
Dong Hua “sudah, tidak
membicarakan ini lagi… apa yang ingin kau lakukan di medan perang ?” Xiao Shen
Zhu tersenyum nakal “Hua Zi gege, jika dulu aku memakai tinta maka sekarang aku
akan memakai saripati ini hihihi…” Dong Hua “kau akan masuk langsung ke medan
perang !” walau sudah tahu jawabannya, Dong Hua ingin memastikannya lagi. Xiao
Shen Zhu mengangguk, Dong Hua “tapi Feng Wei, kau tidak akan tahan baunya dan…”
Xiao Shen Zhu cekikikan mematahkan kata-kata Dong Hua “Hua Zi gege, jika tidak
melakukannya sendiri akan mengurangi keasikannya hihihi… tenang saja, aku akan
meminimalisir dampaknya… walaupun memang sangat menjijikkan hi….” bergidik
ngeri sendiri. Dong Hua “aku akan menurunkan hujan fuling hua…” Xiao Shen Zhu
mengangguk “tubuhmu masih lemah, jangan terlalu memaksakan diri…” Xiao Shen Zhu
menggeleng “tidak memaksakan diri, bukannya ada lainnya yang juga mau bermain
!” Dong Hua mengangguk.
Beberapa hari selanjutnya, Xiao Shen Zhu mengajari mereka
untuk memakai benda ciptaannya dan memberi nasihat jangan sampai terkena diri
sendiri. Saripati pencahar itu sudah diubah agar dapat meresap kedalam kulit
tanpa harus mengonsumsinya. “nah kalian faham caranya kan ! kalau kalian sampai
terkena sendiri maka selamat tidur di belakang hahaha…” Xiao Shen Zhu tertawa
terbahak-bahak, semua cekikikan “tampaknya harus mempersiapkan kamar kecil
untuk berjaga-jaga hihihi…” Dong Hua “Feng Wei, kau cukup mengurus 10 paling
banyak, sisanya berikan pada mereka” Xiao Shen Zhu cemberut “dengar, tubuhmu
masih lemah akan sangat cepat terpengaruh…” Bai Yi “Huo Feng, dengarkan Di Jun… paling penting adalah dirimu…” Xiao
Shen Zhu menghela nafas pasrah.
Xiao Shen Zhu mengeluarkan beberapa bentuk benda, ada
yang berbentuk kayu-kayu kecil, ada yang bentuk cairan, saleb, bola, dan lain
sebagainya “Niang Qin, kapan kau membuat lainnya ?” Xiong Xiong menatap takjub
“ini sisa-sisa dari mainan lamaku… ini menyebabkan gatal… ini menyebabkan
bisul… kalian bagi saja, ingin memakai yang mana…” “Feng Wei, kau memakai yang
mana ?” Dong Hua melihat Xiao Shen Zhu yang tidak mengambil apapun. Xiao Shen
Zhu “tentu saja yang baru hihihi yang lain sudah pernah kugunakan semua, tidak
seru lagi…” Dong Hua “jangan menyentuh mereka…” Xiao Shen Zhu menggeleng “tidak
menyentuh… mereka sangat menjijikkan hi…” dengan akting ngeri. Dong Hua
tersenyum “jadi kau menggunakan apa ?” Xiao Shen Zhu “Hua Zi gege, bagaimana
caranya melukis ?” Dong Hua nyengir dibalas Xiao Shen Zhu.
Dong Hua menatap
anak-anaknya “lindungi diri kalian sendiri, jangan gegabah…” Xiao Shen Zhu
__ADS_1
“saripati itu sangat cepat bereaksi jadi sebaiknya kalian melangkah dengan
cepat… yang tua dan berkumis, jangan sampai kalah dengan anak muda…” nyengir
melirik Meng Hao yang cekikikan “tenang saja Shen Zhu, tubuhku yang keren ini
masih sangat lincah…” Xiao Shen Zhu tertawa terbahak-bahak “kakek tua, anda
tidak keseleo saja sudah bagus hahaha…” semua cekikikan “Shen Zhu jangan
menertawaiku, aku akan membuktikan menjadi yang tercepat di medan perang
nantinya…” Xiao Shen Zhu mencibir “awas saja jika kau terkena dampaknya, akan
ku bakar kukumu itu !” Meng Hao memeluk tubuhnya “Shen Zhu, jangan melukai
tubuh indahku ini…” dengan gaya manjanya membuat Xiao Shen Zhu dan anak lainnya
tertawa terbahak-bahak.
Mu Rong “Meng Hao, apa kau salah minum obat ? Zhe Yan
Shan Shen, tolong periksa dia, sepertinya otaknya bermasalah…” Xiao Shen Zhu
tidak berhenti tertawa “Hua Zi gege darimana kau mendapatkan orang tua ini ?”
Dong Hua tersenyum “dulu otaknya lurus, sepertinya terlalu banyak minum air danau
membuat otaknya berkurang” “otak berkurang hahaha… Meng Hao shushu, lebih baik
kumis dan janggutmu yang berkurang hahaha…” “Shen Zhu, kumis dan janggutku ini
adalah pesona tiada tandingannya…” sambil membelai jenggotnya. Xiao Shen Zhu
tertawa sampai memegang perutnya “Meng Hao shushu, kau sangat menjijikkan
hahaha…” lainnya menggelengkan kepala menonton mereka.
berhenti tertawa, membelai perut kecilnya, mengalirkan kehangatan. Xiao Shen
Zhu tertawa sampai mengeluarkan air mata “Meng Hao shushu, jika sampai kau kena
dampak, aku akan mencukur kumis dan jenggot kebanggaanmu itu hahaha…” Meng Hao
cemberut dan merengek “Shen Zhu, kau lepaskanlah shushu tertampanmu ini ! nanti
pesonaku menurun…” Mu Rong “heh kau ini ulat tua masih belum sadar diri !”
“ulat tua… hahaha…” Xiao Shen Zhu ikut mengejek. Meng Hao “Mu Rong, aku ini
naga perkasa…” Mu Rong menyindir “naga perkasa tidak sebodoh dirimu ulat tua
dengan otak yang berkurang…” semakin pecahlah tawa Xiao Shen Zhu itu.
Tidak adanya tekanan dari Tian Jun Ye Hua dan Mo Yuan
membuat wilayan utara mulai meluncurkan aksinya. Aksi ini didasari rasa dendam
pada Xiao Di Hou yang menyebabkan mereka harus melayani banyak lelaki hidung
belang di alam fana. Sie Ming tidak segan-segan menuliskan kisah mereka di alam
fana sesuai perintah Dong Hua saat itu. Lao Tian Jun saat itu sudah mencari
Dong Hua untuk mengurangi hukuman kedua putri kembar, tapi Dong Hua tidak ada
di Jiu Jong Tian dalam waktu-waktu itu. Saat Dong Hua kembali ke Jiu Jong Tian,
Lao Tian Jun sedang berada di wilayah utara. Setelahnya, Dong Hua tidak kembali
lagi hingga 10.000 tahun membuat dendam semakin menumpuk di wilayah utara.
__ADS_1
Sebenarnya, orang tua kedua putri menyadari kesalahan mereka sendiri dan
awalnya tidak menyetujui tindakan keduanya. Kedua putri kembar itu sangat keras
kepala dan semaunya sendiri, mengontrol prajurit dan melakukan kekacauan. Kedua
putri mendengar hal serupa yang dialami Long Xiao Li dari suku Bai Long,
mengajaknya bekerja sama menuntut balas.
Segera tantangan perang dilayangkan, kubu putri kembar
yang dipimpin kedua putri kembar sendiri beserta kubu Bai Long berhadapan
dengan kubu langit. Kedua putri kembar terkejut karena para dewa dewi prasejarah
ikut hadir dalam perang ini dengan membawa sangat sedikit prajurit. Kedua putri
mencari sosok Dong Hua Di Jun di tengah kerumunan para dewa dewi prasejarah
itu. Ye Hua “Shui Xue Mei… Shui Xue Rou… hentikan semua ini… “ Shui Xue Mei
“Tian Jun, yang kami inginkan hanya bersama Di Jun… demi satu anak kecil, Di
Jun menghukum kami ke alam fana melakukan hal menjijikkan… asalkan Di Jun
menerima kami, kami akan menghentikan semua ini…” Ye Hua “lancang, darimana
kalian memiliki pemikiran Di Jun mau mendengarkan kalian !” Shui Xue Rou “Tian
Jun, demi Di Jun, kami sudah menderita di alam fana… bukankah saatnya Di Jun
membalas kami !”
Ling Ling dengan dingin “kalian menderita karena salah
kalian sendiri… apa kalian tidak pernah diajarkan ‘jangan mengganggu yang
diluar kapasitas kalian’…” Shui Xue Mei “Nu Jun… bukankah saat Bai Feng Jiu
menggoda Di Jun juga diluar kapasitasnya !” Ling Ling murka “lancang… kalian
tidak pantas menyebut nama beliau…” Shui Xue Rou “apa yang pantas ? apa yang
tidak pantas ? jika dikatakan bukan kapasitas, maka saat itu, Bai Feng Jiu yang
bahkan bukan seorang Shan Xian, memiliki keberanian darimana menggoda Di Jun !”
Gun Gun “ooo… sayangnya kalian salah… Bai Feng Jiu tidak pernah menggoda Dong
Hua Di Jun. Sebagai seorang Tian Di Gong Zhu, berapa banyak godaan dari
berbagai macam wanita seperti anda berdua, sudah tidak terhitung jumlahnya. Apa
kalian pernah mendengar Dong Hua Di Jun termakan oleh godaan-godaan itu ?
kalian hanya dua putri manja, sombong, yang egois, tidak bisakah kalian memakai
otak kalian berfikir sejenak.”
Shui Xue Mei “dimana Di Jun ? kekacauan sebesar ini,
bukankah sebagai Tian Di Gong Zhu, beliau harusnya datang untuk mendamaikan !”
Ling Ling tersenyum sinis “hanya kalian berdua, tidak perlu menyusahkan Di Jun
!” Shui Xue Rou tertawa dingin “hahaha… anda sangat sombong Nu Jun… baik juga,
jika kami melukai atau bahkan membunuh 1 dari anda berdua, maka Di Jun pasti
akan hadir !” raut wajahnya berubah “adik, tidak perlu berbasa-basi dengan
__ADS_1
mereka…” dari kepalanya muncul mahkota es.