih, cukup untuk kita berdua…”
membagikan ubi dan jagung pada Hua Zi. Setelah makan, Feng Wei berbaring di
rerumputan “hah… kenyang sekali… hoam…” Hua Zi tersenyum melihatnya “Feng Wei
sudah ngantuk…” Feng Wei mengangguk “Hua Zi gege, kapan keluar dari Bi Hai Cang
Ling ? aku pernah ke Bi Hai Cang Ling mencarimu…” Hua Zi “aku tahu, aku sudah
membaca suratmu… Feng Wei kemana selama ini ?” Feng Wei “banyak tempat… ada
banyak hal yang mau kuceritakan, tapi hari ini aku kelelahan… Hua Zi gege, aku
tidur dulu, besok kita bercerita…” segera menutup mata tertidur. Hua Zi
menggelengkan kepala melihat Feng Wei, membuka baju luarnya dan menyelimuti
Feng Wei. Hua Zi tersenyum melihat wajah tidur Feng Wei ‘Feng Wei, aku
menyukaimu, sangat menyukaimu… Feng Wei, bisakah aku berharap kau juga
menyukaiku ? bahkan bibi itu bisa melihat aku menyukaimu… Feng Wei, aku akan
berusaha membuatmu menyukaiku, berikan aku kesempatan bersama denganmu, bisakah
? aku tahu ini masih terlalu cepat, kita berdua masih kecil, tapi saat kita
sudah dewasa, aku akan segera menikahimu. Feng Wei, aku ingin selamanya bersama
denganmu’ mengecup keningnya ‘Feng Wei-ku, semakin besar semakin cantik…’
menarik Feng Wei masuk ke pelukannya, membuat jiejue, tertidur bersama.
Paginya, Hua Zi bangun, Feng Wei tidak ada disampingnya,
baju luarnya menjadi selimut membungkus dirinya “Feng Wei…” panik, segera
berdiri. “Hua Zi gege, sudah bangun…” terdengar suara Feng Wei tidak jauh
darinya. Hua Zi menghela nafas lega “Feng Wei, kenapa tidak tidur lebih lama ?
bukankah kau kelelahan ?” Feng Wei berdiri menghampirinya “sudah terbiasa bangun
pagi hihi…” Hua Zi “ooo… aku ingat dulu kau tidak bangun sepagi ini…” Feng Wei
tersenyum “Hua Zi gege, aku seorang gadis sendiri berkelana, jika tidur terlalu
nyenyak, akan ada suatu hari aku akan masuk jebakan hihihi… jadi setiap saat
harus waspada… di Bi Hai Cang Ling, tidak ada siapapun selain Hua Zi gege, aku
bisa tidur lelap…” Hua Zi “kau menderita selama berkelana ?” Feng Wei tersenyum
“tidak juga, aku begitu suka bermain, mana mungkin membiarkan diriku menderita
hihi…” tertawa tapi datar. Hua Zi sadar ada yang tidak benar “Feng Wei, apa ada
masalah ?” Feng Wei segera tersenyum manis “tidak ada…” berdiri, menghirup
udara segar “oh Hua Zi gege, ini ada buah, aku memetiknya tadi pagi, makanlah
untuk sarapan…” Hua Zi “Feng Wei tidak makan ?” Feng Wei “aku sudah makan, ini
bagianmu…” Hua Zi tersenyum menerima buah-buahan ‘Feng Wei, kau tidak berubah
__ADS_1
dari dulu, hanya kau yang memperhatikanku…’ memakan buah dengan hati gembira.