
Huo
Feng menyandarkan kepalanya ke pundak Dong Hua “sudah berapa banyak wanita yang
kau gendong seperti ini ?” Dong Hua tersenyum “cemburu ?” Huo Feng “ehm… Zhe
Yan mengatakan dulu banyak wanita iblis yang naik ke ranjangmu… kau menggendong
mereka dengan lembut !” Dong Hua tersenyum, Feng Wei-nya sudah kembali “Feng
Wei, dulu aku hanya sebongkah batu… aku tidak pernah menganggap wanita-wanita
itu… karena aku hanya batu, menganggap mereka hanya debu…” Huo Feng menggerutu
“harusnya jangan menggendong mereka, langsung tendang saja keluar…” Dong Hua
cekikikan “baik Fu Ren…”
Huo
Feng memegang kepalanya “emm… kepalaku sakit ! turun… turunkan aku…” melompat
dari belakang Dong Hua “wuek… wuek… wuek…” Huo Feng muntah-muntah hingga
terduduk lemas “perutku tidak nyaman !” Dong Hua memapahnya “kita langsung ke
Cai Hong gong !” Huo Feng menggeleng “aku masih ingin di gendong…” kedua Zun
Wang dan ketujuh kesayangan menemani mereka. Huo Feng kembali naik ke punggung
Dong Hua.
Zuo
Zun “kembalilah ke Cai Hong gong, beritahu mereka untuk siap… dia seperti ini,
akan sakit beberapa hari…” You Zun “haih… biarlah… asal perasaannya bisa lebih
baik !” Man Dong dan Bai Yin segera ke Cai Hong gong. Selama perjalanan dari
Bing Yu Hai ke Cai Hong gong, Huo Feng hanya sekali muntah, tapi seluruh
tubuhnya basah. Keringatnya menetes dan membasahi pakaiannya dan Dong Hua.
Shanguang
“Zhu Ren harus langsung berendam…” gerbang Cai Hong gong sudah terbuka, semua
sudah menunggunya. Dong Hua langsung membawa Huo Feng ke tempat permandian
“kenapa keringatmu sebanyak ini !” membersihkan Huo Feng yang sudah tidak
sadarkan diri “Feng Wei, jangan menyiksa dirimu !”
Huo
Feng tidak sadarkan diri selama sebulan, tidurnya sangat nyenyak, wajahnya
sangat damai. Dihari Huo Feng bangun kembali, langit Yu Zhou Da Lu sangat cerah
“hoam…” langsung terduduk dan merenggangkan tubuhnya “Feng Wei…” setelah
mendengar suara, Huo Feng mulai memperhatikan sekitarnya “hai… ada apa kalian
semua disini ?” semua mata sedang memandang padanya.
“Niang
Qin, kau sudah baik-baik saja kan !” Ling Ling langsung memeluk Huo Feng
“memangnya ada apa denganku ?” Huo Feng bertanya dengan polosnya “aiya… Nu Di,
kau bisa tidak jangan setiap kali bertemu, memelukku dengan begitu kuatnya…”
segera melerai pelukan dan berdiri “tubuhmu begitu besar, memelukku yang masih
__ADS_1
muda ini, akan mengurangi kecantikanku cih…” berbicara dengan sombongnya ke
Ling Ling “sana, peluk Jin Cheng saja ! aih…” berjalan keluar kamar dengan
cueknya.
Xin
Xin “ini Niang Qin, tidak bermasalah lagi kan !” Zuo Zun “harusnya tidak ! Huo
Feng sangat ceria !” semua mengikutinya keluar “Qing Yun, aku lapar…” Huo Feng
sambil jalan ke taman bunga sambil memberitahu Qing Yun asistennya. Qing Yun
langsung tersenyum “baik…” segera pergi mempersiapkan makanan untuk tuannya.
Huo
Feng membaringkan tubuhnya di atas taman bunga, berguling-guling di atasnya
“ehm… kalian sangat wangi…” dengan senyum cerianya. Dong Hua langsung
menghampiri, You Zun tersenyum “lihat, dia kembali menjadi gadis kecil…” semua
mengambil tempat di sekitarnya.
Dong
Hua duduk di samping Huo Feng “Feng Wei…” membelai kepalanya. Huo Feng
tersenyum manis sambil menghirup udara dengan wangi bunga “hmm…” Xin Xin “Niang
Qin, kau baru saja bangun, berguling-guling seperti itu apa tidak pusing ?” Huo
Feng menggeleng “tidak… aku hanya kelaparan…” sambil terduduk.
Huo
Feng memainkan sihir kecil di tangannya dengan senyum ceria. Banyak bunga-bunga
kecil yang berkumpul di sekitarnya “ah aku harus memiliki cawan…” menyihir
meneteskan sarinya ke gelas Huo Feng. Huo Feng dengan tatapan berbinar
melihatnya, mengikuti sari bunga yang terjatuh dari tiap bunga ke cawannya.
Ketujuh
kesayangan meneteskan air liur melihatnya “Zhu Ren…” Huo Feng fokus dengan
bunga-bunganya, tidak mempedulikan ketujuh kesayangan. Hingga cawannya penuh,
Huo Feng mengembalikan semua bunga ke tempatnya. Huo Feng meminum sari bunga di
cawannya “hmm… segar dan manis sekali…” menutup mata sambil menikmati sari
bunganya.
“Zhu
Ren…” ketujuh kesayangan berkaca-kaca dan meneteskan air liur. Huo Feng membuka
mata, mengibaskan tangan, air kolam naik dan membasahi ketujuh kesayangan
“hahaha… hahaha… hahaha… rasakan” tertawa terbahak-bahak. Ketujuhnya cemberut
“Zhu Ren…” mengerahkan sihir, mengeringkan tubuh dan pakaian masing-masing. Huo
Feng memeletkan lidahnya “kumpulkan sendiri…” acuh tak acuh. Semua tersenyum,
menggelengkan kepala melihat kenakalan gadis cilik yang baru bangun ini.
Dong
Hua merangkul pinggang Huo Feng “Feng Wei, apa sangat enak ?” melihat cawan Huo
__ADS_1
Feng dengan tatapan berbinar “mau ?” Huo Feng dengan wajah usil, Dong Hua
mengangguk. Huo Feng langsung meneguk habis sari bunganya “tidak ada bagianmu
hahaha…” tertawa terbahak-bahak. Dong Hua cemberut, langsung mengecup bibir Huo
Feng “hmm… memang sangat manis…” Huo Feng menutup bibirnya “tidak tahu malu…”
mendelik pada Dong Hua yang tersenyum nakal.
“Huo
Feng, ayo makan…” Wen Xin datang memanggil semua. Huo Feng tersenyum “Niang Qin,
kita makan disini saja ! Qing Yun…” segera disusun makanan-makanan dengan alas.
Mereka berpiknik di atas taman bunga yang luas di Cai Hong gong. Huo Feng makan
dengan riang gembira “Niang Qin, jangan terus mengambil kue… ini makanlah…” Xin
Xin menambahkan ikan ke atas mangkok Huo Feng. Huo Feng hanya tersenyum,
ditangannya ada kue-kue dengan mulut mungil yang bergoyang mengunyah kuenya
dengan santai.
Dong
Hua mengambil mangkok Huo Feng dan menyuapinya “ayo buka mulut…” Huo Feng tidak
protes, langsung buka mulut dan memakan suapan Dong Hua. Dong Hua tersenyum
lembut melihatnya “Niang Qin, makanlah yang banyak !” Ling Ling juga
mengambilkan makanan ke mangkok Huo Feng. Huo Feng tersenyum dengan mulut
penuhnya “ayo…” Dong Hua ingin menyuapinya lagi, Huo Feng menggeleng, membuka
mulutnya yang masih penuh. Dong Hua tersenyum “pelan-pelan saja, jangan
tersedak…” Huo Feng mengangguk.
Long
Nu memberi minuman “Huo Feng niang, ayo minumlah… dari tadi anda hanya
mengunyah makanan.” Huo Feng melihat kedua tangannya yang memegang kue. Dong
Hua melihat tingkah lucunya, mengambilkan minuman dan menyuapinya “masih mau ?”
“tidak… terima kasih !” Huo Feng berkata sambil mengunyah.
“Huo
Feng, ini minumlah… nainai membuatkanmu sup kesehatan” Hu Hou memberikan
semangkuk sup. Huo Feng yang melihat “sudah, jangan ditambahkan lagi, aku sudah
kenyang… sup ini terakhir…” Huo Feng mengambil mangkuk sup dan mulai
memakannya. Saat makan, Huo Feng sangat tenang dan menikmati. Mendengarnya yang
sudah kenyang, semua berhenti menambahkan makanan untuknya, tersenyum
melihatnya menghabiskan supnya.
“ah
kenyang sekali…” gurau Huo Feng sambil memegang perutnya. Xin Xin protes “Niang
Qin, kau hanya makan sedikit sekali, ditambah 2 kue asoka dan semangkuk sup”
cemberut. Ling Ling juga protes “Niang Qin, makanmu begitu sedikit, pantas saja
tubuhmu begitu mungil”. Huo Feng memegang perutnya “sudah kenyang…” Dong Hua
__ADS_1
“tidak masalah… mau berjalan-jalan ?” Huo Feng menggeleng “ingin bersantai saja
sambil menikmati wangi bunga !” tersenyum manis.