
Hari kedua, Yang Guang
kembali menikmati penyerangan-penyerangan dari musuhnya. (alasan adanya
penyerangan, karena Yang Guang yang membiarkan mereka masuk. Hutan Perburuan
adalah wilayah khusus bagi anggota kerajaan untuk berburu, biasanya dijaga dan
dilindungi dengan ketat. Atas permintaan Yang Guang, penjagaan sengaja
dilonggarkan, hanya untuk memberi kesempatan musuh mengira mereka lemah.)
Setelah kepergian Yang Guang di hari sebelumnya, ketujuhnya bersama para
prajurit membereskan mayat-mayat para pembunuh dan membersihkan kembali Hutan
Perburuan. Selesai melakukannya,mereka meninggalkan Hutan Perburuan tanpa
penjagaan ketat.
Setelah puas bermain di hari kedua, penjagaan kembali ke
posisi semula. Mereka memasang kemah untuk menikmati kebersamaan bersama calon
alumni Akademi Kerajaan. “Bagaimana ? kalian menikmatinya ?” ada yang berbinar
dan ada yang cemberut. “Pengawas, setelah ini apa yang anda lakukan ?” seorang
pelajar bertanya pada Yang Guang “hmm menikmati kebebasanku dari keusilan
kalian hihihi…” Yang Guang menjawab sambil melirik usil membuat para pelajar
salah tingkah “eh hehe… anda tahu…” Yang Guang memainkan matanya “sebagai
Pengawas, tentu saja harus mengetahui semua kegiatan pelajarnya… selama yang
kalian lakukan dalam batas wajar. Tidak masalah” banyak yang cekikikan.
“Pengawas, kami berterima kasih padamu… selama di Akademi,
hanya anda yang tidak menyerah pada kami” semua mengangguk “jika bukan anda,
aku tidak akan pernah menyentuh perpustakaan hahaha…” “hei bahkan ayahku yang
selalu meremehkanku pun sekarang mulai menghargaiku…” “aku pasti merindukan
saat-saat di Akademi…” sahut-sahutan pelajar yang menyukai Yang Guang.
“cih, kulihat anda hanya Pengawas yang otoriter, sombong
dan pemaksa…” Yang Guang tertawa terbahak-bahak “hahaha… betul-betul aku memang
otoriter, makanya jangan terpesona padaku hahaha…” “cih setelah kelulusan ini,
aku akan meminta ayahanda untuk menghukummu…” sindiran seorang pelajar yang
merupakan Pangeran kedua Kerajaan Ming. Yang Guang memainkan matanya dengan
senyum miring, sama sekali tidak memperlihatkan wajah tersinggung “hmm… anda
memang harus melakukannya… bahkan kalau bisa, aku meminta bantuanmu untuk
memberitahu ayahandamu itu, membebaskanku dari sini, yah... tolonglah Pangeranku
yang agung…” dengan tampang memelas membuat Sang Pangeran terpana “ka… kau…”
tujuh temannya cekikikan “Pangeram, jika anda dapat melakukannya, dia akan
sangat berterima kasih… anda tidak tahu, betapa inginnya dia mengepakkan
sayapnya segera pergi dari sini hihihi…”.
“Pengawas, Jing Guang, jangan sombong… jangan mengira
kalian bermain didepan kami, kami akan percaya pada kalian… jika kalian ingin
pergi, pastinya ayahanda akan melepaskanmu, lagipula kalian bukan siapapun !”
kedelapannya saling melihat dan tertawa terbahak-bahk, berdiri bersamaan dan
memberi hormat pada pelajar yang berbicara sebelumnya “jika begitu, tolong Tuan
Putri menyampaikan ke ayahanda anda… kami menunggu kabar baik dari anda… kami
pastikan, setelah mendapat berita, kami akan langsung pergi dari sini” Sang
__ADS_1
Putri melongo dibuatnya “ka… kalian…” pelajar lain melihat mereka kebingungan.
“Pengawas, para Da Ren, apa kalian tidak suka ibukota ?”
pelajar lain bertanya. Jing Guang “Wu An, jika kau bertanya pada Pengawas kita
ini, dia akan menjawab, dimana ada makanan unik pasti menyukainya.” “makanan ?
dengan status kalian saat ini, makanan apa yang tidak bisa kalian dapatkan ?”
Huang Guang “status ? kalian sudah terlalu lama di ibukota, sangat menyukai
status. Tapi juga tidak menyalahkan kalian, status memang sangat berarti
disini” mengangguk-anggukkan kepalanya. “apa kalian belum puas dengan status
kalian ?” Tian Ling “kami tidak menginginkan semua status itu !” “bohong !
siapa yang tidak menginginkan status… dengan status, kalian bisa melakukan
segalanya… kalian semena-mena pada kami selama ini bukankah karena status
kalian dan titah Raja !” Sang Pangeran menghardik.
Yang Guang menggeleng “sepertinya walaupun nantinya kau
lulus, kau juga tidak mendapatkan poin dari pelajaran, sangat disayangkan !”
“Pengawas, jika begitu apa yang anda inginkan ?” seorang pelajar yang pro
bertanya “kebebasan ! dia hanya menginginkan kebebasannya !” Lu Teng menjawab.
Tuan Putri yang tadi “cih… baik, besok aku akan menghadap ayahanda, meminta
kebebasan kalian pada beliau. Setelah itu, aku tidak ingin melihat wajah kalian
lagi di ibukota” kedelapannya melihat dengan senyum manis “baik putri, kami
menaati perintah… kami menunggu kabar baik dari anda !” dengan binar
kebahagiaan, membuat sang putri terbengong.
Pelajar lain “Pengawas, setelah mendapat kebebasan anda,
sebelum anda pergi, kami ingin berkumpul sekali lagi dengan anda semua” Yang
mentraktir kalian semua, bagaimana ?” “Pengawas, ini anda yang megatakannya ya,
jangan ingkar” “Ucapan seorang ksatria, tidak akan pernah ingkar !” Yang Guang
melihat lainnya dengan binar kebahagiaan. Terpancar jelas ada harapan yang
begitu besar dari wajahnya untuk kebebasan yang sangat diinginkannya, membuat
para pangeran, putri dan pelajar lain terbengong.
Huang guang mengacak rambut Yang Guang “semoga sesuai
harapanmu, tidak perlu menunggu lama lagi…” Yang Guang cekikikan dengan wajah
kekanakan sambil mengangguk-angguk. Jing Guang “Tuan Putri, kami menunggu kabar
baik dari anda…” sang putri terbengong “apa… apa kalian semua begitu tidak
menyukai status ?” kedelapannya mengangguk mantap “ta… tapi selama ini kalian…”
Shui Lan menyentuh bahu sang putri “Tuan Putri-ku, semua ini bukanlah keinginan
kami, tapi keinginan ayahanda anda. Kami hanya berusaha menjalankan tanggung
jawab dari tugas dan status yang di berikan” Tian Ling menyambut kata “yang
kami inginkan adalah bersama-sama selamanya menikmati setiap sudut dunia ini
tanpa ikatan dan status” tersenyum manis pada sang putri.
Yang Guang cekikikan “tidak sabar menunggu hari esok…”
ketujuhnya tersenyum lembut menatap Yang Guang “ah aku mendadak ingin makan ubi
bakar…” melompat-lompat dengan riang gembira mencari ubi. Tidak ada yang lebih
tahu dari mereka (selain Hua Zi dan lainnya dari alam dewa), betapa Yang Guang
sangat tersiksa dengan keadaan disini. Yang Guang adalah kepunyaan dunia, tidak
__ADS_1
tahan berdiam di satu tempat untuk waktu lama. Apalagi tempat yang penuh intrik
dan kepalsuan seperti ibukota. Jika bukan karena janjinya, sudah sejak lama,
Yang Guang mengambil langkah kaki seribunya menghilang dari tempat yang namanya
Ibukota.
“Jing Guang, kalian semua…” seorang pelajar penasaran
dengan kontak mata mereka. Jing Guang berbalik ke pelajar itu “kalian terhadap
Pengawas ?” Jing Guang tersenyum “kami memujanya…” “memuja… jadi selama ini !”
Jing Guang cekikikan “jangan terlalu banyak berfikir dengan otak dangkalmu,
hubungan kami dengannya sangat murni…” semua membulatkan bibirnya berooo ria
“eh kalian tahu begitu banyak yang menyukai dan mengejar kalian, apa tidak ada
satupun yang kalian sukai ?” Jing Guang meratakan bibirnya “apa kalian tahu apa
itu menyukai ? hahaha kalian terlalu banyak berfikir, para gadis itu hanya
mencintai diri mereka sendiri… kami tidak tertarik pada kesombongan dan
keegoisan”.
“bukannya kalian selama ini sangat sombong dan semena-mena
!” sindir lainnya. Ye Xing “oh ya ? bagi kami itu bukan sikap sombong dan
semena-mena, kami hanya menunjukkan diri kami, tidak suka ya tidak suka, untuk
apa munafik hanya untuk nama baik” Dian Lan mencibir “makanya kalian tidak akan
pernah mengerti kehidupan, diotak kalian hanya ada hal-hal kotor…” “eh kau…”
“aku kenapa ? sayangnya pemikiran kalian tidak akan bisa mempengaruhi kami…
kami bukan orang yang memanfaatkan jabatan untuk mencari keuntungan pribadi”
“bukankah kalian menikmati jabatan kalian selama ini !” tantang sang pangeran.
Huang Guang “menikmati jabatan hahaha… apa bagi kalian kami
menikmati jabatan ? kami akan sangat berterima kasih jika tidak mempunyai jabatan,
karena jabatan ini seperti rantai untuk kami.” Tian Ling “kalian hanya tahu ke
akademi dan belajar, apa kalian tahu, bagaimana Yang er mempersiapkan semuanya
untuk kalian ? disaat kalian asik-asik menikmati istirahat dan bersenang-senang
diluar. Yang er mengorbankan istirahatnya hanya untuk menyusun program belajar
untuk kalian. Jika Yang er tidak menjadi Pengawas, apa kalian kira kalian bisa
hingga seperti ini. Kalian yang awalnya sama sekali tidak mempunyai kesempatan
mengikuti ujian, diangkat oleh Yang er”.
Jing Guang “kalian tidak pernah memikirkan apapun kan
hahaha… itulah bedanya kami dengan kalian… bagi kalian, dengan memiliki status
dan jabatan, bisa membuat kalian bersenang-senang melakukan segalanya. Tapi
bagi kami, itu merupakan suatu beban dan tanggung jawab yang sangat berat” Shui Lan
“saat kalian lulus, kalian akan merasa bangga pada diri kalian, tapi siapa yang
membuat hal itu terwujud ?” Ye Xing “Tuan Putri, kami sangat mengharapkan
menerima kabar baik dari anda esok hari… bahkan kami memohon pada anda untuk
membuat hal itu terjadi…” Sang Putri mendengar kata-kata tegas Ye Xing,
kebingungan ‘apa sesusah itu meminta kebebasan mereka dari ayahanda ? ah tidak,
ayah tidak pernah memberi muka pada seseorang walaupun itu pejabat tingkat
tinggi. Mereka hanya pemuda liar, ayah tidak mungkin mempertahankan mereka.
Lagipula, ini keinginan mereka sendiri. Aku mau lihat, setelah memberi mereka
__ADS_1
kebebasan, apa mereka masih sesombong sekarang !” melirik sinis.