
Zu Zhe gelisah, Lian
Song memapahnya “Zu Zhe, ada apa ? tidak enak badan, aku akan membawamu ke Yan
Ji gong” Zu Zhe menggeleng “tidak tahu kenapa perasaanku sangat tidak enak hari
ini…” Lian Song “Zhe Yan Shan Shen, tolong periksa Zu Zhe” semua berhenti,
menoleh ke Zu Zhe. Zhe Yan segera memeriksa “ada apa Zu Zhe, tidak biasanya kau
seperti ini ? tidak ada apa-apa di nadimu, apa yang kau rasakan ?” Zu Zhe
“tidak tahu, perasaanku tidak enak, seperti akan terjadi sesuatu” Sou Wan “apa
kau mendapat penglihatan lagi ?” Zu Zhe menggeleng “ah sudahlah, mungkin hanya
perasaanku saja. Jika ada penglihatan, akan muncul dengan sendirinya. Ayo, kita
teruskan ke Tai Chen gong” berbicara santai. Lian Song masih khawatir “apa
benar baik-baik saja ?” Zu Zhe mengangguk, menampilkan seulas senyuman
meyakinkan.
Setiba di Tai Chen gong, Chong Lin segera keluar menyambut,
menyapa semuanya “Feng Jiu dianxia…” terkejut melihat Feng Wei. Gun Gun “Chong
Lin, ini Feng Huo Cai Hong Ling dan Bai Huo Zi Yu Huang, mereka akan tinggal
sementara di Tai Chen gong, persiapkan semua keperluan mereka, di paviliun
timur” Chong Lin terkejut melihat Gun Gun yang mengangguk padanya, segera
memberi hormat dan pergi menjalankan. Paviliun timur yang dikatakan adalah rumah
utama Tai Chen gong, sebelumnya tempat tinggal Dong Hua – Feng Jiu. Selama ini,
Gun Gun selalu merawat tempat itu dengan baik, seakan Dong Hua – Feng Jiu masih
ada disana, hanya pergi dan belum pulang.
Gun Gun membawa mereka masuk Tai Chen gong dan mengitari
sekelilingnya “bagaimana ? tempatku bagus kan !” kembali ke mode kekanakannya.
Hua Zi membelai kepalanya “tempat Xiao Di Jun sangat bagus…” Gun Gun cekikikan
“ayo kubawa kalian ke kamar kalian” Chong Lin berlarian “xiao Di Jun…” Gun Gun
segera serius “Chong Lin shushu, sudah kukatakan, jika tidak ada apa-apa
panggil aku Gun Gun saja. Ada apa begitu tergesa-gesa ?” Chong Lin “Xiao Di
Jun, terdengar suara dari dalam Chang Gu Di Jun” Gun Gun terkejut “apa ? suara
apa ? siapa yang masuk kedalam ?” segera berlalu dengan emosi. Gun Gun tidak
suka ada yang mengganggu barang-barang Dong Hua – Feng Jiu. Semua mengikutinya
ke Chang Gu, terdengar suara-suara sayatan dari dalam “siapa yang berani masuk
ke Chang Gu ?” suara dingin Gun Gun terdengar. Chong Lin “tidak ada yang
mendekati Chang Gu” Gun Gun melirik dingin Chong Lin.
Hua Zi memegang Gun Gun “hati-hati, sepertinya lagi ada
__ADS_1
pertarungan didalam” Gun Gun mengangguk, mengerahkan sihir membuka Chang Gu, 2
cahaya melesat keluar. “Feng Wei…” teriakan panik terdengar. Gun Gun segera
berbalik, terlihat 2 bilah pedang yang menyerang Hua Zi dan Feng Wei. Untung
gerakan keduanya cepat, segera membuat jiejue menahan kedua pedang didepan
matanya. “Cang He, Hong Liu Yu…” Gun Gun berkata. Langit berubah gelap, suara guntur
bersahut-sahutan, angin kencang bertiup. Hua Zi dan Feng Wei masih berusaha
menahan laju pedang yang mulai menerobos jiejue. Kedua pedang memiliki kekuatan
Di Jun dan Feng Jiu, Hua Zi dan Feng Wei yang sekarang bukanlah tandingan kedua
pedang. Kedua pedang berhasil masuk, menusuk tepat ditanda bunga di kening
mereka, keduanya muntah darah, memegang pedang dengan tangan mereka. Muncul
cahaya merah keemasan dari pedang Hong Liu Yu dan cahaya ungu dari pedang Cang
He, mengangkat mereka berdua melayang diangkasa.
Ling Ling “ada apa ini ?” berusaha menghalau angin melihat
Hua Zi dan Feng Wei. Mo Yuan “tampaknya kedua pedang mengenali mereka sebagai
pemiliknya. Kedua pedang menembus tanda bunga, mengeluarkan cahaya mengelilingi
tubuh keduanya. Petir dan bola api turun menghantam tubuh keduanya. Pedang Cang
He dan pedang Hong Liu Yu sudah melepaskan mereka dan berputar mengelilingi
tubuh mereka seakan melindunginya. Hua Zi “Feng Wei… Feng Wei…” berusaha
menggapai Feng Wei. Mereka sudah terjatuh berlutut dengan tubuh penuh darah
kesadarannya melihat Hua Zi “Hua Zi gege…” dengan seluruh sisa tenaganya
berdiri, mengerahkan sihir “aaa…” dengan satu teriakan, sebuah bola cahaya
merah keluar dari tubuh Feng Wei ke tubuh Hua Zi “Hua Zi gege, aku
mencintaimu…” menutup mata, tidak sadarkan diri. Hua Zi menggila “Feng Wei…
Feng Wei… tidak, bertahanlah… Feng Wei…” berusaha mendekati, tapi petir dan
bola api tidak berhenti terus menghantam mereka.
Petir dan bola api Hua Zi selesai terlebih dahulu,
rambutnya berubah perak dengan tanda fulinghua yang berdarah merah emas di
keningnya. Hua Zi berusaha berdiri, melihat tubuh Feng Wei yang terus menerima
petir dan bola api. Pedang Cang He masuk ke genggamannya, menjadi penopangnya
untuk berdiri. Setelah berhasil berdiri, petir dan bola api juga sudah selesai
menghantam tubuh Feng Wei. Hua Zi mengumpulkan sisa tenaganya, menarik Feng Wei
ke pelukannya, bersama turun ke tanah. Rambut Feng Wei berubah merah keemasan
dengan rambut perak yang acak-acakan penuh dengan darah merah emas perak, tanda
fengwei hua di keningnya yang mengeluarkan darah merah emas perak “Feng Wei,
__ADS_1
buka matamu, lihat aku… Feng Wei, jangan tinggalkan aku… Feng Wei, kumohon buka
matamu…” Feng Wei perlahan membuka mata kecil “Hua Zi gege, sakit sekali…” Hua
Zi mempertahankan kesadarannya “Feng Wei bertahan, kita pulang, pulang kerumah
ya…” suaranya bergetar ketakutan, darah
merah emas perak keluar dari mulut Feng Wei “Hua Zi gege, aku mencintaimu”
menutup mata, tidak sadarkan diri “tidak… Feng Wei… jangan tinggalkan aku… Feng
Wei, aku juga mencintaimu, sangat mencintaimu…” air matanya menetes. Hua Zi
muntah darah merah emas, terjatuh tidak sadarkan diri.
Disaat cuaca dan langit kembali normal, mereka menemukan
Hua Zi dan Feng Wei yang berpelukan terjatuh tidak sadarkan diri, dengan tubuh
penuh luka. Bai Qian “ini…” terlihat pedang Cang He dan pedang Hong Liu Yu yang
masuk ke genggaman keduanya. Zhe Yan segera memeriksa “yeye, bagaimana ? bagaimana
Fu Qin Niang Qin ?” Ling Ling berderai air mata bertanya “luka Yu Huang tidak
terlalu parah, Hong Ling memberikan pelindungnya padanya. Hong Ling terluka
parah, dia dalam kondisi mati suri. Sebaiknya bawa mereka masuk dulu dan
bersihkan mereka” semua segera membawa mereka masuk. Ling Ling membersihkan
tubuh Feng Wei dan memberikan obat pada lukanya, Gun Gun melakukan hal yang
sama pada Hua Zi. Setelahnya, mereka ditempatkan di 1 ranjang yang sama “Zhe
Yan yeye, bagaimana Yu Huang dan Hong Ling ?” Zhe Yan melihat sambil berfikir
“tidak tahu apa yang terjadi…” Zu Zhe “Di Jun dan Zheng Zhu kembali…” semua
melihat ke Zu Zhe.
Ling Ling “Zu Zhe ayi, apa maksudmu ? apa Fu Qin Niang Qin
akan mengingat kita” Zu Zhe menggeleng “tidak tahu ingatannya akan kembali atau
tidak, yang jelas kekuatannya kembali bahkan meningkat drastis” Zhe Yan “aku
tidak melihat energi mereka, bahkan energi yang sebelumnya hampir hilang” Zu
Zhe “pasti kembali…” Gun Gun “Zhe Yan yeye, berapa lama Yu Huang dan Hong Ling
akan seperti ini ?” Zhe Yan “Yu Huang tidak terluka parah, kemungkinan dalam
beberapa bulan akan sadar, hanya Hong Ling ini…” Ling Ling “bagaimana dengan
Hong Ling ?” Zhe Yan “selain petir dan bola api yang didapatnya lebih banyak,
Hong Ling juga mengeluarkan pelindungnya untuk melindungi Yu Huang. Jadi Hong
Ling menerima semua petir dan bola api itu dengan tubuh polosnya. Sekarang
tubuhnya terluka parah, mengeluarkan pelindung juga melukai jiwanya. Haih tidak
tahu kapan dia akan bangun, mungkin 1 tahun, puluhan, ratusan, bahkan ribuan
tahun.” Bai Chen “kau berikanlah obat terbaik untuk mereka, agar cepat sadar…”
__ADS_1
Zhe Yan “pasti kuberikan, semua tergantung mereka sendiri. Semoga Hong Ling
bisa bangun secepatnya.”