Return Of God Emperor

Return Of God Emperor
Bab 169 - Perintah Raja


__ADS_3

Pagi harinya, Yang Guang


sudah kembali berdandan pria dengan wajah berseri-seri “Yang er, sangat bahagia


?” Huang Guang tersenyum melihat wajah bahagia Yang Guang “tentu saja, akhirnya


aku akan bebas… ah mana lainnya ?” “Yang er…” satu persatu masuk menemuinya


“ayo, kita berpamitan, setelah itu keluar ibukota… ah yang pertama, aku mau


pergi memakan mie, ah perutku sudah berbunyi… ayo cepatlah…” segera keluar Yue


Xing gong ke Ming Yang gong. Raja dan Permaisuri sudah menunggu mereka di aula


Ming Yang gong “die niang, aku sudah datang…” Yang Guang dengan wajah


berseri-seri masuk ke Ming Yang gong. Permaisuri tidak tahu harus berkata apa


“Yang Guang, kalian sudah datang…”


Raja


tersenyum lembut memanggilnya “Yang Guang, kemari…” Yang Guang segera


menghampiri “Yang Guang putriku, tahun-tahun ini sungguh menyusahkanmu…” Yang


Guang tersenyum “2 tahun digantikan dengan kebebasanku, ini sangat pantas…”


Raja ‘Yang Guang, bagaimana kau merasa kerajaan ini ?” Yang Guang menjawab


spontan “die, selama mengaturnya dengan baik, tidak akan ada masalah… pangeran


dan putri juga bukan orang yang begitu berambisi hingga melupakan keluarganya…


kurasa anda memilih putra dan putri mahkota diantara mereka, tidak akan susah,


mereka akan dengan senang hati bahu-membahu memajukan kerajaan” “wah adikku,


kau sangat memahami kakak-kakakmu ya…” pangeran, putri, dan selir datang.


Yang


Guang tersenyum berbalik “kalian sudah datang… bukankah kalian sangat bahagia


hari ini, hari yang kalian tunggu-tunggu sudah tiba… aku akan segera


meninggalkan tempat ini, kalian tidak akan terusik lagi hihihi” cekikikan.


Putri Ren Ya memeluk Yang Guang “aku tidak rela kau pergi…” Yang Guang “hei,


kuingat dulu kau sangat ingin segera mengusirku keluar dari ibukota hihihi…”


“itu dulu, karena aku belum mengenalmu…” “hihihi… jangan merindukanku… aku ini


wanita sejati loh, lagipula aku ini termasuk adikmu hahaha…” “ah… kau selalu


meledekku…” Putri Ren Ya kesal tapi tidak melepaskan pelukannya. Yang Guang


melepasnya “sudah… sudah… kau akan mengurangi ketampananku… baik-baiklah di


istana, ingat janji kalian… Kerajaan Ming bergantung pada kalian !” ketiganya


mengangguk mantap.


Raja


“Yang Guang, kau bisa selalu mengawasi mereka…” mengangkat wajahnya menatap


mata Yang Guang “Putri Shen Yang Guang, aku yang mulia Raja Shen Han Jiang


mengangkat Putri Shen Yang Guang sebagai Putri Mahkota kerajaan Ming. Upacara


pengangkatan akan diadakan 3 hari kemudian” semua terpana dan terdiam sejenak.


Yang Guang tersenyum “die, apa yang kau katakan, jangan bermain lagi…” Raja


“Yang Guang, yang mulia tidak sedang bermain denganmu… ini adalah titah dan


harus kau patuhi…” Yang Guang masih tersenyum “die, jangan lupa perjanjian


kita” Raja “Yang Guang, yang berjanji padamu adalah ayahmu, aku sekarang adalah

__ADS_1


Raja Shen Han Jiang” Yang Guang “jika begitu yang mulia, kuharap anda juga


mengingat perkataanku. Perjanjian kita berlangsung 2 tahun, jika anda berulah


lagi, maka aku akan menutup semua jalan anda”


Raja


berdiri “apa kau sedang mengancamku ?” Yang Guang tersenyum menggeleng “aku


tidak mengancam, aku hanya mengingatkan…” Raja menghela nafas “Yang Guang,


bukankah sangat baik untukmu menyetujui menjadi Ratu Kerajaan Ming ! banyak


yang menginginkan status ini ! dengan menjadi Ratu, kau bisa memiliki semua


dunia ini, bukankah hal yang baik ! lihat, hanya dalam 2 tahun, kau bisa


mengatur semuanya dengan baik… die percaya padamu, kau pasti memajukan kerajaan


kita kearah yang lebih baik, bahkan bsa berada di puncak kejayaan sepanjang


sejarah. Jika kau ingin keluar bersenang-senang, kau bisa sekali-kali dinas


keluar” Yang Guang tersenyum “banyak yang menginginkannya, maka berikan pada


yang ingin. Memiliki seluruh dunia ? aku sudah memiliki seluruh dunia, tidak


perlu status. Status itu hanya akan melemahkanku dan memotong sayapku, aku


tidak menginginkannya. 2 tahun ini, aku melakukan semuanya sebagai wujud


baktiku padamu ayah dan ibuku” tidak ada yang berani bersuara, diam


mendengarkan mereka.


Raja


“Yang Guang, dengan menjadi Ratu, kau akan semakin melebarkan sayapmu… apa yang


kau inginkan, bisa dengan mudah kau dapatkan ! kau adalah putriku, Putri


Guang tertinggal senyum tipis “aku bisa mendapatkan semua yang kuinginkan tanpa


menjadi Ratu. Yang mulia, tolong anda ingat, aku bukanlah Putri Kerajaan Ming,


Kerajaan Ming tidak pernah mengetahui keberadaanku. Semua mengenalku sebagai


ksatria Yang Guang bukan Putri Kerajaan Ming. Semua ini adalah aturan dari


anda. Dari semenjak aku terlahir di dunia ini, tidak terlahir sebagai seorang


Tuan Putri, aku dibesarkan sebagai seorang prajurit. Hingga saat aku berdiri di


hadapan anda sekarang, aku hanyalah seorang Yang Guang”


Raja


“aku akan segera mengumumkan identitasmu” Yang Guang menggeleng “sudah


terlambat…” Raja “aku ayahmu, aku yang memberimu semua ini, aku yang


mengajarimu hingga bisa jadi seperti sekarang ini” Yang Guang tersenyum miring


“sepertinya anda menjadi keras kepala. Baik, kita bahas satu persatu…” tidak


ada senyuman di wajah Yang Guang, menatap tajam Raja, tersirat jelas ada


kekecewaan yang sangat besar “anda bilang anda ayah ? kapan anda pernah


melakukan tanggung jawab anda sebagai ayah ? disaat semua anak memperoleh kasih


sayang orang tua mereka, aku memperoleh luka darimu. Dari saat aku dilahirkan,


apa kau pernah melihatku, bahkan sekali lirikan ? tidak, anda tidak pernah


melakukannya. Anda pertama kali melihatku adalah 7 tahun yang lalu. Apa saat


itu anda datang sebagai seorang ayah ? tidak, anda datang sebagai seorang raja


yang menegosiasikan sebuah perjanjian denganku. Aku yang tidak pernah anda

__ADS_1


lihat dan akui keberadaannya, anda tarik untuk membereskan permainan


akal-akalan anda…” Permaisuri meneteskan air mata “Yang Guang, jangan bicara


seperti itu pada ayahmu…”


Yang


Guang tertawa getir “ayah ? hahaha… aku ingin bertanya pada anda yang mulia


Ratu, apa ada ucapanku yang salah ?” Raja menggebrak meja “Yang Guang, dia


ibumu…” Yang Guang tertawa mengejek “ibu ? sama seperti anda yang mengaku


sebagai seorang ayah, apa ratu pernah menganggapku sebagai anaknya ? pernah


memperlakukanku sebagai anaknya ? detik aku dilahirkan, adalah Bibi Chui yang


merawatku. Jika mengatakan seorang ibu, maka Bibi Chui-lah ibuku” Permaisuri


menangis “Yang Guang, jangan keterlaluan !” Raja menghardik. Lainnya yang


mendengar kata-kata Yang Guang, berkaca-kaca, tidak menyangka kehidupan yang


dilaluinya begitu keras.


Yang


Guang menatap tajam Raja membuatnya terkejut “hentikan sandiwara anda !” kata


tegas dengan aura membunuh keluar dari bibir Yang Guang “Yang er…” Huang Guang


mendekat, segera mendapat tatapan tajam dari Yang Guang membuatnya terdiam.


Yang Guang kembali menatap tajam raja, aura kemarahan perlahan keluar dari


tubuhnya “anda jangan berfikir aku tidak tahu permainan anda… dari seminggu aku


menapakkan kaki di sini, semua rencana anda sudah kubongkar” Raja terduduk


“kau…” Yang Guang tersenyum sinis “sudah kukatakan sebelumnya, aku bisa


mengatakannya maka pasti bisa melakukannya !”


Raja


menghela nafas “ini tidak seperti yang kau fikirkan ?” Yang Guang tertawa sinis


“hahaha… kalau begitu tolong yang mulia mencerahkanku, apa yang kufikirkan ?”


Raja “die hanya… hanya ingin mengetesmu saja…” Yang Guang tertawa


terbahak-bahak, bukan tawa bahagia tapi tawa kemarahan dan kekecewaan “ingin


mengetes ? dengan mencoba membunuhku berkali-kali ? tolong katakan ayahku yang


terhormat, dibagian mana anda menjalankan peran anda sebagai seorang ayah ?”


Permaisuri menatap Raja “yang mulia, anda…” Yang Guang murka “tidak perlu


berpura-pura tidak tahu apapun yang mulia ratu.” “Yang Guang, niang tidak tahu,


niang benar-benar tidak tahu…”


Yang


Guang “sampai saat ini, anda masih ingin membohongiku ! masih ingin membodohiku


! aku ingin bertanya pada anda berdua, dimana hati nurani anda ? bahkan singa


sekalipun tidak akan memakan anaknya sendiri !” Raja “Yang Guang, aku yang


melakukannya, tidak ada hubungan dengan ibumu, dia tidak tahu apa-apa ?” Yang


Guang sinis “Han Shan – Sin Jiang…” 4 kata Yang Guang seakan bom untuk


permaisuri “Yang Guang, aku…” ketujuhnya terbelalak, tidak percaya dengan


pendengaran mereka, menatap permaisuri “sungguh mulia cinta kasih kalian sebagai


orang tua !” dengan sinis.

__ADS_1


__ADS_2