Return Of God Emperor

Return Of God Emperor
Extra Bab 23


__ADS_3

       Huo


Feng menyandarkan kepalanya ke pundak Dong Hua “sudah berapa banyak wanita yang


kau gendong seperti ini ?” Dong Hua tersenyum “cemburu ?” Huo Feng “ehm… Zhe


Yan mengatakan dulu banyak wanita iblis yang naik ke ranjangmu… kau menggendong


mereka dengan lembut !” Dong Hua tersenyum, Feng Wei-nya sudah kembali “Feng


Wei, dulu aku hanya sebongkah batu… aku tidak pernah menganggap wanita-wanita


itu… karena aku hanya batu, menganggap mereka hanya debu…” Huo Feng menggerutu


“harusnya jangan menggendong mereka, langsung tendang saja keluar…” Dong Hua


cekikikan “baik Fu Ren…”


       Huo


Feng memegang kepalanya “emm… kepalaku sakit ! turun… turunkan aku…” melompat


dari belakang Dong Hua “wuek… wuek… wuek…” Huo Feng muntah-muntah hingga


terduduk lemas “perutku tidak nyaman !” Dong Hua memapahnya “kita langsung ke


Cai Hong gong !” Huo Feng menggeleng “aku masih ingin di gendong…” kedua Zun


Wang dan ketujuh kesayangan menemani mereka. Huo Feng kembali naik ke punggung


Dong Hua.


       Zuo


Zun “kembalilah ke Cai Hong gong, beritahu mereka untuk siap… dia seperti ini,


akan sakit beberapa hari…” You Zun “haih… biarlah… asal perasaannya bisa lebih


baik !” Man Dong dan Bai Yin segera ke Cai Hong gong. Selama perjalanan dari


Bing Yu Hai ke Cai Hong gong, Huo Feng hanya sekali muntah, tapi seluruh


tubuhnya basah. Keringatnya menetes dan membasahi pakaiannya dan Dong Hua.


       Shanguang


“Zhu Ren harus langsung berendam…” gerbang Cai Hong gong sudah terbuka, semua


sudah menunggunya. Dong Hua langsung membawa Huo Feng ke tempat permandian


“kenapa keringatmu sebanyak ini !” membersihkan Huo Feng yang sudah tidak


sadarkan diri “Feng Wei, jangan menyiksa dirimu !”


       Huo


Feng tidak sadarkan diri selama sebulan, tidurnya sangat nyenyak, wajahnya


sangat damai. Dihari Huo Feng bangun kembali, langit Yu Zhou Da Lu sangat cerah


“hoam…” langsung terduduk dan merenggangkan tubuhnya “Feng Wei…” setelah


mendengar suara, Huo Feng mulai memperhatikan sekitarnya “hai… ada apa kalian


semua disini ?” semua mata sedang memandang padanya.


       “Niang


Qin, kau sudah baik-baik saja kan !” Ling Ling langsung memeluk Huo Feng


“memangnya ada apa denganku ?” Huo Feng bertanya dengan polosnya “aiya… Nu Di,


kau bisa tidak jangan setiap kali bertemu, memelukku dengan begitu kuatnya…”


segera melerai pelukan dan berdiri “tubuhmu begitu besar, memelukku yang masih

__ADS_1


muda ini, akan mengurangi kecantikanku cih…” berbicara dengan sombongnya ke


Ling Ling “sana, peluk Jin Cheng saja ! aih…” berjalan keluar kamar dengan


cueknya.


       Xin


Xin “ini Niang Qin, tidak bermasalah lagi kan !” Zuo Zun “harusnya tidak ! Huo


Feng sangat ceria !” semua mengikutinya keluar “Qing Yun, aku lapar…” Huo Feng


sambil jalan ke taman bunga sambil memberitahu Qing Yun asistennya. Qing Yun


langsung tersenyum “baik…” segera pergi mempersiapkan makanan untuk tuannya.


       Huo


Feng membaringkan tubuhnya di atas taman bunga, berguling-guling di atasnya


“ehm… kalian sangat wangi…” dengan senyum cerianya. Dong Hua langsung


menghampiri, You Zun tersenyum “lihat, dia kembali menjadi gadis kecil…” semua


mengambil tempat di sekitarnya.


       Dong


Hua duduk di samping Huo Feng “Feng Wei…” membelai kepalanya. Huo Feng


tersenyum manis sambil menghirup udara dengan wangi bunga “hmm…” Xin Xin “Niang


Qin, kau baru saja bangun, berguling-guling seperti itu apa tidak pusing ?” Huo


Feng menggeleng “tidak… aku hanya kelaparan…” sambil terduduk.


       Huo


Feng memainkan sihir kecil di tangannya dengan senyum ceria. Banyak bunga-bunga


kecil yang berkumpul di sekitarnya “ah aku harus memiliki cawan…” menyihir


meneteskan sarinya ke gelas Huo Feng. Huo Feng dengan tatapan berbinar


melihatnya, mengikuti sari bunga yang terjatuh dari tiap bunga ke cawannya.


       Ketujuh


kesayangan meneteskan air liur melihatnya “Zhu Ren…” Huo Feng fokus dengan


bunga-bunganya, tidak mempedulikan ketujuh kesayangan. Hingga cawannya penuh,


Huo Feng mengembalikan semua bunga ke tempatnya. Huo Feng meminum sari bunga di


cawannya “hmm… segar dan manis sekali…” menutup mata sambil menikmati sari


bunganya.


       “Zhu


Ren…” ketujuh kesayangan berkaca-kaca dan meneteskan air liur. Huo Feng membuka


mata, mengibaskan tangan, air kolam naik dan membasahi ketujuh kesayangan


“hahaha… hahaha… hahaha… rasakan” tertawa terbahak-bahak. Ketujuhnya cemberut


“Zhu Ren…” mengerahkan sihir, mengeringkan tubuh dan pakaian masing-masing. Huo


Feng memeletkan lidahnya “kumpulkan sendiri…” acuh tak acuh. Semua tersenyum,


menggelengkan kepala melihat kenakalan gadis cilik yang baru bangun ini.


       Dong


Hua merangkul pinggang Huo Feng “Feng Wei, apa sangat enak ?” melihat cawan Huo

__ADS_1


Feng dengan tatapan berbinar “mau ?” Huo Feng dengan wajah usil, Dong Hua


mengangguk. Huo Feng langsung meneguk habis sari bunganya “tidak ada bagianmu


hahaha…” tertawa terbahak-bahak. Dong Hua cemberut, langsung mengecup bibir Huo


Feng “hmm… memang sangat manis…” Huo Feng menutup bibirnya “tidak tahu malu…”


mendelik pada Dong Hua yang tersenyum nakal.


       “Huo


Feng, ayo makan…” Wen Xin datang memanggil semua. Huo Feng tersenyum “Niang Qin,


kita makan disini saja ! Qing Yun…” segera disusun makanan-makanan dengan alas.


Mereka berpiknik di atas taman bunga yang luas di Cai Hong gong. Huo Feng makan


dengan riang gembira “Niang Qin, jangan terus mengambil kue… ini makanlah…” Xin


Xin menambahkan ikan ke atas mangkok Huo Feng. Huo Feng hanya tersenyum,


ditangannya ada kue-kue dengan mulut mungil yang bergoyang mengunyah kuenya


dengan santai.


       Dong


Hua mengambil mangkok Huo Feng dan menyuapinya “ayo buka mulut…” Huo Feng tidak


protes, langsung buka mulut dan memakan suapan Dong Hua. Dong Hua tersenyum


lembut melihatnya “Niang Qin, makanlah yang banyak !” Ling Ling juga


mengambilkan makanan ke mangkok Huo Feng. Huo Feng tersenyum dengan mulut


penuhnya “ayo…” Dong Hua ingin menyuapinya lagi, Huo Feng menggeleng, membuka


mulutnya yang masih penuh. Dong Hua tersenyum “pelan-pelan saja, jangan


tersedak…” Huo Feng mengangguk.


       Long


Nu memberi minuman “Huo Feng niang, ayo minumlah… dari tadi anda hanya


mengunyah makanan.” Huo Feng melihat kedua tangannya yang memegang kue. Dong


Hua melihat tingkah lucunya, mengambilkan minuman dan menyuapinya “masih mau ?”


“tidak… terima kasih !” Huo Feng berkata sambil mengunyah.


       “Huo


Feng, ini minumlah… nainai membuatkanmu sup kesehatan” Hu Hou memberikan


semangkuk sup. Huo Feng yang melihat “sudah, jangan ditambahkan lagi, aku sudah


kenyang… sup ini terakhir…” Huo Feng mengambil mangkuk sup dan mulai


memakannya. Saat makan, Huo Feng sangat tenang dan menikmati. Mendengarnya yang


sudah kenyang, semua berhenti menambahkan makanan untuknya, tersenyum


melihatnya menghabiskan supnya.


       “ah


kenyang sekali…” gurau Huo Feng sambil memegang perutnya. Xin Xin protes “Niang


Qin, kau hanya makan sedikit sekali, ditambah 2 kue asoka dan semangkuk sup”


cemberut. Ling Ling juga protes “Niang Qin, makanmu begitu sedikit, pantas saja


tubuhmu begitu mungil”. Huo Feng memegang perutnya “sudah kenyang…” Dong Hua

__ADS_1


“tidak masalah… mau berjalan-jalan ?” Huo Feng menggeleng “ingin bersantai saja


sambil menikmati wangi bunga !” tersenyum manis.


__ADS_2