Return Of God Emperor

Return Of God Emperor
Bab 75 - Petir dan Bola Api


__ADS_3

Zu Zhe gelisah, Lian


Song memapahnya “Zu Zhe, ada apa ? tidak enak badan, aku akan membawamu ke Yan


Ji gong” Zu Zhe menggeleng “tidak tahu kenapa perasaanku sangat tidak enak hari


ini…” Lian Song “Zhe Yan Shan Shen, tolong periksa Zu Zhe” semua berhenti,


menoleh ke Zu Zhe. Zhe Yan segera memeriksa “ada apa Zu Zhe, tidak biasanya kau


seperti ini ? tidak ada apa-apa di nadimu, apa yang kau rasakan ?” Zu Zhe


“tidak tahu, perasaanku tidak enak, seperti akan terjadi sesuatu” Sou Wan “apa


kau mendapat penglihatan lagi ?” Zu Zhe menggeleng “ah sudahlah, mungkin hanya


perasaanku saja. Jika ada penglihatan, akan muncul dengan sendirinya. Ayo, kita


teruskan ke Tai Chen gong” berbicara santai. Lian Song masih khawatir “apa


benar baik-baik saja ?” Zu Zhe mengangguk, menampilkan seulas senyuman


meyakinkan.


          Setiba di Tai Chen gong, Chong Lin segera keluar menyambut,


menyapa semuanya “Feng Jiu dianxia…” terkejut melihat Feng Wei. Gun Gun “Chong


Lin, ini Feng Huo Cai Hong Ling dan Bai Huo Zi Yu Huang, mereka akan tinggal


sementara di Tai Chen gong, persiapkan semua keperluan mereka, di paviliun


timur” Chong Lin terkejut melihat Gun Gun yang mengangguk padanya, segera


memberi hormat dan pergi menjalankan. Paviliun timur yang dikatakan adalah rumah


utama Tai Chen gong, sebelumnya tempat tinggal Dong Hua – Feng Jiu. Selama ini,


Gun Gun selalu merawat tempat itu dengan baik, seakan Dong Hua – Feng Jiu masih


ada disana, hanya pergi dan belum pulang.


          Gun Gun membawa mereka masuk Tai Chen gong dan mengitari


sekelilingnya “bagaimana ? tempatku bagus kan !” kembali ke mode kekanakannya.


Hua Zi membelai kepalanya “tempat Xiao Di Jun sangat bagus…” Gun Gun cekikikan


“ayo kubawa kalian ke kamar kalian” Chong Lin berlarian “xiao Di Jun…” Gun Gun


segera serius “Chong Lin shushu, sudah kukatakan, jika tidak ada apa-apa


panggil aku Gun Gun saja. Ada apa begitu tergesa-gesa ?” Chong Lin “Xiao Di


Jun, terdengar suara dari dalam Chang Gu Di Jun” Gun Gun terkejut “apa ? suara


apa ? siapa yang masuk kedalam ?” segera berlalu dengan emosi. Gun Gun tidak


suka ada yang mengganggu barang-barang Dong Hua – Feng Jiu. Semua mengikutinya


ke Chang Gu, terdengar suara-suara sayatan dari dalam “siapa yang berani masuk


ke Chang Gu ?” suara dingin Gun Gun terdengar. Chong Lin “tidak ada yang


mendekati Chang Gu” Gun Gun melirik dingin Chong Lin.


          Hua Zi memegang Gun Gun “hati-hati, sepertinya lagi ada

__ADS_1


pertarungan didalam” Gun Gun mengangguk, mengerahkan sihir membuka Chang Gu, 2


cahaya melesat keluar. “Feng Wei…” teriakan panik terdengar. Gun Gun segera


berbalik, terlihat 2 bilah pedang yang menyerang Hua Zi dan Feng Wei. Untung


gerakan keduanya cepat, segera membuat jiejue menahan kedua pedang didepan


matanya. “Cang He, Hong Liu Yu…” Gun Gun berkata. Langit berubah gelap, suara guntur


bersahut-sahutan, angin kencang bertiup. Hua Zi dan Feng Wei masih berusaha


menahan laju pedang yang mulai menerobos jiejue. Kedua pedang memiliki kekuatan


Di Jun dan Feng Jiu, Hua Zi dan Feng Wei yang sekarang bukanlah tandingan kedua


pedang. Kedua pedang berhasil masuk, menusuk tepat ditanda bunga di kening


mereka, keduanya muntah darah, memegang pedang dengan tangan mereka. Muncul


cahaya merah keemasan dari pedang Hong Liu Yu dan cahaya ungu dari pedang Cang


He, mengangkat mereka berdua melayang diangkasa.


          Ling Ling “ada apa ini ?” berusaha menghalau angin melihat


Hua Zi dan Feng Wei. Mo Yuan “tampaknya kedua pedang mengenali mereka sebagai


pemiliknya. Kedua pedang menembus tanda bunga, mengeluarkan cahaya mengelilingi


tubuh keduanya. Petir dan bola api turun menghantam tubuh keduanya. Pedang Cang


He dan pedang Hong Liu Yu sudah melepaskan mereka dan berputar mengelilingi


tubuh mereka seakan melindunginya. Hua Zi “Feng Wei… Feng Wei…” berusaha


menggapai Feng Wei. Mereka sudah terjatuh berlutut dengan tubuh penuh darah


kesadarannya melihat Hua Zi “Hua Zi gege…” dengan seluruh sisa tenaganya


berdiri, mengerahkan sihir “aaa…” dengan satu teriakan, sebuah bola cahaya


merah keluar dari tubuh Feng Wei ke tubuh Hua Zi “Hua Zi gege, aku


mencintaimu…” menutup mata, tidak sadarkan diri. Hua Zi menggila “Feng Wei…


Feng Wei… tidak, bertahanlah… Feng Wei…” berusaha mendekati, tapi petir dan


bola api tidak berhenti terus menghantam mereka.


          Petir dan bola api Hua Zi selesai terlebih dahulu,


rambutnya berubah perak dengan tanda fulinghua yang berdarah merah emas di


keningnya. Hua Zi berusaha berdiri, melihat tubuh Feng Wei yang terus menerima


petir dan bola api. Pedang Cang He masuk ke genggamannya, menjadi penopangnya


untuk berdiri. Setelah berhasil berdiri, petir dan bola api juga sudah selesai


menghantam tubuh Feng Wei. Hua Zi mengumpulkan sisa tenaganya, menarik Feng Wei


ke pelukannya, bersama turun ke tanah. Rambut Feng Wei berubah merah keemasan


dengan rambut perak yang acak-acakan penuh dengan darah merah emas perak, tanda


fengwei hua di keningnya yang mengeluarkan darah merah emas perak “Feng Wei,

__ADS_1


buka matamu, lihat aku… Feng Wei, jangan tinggalkan aku… Feng Wei, kumohon buka


matamu…” Feng Wei perlahan membuka mata kecil “Hua Zi gege, sakit sekali…” Hua


Zi mempertahankan kesadarannya “Feng Wei bertahan, kita pulang, pulang kerumah


ya…” suaranya bergetar ketakutan,  darah


merah emas perak keluar dari mulut Feng Wei “Hua Zi gege, aku mencintaimu”


menutup mata, tidak sadarkan diri “tidak… Feng Wei… jangan tinggalkan aku… Feng


Wei, aku juga mencintaimu, sangat mencintaimu…” air matanya menetes. Hua Zi


muntah darah merah emas, terjatuh tidak sadarkan diri.


          Disaat cuaca dan langit kembali normal, mereka menemukan


Hua Zi dan Feng Wei yang berpelukan terjatuh tidak sadarkan diri, dengan tubuh


penuh luka. Bai Qian “ini…” terlihat pedang Cang He dan pedang Hong Liu Yu yang


masuk ke genggaman keduanya. Zhe Yan segera memeriksa “yeye, bagaimana ? bagaimana


Fu Qin Niang Qin ?” Ling Ling berderai air mata bertanya “luka Yu Huang tidak


terlalu parah, Hong Ling memberikan pelindungnya padanya. Hong Ling terluka


parah, dia dalam kondisi mati suri. Sebaiknya bawa mereka masuk dulu dan


bersihkan mereka” semua segera membawa mereka masuk. Ling Ling membersihkan


tubuh Feng Wei dan memberikan obat pada lukanya, Gun Gun melakukan hal yang


sama pada Hua Zi. Setelahnya, mereka ditempatkan di 1 ranjang yang sama “Zhe


Yan yeye, bagaimana Yu Huang dan Hong Ling ?” Zhe Yan melihat sambil berfikir


“tidak tahu apa yang terjadi…” Zu Zhe “Di Jun dan Zheng Zhu kembali…” semua


melihat ke Zu Zhe.


          Ling Ling “Zu Zhe ayi, apa maksudmu ? apa Fu Qin Niang Qin


akan mengingat kita” Zu Zhe menggeleng “tidak tahu ingatannya akan kembali atau


tidak, yang jelas kekuatannya kembali bahkan meningkat drastis” Zhe Yan “aku


tidak melihat energi mereka, bahkan energi yang sebelumnya hampir hilang” Zu


Zhe “pasti kembali…” Gun Gun “Zhe Yan yeye, berapa lama Yu Huang dan Hong Ling


akan seperti ini ?” Zhe Yan “Yu Huang tidak terluka parah, kemungkinan dalam


beberapa bulan akan sadar, hanya Hong Ling ini…” Ling Ling “bagaimana dengan


Hong Ling ?” Zhe Yan “selain petir dan bola api yang didapatnya lebih banyak,


Hong Ling juga mengeluarkan pelindungnya untuk melindungi Yu Huang. Jadi Hong


Ling menerima semua petir dan bola api itu dengan tubuh polosnya. Sekarang


tubuhnya terluka parah, mengeluarkan pelindung juga melukai jiwanya. Haih tidak


tahu kapan dia akan bangun, mungkin 1 tahun, puluhan, ratusan, bahkan ribuan


tahun.” Bai Chen “kau berikanlah obat terbaik untuk mereka, agar cepat sadar…”

__ADS_1


Zhe Yan “pasti kuberikan, semua tergantung mereka sendiri. Semoga Hong Ling


bisa bangun secepatnya.”


__ADS_2