
Xiao Shen Zhu “hmm… beritahu
tidak ya…” dengan wajah nakal. Dong Hua ikut usil “cepat katakan padaku… Fu
Ren…” Xiao Shen Zhu “heh… siapa Fu Ren-mu ?” Dong Hua memeluk erat gadis cilik
“Xiao Shen Zhu ini…” Xiao Shen Zhu “ah tidak tahu malu…” Dong Hua “malu ? apa
itu malu ? tidak pernah mendengarnya !” Xiao Shen Zhu kesal membuang muka
“kenapa sifat tidak tahu malumu terbawa kemanapun cih !!!” Dong Hua merengek “Feng
Wei…” Xiao Shen Zhu “aiyo… untuk apa membebani dirimu dengan semua kenangan itu
! nikmatilah hidupmu saat ini…” Dong Hua cemberut ‘aku ingin mengingat hubungan
kita ! aku merasa semua ingatan itu sangat penting, ingatan tentang kita
berdua… Feng Wei, apa yang mau kau tutupi dariku !’ “kenapa aku sampai
kehilangan ingatan itu ? kelalaian apa yang dilakukan ?” Xiao Shen Zhu “hmm…
kau tahu apa itu Tian Ming Shi ?” Dong Hua mengangguk.
Xiao Shen Zhu meneruskan “di dimensi lain, batu itu
dikenal dengan nama San Sheng Shi… bayanganmu, menggunakan pedang Cang He
mencoba menghilangkan namanya di atas batu itu. Bayanganmu sudah mendapat
hukumannya dan menyesali perbuatannya. Kelalaian itu menyebabkan terbukanya
celah di San Sheng Shi, menghisap Juan Feng dan memberi kesempatan pada
seseorang untuk berbuat jahat” Dong Hua “siapa ?” Xiao Shen Zhu “Zhi He… hmm
Hua Zi gege, sebenarnya aku tidak mau mencampuri urusan Si Hai Ba Huang… tapi
kau harus baik-baik mengurusinya… tidak berbahaya tapi akan sangat merepotkan
jika terus bermunculan Zhi He kedua dan ketiga…” Dong Hua berfikir “Zhi He hanyalah
gadis manja yang sombong…” Xiao Shen Zhu “haih… Dong Hua, saat ingatanmu pulih,
kau akan mengingat segala seuatu yang telah dilakukan Zhi He baik dalam dunia
ini maupun dunia dimensi”.
Xiao Shen Zhu “sebagai dewa atau dewi, tidak perlu
menyombongkan status apapun… status hanya sebuah nama, tidak berarti apapun…
yang penting adalah diri sendiri, apa yang dilakukan… hanya sesederhana itu…”
Dong Hua mengangguk “banyak yang sudah terlena oleh status…” Xiao Shen Zhu
“ingatanmu yang hilang berhubungan dengan San Sheng Shi… aku sudah
memperbaikinya, semua sudah kembali seperti sedia kala. Saat San Sheng Shi
terbentuk kembali, nama-nama yang seharusnya tidak ada dan berubah, sudah
keluar dan mengembalikan posisi ke tempat semula. Saat menghilangkan nama, secara
tak sengaja menciptakan nama baru diatasnya” Dong Hua “nama-nama itu membawa
ingatanku pergi ?” Xiao Shen Zhu “ya dan tidak… bagaimanapun itu hanya dimensi
bayangan… hanya saja saat bayanganmu kembali, kau masih terkena dampaknya… saat
sudah menyatu sempurna dengan bayanganmu… semua ingatan itu akan muncul dengan
sendirinya !”
Dong Hua “ingatan yang hiang itu tentang kita berdua !”
cemberut sedih. Xiao Shen Zhu memegang wajah Dong Hua “haih tidak usah cemberut
seperti itu… tidak memiliki ingatan itu, buat ingatan baru saja…” Dong Hua
__ADS_1
“katakan padaku, apa hubungan kita sebenarnya ?” Xiao Shen Zhu “hmm… jika kau
bertanya seperti ini, aku juga bingung menjawabnya… tubuh ini adalah tubuh
kelahiran kembali, tidak memiliki hubungan dengan siapapun… jadi harusnya,
dikatakan kita tidak memiliki hubungan apapun !” Dong Hua “sebelumnya ? sebelum
kelahiran kembalimu, apa hubungan kita ?” Xiao Shen Zhu “haih… dengar Dong Hua
Di Jun, kau tercipta sebagai hadiah untuk yang mulia… apa begini kau sudah
faham ?” Dong Hua “hadiah ?” Xiao Shen Zhu mengangguk “ah aku tidak tahu
memakai istilah apa ! hadiah, itulah yang dikatakan lao yeye itu !” Dong Hua
“lao yeye ? maksudmu Budha ?” Xiao Shen Zhu mengangguk.
“shh…” Xiao Shen Zhu meringis kesakitan. Dong Hua segera
memeriksa “ayo, sudah terlalu lama berendam…” mengangkat Xiao Shen Zhu keluar
dari permandian. Setelah memberikan obat dan memakaikan pakaian ke Xiao Shen
Zhu “Feng Wei, tidurlah… aku menjagamu…” Xiao Shen Zhu mengangguk, langsung
tertidur. Dong Hua menatap lembut Xiao Shen Zhu ‘Feng Wei, bukan hadiah tapi pasangan
jiwa yang diberikan semesta ini untukmu ! di kelahiranmu sebagai Supreme
Emperor, kita belum memiliki hubungan… tapi di semua kehidupanmu sebelumnya,
kau adalah istriku, Di Hou-ku… semua ini menjadi semakin jelas… walau belum
bisa mengingat seluruh kejadian sebelumnya, tapi sikap dan tingkah semua sudah
menunjukkannya. Chong Lin hampir mengatakan Di Hou, jika tidak melihat tatapan
memperingati darimu. Xin Xin dan Xiong Xiong, sebelumnya memanggilku Fu Qin dan
memanggilmu Niang Qin, berarti mereka berdua anak-anak kita ! Gun Gun, Long Nu,
Ling Ling, dan Jin Chen, apa hubungan mereka denganmu ?’ memikirkan semuanya
anakku ? Ling Ling memiliki rambut yang sama dengan Feng Wei… tampaknya keduanya
juga anak-anak kita…’.
Mata Dong Hua membulat sempurna ‘aku memiliki 4 orang
anak bersamamu !’ menatap Xiao Shen Zhu yang tertidur nyenyak ‘pantas
keempatnya begitu antusias belajar, ingin berdiri berdampingan denganmu !’ Dong
Hua tersenyum lembut, memeluk tubuh kecil Xiao Shen Zhu ‘Fu Ren… kau sangat
nakal… hal sebesar ini, ingin menutupinya dariku… haih apa yang sudah terjadi
sebelumnya, kenapa aku bisa begitu mencintai gadis cilik ini ! bisa membuat
begitu banyak dewa dewi menghormatimu, Feng Wei pasti adalah dewi yang luar
biasa ! aku yang tidak pernah menyukai wanita bisa begitu mencintaimu… apa yang
sudah kau lakukan padaku !’ mengecup kening gadis cilik ‘apapun itu, karena aku
sudah memilihmu dan memutuskan bersamamu, kau hanya bisa menjadi milikku, gadis
cilikku…’ mengecup lembut bibir mungil Xiao Shen Zhu. Dong Hua menatap wajah
pulas gadis cilik hingga ikut tertidur dengan senyum manis di wajahnya.
Beberapa
hari setelahnya, Xiao Shen Zhu membawa semua keluar dari Feng Huo Cang Ling
“Feng Wei, aku menggendongmu… istirahatlah, lukamu belum pulih sepenuhnya” Xiao
Shen Zhu hanya mengangguk dan membiarkan Dong Hua menggendongnya. Walaupun
__ADS_1
hanya berjalan santai, tapi karena lukanya dan tubuhnya yang masih lemah, Xiao
Shen Zhu pun tertidur di gendongan Dong Hua. Xin Xin melihatnya menarik tangan
Dong Hua “Di Jun, sebentar…” menyerahkan baju luarnya untuk menghangatkan Xiao
Shen Zhu. Dong Hua tersenyum lembut “Xin Xin, Fu Qin ingin mendengarmu
memanggil Fu Qin…” Xin Xin dan Xiong Xiong terkejut “Fu Qin, kau sudah
mengingatnya ?” Dong Hua tersenyum membelai kepala Xin Xin “Fu Qin belum
mengingat, tapi Fu Qin dapat memastikan kalian adalah anak-anak Fu Qin Niang
Qin…” keduanya mengangguk “masih ada Gun Gun gege dan Ling Ling jiejie…”
‘ternyata benar, mereka berempat anak-anakku dan Feng Wei…’ Dong Hua tersenyum
“ayo, kita berjalan kembali perlahan… Feng Wei akan lebih nyaman tidur di
ranjang…” semua mengangguk dan melanjutkan perjalanan.
Sebenarnya
Dong Hua bisa menyihir mereka langsung ke Tai Chen gong, tapi atas permintaan
Xiao Shen Zhu yang ingin menikmati perjalanan, Setelah memastikan Xiao Shen Zhu
sudah tertidur pulas, Dong Hua pun membawa semua langsung ke Tai Chen gong.
Dong Hua membaringkan Xiao Shen Zhu di kamar mereka, melihat semua perbedaan
Tai Chen gong dengan yang ada dalam ingatannya ‘bisa kupastikan, aku merubah
Tai Chen gong seperti ini untukmu. Dong Hua segera memanggil Zhe Yan memeriksa
Xiao Shen Zhu “bagaimana dengannya ?” Zhe Yan “sementara, jangan membawanya
berpergian jauh dulu, tubuhnya masih sangat lemah, tidak kuat menahan terpaan
angin !” Dong Hua mengangguk “Zhe Yan, apa kau ada cara untuk mengembalikan
ingatanku ?” Zhe Yan menatap Dong Hua “kami tidak tahu apa yang terjadi padamu
sebenarnya… aku sudah memeriksamu, tidak ada kesalahan apapun pada tubuhmu… aku
sudah berdiskusi dengan yang lain… Huo Feng mengatakan kau menerima dampak dari
kelalaian bayangan… mungkin jika kau dapat membantu penyatuan jiwamu,
menyatukan seluruh energi dan mengalami peningkatan, dampaknya akan lebih cepat
ternetralisir”.
Zhe Yan
“apa kau tidak memiliki ingatan sedikitpun ?” Dong Hua menggeleng “tapi aku
memiliki kesan mendalam padanya… Zhe Yan, dia adalah istri yang sangat kucintai
kan !” Zhe Yan mengangguk “kalian berdua saling mencintai, sudah beberapa kali
mengalami perpisahan karena kematian… Semenjak kelahiran kembalinya sebagai
Supreme Emperor, Huo Feng sudah memberi janji untuk selalu bersama denganmu.
Kau adalah harapan semua, jalan pertama yang disetujuinya untuk bisa berjalan
berdampingan dengannya. Dong Hua, aku tidak tahu sampai di mana ingatanmu. Tapi
kalau kau ingin mengetahui seluruh kisah kalian, aku yakin semua akan dengan
senang hati menceritakannya padamu, selama kau bisa menahannya. Lindungi dirimu
sendiri, jangan sampai terjadi sesuatu padamu, dengan begitu baru bisa
mendampinginya. Dong Hua, anak ini sudah terlalu banyak menderita, selalu
melupakan dirinya sendiri. Dia adalah permata tak ternilai yang tidak dapat
__ADS_1
digenggam ataupun dimiliki siapapun.” Dong Hua berusaha meresapi kata-kata Zhe
Yan.