Return Of God Emperor

Return Of God Emperor
Bab 251 - Ulat tua


__ADS_3

Dong Hua “sudah, tidak


membicarakan ini lagi… apa yang ingin kau lakukan di medan perang ?” Xiao Shen


Zhu tersenyum nakal “Hua Zi gege, jika dulu aku memakai tinta maka sekarang aku


akan memakai saripati ini hihihi…” Dong Hua “kau akan masuk langsung ke medan


perang !” walau sudah tahu jawabannya, Dong Hua ingin memastikannya lagi. Xiao


Shen Zhu mengangguk, Dong Hua “tapi Feng Wei, kau tidak akan tahan baunya dan…”


Xiao Shen Zhu cekikikan mematahkan kata-kata Dong Hua “Hua Zi gege, jika tidak


melakukannya sendiri akan mengurangi keasikannya hihihi… tenang saja, aku akan


meminimalisir dampaknya… walaupun memang sangat menjijikkan hi….” bergidik


ngeri sendiri. Dong Hua “aku akan menurunkan hujan fuling hua…” Xiao Shen Zhu


mengangguk “tubuhmu masih lemah, jangan terlalu memaksakan diri…” Xiao Shen Zhu


menggeleng “tidak memaksakan diri, bukannya ada lainnya yang juga mau bermain


!” Dong Hua mengangguk.


            Beberapa hari selanjutnya, Xiao Shen Zhu mengajari mereka


untuk memakai benda ciptaannya dan memberi nasihat jangan sampai terkena diri


sendiri. Saripati pencahar itu sudah diubah agar dapat meresap kedalam kulit


tanpa harus mengonsumsinya. “nah kalian faham caranya kan ! kalau kalian sampai


terkena sendiri maka selamat tidur di belakang hahaha…” Xiao Shen Zhu tertawa


terbahak-bahak, semua cekikikan “tampaknya harus mempersiapkan kamar kecil


untuk berjaga-jaga hihihi…” Dong Hua “Feng Wei, kau cukup mengurus 10 paling


banyak, sisanya berikan pada mereka” Xiao Shen Zhu cemberut “dengar, tubuhmu


masih lemah akan sangat cepat terpengaruh…”  Bai Yi “Huo Feng, dengarkan Di Jun… paling penting adalah dirimu…” Xiao


Shen Zhu menghela nafas pasrah.


            Xiao Shen Zhu mengeluarkan beberapa bentuk benda, ada


yang berbentuk kayu-kayu kecil, ada yang bentuk cairan, saleb, bola, dan lain


sebagainya “Niang Qin, kapan kau membuat lainnya ?” Xiong Xiong menatap takjub


“ini sisa-sisa dari mainan lamaku… ini menyebabkan gatal… ini menyebabkan


bisul… kalian bagi saja, ingin memakai yang mana…” “Feng Wei, kau memakai yang


mana ?” Dong Hua melihat Xiao Shen Zhu yang tidak mengambil apapun. Xiao Shen


Zhu “tentu saja yang baru hihihi yang lain sudah pernah kugunakan semua, tidak


seru lagi…” Dong Hua “jangan menyentuh mereka…” Xiao Shen Zhu menggeleng “tidak


menyentuh… mereka sangat menjijikkan hi…” dengan akting ngeri. Dong Hua


tersenyum “jadi kau menggunakan apa ?” Xiao Shen Zhu “Hua Zi gege, bagaimana


caranya melukis ?” Dong Hua nyengir dibalas Xiao Shen Zhu.


             Dong Hua menatap


anak-anaknya “lindungi diri kalian sendiri, jangan gegabah…” Xiao Shen Zhu

__ADS_1


“saripati itu sangat cepat bereaksi jadi sebaiknya kalian melangkah dengan


cepat… yang tua dan berkumis, jangan sampai kalah dengan anak muda…” nyengir


melirik Meng Hao yang cekikikan “tenang saja Shen Zhu, tubuhku yang keren ini


masih sangat lincah…” Xiao Shen Zhu tertawa terbahak-bahak “kakek tua, anda


tidak keseleo saja sudah bagus hahaha…” semua cekikikan “Shen Zhu jangan


menertawaiku, aku akan membuktikan menjadi yang tercepat di medan perang


nantinya…” Xiao Shen Zhu mencibir “awas saja jika kau terkena dampaknya, akan


ku bakar kukumu itu !” Meng Hao memeluk tubuhnya “Shen Zhu, jangan melukai


tubuh indahku ini…” dengan gaya manjanya membuat Xiao Shen Zhu dan anak lainnya


tertawa terbahak-bahak.


            Mu Rong “Meng Hao, apa kau salah minum obat ? Zhe Yan


Shan Shen, tolong periksa dia, sepertinya otaknya bermasalah…” Xiao Shen Zhu


tidak berhenti tertawa “Hua Zi gege darimana kau mendapatkan orang tua ini ?”


Dong Hua tersenyum “dulu otaknya lurus, sepertinya terlalu banyak minum air danau


membuat otaknya berkurang” “otak berkurang hahaha… Meng Hao shushu, lebih baik


kumis dan janggutmu yang berkurang hahaha…” “Shen Zhu, kumis dan janggutku ini


adalah pesona tiada tandingannya…” sambil membelai jenggotnya. Xiao Shen Zhu


tertawa sampai memegang perutnya “Meng Hao shushu, kau sangat menjijikkan


hahaha…” lainnya menggelengkan kepala menonton mereka.


berhenti tertawa, membelai perut kecilnya, mengalirkan kehangatan. Xiao Shen


Zhu tertawa sampai mengeluarkan air mata “Meng Hao shushu, jika sampai kau kena


dampak, aku akan mencukur kumis dan jenggot kebanggaanmu itu hahaha…” Meng Hao


cemberut dan merengek “Shen Zhu, kau lepaskanlah shushu tertampanmu ini ! nanti


pesonaku menurun…” Mu Rong “heh kau ini ulat tua masih belum sadar diri !”


“ulat tua… hahaha…” Xiao Shen Zhu ikut mengejek. Meng Hao “Mu Rong, aku ini


naga perkasa…” Mu Rong menyindir “naga perkasa tidak sebodoh dirimu ulat tua


dengan otak yang berkurang…” semakin pecahlah tawa Xiao Shen Zhu itu.


            Tidak adanya tekanan dari Tian Jun Ye Hua dan Mo Yuan


membuat wilayan utara mulai meluncurkan aksinya. Aksi ini didasari rasa dendam


pada Xiao Di Hou yang menyebabkan mereka harus melayani banyak lelaki hidung


belang di alam fana. Sie Ming tidak segan-segan menuliskan kisah mereka di alam


fana sesuai perintah Dong Hua saat itu. Lao Tian Jun saat itu sudah mencari


Dong Hua untuk mengurangi hukuman kedua putri kembar, tapi Dong Hua tidak ada


di Jiu Jong Tian dalam waktu-waktu itu. Saat Dong Hua kembali ke Jiu Jong Tian,


Lao Tian Jun sedang berada di wilayah utara. Setelahnya, Dong Hua tidak kembali


lagi hingga 10.000 tahun membuat dendam semakin menumpuk di wilayah utara.

__ADS_1


Sebenarnya, orang tua kedua putri menyadari kesalahan mereka sendiri dan


awalnya tidak menyetujui tindakan keduanya. Kedua putri kembar itu sangat keras


kepala dan semaunya sendiri, mengontrol prajurit dan melakukan kekacauan. Kedua


putri mendengar hal serupa yang dialami Long Xiao Li dari suku Bai Long,


mengajaknya bekerja sama menuntut balas.


            Segera tantangan perang dilayangkan, kubu putri kembar


yang dipimpin kedua putri kembar sendiri beserta kubu Bai Long berhadapan


dengan kubu langit. Kedua putri kembar terkejut karena para dewa dewi prasejarah


ikut hadir dalam perang ini dengan membawa sangat sedikit prajurit. Kedua putri


mencari sosok Dong Hua Di Jun di tengah kerumunan para dewa dewi prasejarah


itu. Ye Hua “Shui Xue Mei… Shui Xue Rou… hentikan semua ini… “ Shui Xue Mei


“Tian Jun, yang kami inginkan hanya bersama Di Jun… demi satu anak kecil, Di


Jun menghukum kami ke alam fana melakukan hal menjijikkan… asalkan Di Jun


menerima kami, kami akan menghentikan semua ini…” Ye Hua “lancang, darimana


kalian memiliki pemikiran Di Jun mau mendengarkan kalian !” Shui Xue Rou “Tian


Jun, demi Di Jun, kami sudah menderita di alam fana… bukankah saatnya Di Jun


membalas kami !”


            Ling Ling dengan dingin “kalian menderita karena salah


kalian sendiri… apa kalian tidak pernah diajarkan ‘jangan mengganggu yang


diluar kapasitas kalian’…” Shui Xue Mei “Nu Jun… bukankah saat Bai Feng Jiu


menggoda Di Jun juga diluar kapasitasnya !” Ling Ling murka “lancang… kalian


tidak pantas menyebut nama beliau…” Shui Xue Rou “apa yang pantas ? apa yang


tidak pantas ? jika dikatakan bukan kapasitas, maka saat itu, Bai Feng Jiu yang


bahkan bukan seorang Shan Xian, memiliki keberanian darimana menggoda Di Jun !”


Gun Gun “ooo… sayangnya kalian salah… Bai Feng Jiu tidak pernah menggoda Dong


Hua Di Jun. Sebagai seorang Tian Di Gong Zhu, berapa banyak godaan dari


berbagai macam wanita seperti anda berdua, sudah tidak terhitung jumlahnya. Apa


kalian pernah mendengar Dong Hua Di Jun termakan oleh godaan-godaan itu ?


kalian hanya dua putri manja, sombong, yang egois, tidak bisakah kalian memakai


otak kalian berfikir sejenak.”


            Shui Xue Mei “dimana Di Jun ? kekacauan sebesar ini,


bukankah sebagai Tian Di Gong Zhu, beliau harusnya datang untuk mendamaikan !”


Ling Ling tersenyum sinis “hanya kalian berdua, tidak perlu menyusahkan Di Jun


!” Shui Xue Rou tertawa dingin “hahaha… anda sangat sombong Nu Jun… baik juga,


jika kami melukai atau bahkan membunuh 1 dari anda berdua, maka Di Jun pasti


akan hadir !” raut wajahnya berubah “adik, tidak perlu berbasa-basi dengan

__ADS_1


mereka…” dari kepalanya muncul mahkota es.


__ADS_2