Return Of God Emperor

Return Of God Emperor
Bab 164 - Pro Kontra Pelajar


__ADS_3

Hari kedua, Yang Guang


kembali menikmati penyerangan-penyerangan dari musuhnya. (alasan adanya


penyerangan, karena Yang Guang yang membiarkan mereka masuk. Hutan Perburuan


adalah wilayah khusus bagi anggota kerajaan untuk berburu, biasanya dijaga dan


dilindungi dengan ketat. Atas permintaan Yang Guang, penjagaan sengaja


dilonggarkan, hanya untuk memberi kesempatan musuh mengira mereka lemah.)


Setelah kepergian Yang Guang di hari sebelumnya, ketujuhnya bersama para


prajurit membereskan mayat-mayat para pembunuh dan membersihkan kembali Hutan


Perburuan. Selesai melakukannya,mereka meninggalkan Hutan Perburuan tanpa


penjagaan ketat.


          Setelah puas bermain di hari kedua, penjagaan kembali ke


posisi semula. Mereka memasang kemah untuk menikmati kebersamaan bersama calon


alumni Akademi Kerajaan. “Bagaimana ? kalian menikmatinya ?” ada yang berbinar


dan ada yang cemberut. “Pengawas, setelah ini apa yang anda lakukan ?” seorang


pelajar bertanya pada Yang Guang “hmm menikmati kebebasanku dari keusilan


kalian hihihi…” Yang Guang menjawab sambil melirik usil membuat para pelajar


salah tingkah “eh hehe… anda tahu…” Yang Guang memainkan matanya “sebagai


Pengawas, tentu saja harus mengetahui semua kegiatan pelajarnya… selama yang


kalian lakukan dalam batas wajar. Tidak masalah” banyak yang cekikikan.


          “Pengawas, kami berterima kasih padamu… selama di Akademi,


hanya anda yang tidak menyerah pada kami” semua mengangguk “jika bukan anda,


aku tidak akan pernah menyentuh perpustakaan hahaha…” “hei bahkan ayahku yang


selalu meremehkanku pun sekarang mulai menghargaiku…” “aku pasti merindukan


saat-saat di Akademi…” sahut-sahutan pelajar yang menyukai Yang Guang.


          “cih, kulihat anda hanya Pengawas yang otoriter, sombong


dan pemaksa…” Yang Guang tertawa terbahak-bahak “hahaha… betul-betul aku memang


otoriter, makanya jangan terpesona padaku hahaha…” “cih setelah kelulusan ini,


aku akan meminta ayahanda untuk menghukummu…” sindiran seorang pelajar yang


merupakan Pangeran kedua Kerajaan Ming. Yang Guang memainkan matanya dengan


senyum miring, sama sekali tidak memperlihatkan wajah tersinggung “hmm… anda


memang harus melakukannya… bahkan kalau bisa, aku meminta bantuanmu untuk


memberitahu ayahandamu itu, membebaskanku dari sini, yah... tolonglah Pangeranku


yang agung…” dengan tampang memelas membuat Sang Pangeran terpana “ka… kau…”


tujuh temannya cekikikan “Pangeram, jika anda dapat melakukannya, dia akan


sangat berterima kasih… anda tidak tahu, betapa inginnya dia mengepakkan


sayapnya segera pergi dari sini hihihi…”.


          “Pengawas, Jing Guang, jangan sombong… jangan mengira


kalian bermain didepan kami, kami akan percaya pada kalian… jika kalian ingin


pergi, pastinya ayahanda akan melepaskanmu, lagipula kalian bukan siapapun !”


kedelapannya saling melihat dan tertawa terbahak-bahk, berdiri bersamaan dan


memberi hormat pada pelajar yang berbicara sebelumnya “jika begitu, tolong Tuan


Putri menyampaikan ke ayahanda anda… kami menunggu kabar baik dari anda… kami


pastikan, setelah mendapat berita, kami akan langsung pergi dari sini” Sang

__ADS_1


Putri melongo dibuatnya “ka… kalian…” pelajar lain melihat mereka kebingungan.


          “Pengawas, para Da Ren, apa kalian tidak suka ibukota ?”


pelajar lain bertanya. Jing Guang “Wu An, jika kau bertanya pada Pengawas kita


ini, dia akan menjawab, dimana ada makanan unik pasti menyukainya.” “makanan ?


dengan status kalian saat ini, makanan apa yang tidak bisa kalian dapatkan ?”


Huang Guang “status ? kalian sudah terlalu lama di ibukota, sangat menyukai


status. Tapi juga tidak menyalahkan kalian, status memang sangat berarti


disini” mengangguk-anggukkan kepalanya. “apa kalian belum puas dengan status


kalian ?” Tian Ling “kami tidak menginginkan semua status itu !” “bohong !


siapa yang tidak menginginkan status… dengan status, kalian bisa melakukan


segalanya… kalian semena-mena pada kami selama ini bukankah karena status


kalian dan titah Raja !” Sang Pangeran menghardik.


          Yang Guang menggeleng “sepertinya walaupun nantinya kau


lulus, kau juga tidak mendapatkan poin dari pelajaran, sangat disayangkan !”


“Pengawas, jika begitu apa yang anda inginkan ?” seorang pelajar yang pro


bertanya “kebebasan ! dia hanya menginginkan kebebasannya !” Lu Teng menjawab.


Tuan Putri yang tadi “cih… baik, besok aku akan menghadap ayahanda, meminta


kebebasan kalian pada beliau. Setelah itu, aku tidak ingin melihat wajah kalian


lagi di ibukota” kedelapannya melihat dengan senyum manis “baik putri, kami


menaati perintah… kami menunggu kabar baik dari anda !” dengan binar


kebahagiaan, membuat sang putri terbengong.


          Pelajar lain “Pengawas, setelah mendapat kebebasan anda,


sebelum anda pergi, kami ingin berkumpul sekali lagi dengan anda semua” Yang


mentraktir kalian semua, bagaimana ?” “Pengawas, ini anda yang megatakannya ya,


jangan ingkar” “Ucapan seorang ksatria, tidak akan pernah ingkar !” Yang Guang


melihat lainnya dengan binar kebahagiaan. Terpancar jelas ada harapan yang


begitu besar dari wajahnya untuk kebebasan yang sangat diinginkannya, membuat


para pangeran, putri dan pelajar lain terbengong.


          Huang guang mengacak rambut Yang Guang “semoga sesuai


harapanmu, tidak perlu menunggu lama lagi…” Yang Guang cekikikan dengan wajah


kekanakan sambil mengangguk-angguk. Jing Guang “Tuan Putri, kami menunggu kabar


baik dari anda…” sang putri terbengong “apa… apa kalian semua begitu tidak


menyukai status ?” kedelapannya mengangguk mantap “ta… tapi selama ini kalian…”


Shui Lan menyentuh bahu sang putri “Tuan Putri-ku, semua ini bukanlah keinginan


kami, tapi keinginan ayahanda anda. Kami hanya berusaha menjalankan tanggung


jawab dari tugas dan status yang di berikan” Tian Ling menyambut kata “yang


kami inginkan adalah bersama-sama selamanya menikmati setiap sudut dunia ini


tanpa ikatan dan status” tersenyum manis pada sang putri.


          Yang Guang cekikikan “tidak sabar menunggu hari esok…”


ketujuhnya tersenyum lembut menatap Yang Guang “ah aku mendadak ingin makan ubi


bakar…” melompat-lompat dengan riang gembira mencari ubi. Tidak ada yang lebih


tahu dari mereka (selain Hua Zi dan lainnya dari alam dewa), betapa Yang Guang


sangat tersiksa dengan keadaan disini. Yang Guang adalah kepunyaan dunia, tidak

__ADS_1


tahan berdiam di satu tempat untuk waktu lama. Apalagi tempat yang penuh intrik


dan kepalsuan seperti ibukota. Jika bukan karena janjinya, sudah sejak lama,


Yang Guang mengambil langkah kaki seribunya menghilang dari tempat yang namanya


Ibukota.


          “Jing Guang, kalian semua…” seorang pelajar penasaran


dengan kontak mata mereka. Jing Guang berbalik ke pelajar itu “kalian terhadap


Pengawas ?” Jing Guang tersenyum “kami memujanya…” “memuja… jadi selama ini !”


Jing Guang cekikikan “jangan terlalu banyak berfikir dengan otak dangkalmu,


hubungan kami dengannya sangat murni…” semua membulatkan bibirnya berooo ria


“eh kalian tahu begitu banyak yang menyukai dan mengejar kalian, apa tidak ada


satupun yang kalian sukai ?” Jing Guang meratakan bibirnya “apa kalian tahu apa


itu menyukai ? hahaha kalian terlalu banyak berfikir, para gadis itu hanya


mencintai diri mereka sendiri… kami tidak tertarik pada kesombongan dan


keegoisan”.


          “bukannya kalian selama ini sangat sombong dan semena-mena


!” sindir lainnya. Ye Xing “oh ya ? bagi kami itu bukan sikap sombong dan


semena-mena, kami hanya menunjukkan diri kami, tidak suka ya tidak suka, untuk


apa munafik hanya untuk nama baik” Dian Lan mencibir “makanya kalian tidak akan


pernah mengerti kehidupan, diotak kalian hanya ada hal-hal kotor…” “eh kau…”


“aku kenapa ? sayangnya pemikiran kalian tidak akan bisa mempengaruhi kami…


kami bukan orang yang memanfaatkan jabatan untuk mencari keuntungan pribadi”


“bukankah kalian menikmati jabatan kalian selama ini !” tantang sang pangeran.


          Huang Guang “menikmati jabatan hahaha… apa bagi kalian kami


menikmati jabatan ? kami akan sangat berterima kasih jika tidak mempunyai jabatan,


karena jabatan ini seperti rantai untuk kami.” Tian Ling “kalian hanya tahu ke


akademi dan belajar, apa kalian tahu, bagaimana Yang er mempersiapkan semuanya


untuk kalian ? disaat kalian asik-asik menikmati istirahat dan bersenang-senang


diluar. Yang er mengorbankan istirahatnya hanya untuk menyusun program belajar


untuk kalian. Jika Yang er tidak menjadi Pengawas, apa kalian kira kalian bisa


hingga seperti ini. Kalian yang awalnya sama sekali tidak mempunyai kesempatan


mengikuti ujian, diangkat oleh Yang er”.


          Jing Guang “kalian tidak pernah memikirkan apapun kan


hahaha… itulah bedanya kami dengan kalian… bagi kalian, dengan memiliki status


dan jabatan, bisa membuat kalian bersenang-senang melakukan segalanya. Tapi


bagi kami, itu merupakan suatu beban dan tanggung jawab yang sangat berat” Shui Lan


“saat kalian lulus, kalian akan merasa bangga pada diri kalian, tapi siapa yang


membuat hal itu terwujud ?” Ye Xing “Tuan Putri, kami sangat mengharapkan


menerima kabar baik dari anda esok hari… bahkan kami memohon pada anda untuk


membuat hal itu terjadi…” Sang Putri mendengar kata-kata tegas Ye Xing,


kebingungan ‘apa sesusah itu meminta kebebasan mereka dari ayahanda ? ah tidak,


ayah tidak pernah memberi muka pada seseorang walaupun itu pejabat tingkat


tinggi. Mereka hanya pemuda liar, ayah tidak mungkin mempertahankan mereka.


Lagipula, ini keinginan mereka sendiri. Aku mau lihat, setelah memberi mereka

__ADS_1


kebebasan, apa mereka masih sesombong sekarang !” melirik sinis.


__ADS_2